Awas! Tanda Akan Kiamat Banyak Orang Gemuk

DIRIWAYATKAN dari Imran Ibn Husain RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Umatku yang terbaik adalah (umat) pada masaku, lalu (umat) setelah mereka, lalu (umat) setelahnya.

Setelah itu, akan muncul satu kaum yang bersaksi namun tidak bisa dipercaya, berkhianat dan tidak bisa memegang amanah, bernazar namun tidak melaksanakannya, serta terlihat gemuk.”

Kegemukan yang melanda sekarang ini mungkin disebabkan banyak orang yang serakah, kekayaan yang melimpah, terlalu banyak menikmati makanan dan minuman yang mudah tersedia, manisan, kudapan.

Kemudian banyaknya makanan praktis dan serba instan, sehingga tidak perlu repotrepot untuk memasak. Kecanggihan tekhnologi pun menjadikan banyak orang yang malas untuk bergerak dan olahraga. Seperti menggunakan mobil maupun motor yang semakin memudahkan untuk bepergian kemana-mana.

Menurut survei, seperenam penduduk di dunia banyak yang mengalami kelebihan berat badan atau yang lebih dikenal dengan obesitas. Mangkanya sekarang ini telah banyak dibuka solusisolusi alternatif untuk menurunkan berat badan, obat diet, operasi penyedotan lemak dan sebagainya mudah untuk ditemui di berbagai kota. []

Sumber: Kiamat Sudah Dekat/Dr. Muhammad al-Areifi/ Qisthi Press /Maret 2011/Jakarta.

INILAH MOZAIK

Jangan Merasa Islamku Benar yang Lain Sesat

JUJUR aku dulu pernah berpemahaman merasa kelompokku adalah paling benar sendiri dan yang lain adalah sesat. Pernah aku terperangkap dalam pemikiran bahwa kelompokku adalah Al-Firqatun Najiyah (golongan yang selamat) sedang yang lainnya adalah ahli neraka.

Alhamdulillah, akhirnya Allah berikan hidayah kepadaku untuk keluar dari pemikiran sempit seperti itu. Aku belajar ke banyak guru dan aku mencintai mereka semua dan tidak mungkin melupakan jasa-jasa mereka.. Walau akhirnya Allah arahkan aku untuk berada dalam barisan Ahlus Sunnah Wal Jamaah Salafi, ini adalah pilihanku..

Bagiku, semua umat Islam adalah saudaraku dan aku suka saling mengingatkan dan saling menasihati serta saling mendoakan.. Aku berharap kita semua sama-sama Allah masukkan ke dalam Jannah..

Pengalaman masa lalu, buku-buku yang dibaca, dan guru-guru yang mengajari serta lingkungan, kesemuanya itu akan berpengaruh dalam pemahaman keagamaan seseorang.

Berbicara tentang kelompok dalam Islam tidak akan pernah tuntas karena semua merasa paling benar dan menuduh yang lain tersesat.

“Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).” [QS 23 Al-Mukminun Ayat 53]

Kita perlu selalu membaca dan merenungkan ayat ini secara rutin dan terus menerus disertai muhasabah, koreksi dan mawas diri;

“Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” [QS 53 An-Najm Ayat 32]

Hanya Allah Yang Maha Tahu siapa yang terbaik diantara kita di SisiNya. Ada satu berhala dalam diri kita semua yang harus kita hancurkan, yaitu; NAFSU..!!!

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah menyesatkannya berdasarkan ilmu yang dimilikinya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” [QS 45 Al-Jatsiyah Ayat 23]

Tentang Diriku..

Daku hanyalah seorang hamba yang miskin papa di hadapanNya,dosa-dosaku teramat sangat banyak,amal ketaatanku teramat sangat sedikit,hatiku selalu berbolak-balik, perjalananku cukup jauh,bekalku belum mencukupi,ajalku telah dekat, harapanku Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang berkenan mengasihi lagi menyayangiku..

Ayat Harapanku..”Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS 39 Az-Zumar Ayat 53]

Ya Allah, ampunilah semua kejahilan hamba dan bimbinglah hamba istiqomah di jalanMu yang lurus..[Ustaz Abdullah Sholeh Hadrami, Lc.]

————————————-
Artikel keislaman di atas bisa Anda nikmati setiap hari melalui smartphone Android Anda. Download aplikasinya, di sini!

Share Aplikasi Andoid ini ke Sahabat dan keluarga Anda lainnya
agar mereka juga mendapatkan manfaat!

3 Macam Syariat Sebelum Islam

ADA pelajaran penting yang patut dipahami. Syariat sebelum Islam atau syariat yang dibawa oleh nabi sebelum Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam terbagi menjadi tiga :

1. Ajaran yang dibenarkan oleh syariat Islam, maka ajaran ini shohih dan diterima

2. Ajaran yang dibatalkan oleh syariat Islam, maka ajaran ini bathil dan tertolak

3. Ajaran yang tidak diketahui dibenarkan atau disalahkan oleh syariat Islam, maka sikap kita adalah tawaqquf (berdiam diri, tidak berkomentar apa-apa). Namun, apabila perkataan semacam ini ingin disampaikan kepada manusia dalam rangka sebagai nasehat dan semacamnya maka hal ini tidaklah mengapa, dengan syarat tidak dianggap bahwa perkataan itu multak benar. (Lihat Syarh Arbain Syaikh Ibnu Utsaimin, hlm. 207-208)

Rasa malu merupakan bentuk keimanan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Malu merupakan bagian dari keimanan.” (HR. Muslim, no. 161)

Rasa malu ini juga dipuji oleh Allah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Maha Malu dan Maha Menutupi, Allah cinta kepada sifat malu dan tertutup, maka jika salah seorang di antara kalian itu mandi maka hendaklah menutupi diri.” (HR. Abu Daud no. 4014, dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)

 

INILAH MOZAIK

Kenapa Allah tak Menghukum Qabil yang Bunuh Habil?

SETELAH Qabil membunuh Habil karena iri dan dengki, apakah Allah langsung menimpakan hukuman kepada Qabil? Tidak!

Secara fisik atau jasmaniyah, Allah tidak langsung menghukum Qabil di dunia dengan azab, tapi Allah menetapkan bahwa Qabil mendapat dosa yang besar yang tak seorangpun di antara kita sanggup menanggung seperti yang ditanggung Qabil.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seorang jiwa dibunuh secara zalim, kecuali anak Adam yang pertama (Qabil) ikut menanggung darahnya, karena ia adalah orang yang pertama mencontohkan pembunuhan.” (HR. Al Bukhari). Namun demikian, Allah menimpakan kerugian dan penyesalan kepada hati Qabil di dunia.

Kembali ke pertanyaan awal, bahkan setelah Qabil membunuh Habil, Allah mengutus burung gagak untuk menunjukkan pada Qabil cara menyelenggarakan jenazah saudaranya:

“Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Qabil berkata, “Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Maka jadilah dia termasuk orang yang menyesal.”

Betapa Allah Maha Rahmat akan hambaNya, Dia maha Kuasa dan Maha Mampu, langsung menurunkan adzab untuk menghukum Qabil, tapi Allah justru mengutus burung gagak untuk menunjuki orang yang tersesat jalan itu (Qabil) dan tidak tahu apa yang harus dia perbuat terhadap jenazah saudaranya.

Mesti dicatat, bahwa Allah tidak mengutus kepada Qabil malaikat untuk mengajarinya langsung cara mengurus jenzah saudaranya, tapi cukup mengutus burung gagak saja, agar tidak dikesankan bahwa Allah dan malaikat-malaikat-Nya rida atas pembunuhan itu.

Lebih luas, penulis dapat katakan; Kafirin Barat adalah orang-orang yang celaka dan tersesat, namun Allah tidak langsung mengazab mereka di dunia. Bahkan Allah memberi dan menunjuki mereka ilmu pengetahuan dan teknologi, namun bukan berarti ketika Allah memberi mereka IPTEK itu, Allah rida kepada mereka. Allahu alam bish shawab[Ustaz Aly Raihan El Mishry/Fimadani]

 

INILAH MOZAIK

Alasan Rasulullah Disusui di Pedesaan

PELAJARAN dari Persusuan Nabi shallallahu alaihi wa sallam hingga Dibawa ke Desa. Kita dapat simpulkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sengaja dibawa ke desa dari kota untuk disusui sebagaimana menjadi kebiasaan tokoh-tokoh Arab. Apa sebab Nabi shallallahu alaihi wa sallam disusui di pedesaan? Berikut beberapa alasannya.

1- Untuk menghindari polusi pergaulan kota dan untuk menghirup udara segar pedesaan. Apalagi kota Mekkah saat itu didatangi oleh banyak pengunjung yang berasal dari penjuru dunia dengan beragam jenis manusianya. Mereka datang untuk menunaikan haji, kunjungan hingga berdagang dan lainnya. Kondisi tersebut berpotensi mengotori pergaulan dan moral.

2- Bayi yang dikirim untuk diasuh di pedalaman dimaksudkan untuk membiasakan mereka berbahasa Arab yang bagus dan untuk menghindari kesalahan dalam berbahasa Arab. Pelajarannya, penting bagi kita untuk menjaga murninya bahasa Arab yang merupakan bahasa dari kitab suci kita.

Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan tentang hukum mempelajari bahasa Arab, “Dan juga perlu dipahami bahwa bahasa Arab itu sendiri adalah bagian dari agama. Mempelajarinya adalah fardhu wajib. Karena untuk memahami Al-Quran dan As-Sunnah itu wajib. Memahaminya tidaklah bisa kecuali dengan memahami bahasa Arab. Sedangkan kaedah menyatakan, Sesuatu yang wajib yang tidak bisa terpenuhi kecuali dengannya, maka itu dihukumi wajib. Kemudian untuk mempelajarinya tadi, ada yang hukumnya fardhu ain dan ada yang hukumnya fardhu kifayah.” (Iqtidha Ash-Shirath Al-Mustaqim, 1: 527)

3- Allah menakdirkan Halimah radhiyallahu anha untuk menyusui dengan cara yang tidak mudah. Setelah bertekad untuk meninggalkan Mekkah, dia kembali untuk mengambil Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Karena awalnya tidak suka. Tetapi setelah berada di pangkuannya dan mendapatkan keberkahan baginya dan keluarganya, dia bertekad untuk tidak melepaskan anak yang pada mulanya ditolak disusun oleh semua wanita.

Kita bisa bayangkan bagaimana kondisi Halimah yang mengambilnya dalam kondisi tidak tulus, tatkala dia berbisik pada dirinya, “Sudah merupakan nasib saya, semua wanita yang lain telah mendapatkan tujuannya terkecuali saya.” Dia lalai dari kebaikan yang telah disiapkan nantinya yang ia tidak tahu. Alangkah banyaknya fenomena seperti ini yang kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari, kita tergesa-gesa dalam memohon dan mengharapkan sesuatu, padahal kita tidak mengetahui di mana letak kebaikan itu.

Harusnya kita semua ingat akan firman Allah, “Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa:19).

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Ada pelajaran penting yang disampaikan oleh sahabat Ibnu Masud radhiyallahu anhu, “Sesungguhnya seorang hamba ada yang berharap sesuatu dari perniagaan atau kepemimpinan hingga dimudahkan baginya, kemudian Allah memalingkan nikmatnya itu kepadanya. Kemudian Allah berkata kepada malaikat, “Palingkan dia dari keinginannya itu karena jika Aku mengabulkan keinginannya, maka Aku akan memasukannya ke dalam neraka.” Oleh karena itu, Allah pun menjauhkannya dari keinginannya itu, tetapi hamba itu masih saja berkata, “Fulan telah mengalahkan saya, sungguh untunglah Fulan dibandingkan saya, walaupun pada hakikatnya itu adalah karunia dari Allah azza wa jalla.” (Jami Al-Ulum wa Al-Hikam, 1: 470)

 

INILAH MOZAIK

Dua Kiai di Balik Gelora Bung Karno

Tahun ini, Indonesia kembali menjadi tuan rumah event olahraga terbesar di Asia, Asian Games. Untuk menyambut gelaran ke-18 perlombaan berbagai cabang olahraga antarnegara tersebut, Pemerintah Indonesia merenovasi Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Presiden Joko Widodo pun telah meresmikan stadion yang selesai dibangun pertama kali pada 1962 itu pada Ahad (14/1).

Di balik kemegahan bangunan Gelora Bung Karno, ternyata tersimpan kontribusi dua ulama cum politisi yang berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), yaitu KH Saifuddin Zuhri dan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Keduanya yang memberi nama sekaligus mempertahankan kompleks olahraga terbesar di Indonesia itu.

Seperti dilansir dari laman, NU.or.id,  saat akan diresmikan oleh Presiden Sukarno pada 1962 kawasan yang berdiri di atas lahan seluas 270 hektare itu belum memiliki nama. Pada suatu pagi di serambi belakang Istana Merdeka, Bung Karno bersama beberapa menteri sedang membicarakan hal tersebut. Hadir di antaranya Menteri Dalam Negeri Soemarno, Menteri Olahraga Maladi, dan beberapa pejabat lainnya, termasuk Menteri Agama kala itu KH Saifuddin Zuhri.

Dalam perbincangan tersebut, hampir disepakati sebuah nama untuk kompleks tersebut, yaitu Pusat Olah Raga Bung Karno. Tetapi, sebagaimana tertulis dalam Authorized KH. Saifuddin Zuhri: Berangkat dari Pesantren (LKiS: 2013), usulan tersebut disanggah oleh KH Saifuddin (ayah Menteri Agama RI saat ini, Lukman Hakim Saifuddin).

“Nama itu tidak cocok dengan sifat dan tujuan olahraga,” komentar Kiai Saifuddin. Semua mata tertuju kepadanya seakan tampak tak senang dengan sanggahannya tersebut.

“Mengapa?” selidik Bung Karno.

“Kata ‘pusat’ pada kalimat ‘Pusat Olah Raga’ itu kedengarannya kok statis, tidak dinamis seperti tujuan kita menggerakkan olahraga,” jawab Kiai Saifuddin.

“Usulkan nama gantinya kalau begitu!” sergah Bung Karno.

“Nama ‘Gelanggang Olah Raga’ lebih cocok dan lebih dinamis,” usulnya.

“Nama Gelanggang Olah Raga Bung Karno kalau disingkat menjadi Gelora Bung Karno! Kan mencerminkan dinamika sesuai dengan tujuan olahraga,” jelasnya lebih lanjut.

“Waah, itu nama yang hebat. Saya setuju!” ungkap Bung Karno.

Saat itu pula, Bung Karno memerintahkan Menpora Maladi untuk mengganti nama tempat tersebut menjadi Gelora Bung Karno. Pada kesempatan itu pula, Kiai Saifuddin mengusulkan pemerintah untuk membangun masjid di areal GBK. Usul itupun diterima oleh Bung Karno.

Tetapi, seiring dinamika politik yang mendera Indonesia, nama Gelora Bung Karno terusik. Pergantian rezim dari Orde Lama ke Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Suharto melakukan upaya massif untuk menghilangkan peran Presiden Sukarno. Proses de-sukarnoisasi itu pun menimpa pada penamaan Gelora Bung Karno.

Pada 1989, Presiden Suharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 4 yang berisi tentang pergantian nama Gelora Bung Karno menjadi Stadion Utama Senayan. Yayasan pengelolanya pun diubah dari Yayasan Gelora Bung Karno menjadi Yayasan Gelanggang Olahraga.

Tentu saja, kebijakan tersebut menghilangkan spirit sekaligus nilai historis dari kompleks olahraga tersebut. Tak banyak pihak yang berani menentang meski pada dasarnya banyak yang tak sepakat. Sikap represif pemerintah terhadap perbedaan pendapat memaksa pelbagai pihak yang keberatan untuk tutup mulut. Tak berani memprotesnya.

Suara-suara untuk mengembalikan nama Gelora Bung Karno kembali mencuat lebih dari satu dekade kemudian. Setelah Orde Baru lengser dan kepemimpinan Republik Indonesia berada di tangan seorang ulama mantan Ketua PBNU tiga periode, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), usulan itu muncul.

Usulan pergantian nama itu, pertama kali muncul saat digelar rapat dengar pendapat antara Komisi I DPR dan Mensesneg kala itu, yang juga menjadi Ketua Badan Pengelola Gelora Senayan (BPGS) pada 24 Oktober 2000. Usulan tersebut, kemudian direspon Presiden Abdurrahman Wahid pada saat menghadiri HUT PDI Perjuangan ke-28 di Stadion Utama Senayan, pada 14 Januari 2001.

Apa yang dijanjikan oleh Gus Dur tersebut lantas ditindaklanjuti beberapa waktu kemudian. Ia mengeluarkan Keputusan Presiden No. 7 tahun 2001 tentang pengalihan nama dari Stadion Utama Senayan kembali ke nama awal, Gelora Bung Karno.

 

REPUBLIKA

Minum Kencing Unta Viral, Ketua MUI: Kalau Saya Sih Jijik

Video Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) menjadi viral di media sosial karena dalam video tersebut UBN meminum air kencing unta. Warganet pun ramai memperbincangkan hukum meminum air kencing tersebut hingga menjadi trending topik di Twitter belum lama ini.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama (MUI), KH Cholil Nafis, mengatakan ulama berbeda pendapat terkait hukum meminum air kencing unta. Namun, menurut dia, secara pribadi dirinya merasa jijik untuk meminum air kencing unta.

“Ya memang ada yang tak jijik dengan kencing unta. Kalau saya pribadi sih jijik,” ujarnya kepada Republika.co.id, Ahad (7/1).

KH Cholil menuturkan, jika dilihat dari persepektif kesehatan memang ada hadis nabi yang menceritakan bahwa ada sahabat nabi yang sakit pencernaan. Karena perubahan cuaca lalu mengobatinya dengan minum air kencing unta.

Namun, menurut Kiai Cholil, berdasarkan jumhur ulama khususnya mazhab Asy-Syafiiyah dan Al-Hanafiyah dijelaskan bahwa semua benda yang keluar dari tubuh hewan lewat kemaluan depan atau belakang hukumnya benda najis.

Ia mengatakan, air kencing dan kotoran hewan hukumnya najis didasarkam pada sabda Rasulullah SAW sebagai berikut:

Nabi SAW meminta kepada Ibnu Mas’ud sebuah batu untuk istinja, namun diberikan dua batu dan sebuah lagi yang terbuat dari kotoran (tahi). Maka beliau mengambil kedua batu itu dan membuang tahi dan berkata,”Yang ini najis”. (HR. Bukhari).

Baju itu dicuci dari kotoran, kencing, muntah, darah, dan mani. (HR. Al-Baihaqi dan Ad-Daruquthny).

Sementara, ulama yang yang membolehkan meminum air kencing dan kotoran hewan berdasarkan pada pandangan Mazhab Al-Hanabilah atau Mazhab Hambali. Pendapat mazhab Hambali menyebutkan bahwa air kencing dan kotoran hewan yang halal dagingnya, atau halal air susunya, bukan termasuk benda najis.

KH Cholil mencontohkan seperti kotoran ayam, kotoran kambing, sapi, kerbau, rusa, kelinci, bebek, angsa dan semua hewan yang halal dagingnya. Berdasarkan mazhab Hambali, maka air kencing dan kotorannya tidak najis.

Sementara, umat Islam Indonesia sendiri yang sejak kecil sudah terbiasa dengan pandangan mazhab fiqih Asy-Syafiiyah, tetap saja memandang bahwa air kencing dan kotoran hewan seluruhnya adalah benda-benda najis.

Namun, bagi orang-orang yang terdidik dengan mazhab Hambali seperti di Saudi Arabia, air kencing dan kotoran unta, kambing, sapi dan sejenisnya, dianggap biasa-biasa saja.

Menurut KH Cholil, saat Rasulullah SAW membolehkan seorang sahabat yang meminum air kencing unta sebagai pengobatan, dalam pandangan mereka hal itu terjadi karena darurat saja. Namun, meminum air kencing unta sejatinya bukan hal yang lazim dilakukan setiap hari.

Seperti diketahui, persoalan fikih ini menjadi perbincangan hangat di Indonesia setelah Ustaz Bachtiar Nasir meminum air kencing unta dalam sebuah video yang diambil di Hudaibiyah Camel Farm, Makkah, Arab Saudi.

Video tersebut diunggah di akun instagram @bachtiarnasir pada Rabu (3/1) lalu. Dalam video tersebut Ustaz Bachtiar Nasir menyebutkan bahwa botol berisi air kencing unta itu mengandung obat. Sebelum meminumnya, Ustaz Bachtiar mencapurnya dengan air susu unta.

Ustaz Bachtiar mengatakan bahwa minuman tersebut berkhasiat untuk menyembuhkan kanker dan baik untuk pencernaan. “Rasanya agak-agak pahit-pahit sedikit,” kata Ustaz Bachtiar Nasir dalam video tersebut.

 

REPUBLIKA

Nikahilah Wanita karena Agamanya!

SAYYIDINA Ali bin Abi Thalib RA pernah berkata tentang wanita. Beliau menghormati, menghargai, menjunjung tinggi harkat mereka. Itulah sebabnya, sebelum Sayyidah Fatimah RA meninggal, beliau menahan baiatnya kepada Khalifah Abu Bakar RA.

Beliau berkata:

Sesungguhnya wanita (sanggup) menyembunyikan cinta selama empat puluh tahun, namun dia tidak (sanggup) menyembunyikan kebencian walaupun hanya sesaat.”

Sesungguhnya Allah menciptakan wanita dari kelemahan dan aurat. Maka, obatilah kelemahan mereka dengan diam, dan tutupilah aurat itu dengan menempatkannya di rumah.

Sebaik-baik perangai wanita adalah seburuk-buruk perangai laki-laki, yaitu: angkuh, penakut, dan kikir. Jika wanita angkuh, dia tidak akan memberi kuasa kepada nafsunya. Jika wanita itu kikir, dia akan menjaga hartanya dan harta suaminya. Dan jika wanita itu penakut, dia akan takut dari segala sesuatu yang menimpanya.

Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, karena mungkin saja kecantikannya akan membinasakannya. Dan jangan pula kalian menikahi wanita karena hartanya, karena mungkin saja hartanya akan menjadikannya bersikap sewenang-wenang. Akan tetapi, nikahilah wanita itu karena agamanya. Sungguh, seorang budak wanita hitam yang putus hidungnya, tetapi kuat agamanya, dia lebih utama.

Aib yang terdapat pada seorang wanita akan terus ada selamanya. Aib ini juga akan menimpa anak-anaknya setelah menimpa ayah mereka.

Kecemburuan seorang wanita adalah kekufuran, sedangkan kecemburuan seorang laki-laki adalah keimanan.Amma Badu.

Wahai penduduk Irak, sesungguhnya kalian ini seperti perempuan yang mengandung. Dia lama mengandung bayinya, ketika telah sempurna kandungannya, dia melahirkan bayinya dalam keadaan mati, lalu meninggal pula suaminya dan dia pun lama menjanda. Kemudian yang mewarisi dirinya adalah orang yang jauh (kekerabatannya) dengannya.

 

INILAH MOZAIK

Memelihara Dua Rakaat Shalat Dhuha

SEORANG muslim tiap harinya dituntut melaksanakan 360 sedekah. Barangsiapa melakukannya lalu meninggal dunia pada hari itu, berarti ia telah menjamin dirinya dijauhkan dan terjaga dari api neraka jahannam ketika ia menyeberanginya dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala.

‘Aisyah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya, setiap anak cucu Adam diciptakan di atas 360 ruas persendian. Barangsiapa bertakbir kepada Allah, bertahmid kepada Allah, bertahlil kepada Allah, bertasbih kepada Allah, beristighfar (memohon ampunan) kepada Allah, menyingkirkan sebuah batu dari jalan (yang dilalui) manusia, atau duri, atau juga tulang dari jalan (yang dilalui) manusia, amar makruf, atau nahi munkar (mencegah sesuatu yang mungkar) dengan jumlah 360 ruas persendian itu, sesungguhnya ia berjalan dalam sebuah riwayat: memasuki waktu sore pada hari itu dengan menjauhkan (menghindarkan) dirinya dari api neraka.”

Sementara sejumlah sedekah itu dapat digantikan dengan melaksanakan dua rakaat shalat Dhuha. Abu Dzarr r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Setiap memasuki pagi hari ada sedekah yang harus ditunaikan bagi setiap ruas persendian setiap orang dari kalian. Maka setiap tasbih (Subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (La ilaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (Allahu akbar) adalah sedekah, menyuruh kepada yang makruf adalah sedekah dan mencegah kemungkaran juga sedekah. Hal itu dapat digantikan dengan dua rakaat yang dilakukannya pada shalat Dhuha.”

Abu Buraidah r.a. meriwayatkan, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Pada manusia terdapat 360 ruas persendian. Maka, ia harus melakukan sedekah untuk setiap ruas persendiannya. Para sahabat bertanya, ‘Siapa yang sanggup demikian wahai Nabi Allah?’ Beliau bersabda, ‘Ludah di masjid yang engkau timbun dan sesuatu (bahaya) yang engkau singkirkan dari jalan. Lalu, jika engkau tidak menemukannya maka dengan dua rakaat shalat Dhuha, niscaya dapat mencukupkanmu.”

Karena itu, selayaknya kita tidak lalai terhadap dua rakaat ini. Jika kita tak bisa mengerjakan hal itu disebabkan kondisi pekerjaan atau sebagainya, maka paling tidak kita menyibukkan lisan kita dengan membiasakan amal-amal saleh lainnya, seperti tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil sebanyak sejumlah sedekah tersebut. Sebab, yang demikian tidak sampai menyita lima menit dari waktu kita.*/Sudirman STAIL

 

Sumber buku: Di Atas Titian Jahannam, penulis: Dr. Muhammad An-Nuaim.

HIDAYATULLAH

Fokus di Majelis Taklim, Habib Abdurrahman Kwitang Wafat

Salah satu tokoh habaib Indonesia, Habib Abdurrahman Muhammad meninggal di kediamannya, Kawasan Kwitang,Jakarta Pusat, Senin (15/1) ba’da Isya. Kabar duka ini dibenarkan oleh Ketua Umum Rabithah Alawiyah, Habib Zen bin Smith .

“Udah mendengar beliau wafat ba’da Isya’, tapi saya masih di luar jadi belum ke sana. Jdi belum dalat informasi yang detail,” ujarnya saat dikonfirmasi Republika.co.id, Senin (15/1).

Habib Zein mengaku, cukup kenal dekat dengan Habib Abdurrahman, sehingga malam ini juga ia berencana untuk takziah ke kediaman almarhum. Menurut Habib Zein, almarhum merupakan penerus dari ayahnya, Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi atau yang lebih dikenal dengan Habib Ali Kwitang.

“Habib Abdurrahman ini kan termasuk penerus dari ulama Betawi Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi,” ucapnya.

Habib Zein mengatakan, Habib Abdurrahman merupakan sosok pendakwah yang selalu konsisten untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam menjalankan Majelis Taklim Kwitang. “Beliau ini termasuk orang yang konsisten dari mudanya mendampingi ayah beliau dan langsung juga fokus untuk tetap mempertahankan Majelis Kwitang sampai sekarang,” katanya.

Menurut dia, almarhum Habib Abdurrahman dalam hidupnya selalu berusaha untuk menjalankan apa yang telah digariskan oleh orang tuanya. Selain itu, Habib Zein juga mengenal almarhum sebagai ulama yang mempunyai akhlak yang diajarkan Rasulullah.

“Saya melihat akhlak beliau dan bagaimana dia terhadap anak muda dan terhadap orang tua, itu benar-benar akhlaknya menunjukkan akhlak yang diajarkan Rasul. Artinya itu yang saya lihat karena saya dekat dengan beliau dalam banyak hal,”  ujarnya.

Kedekatan Habib Zein dan almarhum terbangun sejak sama-sama masuk dalam struktur organisasi Rabithah Alawiyah. Dalam organisasi para habib ini almarhum cukup lama menjadi dewan penasehat. Namun, setelah kesehatannya terganggu, almarhum memohon izin untuk mengundurkan diri.

“Setelah dia tidak sehat, dia minta ijin untuk mundur dari struktur orgabisasi. Tetapi setiap ada hal-hal, saya sering berkonsultasi sama beliau,” katanya.

Menurut Habib Zein, almarhum selalu mendukung dalam memberikan semangat terhadap dirinya dalam banyak hal, baik dari segi pemikiran maupun hal lainnya. Menurut dia, dakwah Habib Abdurrahman juga memiliki pengaruh yang luas pada ulama-ulama Betawi.

“Habib Abdurrahman dengan Islamic Centernya, dia konsisten mengajarkan segala sesuatu dari sisi dakwah yang berbasis pada taklim mingguan. Dan itu pengaruhnya banyak sekali terhadap para ulama-ulama Betawi, terhadap para habaib,” tuturnya.

Habib Abdurrahman lahir sekitar tahun 1890 dikampung kwitang, Jakarta Pusat, tepatnya di Jalan Kramat II No.79. Semasa hidupnya , Habib Abdurrahman dikenal sebagai sosok yang memiliki banyak keistimewaan. Ayahnya adalah guru yang pertama baginya.

REPUBLIKA