Jangan Lukai Lambung dengan Soda Saat Berpuasa!

JAKARTA — Bukan hanya makanan pedas maupun bersantan yang perlu dihindari ketika berpuasa, minuman pun perlu diperhatikan.

Agar menjaga kestabilan tubuh, ada beberapa minuman yang perlu dihindari, salah satunya minuman yang mengandung soda. “Minuman bersoda sebaiknya dicoret dari daftar menu berbuka puasa,” kata pakar gizi Dr. Inge Permadi SpGk kepada Republika, Kamis (19/6).

Menurutnya, minuman bersoda dan dingin dapat menyebabkan perut kembung. Ditambah lagi saat berpuasa perut membutuhkan adaptasi, dari biasanya bisa makan di jam berapapun, semenjak berpuasa ada batasan yang perlu dipatuhi.

“Soda seperti cola dan sejenisnya dapat melukai lambung yang sedang beristirahat. Selain itu gasnya bisa menekan organ-organ pencernaan sehingga terasa mual. Gantilah dengan air madu, teh manis atau sejenisnya,” katanya menambahkan.

Agar tetap sehat selama berpuasa, alangkah lebih baik bila mengonsumsi minuman sehat yang kaya akan vitamin. Dibandingkan dengan mengonsumsi minuman lainnya yang hanya akan merusak sistem pencernaan di dalam tubuh.

 

sumber: Republika Online

Jaga Kualitas Tubuh Saat Berpuasa, Hindari Minuman Dingin!

JAKARTA — Puasa adalah menahan lapar dan haus. Masalah terbesar yang dirasakan oleh sebagian besar orang yang berpuasa adalah sulitnya menahan rasa haus.

Ketika waktu berbuka tiba, banyak orang justru memilih minuman dingin sebagai pelepas dahaga. Ternyata, hal tersebut tidak baik. Apa pasal?

Dikatakan oleh pakar gizi Dr. Inge Permadi SpGk, bahwa selain melarang minuman bersoda saat berbuka puasa, minuman dingin pun ternyata tidak baik bagi kesehatan.

“Minuman dingin bisa membuat lambung menjadi kaget. Lambung seperti balon, pada saat berpuasa lambung mengecil, jadi kalau berbuka puasa lebih baik dihangatkan dulu agar pelan-pelan membesar,” katanya kepada Republika Kamis (18/6).

Lebih baik minuman dingin diganti dengan minuman sejuk. Misalkan air kulkas dicampur air biasa atau minumlah air kendi kalau tersedia. Air sejuk sejatinya lebih mudah diserap tubuh dibandingkan dengan air dingin atau air panas.

Namun minuman dingin masih dibolehkan asalkan mengandung buah seperti es buah atau jus karena fungsinya menggantikan cairan tubuh yang baru saja berbuka berpuasa.

Muslim di Rusia Benar-Benar Diuji, Matahari Tak Tenggelam, Puasa pun 21-22 Jam

ST PETERSBURG – Keyakinan penduduk muslim St Petersburg, Rusia, benar-benar diuji setiap bulan Ramadan tiba. Bagaimana tidak, mereka harus berpuasa selama 22 jam setiap harinya. Selama Juni ini, matahari di St Petersburg tidak kunjung tenggelam. Penduduk setempat menyebut bulan ini sebagai white night atau malam yang terang. Sebab, matahari terus bersinar.

“Di St Petersburg, penduduk muslim melihat hal ini sebagai ujian. Warga muslim yang berpuasa harus menunggu 21-22 jam untuk berbuka. Mereka hanya punya waktu makan selama tiga jam,” ujar salah seorang staf di Pusat Kerohanian Muslim St Petersburg dan Regional Barat Laut Rusia yang tidak disebutkan namanya.

Dia menegaskan, bagi seorang muslim, berpuasa sudah menjadi kebiasaan. Ibaratnya seperti bangun tidur dan menggosok gigi. “Islam adalah cara hidup kami,” tambahnya Kamis (19/6).

White night di St Petersburg ini biasanya berlangsung mulai akhir Mei hingga awal Juli. Kondisi tergelap di St Petersburg hanya berupa senja. Tidak pernah ada data resmi jumlah penduduk muslim di kota ini.

Namun, pada Idul Fitri tahun lalu, Kementerian Dalam Negeri Rusia menyebutkan ada 42 ribu warga muslim yang melakukan salat Id di dua masjid besar di kota ini.

Setiap penduduk muslim di St Petersburg mendapatkan jadwal buka puasa dan sahur. Beberapa penduduk imigran muslim yang bekerja di kota ini memilih tidak berpuasa demi keselamatan mereka. Sebab, mayoritas merupakan pekerja kasar. Sejatinya penduduk St Petersburg tidak perlu berpuasa selama itu.

Sebab, beberapa literatur menyebutkan bahwa waktu puasa penduduk di kutub bisa merujuk pada terbit dan tenggelamnya matahari di Makkah ataupun di kota maupun negara muslim terdekat.

“Saya memiliki pekerjaan yang berat sehingga saya tidak bisa berpuasa. Siang terlalu panjang,” ujar Shakir, salah seorang pekerja di perusahaan baja asal Tajikistan Shakir.

St Petersburg bukan satu-satunya kota yang memiliki siang terpanjang. Penduduk muslim di Kota Reykjavik, Islandia, juga harus berpuasa selama 22 jam. Sementara itu, kota yang waktu puasanya paling pendek adalah Punta Arenas, Cile. Di kota tersebut, waktu puasa hari pertama kemarin hanya 9 jam 43 menit.

Di London, Inggris, waktu puasa menjadi perdebatan. Di kota ini, penduduk harus menahan lapar sekitar 19-20 jam. Akademisi muslim London dari kelompok antiekstremis Quillian Foundation Usama Hasan mengeluarkan fatwa bahwa waktu puasa diperpendek dengan mengacu ke Makkah. Yaitu, sekitar 12 jam saja. (The Guardian/Huffington Post/sha/c17/ami)

sumber: JPNN.com

Puasa, Shahrukh Khan Lebih Kendalikan Ego

Aktor papan atas India, Shahrukh Khan menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai ajang pengendalian diri, khususnya emosi dan ego pribadi. Sembari mengucapkan selamat berpuasa, pemain film ‘Kuch Kuch Hota Hai’ ini menyampaikan pesannya kepada seluruh penggemarnya di dunia.

“Lihat lebih dekat dan tantangan dalam diri, ego, bagaimana kita melihat diri sendiri dan bagaimana orang melihat kita,” tulis Shahrukh dilansir dari akun resmi Twitternya, Jumat (19/6).

Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam. Muslim di seluruh dunia berpuasa sekaligus memperingati wahyu pertama Alquran kepada Nabi Muhammad SAW.

Shahrukh dibesarkan sebagai seorang Muslim dan meyakini agamanya dengan seyakin-yakinnya. Meskipun dia menikahi seorang istri beragama Hindu, Gauri, namun dia mengajarkan anak-anaknya Islam.

“Saya tidak religius dalam hal membaca ayat-ayat Alquran untuk shalat lima waktu, tapi aku ini Islam. Aku percaya pada ajaran Islam dan saya percaya Islam adalah agama yang mengajarkan kita disiplin yang  baik,” ujarnya.

Meski sedang berpuasa, Shahrukh tetap menjalankan aktivitas keartisannya. Dia saat ini sedang syuting film di Bulgaria. Film berjudul ‘Dilwale’ yang digarap Rohit Shetty ini juga menghadirkan banyak bintang film besar, seperti Kajol, Varun Dhawan, dan Kriti Sanon.

Adab dan Pendidikan Agama, Kunci Sukses Masa Depan Anak

Kebaikan seseorang itu dimulai dari apa yang paling ditekankan orangtua kala anak-anaknya masih belia. Jika agama yang ditekankan, maka peluang anak sukses di masa depan sangatlah terbuka. Tetapi jika selain itu, mungkin akan kaya, tetapi belum tentu baik, apalagi kuat iman dan takwanya.

Belum lama ini penulis bertemu dengan seorang akademisi yang sering tampil sebagai nara sumber di media massa tentang kasus-kasus yang berhubungan dengan psikologi. Tentu orangtua dari sang akademisi sangat bahagia.

Alhamdulillah, tidak lama dari pertemuan pertama Allah menakdirkan penulis bertemu langsung dengan ayah sang akademisi. Dalam kesempatan itu penulis bertanya, “Apa yang bapak ajarkan kepada anak bapak, hingga hari ini menjadi orang yang bisa memberi manfaat bagi kehidupan?”

Sang bapak tersenyum, lalu menjawab, “Tidak ada yang saya lakukan dan saya tekankan terhadap anak saya sejak kecil kecuali pendidikan agama. Itu saja,” katanya sembari tersenyum.

Bapak itu melanjutkan, “Apalagi ia anak saya satu-satunya. Kata orang, anak semata wayang itu kalau tidak jadi iblis ya jadi malaikat. Alhamdulillah atas rahmat Allah anak saya menjadi anak yang berguna,” terangnya.

“Tetapi kalau saya pikir dan renungkan, sungguh saya tidak berperan apa-apa. Itu semua semata-mata rahmat Allah yang mungkin karena anak saya memang saya tempa untuk mengenal agamanya dengan baik dan mengamalkannya sejak kecil,” imbuhnya.

Jawaban yang boleh dikatakan singkat itu sungguh memberikan inspirasi penting bagi para orangtua tentang bagaimana mendidik anak. Karena yang sejatinya paling perlu dikhawatirkan orangtua terhadap masa depan anak sebenarnya bukan soal profesi dan pendapatan. Lebih dari itu adalah iman, ketakwaan dan kemanfaatan buah hati kita bagi kehidupan.

Pembentukan Adab

Ketika anak mendapat asupan gizi pendidikan agama dengan benar dan terus-menerus hal itu akan membuatnya memiliki adab dalam kehidupan, utamanya adab kepada Allah Ta’ala, Nabi dan yang tidak kalah pentingnya adalah adab terhadap orangtua.
Tidak ada satu pun materi pendidikan yang bisa melahirkan adab bagi seorang anak manusia, melainkan dengan pendidikan agama yang meliputi, aqidah, ibadah dan muamalah.

Mengapa banyak anak yang tidak hormat kepada orangtua meski otak mereka cerdas? Itu tidak lain karena mereka tidak mengenal apalagi memiliki adab. Termasuk mengapa banyak orang pintar dan berkedudukan tinggi yang berperilaku korup. Semua itu terjadi karena ketiadaan adab.

Dan ketiadaan adab itu bukan karena mereka kala anak-anak tidak sekolah tetapi karena kala anak-anak mereka tidak benar-benar mendapatkan pengasuhan orangtua yang menekankan betapa pentingnya pendidikan agama.

Dan, berbicara pendidikan agama di sini tidak mesti dipahami secara dikotomis, dimana pelajaran non agama diabaikan. Justru tetap ditingkatkan secara proporsional.

Dari sini tepatlah apa yang ditauladankan oleh Luqman Hakim dalam mendidik anaknya.

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman [31]: 13).

Manivestasi dari ayat tersebut tentu dengan membiasakan anak-anak kita disiplin dalam ibadah dan senantiasa diingatkan bahwa urusan ibadah adalah urusan paling utama dalam hidup ini. Agar ibadah anak bagus sedari kecil tentu anak perlu akrab dengan kitab suci Al-Qur’an, hadits-hadits Rasulullah, termasuk sejarah Nabi, sahabat dan para ulama.

Ketika ini berhasil dilakukan, insha Allah anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kaya akan referensi kesholehan, ketakwaan dan kesungguhan yang penuh inspirasi dan mengagumkan hatinya. Nah, inilah yang nantinya secara perlahan namun pasti memudahkan tumbuhnya adab dalam diri anak.

Sebab, pendidikan agama (Islam) bukanlah pendidikan yang menekankan aspek kognitif semata tetapi juga pada implementasi dalam kehidupan sehari-hari. Dan, ketika itu dilakukan seorang anak sejak kecil dan berhasil dipelihara hingga dewasa, maka otomatis ia sudah membangun habit yang luar biasa.

Tauladan Orangtua

Akan tetapi, hari ini masih umum orang yang sedikit sangsi terhadap kedahsayatan pendidikan agama pada anak. Oleh karena itu banyak orangtua yang rela membayar mahal pendidikan anak yang boleh dikatakan pendidikan agamanya sebatas kognitif.
Sebenarnya, pendidikan agama ini tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pihak lain, bahkan sekolah sekalipun. Pendidikan agama ini menjadi tanggung jawab utama setiap orangtua. Sebab, perilaku orangtua itulah yang paling berperan dominan dalam pemebentukan watak dan karakter anak.

Terkait hal ini Al-Qur’an memberikan gambaran gamblang betapa orangtua harus benar-benar memperhatikan kualitas pendidikan agama anak, utamanya ketauhidan. Hal ini bisa kita lihat di dalam Al-Qur’an:

“Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 133).

Artinya, orangtua harus mengontrol betul kualitas pendidikan agama anak-anaknya, tidak saja kala mereka belia, tetapi sepanjang hayat, bahkan saat kita sebagai orangtua akan meninggal dunia. Pendidikan agama (ketauhidan) anak harus tetap dan utama yang diperhatikan.

Nah, dalam konteks ini, bagaimana mungkin orangtua akan mampu melakukan pekerjaan utama ini kalau orangtua sendiri sebagai pihak yang paling berharap anak-anaknya sukses di masa depan tidak benar-benar mau memberikan keteladanan. Tentu akan sangat sulit.

Dengan demikian, maka sudah seharusnya para orangtua mengubah mindsetnya yang selama ini dimiliki. Bahwa pendidikan agama itu adalah yang terpenting bagi masa depan anak. Bahkan, pendidikan agama itu adalah tanggung jawab sepanjang hayat para orangtua. Karena tidak akan baik seseorang melainkan ia memahami agamanya.

Jaminan Allah                                 

Rasulullah pernah bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.” (HR. Bukhari Muslim).

Dan, apakah kita masih belum yakin bahwa orang yang akan diangkat derajatnya di sisi Allah adalah orang yang beriman (baik pendidikan dan pengamalan agamanya) dan berilmu (QS. 58: 11) ? Jadi, jangan ragu, masa depan anak-anak kita akan baik bahkan bermanfaat bagi kehidupan, jika sejak kecil kita biasakan mereka mengamalkan ajaran agama Islam ini dengan baik.

(fauziya/hidayatullah/muslimahzone.com)

Mataram akan Kembangkan Destinasi Wisata Syariah

MATARAM — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengembangkan destinasi pariwisata religi sebagai upaya mendukung program pariwisata syariah di daerah ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudar) Kota Mataram, H Abdul Latif Nadjib, di Mataram, Kamis (11/6) mengatakan, pengembangan wisata syariah dimulai dengan melakukan sosialisasi kepada pelaku pelayanan jasa, hotel dan restoran.

“Kami sudah meminta para pelaku usaha bidang jasa, hotel dan restoran agar menyediakan fasilitas tempat ibadah yang layak,” katanya.

Di samping itu, mendukung Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar restoran dan rumah makan memiliki sertifikat halal, sehingga para tamu yang berkunjung ke Kota Mataram lebih tenang kendati di daerah ini mayoritas penduduknya Muslim.

Selain itu, Disbudpar tahun 2015 sedang melakukan pembenahan sejumlah destinasi wisata religi yang menjadi tujuan ziarah makam.

Latif menyebutkan, anggaran untuk pengembangan destinasi religi tahun 2015 sebesar Rp934 juta lebih, dengan kegiatan berupa peningkatan sarana dan prasarana pariwisata.

Kegiatan peningkatan sarana dan prasarana pariwisata syariah tersebut antara lain, rehabilitasi fasilitas umum Makam Loang Baloq di Kecamatan Sekarbela dan rehabilitasi pagar Makam Bintaro di Kecamatan Ampenan.

Sekarang kondisi dua makam tersebut sudah layak untuk dikunjungi, karena telah tersedia fasilitas mushala, MCK (mandi, cuci dan kakus) yang cukup representatif.

“Kami juga menyediakan satu orang petugas makam atau juru kunci yang akan memberikan bimbingan dan informasi tentang makam yang dikunjungi,” katanya.

Di samping itu, untuk melengkapi pariwisata syariah di Kota Mataram, Disbudpar juga melakukan rehabilitasi sejumlah makam-makam bersejarah di kota ini.

Makam-makam bersejarah itu antara lain, Makam Dende Seleh, Makam Syeh Alkaf, Makam Sunan Sudar, Makam Ahmad Retetet, dan Makam Titi Gangse.

“Ditargetkan dalam waktu dekat ini atau sebelum masuk bulan Ramadhan, penataan wisata syariah tersebut sudah rampung,” ujarnya.

Dengan demikian, destinasi wisata religi tersebut bisa dikunjungi masyarakat pada saat “Lebaran Topat” atau Lebaran Ketupat yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri.

Saat “Lebaran Topat”, masyarakat dari berbagai daerah di Pulau Lombok bahkan dari luar Lombok akan datang untuk berziarah ke makam-makam yang dikeramatkan oleh warga Lombok.

“Biasanya, sejumlah makam yang dikeramatkan itu akan ramai hingga musim haji tiba, karena sebelum jamaah haji berangkat biasanya diawali dengan ziarah makam,” katanya.

Wisata Syariah Menanti Dukungan Pemerintah

JAKARTA — Belajar dari negara-negara lain, perkembangan pariwisata syariah mau tak mau harus didukung pemerintah.

Direktur Fastcomm Irfan Wahid mengungkapkan, pariwisata syariah harus mendapat dukungan pemerintah. Jika tidak, sulit berkembang.

Banyak hal bisa pemerintah tempuh untuk itu mulai dari memudahkan perusahaan untuk memproduksi produk halal melalui kemudahan permodalan dan membuat sistem yang memudahkan akses pemodal.

Begitu pula kemudahan akses teknologi dengan memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas secara rutin untuk memaksimalkan penggunaan teknologi dalam mengembangkan usaha, peningkatan promosi, pendampingan kewirausahaan di bidang rancang, dan peningkatan SDM.

Alat komunikasi pintar yang kini banyak dimiliki masyarakat bisa dimanfaatkan untuk menyediakan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat dengan mudah. Ia mencontohkan berwisata ke Jepang yang kini mudah karena sudah ada peta, rute transportasi dan lain-lain.

”Indonesia sebenarnya punya Jakarta Good Food Guide yang masih belum banyak diketahui. Jadi harus ada membuat aplikasi atau laman serupa untuk panduan halal. Pemerintah juga harus turut membesarkan itu,” tutur pria yang biasa disapa Ipang ini dalam forum diskusi pariwisata syariah dan gaya hidup halal yang digelar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) beberapa waktu lalu.

Ia berharap pemerintah daerah bisa juga mendorong sektor pariwisata halal dengan membuat program lebih terintegrasi untuk pengembangan wisata. Karena kebijakan pemerintah daerah bergantung pimpinan, Ipang merasa perlu ada Undang-Undang yang mengatur ini.

Direktur Ogilvy Public Realtions Rizanto Binol melihat kebijakan pemerintah sekarang, sasaran utama adalah Cina yang mayoritas non Muslim dan belum tentu mau memanfaatkan pariwisata syariah.

Indonesia punya potensi paling besar untuk pariwisata halal dan jadi target utama negara-negara lain yang justru Muslimnya sedikit. Rizanto mencontohkan beberapa negara yang berhasil memaksimalkan promosi pariwisata syariah yang terintegrasi dalam program pariwisata nasional mereka. Tentu ini tak lepas dari dukungan pemerintah setempat.

Belajar dari Singapura, populasi Muslim di sana terbilang sedikit. Namun, Singapura bisa jadi destinasi wisata paling ramah Muslim karena melakukan kampanye di semua lini.

Mereka berhasil membangun citra dan integrasi ekonomi dan pariwisata dalam pola pencitraan yang universal. Dalam pola ini dimasukkan informasi yang memfasilitasi umat Islam untuk beribadah tanpa secara khusus memberi label syariah.

Berbeda dengan Malaysia yang pariwisata syariahnya didukung penuh pemerintah, lengkap dengan standardisasi ISO pariwisata sehingga label halal yang ada tidak asal tempel.

Hotel dan restoran yang punya label halal menjadi indikator mereka sudah melakukan standardisasi. Itu yang memperkuat mereka melakukan pencitraan pariwisata syariah tanpa mengkhususkan labelnya.

”Malaysia dulu selalu mengampanyekan Truly Asia dengan sentuhan kreatifitas. Kampanye mereka memasukkan unsur Islam, itu jadi penguatan,” ungkap Rizanto.

Sama seperti Singapura, tingkat kunjungan wisatawan yang mulai meningkat masuk ke Jepang membuat Pemerintah Jepang memfasilitasi Muslim tanpa melakukan pencitraan besar-besaran. Mereka bekerja sama dengan agen perjalanan untuk mengenalkan adanya paket wisata ramah Muslim.

Hong Kong juga mulai menangkap sinyalemen yang sama. Dari riset Badan Pariwisata Hong Kong 2014 lalu, Muslim enggan ke sana karena sulit mencari makanan halal. Rencananya tahun ini Hong Kong akan mulai mengenalkan paket wisata halal yang didukung pemerintah.

Akademisi dan Ketua Dewan Masjid Nagoya Profesor Yamamoto mengungkapkan, sesuai konstitusi Jepang, pemerintah tidak boleh ikut campur urusan agama. Hanya saja, untuk meningkatkan pariwisata halal, kali ini pemerintah harus turun tangan.

”Ini hal baru, bagaimana menerima wisatawan Muslim. Hanya dari sisi itu saja, bukan agama,” ungkap Yamamoto.

Bandar udara di Jepang merupakan milik swasta. Mereka berpikir pula bagaimana bisa melayani wisatawan dengan baik sehingga tidak keberatan memasang fasilitas yang berkaitan dengan kebutuhan wisatawan Muslim, meski saat ini yang ada baru sebatas tempat shalat.

80 ribu wisatawan dari Malaysia dan Indonesia per tahun masuk ke Jepang. Perusahaan transportasi lain seperti kereta memang belum begitu gencar soal fasilitas ini.

Tapi karena ada Olimpiade 2020 di Tokyo, akan banyak Muslim datang. Karena itu persiapan terus dibangun dan pemerintah juga sadar untuk memperbaiki sistem guna menerima mereka. Karena itu situasi pariwisata Jepang cepat berubah.

Dari 125 juta warga Jepang hanya 50 ribu Muslim dan hanya 10 persennya yang merupakan warga asli Jepang. Jadi, memang tidak mudah mempertemukan Muslim asli Jepang dengan masyarakat umum.

Karena itu, kalau mau memasang fasilitas khusus Muslim di tempat umum, yang memakai sangat sedikit. Sehingga memang masih sulit menemukan fasilitas khusus Muslim di area umum.

 

sumber: Republika Online

Ini Cara Indosat Menguji Pengguna Tahan Godaan Selama Puasa

JAKARTA– Selain menghadirkan program khusus “Ketupat”, bulan Ramadhan ini Indosat juga memberikan sesuatu tambahan menarik bagi para pelanggannya. Pada bulan puasa ini, Indosat mengajak pelanggannya menahan godaan dengan berbagai aplikasi dan game menarik yang dirancang khusus, untuk melatih kesabaran selama berpuasa.

Devimaz Gusmal, Division Head Youth Brand Indosat, menyebutkan ada empat aplikasi telah disiapkan Indosat. Keempat aplikasi tersebut bisa langsung dicoba pelanggan untuk membuat aktivitas mereka selama Ramadhan lebih ceria.

“Ada Tahan Godaan Ketupat, Apps Alarm Sahur Ketupat, Apps Muka Ketupat dan Joget Ketupat. Untuk yang game Tahan Godaan ini seru buat sambil ngabuburit nunggu buka puasa,” ujarnya.

Pada aplikasi game Tahan Godaan Ketupat, pengguna akan ditampilkan sejumlah video makanan atau minuman yang menggiurkan. Misalnya, akan tampil video air putih yang dituangkan dalam gelas berisi es batu. Pengguna hanya perlu memegang ponsel dalam keadaan stabil.

“Kalau tangan kita bergerak, gemetaran, sesinya akan game over. Nanti akan muncul perhitungan waktu berapa lama kita bisa memegang ponsel dalam kondisi tidak bergerak,” ujarnya.

Ada juga bentuk permainan untuk menguji hawa nafsu berpikiran negatif. Misalnya, akan tampil gambar yang memperlihatkan aktivitas orang sedang tidur. Akan muncul pertanyaan, apa yang dilakukan orang tersebut. Jika pengguna memilih jawaban ‘sedang tidur di kelas’ misalnya, akan muncul peringatan untuk tidak berpikiran negatif dan menghindari bergosip.

Selain game Tahan Godaan, aplikasi lainnya berfungsi untuk membangunkan sahur dan seru-seruan membuat kreasi avatar wajah sendiri yang bisa berjoget-joget dan dikirimkan ke teman.

Dani Wisnu Wardhana, Digital Touch Points Manager Indosat mengatakan, keempat aplikasi ini dikembangkan developer lokal yang berbasis di Jakarta selama tiga minggu. Aplikasi ini sudah tersedia di Google Play Store secara gratis.

 

sumber: Selular Id

Ramadhan Lahirkan Kesadaran Tanggung Jawab atas Anak

JAKARTA — Kesakralan dan kemuliaan Ramadhan baru benar-benar terasa di dalam hati Reza Indragiri Amriel.

Pakar psikologi forensik itu mengaku sudah menerima ajaran tentang Ramadhan sejak kecil. Akan tetapi, ia merasa Ramadhan tidak hanya cukup ada di benak melainkan juga harus di hati.

“Ramadhan sebagai sebuah perasaan, bukan hanya sebagai pemikiran, itu baru saya alami seiring pertambahan usia. Harus saya akui kebeningan dan kesyahduan Ramadhan baru saya rasakan belakangan ini,” ujarnya belum lama ini.

Reza mengaku momentum yang paling fenomenal dalam Ramadhan adalah munculnya kesadaran bahwa anugerah, tantangan, sekaligus kesedihan terbesar dalam hidupnya berkaitan dengan anak-anaknya.

Ia mengaku, setiap Ramadhan doa yang paling khusyuk ia panjatkan adalah doa untuk kehidupan buah hatinya.

Reza mengaku menjadi orang tua adalah pekerjaan yang meletihkan. Namun, menurutnya rasa letih itu tidak berpamrih. “Di satu sisi memang sangat melelahkan tapi justru di sisi lain cinta terdalam saya ada pada mereka,” ujarnya.

Reza mengatakan, kesadaran itu lahir pada Ramadhan. Hal itu lantas mendorongnya untuk memberikan ikhtiar yang terbaik untuk anak-anaknya. Ikhtiar itu berupa wakaf atas nama anak-anaknya.

“Saya setiap hari punya kebiasaan menabung dalam sebuah celengan kecil seribu rupiah per hari. Hampir lima tahun celengan itu tak pernah luput dari perhatian saya,” ujar Reza.

Reza mengaku, dana yang terkumpul akan ia gunakan untuk menjadi wakaf.

“Saya sadar dalam Ramadhan beberapa waktu lalu, dengan segala keterbatasan saya, saya harus tetap berinvestasi untuk anak-anak saya. Investasi terbaik menurut saya adalah wakaf,” ujar Reza.