Mencium Pasangan dalam Keadaan Puasa

Apa hukumnya mencium pasangan bagi orang yang sedang menjalankan ibadah puasa? Bagaimana pula dengan hukumnya bersentuhan bagi orang yang berpuasa?

Seperti diriwayatkan Asy Syaikhan, Abu Daud, dan At Turmudzi, Aisyah Ra berkata bahwa Rasulullah SAW mencium dalam keadaan puasa dan bersentuhan dalam keadaan puasa.

‘’Namun yang paling kuat di antara kalian ialah yang paling mampu mengekang nafsunya,’’  kata Aisyah Ra seperti diriwayatkan Asy Syaikhan, Abu Daud, dan At Turmudzi.

Mencicipi makanan juga dibolehkan bagi orang yang berpuasa. Tapi, hal tersebut dibolehkan selama makanan tidak sampai masuk kerongkongan.

‘’Tidak dilarang mencicipi cuka atau lainnya, selama tidak memasuki kerongkongan orang berpuasa,’’ demikian riwayat Ibnu Abbas Ra dalam kitab shahih Al Bukhari.

Hal ini terikat syarat bahwa makanan yang dicicipi tersebut tidak sampai memasuki kerongkongan. (Sumber: Berpuasa seperti Rasulullah terbitan Gema Insani)

 

 

sumber: Republika Online

4 Keutamaan Ramadhan

Ibnu Al-Qayyim mengatakan dalam Zad al-Ma`ad, Fakta bahwa bulan Ramadhan adalah di atas semua bulan lainnya, dan sepuluh malam terakhir lebih unggul malam-malam lainnya.

Berikut adalah empat keutamaan bulan Ramadhan yang dilansironislam.net:

1. Di dalamnya terdapat malam terbaik, Lailatul Qadar
Allah SWT berfirman,  “Sesungguhnya Kami telah menurunkanya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan taukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari 1.000 bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhanya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan kesejahteraan sampai terbit fajar” (Al-Qadr 97:1-5).

2. Bulan diturunkanya Alquran.
Allah SWT berfirman, “bulan Ramdhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai pentunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petuntuk itu dan pembeda antara yang hak dengan yang bathil” (Al-Baqarah 2: 185).

3. Pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup serta setan dibelenggu. “Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah mengatakan, “Ketika Ramadhan tiba, pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, dan setan yang dimasukkan ke dalam penjara.”(HR Al-Bukhari dan Muslim).

4. Ada banyak jenis ibadah di bulan Ramadhan, seperti puasa, berdoa Qiyam Al-Layl, memberi makan orang miskin, melakukan i`tikaf, memberikan amal, dan membaca Alquran. Semua ibadah tadi ribadatan akan dilipatgandakan balasannya.

 

 

sumber: Republika Online

Capai Kasih Sayang Allah dengan Melakukan Hal Ini

Memasuki bulan suci Ramadhan 1437 H/2016, Ustaz Bendri Jaisyurrahman dari Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) menghimbau kepada seluruh umat Islam agar mempersiapkan diri tidak hanya lahiriah tetapi juga rohaniah.

Sebab, Ramadhan merupakan bulan penuh kemuliaan yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Jangan sampai kita gagal untuk meraih ridha dan kasih sayang Allah SWT,” kata Bendri saat dihubungi Republika, Rabu (1/6).

Secara rohaniah, Bendri mengatakan, umat Islam harus memperkuat tingkat ketaatannya kepada Allah SWT selama bulan Ramadhan melebihi ketaatan di bulan-bulan sebelumnya. Untuk mencapai ketaatan tersebut harus dengan meminta pertolongan Allah SWT.

Salah satunya dengan memperbanyak doa dan istighfar agar hatinya bersih. Orang-orang yang tidak bisa membersihkan hatinya maka tidak ada perbedaan memasuki bulan Ramadhan dengan bulan-bulan lain.

Selain persiapan rohaniah, umat Islam juga diminta mempersiapkan manajemen waktu. Jangan sampai waktu yang seharusnya untuk fokus beribadah malah justru berantakan karena sibuk dengan urusan duniawi seperti lembur pekerjaan.

Menurut Bendri, sangat rugi sekali mereka yang menghabiskan waktu malamnya di bulan Ramadhan untuk urusan duniawi. Sebab, malam-malam Ramadhan merupakan malam yang baik untuk beribadah.

“Urusan pekerjaan sebaiknya diselesaikan sebelum memasuki ramadhan. Di bulan ramadhan ini sebisa mungkin mengurangi aktivitas berbau duniawi terutama pada 10 hari terakhir,” jelas Bendri.

Mempersiapkan kondisi keluarga menjadi salah satu agenda penting yang harus dilakukan menjelang Ramadhan. Masing-masing anggota keluarga harus saling mendukung dalam mencapai kasih sayang dan ridha Allah di bulan Ramadhan.

Sementara bagi yang memiliki anak usia dini, menurut Bendri, bulan Ramadhan adalah momen yang tepat untuk mengajarkan ibadah puasa. Anak-anak harus disosialisasikan sejak jauh hari agar dapat beradaptasi dengan kondisi puasa. Ini penting karena puasa dapat melatih anak menahan hawa nafsu dan mengendalikan diri.

Memasuki Ramadhan, Bendri mengatakan, akan lebih baik untuk mempersiapkan harta. Hal ini perlu juga dilakukan agar selama bulan Ramadhan umat Islam tidak lagi disibukkan dengan kebutuhan duniawi. Umat Islam harus sudah mulai membuat perencanaan anggaran selama bulan Ramadhan.

“Ini tujuannya agar ibadah selama Ramadhan bisa dijalankan dengan khusyuk dan maksimal,” tutup dia.

 

sumber: Republika Online

Kisah Orang Puasa yang Khilaf Hubungan Intim

Bersetubuh, yang dilakukan dengan sengaja, sudah dipastikan membatalkan ibadah puasa. Siapa yang puasanya dirusak dengan persetubuhan, maka ia harus mengganti puasanya (qadha) dan membayar kifarat.

Seperti diriwayatkan Abu Hurairah Ra dalam Al Bukhari (11/516), Muslim (1111) dan At Turmudzi (724), ada seorang laki-laki datang menemui Rasulullah SAW lalu berkata:

‘’Celaka saya, ya Rasulullah!!’

‘’Apa yang membuatmu celaka?’’

‘’Saya terlanjur bersetubuh dengan istri saya.’’

‘’Apakah kamu mampu memerdekakan seorang budak?’’

‘’Tidak.’’

‘’Apakah kamu mampu memberi makan 60 orang miskin?’’

‘’Tidak.’’

‘’Kalau begitu, duduklah!’’

Kemudian Nabi Muhammad SAW pergi dan kembali membawa sewadah kurma. Rasul kemudian memerintahkan lelaki tersebut.

‘’Sedekahkan kurma ini kepada fakir miskin!’’

‘’Apakah ada orang yang lebih miskin dari kami?’’

Kemudian Rasulullah SAW tertawa lebar sehingga gigi taringnya terlihat. Beliau kemudian bersabda,’’Kalau begitu, pergilah dan berikan kurma itu kepada keluargamu.’’ (Sumber: ‘Berpuasa seperti Rasulullah’ terbitan Gema Insani)

 

sumber:Republika Online

Zakat Tubuh adalah Puasa

Segala sesuatu menuntut dikeluarkan zakatnya. Harta, ilmu, hadis, rumah, mobil, tubuh, dan sebagainya. Zakat harta adalah mengeluarkan sebagiannya (2,5 persen -20 persen) untuk orang-orang yang berhak menerima.

Zakat ilmu adalah mendakwahkan ilmu itu kepada orang lain. Zakat (mempelajari) hadis adalah mengamalkannya walau hanya sekali. Zakat rumah ialah merenovasinya atau mengecatnya paling tidak. Zakat kolam adalah dikuras dan dibersihkan. Zakat mobil adalah diservis dan direparasi. Sedangkan, zakat tubuhadalah berpuasa, diet, dan berpantang untuknya.

Rasulullah SAW bersabda, “Segala sesuatu ada zakatnya danzakat tubuh adalah puasa.” (HR. Ibnu Majah)

Zakat menurut bahasa berarti ‘suci, subur, berkah, bagus, terpuji, meningkat, dan berkembang’. Sesuai dengan arti ini, gala sesuatu yang telah dikeluarkan zakatnya, maka akan menjadi suci, subur, berkah, bagus, terpuji, berkembang, dan meningkat.

Tubuh misalnya, bila telah dizakati dengan puasa, maka tubuh akan menjadi sehat, bersih, bagus, subur, berseri-seri, dan indah, karena puasa meningkatkan daya serap makanan, menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh, meningkatkan fungsi organ reproduksi, meremajakan sel-sel tubuh, dan membuat kulit lebih sehat dan berseri.

SUMBER: PUSAT DATA REPUBLIKA

Mengapa Rasul Memilih Berbuka dengan Kurma dan Air?

Dari Anas bin Malikradhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat, jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan kurma, jika tidak ada kurma, beliau minum dengan satu tegukan air.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah).

Banyak manfaat yang terkandung dalam kurma. Salah satunya, membantu proses pencernaan makanan berlangsung lebih baik dan efisien. Sehingga mampu meringankan kerja sistem pencernaan seseorang.

Kurma mengandung kadar gula alami yang cukup tinggi (glukosa, sukrosa dan fruktosa) yang bermanfaat untuk mengembalikan energi tubuh yang terkuras.

Serat dalam kurma membantu melancarkan proses pembuangan melalui usus dan mencegah kolesterol jahat LDL terserap bersama zat-zat kimia penyebab kanker. Zat besi dalam kurma merupakan komponen utama dalam pembentukan hemoglobin dalam darah merah, menentukan keseimbangan oksigen di dalam darah.

Sementara, Vitamin B di dalam kurma dapat diserap retina dan mampu mengoptimalkan fungsi filter cahaya dan melindungi dari degenerasi makular. Vitamin A dan K melindungi mata dan menjaga kulit tetap sehat.

Dengan memberi sesuatu yang manis (kurma) pada perut yang kosong, maka tubuh akan lebih siap menerima dan mendapatkan manfaatnya, terutama tubuh yang sehat, akan bertambah kuat dengannya. Dan bahwasanya puasa itu menghasilkan keringnya tubuh, maka air akan membasahinya, hingga sempurnalah manfaat makanan.

Bila tidak ada kurma, Rasul pun memberikan alternatif pilihan bagi umatnya untuk berbuka puasa dengan seteguk air (air putih). Dalam ilmu kesehatan, air putih pun memiliki manfaat yang sangat besar bagi kondisi tubuh manusia. Manfaat pertama, air putih penangkal racun alami di dalam tubuh.

Air putih akan membantu membuang racun-racun yang ada dalam tubuh anda melalui urine yang anda keluarkan. Untuk itulaha, minum air putih 2-3 liter perhari sangat dianjurkan untuk tubuh anda.

Manfaat kedua, air putih mampu membantu melancarkan sistem pencernaan. Sama seperti halnya kurma, air putih juga ikut membantu proses pencernaan makanan yang kita makan berjalan dengan baik. Sehingga sangat dianjurkan minum air putih yang cukup bagi tubuh kita.

Semoga dengan menu berbuka puasa sehat yang dianjurkan Rasulullah Saw tersebut, dapat menjadi kebiasaan baik yang selalu diterapkan umat muslim di seluruh penjuru dunia ketika saat berbuka puasa. Selamat mencoba. 

Sumber: Diolah dari Berbagai Sumber

Pemikiran Sukarno Tentang Islam Saat Diasingkan

Sudah berkali-kali Sukarno diasingkan. Salah satu yang menjadi tempat pembuangannya adalah Endeh, Flores (1934-1941). Selama dalam pengasingan, ia rutin menyurati Ustaz A Hasan, pemimpin Persatuan Islam (Persis) di Bandung, yang bersimpati kepada dia.

Surat-surat yang ditulis Sukarno itu menjadi pengobat kesepian dalam pengasingan lantaran ia hanya ditemani istrinya Inggit Ganarsih (setelah ia menceraikan Utari, putri Haji Oemar Said Tjokroaminoto), anak angkatnya, dan mertuanya.

Pada 18 Agustus 1936, dari Endeh Sukarno menuangkan pemikirannya tentang Islam, ”….Tetapi apa jang kita ‘tjutat’ dari Kalam Allah dan Sunnah Rasul itu? Bukan apinja, bukan njalanja, bukan flamenja, tetapi abunja, debunja, asbesnja. Abunja jang berupa tjelak mata dan sorban, abunja yang yang mentjintai kemenjan dan tunggangan onta, abunja jang bersifat Islam mulut dan Islam-ibadat —zonder taqwa, abunja jang cuma tahu batja Fatihah dan tahlil sahaja— tetapi bukan apinja jang menjala-njala dari udjung zaman jang satu ke udjung zaman jang lain ….”

Dalam 12 pucuk suratnya, Sukarno memperlihatkan keresahan, kerisauan, dan keprihatinan melihat umat Islam yang dihinggapi penyakit kekolotan, kejumudan. Islam, menurut dia, agama yang tidak pernah membedakan harkat dan derajat manusia.

Ia mengkritik keras kaum sayid, yang disebutnya sebagai pengeramatan atas manusia dan telah menghampiri kemusyrikan. “Tersesatlah orang yang mengira bahwa Islam mengenal suatu ‘aristokrasi Islam’. Tiada satu agama yang menghendaki kesamarataan lebih daripada Islam. Pengeramatan manusia adalah salah satu sebab yang mematahkan jiwanya suatu agama dan umat, oleh karena pengeramatan manusia itu melanggar tauhid. Kalau tauhid rapuh, datanglah kebencanaan,” tulis Sukarno.

 

Kritik Mubaligh

Dalam suratnya yang lain, Sukarno menulis: Demi Allah, Islam science bukan hanya pengetahuan Alquran dan hadis saja. Islam science adalah pengetahuan Alquran-hadis plus pengetahuan umum! Orang tidak akan dapat memahami betul Alquran dan hadis kalau tidak berpengetahuan umum.

Walau tafsir-tafsir Alquran yang masyhur dari zaman dulu —yang orang sudah beri titel ‘keramat’, seperti tafsir Al-Baghowi, tafsir Al-Baidhowi, tafsir Al-Mashari— masih bercacat sekali; cacat-cacat yang saya maksudkan ialah, misalnya bagaimanakah orang bisa mengerti betul-betul firman Tuhan, bahwa segala sesuatu itu dibikin oleh-Nya, berjodoh-jodohan, kalau tidak mengetahui biologi, tak mengetahui elektron, tak mengetahui positif negatif, tak mengetahui aksi reaksi? Bagaimanakah mengerti ayat-ayat yang yang meriwayatkan Iskandar Zulkarnain, kalau tak mengetahui sedikit history dan archaeologi.

Sukarno berharap mubaligh-mubaligh berilmu tinggi. Ia memuji M Natsir —salah seorang murid Hassan— yang pada hari kemudian berpolemik keras dengannya tentang Islam dan politik. Sebaliknya, Sukarno secara keras mengkritik mubaligh-mubaligh yang tidak bisa memadukan pengajaran Islam dengan pengetahuan modern itu.

Ia menulis surat kepada Ustaz Hassan: Tanyalah kepada itu ribuan orang Eropa yang masuk Islam di dalam abad ke-20 ini. Dengan cara apa dan dari siapa mereka mendapat tahu, baik tidaknya Islam dan mereka akan menjawab bukan dari guru-guru yang hanya menyuruh muridnya ‘beriman’ dan ‘percaya’ saja. Bukan dari mubaligh-mubaligh yang tarik muka angker dan hanya tahu putarkan tasbih saja, tetapi dari mubaligh yang memakai cara penerangan yang masuk akal —karena berpengetahuan umum.

Mereka masuk Islam karena mubaligh-mubaligh yang menghela mereka itu ialah mubaligh-mubaligh modern dan scientific dan bukan mubaligh ‘ala Hadramaut’ atau ‘ala kiai bersorban’. Percayalah bila Islam dipropagandakan dengan cara yang masuk akal dan up to date, seluruh dunia akan sadar kepada kebenaran Islam.

 

Ingin Dimakamkan Membawa Nama Muhammadiyah

Sukarno dilahirkan 6 Juni 1901 di Surabaya. Ayahnya, Raden Sukemi Sastrodihardjo, seorang guru. Ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai masuk Islam setelah menikah dengan Sukemi. Kusno —nama kecil Sukarno— tidak mendapatkan pendidikan yang cukup tentang Islam.

”Ibu adalah meskipun beragama Islam asal daripada agama lain, orang Bali. Bapak, meskipun beragama Islam, beliau adalah beragama, jikalau boleh dinamakan agama, teosofi. Jadi kedua kedua orang tua saya ini yang saya cintai dengan segenap jiwa saya, sebenarnya tidak dapat memberikan pengajaran kepada saya tentang agama Islam,” ujar Sukarno ketika berpidato di hadapan Muktamar ke-32 Muhammadiyah di Gelora Sukarno, Jakarta, 25 November 1962.

Sukarno wafat di RSPAD Jakarta pada 21 Juni 1970 pukul 03.30 WIB dalam keadaan merana, setelah tiga tahun menjalani karantina politik. Semasa hidup, Sukarno meminta dikubur dengan membawa nama Muhammadiyah atas kain kafannya.

Ia juga meminta dimakamkan di suatu tempat di Kebun Raya Bogor. Pada wasiat lain, ia meminta dimakamkan di Batutulis, Bogor. Tetapi Sang Proklamator akhirnya dimakamkan di Blitar.

 

Sukarno Kagumi KH Ahmad Dahlan

Perkenalan Sukarno dengan Islam tidak diawali dari surat menyurat dengan Hasan. Setelah tamat dari sekolah dasar Ropa (Europese Lagera School), 1915, Sukarno memperoleh kesempatan melanjutkan studinya di Hogere Burger School (HBS) di Surabaya.

Selama di Surabaya, Sukarno menumpang di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto, tokoh Islam pimpinan kharismatik Serikat Islam (SI). Di sinilah ia mulai ikut dalam pergerakan Islam dan di sini pula ia lebih mengenal Islam melalui ceramah-ceramah pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.

Perkenalannya dengan Dahlan ketika Dahlan berceramah di dekat rumah Tjokroaminoto di Penilih. Setelah itu, setiap Dahlan ceramah, ia selalu ikut.

”Sejak umur 15 tahun, saat saya berdiam di rumah Tjokroaminoto, saya telah terpukau dengan KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, dan saya sering mengikuti ceramah-ceramahnya,” kata Sukarno di Muktamar Muhammadiyah.

”Saya sudah menjadi anggota resmi Muhammadiyah dalam tahun 1938…. Tahun 46 ini saya berkata, moga-moga jikalau saya diberi umur panjang oleh Allah, saja dikubur dengan membawa nama Muhammadiyah atas kain kafan saya.”

 

sumber: Republika Online

Soal Wanita Hamil Berpuasa, ini Kata Rasulullah

Tak sedikit Muslimah yang hamil bertanya, apakah mereka yang tengah mengandung tetap diwajibkan puasa. Pertanyaan lain, bagaimana dengan ibu yang menyusui?

Seperti diriwayatkan Anas bin Malik yang diriwayatkan At Turmudzi, Rasul berpesan ada keringan dalam berpuasa bagi orang hamil dan orang menyusui.

‘’Telah datang menyusul kami kuda Rasulullah SAW, lalu saya pergi menemuinya. Ternyata beliau sedang makan, lalu bersabad: ‘Mari dekat ke sini dan makanlah,’’ kata Anas dalam riwayatnya.

‘’Saya mengatakan kepada Rasul,’Saya sedang berpuasa’.

Tapi, beliau berkata lagi,’Mari dekat ke sini, aku akan berbicara padamu tentang puasa: Sesungguhnya Allah telah meringankan sebagian dari beban shalat bagi para musafir serta beban dari berpuasa bagi orang hamil dan orang menyusui.’’

Sumber: Pusat Data Republika

Kerinduan Kala Ramadhan

Gema takbir, tahmid, dan segala puji-pujian mengalun samar di pagi itu. Semua orang bahagia menyambutnya. Semua umat Muslim bersuka ria menjalaninya. Ada apa?

Pada hari itu umat Muslim di seluruh dunia merayakan kemenangannya setelah bertempur sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Hingar-bingar keceriaan membuncah, meninggi, dan menyebar memenuhi atmosfer Kota Hujan. Semua wajah yang biasa dihinggapi dengan masam, kini mulai dilukis kembali dengan senyuman yang mengem¬bang indah. Satu per satu mulai bersalaman dan memberikan senyuman terbaik mereka untuk saudara seiman.

Saat semua orang begitu bahagia dalam momen Lebaran, aku merasakan hal kebalikan di SMART Ekselensia Indonesia. Pada hari Lebaran itu aku merasa begitu sedih. Sudah empat kali aku Lebaran tidak dengan orangtua. Mungkin saja jika aku bukan seorang laki-laki, aku pasti sudah menangis sejadi-jadinya.

Saat orang lain melapangkan hatinya untuk saling memaafkan, aku justru merasakan sesak yang begitu besar di dalam dada ini. Tak henti-hentinya kuusap air mataku saat aku berpapasan dengan beberapa teman asrama dan guru asramaku. Aku tidak ingin terlihat beda dengan yang lainnya. Kuseka lagi mataku yang mulai berkaca-kaca.

Sekembalinya ke asrama, Aldi menghampiriku. Waktu itu aku tengah sibuk mencoret-coret tembok asrama. “Arya, izin keluar aja yuk. Gue bosen di asrama terus,” ajak Aldi. “Sekalian jalan-jalan, mumpung Lebaran nih.”

Aku menghentikan aktivitasku sejenak dan menatapnya. Dia masih mematut penampilannya di depan sebuah cermin besar. “Mau ke mana? Enggak ada tempat yang asyik dikunjungi lagi. Mending di asrama saja. Enak tidur.”

Dia menatapku dengan agak bingung. Seolah-olah aku ini sedang demam tinggi karena sudah berkata aneh seperti barusan tadi. “Dasar orang aneh, Lebaran kok malah tidur! Mending izin keluar, nyari baju baru.”

Dia menyelesaikan rias dirinya dan melenggang pergi, tanpa pamitan kepadaku terlebih dahulu.
Aku menghela napas panjang dan melanjutkan kegiatansebuah pensil yang ada di tangan kananku. Sebenarnya tidur bukanlah alasan yang asli dalam penolakanku kepada Aldi. Itu hanya selimutku. Selimut yang melindungi sempurna sebuah ketakutan yang menyakitkan.

Tentang keberadaanku sebagai siswa baru di SMART. Waktu itu aku sedang izin ke¬luar pada saat sehari setelah Lebaran. Aku menyusuri jalan selapak yang lumayan banyak dengan hilir mudik orang-orang yang ingin bersilaturahim dengan yang lainnya. Saat itulah, aku melihat seorang anak laki-laki (mungkin berusia 9 tahun) bersama kedua orangtuanya. Keluarga itu berjalan dengan ri¬ang tepat tiga langkah di depanku. Sesekali waktu, sang ayah menggendong anak itu dan menggelitiknya dengan riang. Me¬lihat itu, jujur, aku iri.

Aku belum terbiasa dengan keadaan tanpa pelukan orangtua pada saat anak-anak yang lain ma-sih dipeluk. Apalagi umurku kala itu baru beranjak dari ke¬pompongnya, 12 tahun. Bukankah seumurku ini masih dalam masa-masa manja dengan orangtua?

Di sini, di jalan yang sempit ini, aku masih memandangi anak yang beruntung di depanku itu. Entah kenapa, perlahan-lahan aku merasakan ada kehangatan di dalam mataku. Dan aku begitu terkejut dengan apa yang kulihat.

Di depanku ada aku, ibuku dan juga ayahku yang tengah berjalan beriringan dengan bahagianya. Aku mencoba untuk memastikan penglihatanku ini tidak salah. Tapi tetap saja, di depanku ada ‘aku’ yang lain namun di dalam dunia yang berbeda. Aku bisa melihatnya dengan jelas.

Ya, aku yang lain memang sudah berada di dunia bahagia saat ini. Tapi kau harus ingat, aku yang aku, tengah berada di dunia yang sebenarnya saat ini. Dunia yang penuh dengan kegembiraan, kesedihan, dan tentunya… kerinduan.

 

Oleh: Aditya Perkasa, siswa SMART Ekselensia Indonesia – Dompet Dhuafa

sumber: republika Online

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan Besok

Assalamu’alaikum Warahmatulahi Wabarakatuh

Marhaban Ya Ramadahan!

 

Hari ini, Pemerintah menetapkan bahwa awal Ramadhan tahun 1437H/2016M dilaksanakan besok hari Senin, 6 Januari 2016. Penetapan ini dihasilkan setelah melalui sidang Itsbat yang digelar sebelumnya yang dipimpin oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kemenag Jalan MH. Thamrin No. 6 Jakarta, Minggu (5/6).

Penetapan awal Ramadhan dilakukan setelah mendengar laporan petugas dari 93 titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia yang dilakukan oleh petugas yang telah diambil sumpahnya oleh pengadilan setempat.

“Saya selaku Menteri Agama dan disetujui oleh seluruh peserta sidang Itsbat, mengucapkan selamat berpuasa esok hari, dan mari kita bersama menjaga kesucian bulan Ramadhan, semoga kualitas peribadatan kita dalam menjalani Ramadan ini lebih baik dari tahun sebelumnya,” ucap Menag.

Sementara itu, Ketua MUI KH. Makruf Amin mengatakan bahwa penetapan Ramadhan ini menjadi satu nikmat tersendiri dan tidak dihirukpikukkan oleh perbedaan.

“Mari kita jadikan Ramadhan ini penuh berkah dan pergunakan untuk membersihkan hati kita dan menjaga ukhuwah kita, bukan hanya ukhuwah Islamiya tapi uhuwah wathaniyah sebangsa se Tanah Air sehingga kita bisa lebih mengasi tantangan dan kedaruratan di antaranya darurat narkoba dan lainnya, dan kita kita jadikan ramadhan  ini menjadi momentum memperbaiki segalanya kehidupan bangsa dan Negara kita,” ujar Makruf Amin. (didah/dm/dm).

 

Melalui laman Portal ini, kami mengucapkan Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1437 H. Mari kita isi Ramadhan ini dengan ibadah-ibadah, baik yang wajib maupun yang sunnah, karena nilainya yang berlipat ganda.

Amien.

 

Sumber: Kemenag RI