Perbanyaklah Istighfar, Karena Istighfar Dapat Menolak Musibah

Ada sebagian kaum Muslimin yang jika ditimpa musibah, mereka justru mendatangi tempat-tempat yang dianggap keramat, atau mendatangi seseorang yang dianggap bisa meringankan beban penderitaan yang dialaminya.

Mereka pada saat seperti itu justru lupa kepada Allah dan tidak segera memohon ampun kepada Allah. Padahal Allah-lah yang mendatangkan manfaat dan madharat, dan Allah pula yang akan mencabut manfaat dan madharat tersebut.

Salah satu musibah yang bisa dijadikan contoh adalah percekcokan dalam kehidupan rumah tangga atau pasangan suami istri (pasutri). Hal ini seperti yang disampaikan ustadz Dr Ahmad Zain An-Najah MA pada saat mengisi kajian Islami bertajuk “Membangun Keluarga dengan Ilmu Syar’i” pada Ahad (3/5/2015) pagi di Solo.

Menurut ustadz Zain, percekcokan antara pasutri dapat diminimalisir jika keduanya tahu dan faham akan hak dan kewajiban masing-masing pasangan dalam mengarungi kehidupan pasutri. Dan pengetahun tersebut tidak akan bisa didapat begitu saja tanpa mempelajarinya terlebih dahulu.

 

Lebih lanjut, alumni Universitas Islam Madinah Al-Munawarah ini menjelaskan, silang pendapat dan perbedaan faham itu biasa saja terjadi diantara manusia. Tapi jika kedua pasutri tersebut mahu belajar, maka perselisihan itu bisa dipersempit. Sebab yang namanya percekcokan itu jika hilang seluruhnya tidak akan mungkin.

Untuk itu, jika terjadi gesekan dan perselisihan, maka segera mengingat Allah dan beristighfar kepada Allah. Pria kelahiran Klaten Jawa Tengah (Jateng) dan juga alumni Ponpes Al Mukmin Ngruki Solo ini kemudian mengutip QS. Muhammad, surat ke 47 ayat ke 19.

Allah SWT berfirman, “Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal”.

“Istighfar itu merupakan kekuatan yang luar biasa didalam kehidupan dan hidup kita. Dan salah satu kekuatan istighfar yaitu dapat menolak musibah. Jadi salah satu cara tolak balak itu adalah dengan cara istighfar,” jelas pakar ilmu fiqh dan alumni Universitas Al-Azhar Kairo tersebut.

“Mulai dari bencana atau musibah, dari sakit, dari kematian, dari apa saja baik itu musibah besar atau kecil itu insya Allah bisa ditolak dengan istighfar. Maka seorang ahli tauhid, itu salah satu indikasinya adalah selalu memperbanyak istighfar. Jadi tauhid yang benar itu harus selalu diiringi dengan istighfar,” tegasnya. [GA]

 

 

sumber: PanjiMas

5 Cara mempertahankan keutuhan Rumah Tangga

Hj Rr Ina Wiyandini yang juga dikenal sebagai pemilik Ina Cookies serta aktif di berbagai ormas keislaman dan juga muslimah menegaskan  sesibuk apapun seorang muslimah itu harus mampu mempertahankan keutuhan rumah tangganya agar tidak salah persepsi muncul di kalangan masyarakat. Karenanya ia menyebut ada 5 cara untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga, katanya saat mengisi materi di Islamic Book fair yang diselenggarakan di Pusdai Jabar Kota Bandung Kamis, (3/11).

Pertama, Ina menegaskan sebuah rumah tangga akan berjalan dengan baik jika di dalamnya di mana seluruh anggota keluarga yang ada berpedoman kepada al Quran“Dan kami turunkan dari Al Qur-an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur-an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al Isra: 82).

Kedua, setiap pasangan harus mampu menjaga amarah karena amarah itu munculnya dari syetan. Jika pasangan suami selalu mengikuti kermarahannya maka tentu saja rumah tangganya akan banyak tidak akurnya dibanding akurnya.
“Seorang Muslim hendaknya menjauhi kemarahan karena urusan dunia yang tak mendatangkan pahala,” tutur Syekh Sayyid Nada. Rasulullah SAW, kata dia, tak pernah marah karena dirinya, tapi marah karena Allah SWT. Nabi SAW pun tak pernah dendam, kecuali karena Allah SWT.

Ketiga, untuk menguatkan rumah tangga yang dijalani makanya setiap pasangan haruslah selalu jujur dalam segala hal dan hindari kebohongan dalam rumah tangga.

“Sesungguhnya yang mengadakan kebohongan ialah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah dan mereka adalah orang yang pendusta.” (QS. An=nahl : 105.
Keempat, Seorang suami atau isteri di dalam menjalani kehidupan rumah tangganya janganlah selalu menjadi paling hebat tapi jadilah mitra yang bisa bekerja sama sehingga semua dapat berjalan secara baik.

Kelima, sepasangs suami isteri di dalam kehidupannya harus senantiasa mengutamakan ketakwaan karena hal tersebut adalah bentuk penghambaan siapapun kepada Allah.“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)

Itulah lima tips yang disampaikan Ina Wiyandini untuk menjaga keutuhan rumah tangga yang Islami. [DF]

 

sumber:PanjiMas

Wahai Orang Kaya! Berilah Makan kepada si Miskin

Lihatlah, ada orang miskin, ada orang kaya. Ada laki-laki, dan sebaliknya ada pula perempuan. Ada yang dilapangkan rezekinya, ada pula yang justru seolah terus berada dalam sempitnya kemiskinan. Itulah perbedaan, kondisi berpasang-pasangan, yang sengaja diciptakan Allah SWT.

Bukan Allah tak kuasa membuat semua umatnya di dunia kaya raya, tentu. Tetapi homogenitas seperti itu tidak akan membuat manusia tergerak untuk beramal. Sementara beramal sesuai kaidah Allah, yang dalam terma Islam kita kenal sebagai ibadah, adalah tugas hakiki manusia diturunkan Allah di muka Bumi.

Perbedaan itulah yang sejatinya dibuat Allah untuk menumbuhkan keinginan di hati manusia guna saling membantu, saling menutupi kekurangan. Agar manusia menjadi dinamis. Dan semua itu wajib dilakukan.

Artinya, dalam aturan Allah yang seharusnya terjadi bukanlah kaum miskin mencari-cari sedekah dan derma untuk mengenyangkan kelaparan mereka. Yang diwajibkan dalam kerangka harmonisasi di Bumi itu, orang kaya dibebani tugas untuk mencari dan menuntaskan kelaparan orang-orang miskin. Yang kayalah yang harus senantiasa mencari mereka yang kekurangan. Yang berilmulah yang dibebani tugas mengamalkan ilmunya.

Senyampang itu, Allah pun mewajibkan hamba-hambaNya untuk berjuang. Yang miskin harus terus berusaha memperbaiki taraf hidup dengan tangannya sendiri. Yang kurang ilmu terus mencarinya sejak buaian sampai liang lahat.

Bukankah Nabi yang mulia mencium tangan kasar seorang tukang batu yang dengan tangannya itu menghidupi keluarganya? Bukankah tak hanya Allah SWT mewajibkan umatNya menuntut ilmu, melainkan menganugerahi mereka yang meninggal dalam pencarian ilmu sebagai seorang syuhada?

 

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2337569/wahai-orang-kaya-berilah-makan-kepada-si-miskin#sthash.FsVAQSz8.dpuf

Trump Menang, Muslimah Amerika Takut Pakai Hijab

Sejumlah Muslim Amerika mengaku khawatir terhadap kebebasan mereka dalam melakukan ibadah. Salah satunya bagi Muslimah untuk menggunakan kerudung.

Media sosial dibanjiri komentar kekhawatiran dan ‘bela sungkawa’ pada Muslim di AS. Mereka merasa tidak aman ketika Republik menjabat kepemimpinan.

Salah satu yang khawatir adalah Sarah Magdy. “Apakah meraba-raba perempuan akan legal dan memakai hijab jadi kriminal di AS?,” katanya di akun @SEKSEKAS.

Salah seorang selebriti media sosial dengan akun Twitter @Ascia_AKF juga menyatakan kekhawatirannya. “Oke, jadi blogger hijab mana yang akan meluncurkan tutorial membuat kerudung terlihat seperti rambut saat keluar rumah di AS?,” kata dia.

Seorang hijaber lain mengaku takut hari ini adalah hari terakhirnya merasa aman memakai kerudung. Sebuah akun mengatakan sejak Trump maju jadi kandidat, ia sudah dilecehkan sebanyak tiga kali dalam 30 hari.

Padahal ia tidak punya masalah dalam berhijab sejak kelas tujuh. Di sisi lain, banyak Muslim yang saling menguatkan. Bahwa Trump tidak akan mengubah prinsip mereka untuk menggunakan hijab.

“Jangan takut gunakan hijab, Allah akan melindungimu,” katanya. Akun @Chimmyq mengatakan ia malah akan membuat kerudungnya lebih terlihat. “Saya Muslim kulit hitam, berkerudung, dan bangga,” kata dia.

 

sumber: Republika Online

Doa dan Cinta untuk Kemanusiaan di Syam

Darah terus mengalir di Bumi Suriah. Negeri beribukota Damaskus ini sejak Maret 2011, menjadi medan pertempuran.

Harian The New York Times, memperkirakan jumlah korban konflik bersenjata di Suriah sejak Maret 2011, lebih dari 200.000 jiwa. Sedangkan lembaga Syrian Observatory for Human Rights,memperkirakan 10.808 anak-anak dan 7.000 wanita menjadi korban konflik. Jumlah total pengungsi Suriah mencapai 12 juta jiwa. Dan demi meraih rasa aman, 4,2 juta penduduk Suriah, diantara mereka mengungsi hingga ke 42 negara.  Mayoritas Rakyat Suriah, mengungsi dengan perahu dan kapal, menuju wilayah Eropa. Sehingga, rakyat Suriah merupakan negara dengan jumlah “manusia perahu” terbesar di Eropa.

United Nations High Comissioner for Refugess (UNHCR) merilis data, dana yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan seluruh pengungsi asal Suriah, mencapai 4,5 juta Dollar Amerika, atau sekitar 58 Trilyun Rupiah.

PBB merilis data, di bulan Maret 2015, 4 dari 5 (80%) rakyat Suriah berada dalam kemiskinan. Dan, semenjak awal perang, total kehancuran ekonomi Suriah mencapai 202 milyar Dollar Amerika Serikat, atau sekitar 2.626 Trilyun rupiah.

Sistem pendidikan, kesehatan dan jaminan sosial di Suriah telah hancur akibat perang. Secara keseluruhan, 12.2 juta jiwa membutuhkan bantuan sosial, dimana 5.6 juta jiwa diantaranya adalah anak anak. Lebih dari 50% Rakyat Suriah tidak bekerja.

World Health Organization, (WHO) merilis data 57% fasilitas kesehatan Suriah hancur. Suriah kembali harus berjuang mengatasi wabah polio. Aleppo, menjadi salah satu gambaran, krisis kemanusian di Suriah. Sebelum terjadi perang, di kota ini, terdapat lebih dari 2.500 dokter. Namun, di bulan Maret 2015, menurut lembaga kemanusiaan Medisins Sans Frontier, jumlah dokter yang ada kurang dari 100 orang saja.

Di tahun 2010, sebelum perang meletus, Suriah memiliki angka harapan hidup sebesar 75.9 tahun. Namun setelah perang melanda, angka tersebut menurun drastis. Angka harapan hidup di Suriah di saat ini adalah 55.7 tahun. 56% fasilitas pembangkit listrik Suriah hancur, sehingga 83% wilayah Suriah tidak memiliki akses terhadap listrik. Lebih 4.000 sekolah hancur, sehingga hampir 3 juta anak anak Suriah, tidak bersekolah.

Hancurnya fasilitas publik berdampak pada mundurnya proses pembangunan di Suriah. Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon menyatakan, Suriah mengalami kemunduran pembangunan hingga 40 tahun.

Saat ini, wilayah Suriah mulai memasuki musim dingin. Para pengungsi tidak hanya berlindung dari rentetan tembakan dan dentuman bom. Tapi juga dinginnya suhu, yang menembus tulang. Dalam catatan Syiria Care, sebuah organisasi kemanusian nirlaba, kebutuhan pangan dan penghangat bagi pengungsi per orang selama satu bulan adalah 1.122.000 rupiah.

Sementara itu, di wilayah kedaulatan Palestina, invasi militer Zionis Israel ke Gaza Palestina semenjak bulan Juli 2014 telah menewaskan sekitar 1.880 korban jiwa. Dimana 68% korban jiwa, adalah anak-anak dan wanita. Data ini, sesuai dengan rilis United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA).

Di bulan ini, juga pecah konflik di kawasan suci Masjidil Al Aqsha. Pemerintah Israel melanggar batas damai, dengan cara masuk dan menyerang warga muslim Palestina di dalam kompleks Al Aqsha. Akibatnya, terjadi perlawanan, antara pejuang sipil muslim melawan zionisme Israel yang dikenal dengan sebutan intifada.

Menurut situs infopalestina.com, hingga 31 Oktober 2015, 1.520 pejuang muslim ditangkap pihak keamanaan Israel. Bahkan zionis Israel turut menyerang wanita muslim Palestina. Saat ini, ada 40 muslimah yang mendekam di tahanan Israel. Dan, 4 diantaranya ditawan di rumah sakit, karena perawatan akibat luka tembakan.

Konflik Suriah dan Palestina, sejatinya menjadi duka bagi 1.6 milyar muslim di seluruh dunia. Suriah, dan Palestina, bersama Yordania, Lebanon, serta sebagian wilayah Iraq,  menjadi satu kesatuan wilayah yang bernama Syam. Syam merupakan negeri para nabi. Syam menjadi lokasi dakwah Nabi Ibrahim, Ishaq, Yaqub hingga Isa as.

Dalam Islam, Rasulullah SAW bersabda, Syam adalah negeri yang penduduknya terlindung oleh bentangan sayap para malaikat.  Lebih lanjut, Rasulullah SAW juga menjamin keshalehan serta kesempurnaan akhlaq penduduk Syam. Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari, Rasulullah bersabda, “Jika penduduk Syam rusak agamanya, maka tak tersisa kebaikan di tengah kalian. Akan selalu ada satu kelompok dari umatku, yang dimenangkan oleh Allah Tak terpengaruh orang yang menggembosi, dan tidak pula orang yang berseberangan. Hingga datang hari kiamat.”

Bangsa Indonesia, seharusnya tidak berdiam diri atas konflik di wilayah Syam. Karena Syam, juga merupakan tanah suci, sebagaimana Mekkah dan Madinah. Duka dari negeri Syam, bisa dihapus dengan do’a. Dan sumbangsih materiil juga tidak kalah penting. Dalam Islam, perjuangan untuk menegakkan kebenaran, selalu diawali dari sedekah, atau jihad harta. Dan, sasaran jihad harta terbaik dari muslim Indonesia, selain untuk mengatasi kemiskinan dan bencana dalam negeri, adalah warga Syam, khususnya di Suriah dan Palestina.

Kepedulian atas Syam, harus menjadi fokus utama Indonesia, dalam upaya menjaga ketertiban dunia. Inilah salah satu tujuan bernegara, yang tercantum dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 (UUD ’45). Begitupula seluruh rakyat Indonesia, utamanya yang beragama Islam. Duka Syam, seharusnya disikapi sebagai bencana bagi seluruh umat muslim Indonesia. Karena mereka adalah saudara kita.

Peduli Syam menjadi bagian dari sunnah. Karena Nabi SAW mengibaratkan seluruh umat muslim bagaikan satu tubuh. Jika ada satu bagian yang sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan sakitnya. Tidak ada yang lebih berharga dari penduduk Syam, kecuali Do’a dan Cinta dari saudara muslimnya, dari negeri yang bernama, Indonesia. [AW]

 

 

sumber:Panji Mas

Trump Presiden AS, MUI: Bisa Berdampak Buruk terhadap Islam

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menilai terpilihnya Donald Trump bisa berdampak buruk terhadap umat Islam.

“Khawatir terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat akan memperburuk hubungan Amerika Serikat dengan dunia Islam,” ujar Din Syamsudin di kantor MUI, Jakarta, Rabu, 9 November 2016.

Menurut Din, Donald Trump kerap melontarkan pernyataan yang menyudutkan umat Islam. “Memang ini jadi menimbulkan masalah baru, ketegangan antara Amerika Serikat dan dunia Islam yang selama ini ada masalah,” ujar Din Syamsudin.

Hubungan Amerika Serikat dengan dunia Islam cukup terpuruk ketika Presiden George W. Bush melancarkan kebijakan war on terror setelah kejadian 11 September 2001. Setelah George W. Bush lengser, hubungan AS dengan dunia Islam agak membaik setelah negeri adi daya itu dipimpin Barrack Obama.

“Sekarang ini Donald Trump, saya kira lebih parah daripada George W. Bush,” ujarnya. Selain itu, Trump juga sempat melontarkan pernyataan soal isolasi Amerika Serikat dari imigran tertentu.

Din menyayangkan pernyataan itu karena pada dasarnya mayoritas warga AS saat ini adalah imigran dari luar wilayah Amerika. “Kita lihat saja nanti, mungkin boleh jadi dia berubah pikiran setelah menjadi presiden, tidak seperti yang dia ucapkan selama kampanyenya,” ujarnya.

 

 

sumber:Tempo.co

Jokowi Tetapkan Kiai As’ad Syamsul Arifin Sebagai Pahlawan Nasional

Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo menetapkan almarhum Kiai Raden As’ad Syamsul Arifin sebagai pahlawan nasional. Kiai As’ad, yang merupakan pemuka agama dari Jawa Timur, ditetapkan sebagai pahlawan nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 90/TK/Tahun 2016 tertanggal 3 November 2016.

Upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional dilakukan di Istana Negara dengan dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi. Keppres pahlawan nasional diserahkan Presiden pada perwakilan dari ahli waris keluarga, Kiai Haji Raden Ahmad Azaim Ibrahimy.

Setiap tahun, Istana memang rutin memberikan gelar pahlawan nasional. Pemberian gelar dilakukan satu hari jelang peringatan Hari Pahlawan. Untuk mendapat gelar pahlawan nasional, seorang tokoh paling tidak harus pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata, perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebelumnya, Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan telah melaksanakan sidang pada tanggal 11 Oktober 2016 untuk memberikan pertimbangan dan rekomendasi kepada Presiden Jokowi atas usulan permohonan Gelar Pahlawan Nasional tahun 2016 dari Kementerian Sosial melalui surat nomor 23/MS/A/09/2016 tanggal 21 September 2016.

 

 

sumber: Republika Online

Memaknai Pahlawan dan Hari Pahlawan di Era Milenium

Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November identik dengan acara-acara simbolik mengenang pertempuran di Surabaya yang dimotori oleh para kyai seperti KH Hasyim Asy’ari dan tokoh muda yang bernama Bung Tomo. Kejadian tersebut menjadi bom semangat bagi rakyat Indonesia di kota lainnya untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah, pembakaran Kota Bandung adalah salah satu buah dari ledakkan bom semangat arek-arek Surabaya.

Berdasarkan sejarah, penentuan Hari Pahlawan berasal dari usul seorang Pimpinan PRI Surabaya, ia adalah Sumarsono. Presiden Soekarno kala itu menerima usulan tersebut dengan pandangan latar belakang makna Hari Pahlawan yang dihubungkan dengan revolusi bangsa. Sampai saat ini hal itu yang tertanam di benak masyarakat Indonesia.

Sejak SD kita diceritakan mengenai sejarah Hari Pahlawan dikemas dalam kisah perlawanan, tak lupa foto bung Tomo yang sampai saat ini terpajang dalam buku-buku IPS atau sejarah. Alhasil dalam benak masyarakat kebanyakan yang dinamakan Pahlawan adalah mereka yang berjuang di medan pertempuran melawan penjajah baik gugur maupun tidak. Padahal gelar pahlawan nasional tidak hanya disematkan pada mereka yang saya sebutkan di atas saja, ada Ismail Marzuki dalam bidang Sastra, juga Tirto Adhi Soerjo dalam bidang pers. Toh masyarakat sudah terlanjur mendefinisikan pahlawan sesuai cerita yang mereka tangkap di sekolah.

Pahlawan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya. Zaman millennium dimana sudah berakhir yang dinamakan penjajahan fisik membuka peluang anak-anak bangsa untuk terjun di pentas global di berbagai bidang; olahraga, seni, sains, dan lainnya. Tentu untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa. Dan terbukti sudah banyak prestasi Indonesia yang ditorehkan di bidang Sains, beberapa tahun ke belakang siswa-siswi Indonesia memenangkan olimpiade Fisika di tingkat Asia dan Internasional. Itu salah satunya, belum lagi ada seorang anak SMP-Arrival Dwi Sentosa yang bisa membuat antivirus yang dinamakan ARTAV pada tahun 2011, dan banyak lagi prestasi di berbagai bidang lain.

Apakah mereka bukan pahlawan? padahal mereka mengharumkan nama bangsa di mata dunia, membuat produk orisinal Indonesia dan bermanfaat bagi khalayak serta sesuai dengan definisi yang ada mengenai pahlawan. Walaupun belum mendapat gelar simbolik sebagai Pahlawan Nasional.

Hal ini perlu mendapat perhatian besar bagi pemerintah dan kita semua, dimana era millennium pemaknaan Pahlawan dan Hari Pahlawan harus sudah digeser tanpa menafikkan sejarah 10 November, untuk memperkenalkan pahlawan-pahlawan baru Indonesia,  untuk tak terjebak dalam masa lalu saja. Bung Karno pernah berkata, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.”

Karena setiap zaman memiliki tantangan yang berbeda, maka di setiap zaman pasti mempunyai pahlawan tersendiri.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/11/14/16480/memaknai-pahlawan-dan-hari-pahlawan-di-era-milenium/#ixzz4PYMZN3wZ
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Innaa lillah, tubuh bocah mungil pengungsi Suriah ini ditemukan terdampar tak bernyawa di pantai Turki

Sebuah foto balita Suriah yang terdampar tak bernyawa di sebuah pantai di Turki telah menjadi berita utama di seluruh dunia pada Rabu (2/9/2015).

Gambar itu diambil pada Rabu pagi, yang menunjukkan balita Suriah mengenakan T-shirt merah dan celana pendek, terdampar di pantai, berbaring tertelungkup di Bodrum. Tak lama setelah diposting di Twitter, gambar itu beredar dan menjadi top-trending picture dengan hashtag “KıyıyaVuranInsanlık,” yang berarti “manusia yang terdampar” dan di re-tweet sebanyak ribuan kali hanya dalam waktu beberapa jam, lansir Daily Sabah.


Balita itu bernama Aylan Kurdi dan dia berusia tiga tahun. Dia tenggelam di Laut Mediterania bersama dengan saudaranya Galip yang berusia lima tahun serta ibunya Rihan, menurut BBC, lansir Middle East Eye.

Sang ayah, Abdullah, dinyatakan telah selamat.

Keluarga itu berusaha untuk mencapai Eropa setelah melarikan diri dari perang brutal Suriah, di mana PBB mengatakan bahwa setidaknya 230.000 orang telah tewas. Lebih dari 6,5 juta orang dari populasi yang berjumlah 22 juta juga telah mengungsi akibat konflik itu.

Banyak media di dunia telah memuat di berita utama foto Aylan yang tergeletak tak bernyawa di tepi Bodrum di barat daya Turki.

Pengguna media sosial juga telah membagikan foto Aylan dan saudaranya ketika mereka masih hidup, tersenyum dan bermain bersama.

 Aylan, (3), (Kiri) dan saudaranya Galip, (5), (Kanan), ketika mereka masih hidup, tersenyum dan bermain bersama. (Twitter / @ Majstar7).
Aylan, (3), (Kiri) dan saudaranya Galip, (5), (Kanan), ketika mereka masih hidup, tersenyum dan bermain bersama. (Twitter / @ Majstar7).

Anak-anak itu berada di salah satu dari dua kapal yang bertolak dari Bodrum menuju pulau Kos Yunani. Kedua kapal itu tenggelam tak lama setelah meninggalkan pantai Turki. Dua belas mayat telah ditemukan di laut, termasuk lima anak kecil. Sembilan orang selamat dan dua orang masih hilang.

Ribuan orang telah tewas saat mencoba mencapai Eropa tahun ini, dimana banyak orang yang melarikan diri konflik yang melanda Timur Tengah dan Afrika Utara. Pada tanggal 14 September para menteri Uni Eropa akan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas solusi terhadap krisis pengungsi terbesar yang dihadapi benua itu sejak Perang Dunia II.

 

Senyum mereka hilang ditelah perang yang berkepanjangan.Senyum yang hilang ditelah perang yang berkepanjangan.

Foto yang sangat menyayat nurani dari balita Suriah yang terdampar tak bernyawa di pantai kota pelabuhan Bodrum Turki menunjukkan betapa parahnya krisis pengungsi Suriah yang telah terjadi. Beberapa hari yang lalu ratusan pengungsi meninggal dari dua kapal yang tenggelam di laur lepas Tukri, serta sekitar 50 mayat membusuk dari pengungsi Suriah ditemukan di truk di pinggir jalan di Austria.

 

– See more at: https://www.arrahmah.com/news/2015/09/03/innaa-lillah-tubuh-bocah-mungil-pengungsi-suriah-ini-ditemukan-terdampar-tak-bernyawa-di-pantai-turki.html#sthash.XBlD3juW.dpuf

Pelajaran Berharga dari Ayat “Anugerah Al Hikmah”

PELAJARAN berharga dari ayat, “Allah menganugerahkan al-Hikmah (kefahaman yang dalam tentang alquran dan as-Sunah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi al-Hikmah, dia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS Al-Baqarah: 269).

1. Penetapan perbuatan bagi Allah yang bergantung pada kehendak-Nya, ini berdasarkan firman Allah: “Allah menganugerahkan al-Hikmah”, ini adalah bagian dari sifat dalam bentuk perbuatan.

2. Sesungguhnya apa yang ada pada manusia berupa ilmu, petunjuk maka itu semua adalah keutamaan dari Allah Taala, ini berdasarkan firmanNya: (“Allah menganugerahkan al-Hikmah (kefahaman yang dalam tentang alquran dan as-Sunah) kepada siapa yang Dia kehendaki”, maka jika Allah Taala memberikan nikmat kepada seorang hamba berupa ilmu, petunjuk, kekuatan, kemampuan, pendengaran, penglihatan maka janganlah ia sombong, karena itu semua dari Allah Taala, jika Allah berkehendak maka bisa mencegahnya, atau ia bisa jadi ia mencabut nikmat itu setelah ia menganugrahkannya kepada seseorang. Bisa jadi Allah mencabut Al-Hikmah dari seseorang, maka jadilah setiap tingkah lakunya gegabah, keliru dan sia-sia.

3. Penetapan kehendak bagi Allah Taala, ini sesuai dengan firmannya: “Yang ia kehendaki”

4. Penetapan Al-Hikmah bagi Allah Taala, karena Al-Hikmah merupakan sifat kesempurnaan, maka Dzat yang memberikan kesempurnaan tentunya ia adalah lebih pantas untuk hal tersebut.

5. Kemuliaan yang agung bagi orang yang diberikan kepadanya Al-Hikmah, ini berdasarkan firman Allah taala: “Dan barangsiapa yang dianugerahi al-Hikmah, dia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak”.

6. Wajibnya bersyukur bagi orang yang Allah Taala berikan kepadanya Al-Hikmah, karena kebaikan yang sangat banyak ini mewajibkan mensyukurinya.

7. Anugrah Al-Hikmah diberikan Allah kepada seseorang melalui banyak cara, (di antaranya) Allah Taala fitrahkan ia dengan hal tersebut, atau dapat diraih dengan latihan dan berteman dengan orang-orang yang arif.

8. Keutamaan akal, ini berdasarkan firmanNya: “Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”

9. Bahwa orang yang tidak dapat mengambil pelajaran, menunjukkan akan adanya kekurangan pada akalnya, yaitu akal sehat, akal yang memberikan petunjuk pada dirinya.

10. Tidaklah yang dapat mengambil pelajaran dari pelajaran yang terdapat di alam dan pada syariat ini kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat, yang mana mereka menghayati dan mempelajari apa yang terjadi dari tanda-tanda yang telah lalu dan yang akan datang, sehingga mereka dapat, mengambil pelajaran darinya. Adapun seorang yang lalai, maka hal tersebut tidak memberikannya manfaat dan pelajaran (sedikitpun).

[mediamuslimcerdas/mustanir]

 

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2334843/pelajaran-berharga-dari-ayat-anugerah-al-hikmah#sthash.uRgHS7CF.dpuf