Begini Pandangan Islam tentang Operasi Plastik

Operasi plastik kian hari semakin banyak saja yang menjalaninya. Padahal, menurut syariat Islam, operasi plastik merupakan salah satu hal yang tidak dibenarkan.

Ustaz Erick Yusuf menuturkan, upaya operasi plastik hanya diperbolehkan jika ingin memperbaiki karena kecelakaan. Atau, karena hal lain, seperti bibir sumbing, itu diperbolehkan.

Operasi plastik karena alasan kecantikan, menurutnya, tidak dibenarkan. Meskipun, dia meyakini, tidak ada satu pun dalil langsung yang menyebutkan larangan melakukan operasi plastik. Namun, kasus ini, menurutnya, sama saja dengan mengubah bentuk ciptaan Allah SWT.

“Itu sama saja mengubah bentuk ciptaan Allah. Lebih tegasnya adalah jika memperbaiki kesalahan, baru diperbolehkan. Dalil-dalilnya, di dalam ayat Alquran sebagai rujukan tidak langsung ke operasi plastik,” tuturnya kepada Republika.co.id, Senin (19/10).

Dia kemudian menjelaskan beberapa dalil yang menjadi rujukan dilarangnya operasi plastik hanya karena kecantikan.  Misalnya, Laa dharara wa laa dhirara (Tidak boleh menimpakan bahaya bagi diri sendiri dan bahaya bagi orang lain),” (HR Ibnu Majah, Ad-Daruquthni, dan lain-lain) (An-Nawawi, 2001:214).

Kesimpulannya, kata dia, dalam masalah make up, terlarangnya bila memang make up tersebut hanya menghiasi wajah sesaat, tetapi membuat mudharat yang besar bagi wajah dalam jangka lama. Ungkapan tersebut dia rujuk dari Majmu’ah As’ilah Tuhimmu Al-Usrah Al-Muslimah, hal 11-12, 35-36.

Pendiri dakwah kreatif iHAQI ini menyebutkan beberapa operasi yang bersifat darurat, mendesak untuk dilakukan. Contoh operasi plastik yang bersifat darurat ini, menurut dia, meliputi operasi bibir sumbing, menyambungkan jari jemari tangan atau kaki, membuka penyumbatan anus, menghilangkan tato, tanda lahir, dan bekas luka.

Begitu pula menghilangkan jenggot, kumis, dan rambut bagi perempuan, membentuk kembali daun telinga, implan payudara bagi mereka yang terkena kanker payudara, memperbaiki septum hidung atau pasien cacat hidung, memperbaiki kulit akibat luka bakar atau sejenisnya, memperbaiki patah tulang wajah (karena kecelakaan, misalnya).

Kemudian, untuk operasi yang bersifat opsional, Erick menegaskan, hal itu yang tidak diperbolehkan. Dia menyebutkan, misalnya untuk menambah percaya diri, terlihat makin cantik, memperkokoh penampilan dan agar terlihat lebih muda dan aduhai.

Beberapa contoh operasi opsional, antara lain, mengembalikan kerutan kulit dan menghaluskannya, mengangkat dahi, menaikkan alis, wajah dan leher, sedot lemak, liposuction, rhinoplasty atau perbesaran, kecantikan dagu, kecantikan payudara.

 

sumber: Republika Online

Ini Temuan Jejak Kota Sodom di Tepi Laut Mati

Serangkaian penemuan arkeologis dan percobaan ilmiah membuktikan kaum Luth memang pernah hidup pada masa lalu di sekitar wilayah Laut Mati yang kini berada di perbatasan negara Israel dan Yordania.

Umat muslim tentu pernah mendengar kisah kehancuran umat Nabi Luth AS di Kota Sodom. Masyarakat Kota Sodom dikenal dengan perzinahan dan penyimpangan seksualnya. Karena itu pula Tuhan mendatangkan azab berupa kehancuran melalui sebuah gempa bumi maha dahsyat.

Kisah ini bahkan tertuang jelas dalam Al Quran surat Huud ayat 82. “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.” Dalam ayat tersebut dijelaskan, Allah ‘menjungkirbalikkan’ Kota Sodom hingga luluh lantah tak tersisa.

Meski telah lenyap berabad-abad yang lalu, jejak Kota Sodom ternyata masih dapat ditelusuri. Penelitian arkeologis mendapati, Kota Sodom terletak di tepi Laut Mati (dahulunya merupakan Danau Luth). Kota ini memanjang di antara perbatasan Israel-Yordania.

Temuan arkeolog ini diperkuat oleh penelitian seorang geolog asal Inggris bernama Graham Harris. Graham dan timnya menemukan bahwa Sodom dibangun di pesisir Laut Mati dan penduduknya berdagang aspal yang tersedia di wilayah tersebut. Daerah pemukiman warga Sodom berupa dataran yang mudah diguncang gempa.

Di samping mendapati fakta Kota Sodom adalah zona gempa bumi, selama penggalian tim geolog menemukan banyak lapisan lahar dan batu basal bukti pernah terjadinya letusan gunung berapi dan gempa bumi maha dahsyat di pesisir Laut Mati.

Sementara peneliti lain asal Jerman, Werner Keller, mengungkap hasil temuan yang lebih detail. Penelitian Werner menghasilkan fakta bahwa Kota Sodom dahulunya terletak di wilayah yang kini bernama Lembah Siddim. Sedangkan gempa bumi maha dahsyat yang mengancurkan kaum Sodom diperkirakan dulunya terjadi dari tepi Gunung Taurus. Lalu memanjang ke pantai selatan Laut Mati dan berlanjut melewati Gurun Arabia ke Teluk Aqaba melintasi Laut Merah hingga mengguncang Afrika.

Werner menduga saat itu Lembah Siddim (Kota Sodom) terjerumus ke dalam jurang yang sangat dalam akibat guncangan gempa yang sangat hebat. Ia juga memperkirakan gempa tersebut disertai letusan, petir, keluarnya gas alam bahkan munculnya lautan api yang dahsyat.

Serangkaian penemuan arkeologis dan percobaan ilmiah itu membuktikan bahwa kaum Luth memang pernah hidup pada masa lalu di sekitar wilayah Laut Mati yang kini berada di perbatasan negara Israel dan Yordania.

 

 

sumber: Dream.co.id

Sejak Awal William Percaya Yesus Bukan Anak Allah

William mulai melirik Islam. Dia membaca informasi di Wikipedia terkait prinsip-prinsip keimanan, mencoba memahami aturan, apa yang harus dilakukan, dan mana saja yang dilarang. Dia lantas jatuh cinta dengan agama ini. William pikir, banyak aturan itu yang masuk akal dan dia sepakat.

Misalnya, soal konsep ketuhanan. William sejak awal sudah percaya bahwa Yesus bukan anak Allah, bahkan bukan Allah. Dia hanya seorang guru, seorang guru yang harus kita teladani. Jadi, gagasan Yesus sebagai seorang nabi atau utusan Allah sangat tidak asing buat dia. Sesuatu yang memang dia yakini selama ini.

Detik itu juga, William memutuskan untuk mengambil Alquran. Dia mulai membaca lembar demi lembar. “Ini menakjubkan. Kitab ini menjelaskan segala sesuatu yang saya cari. Saya sepakat dengan keseluruhan ini,” ujar William.

Keyakinan itulah yang menuntun William memutuskan masuk Islam. Ada sebuah masjid di samping sekolah.
Lelaki itu memilih mengikrarkan syahadat di sana.

Selain dia tidak tahu lokasi masjid lain di Dallas, masjid itu paling mudah dijangkau karena dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki sewaktu istirahat sekolah. “Tidak ada yang tahu kapan dipanggil Allah SWT. Jadi, saya terus manfaatkan kesempatan untuk belajar dan mengimplementasikannya,” aku Wiliam.
Ketika William menyampaikan kepada orang tuanya perihal keislamannya, mereka sama sekali tidak memper- masalahkan. Mereka justru antusias dengan keputusan putranya. Keduanya bergelut di bidang medis, sehingga sering terpapar dengan berbagai kelompok etnis dan agama yang berbeda. Tak terkecuali, Muslim.

Kedua orang tuanya menyukai gagasan keislaman William lantaran mengira itu akan membantu putra mereka lebih peduli dan mencintai sesama. Waktu itu, William mengakui, dia termasuk orang yang benci pada orang lain (misanthrope). Tak heran bila orang tuanya bersemangat melihat William terketuk untuk memeluk suatu agama.

“Hal utama yang berubah ketika saya masuk Islam adalah sekarang saya menikmati membantu orang banyak.
Kepedulian saya dengan orang-orang jauh lebih besar daripada yang saya miliki sebelumnya,” ucap lelaki itu.

William tidak ingin mengatakan bahwa dulunya dia membenci orang lain, tapi dia dulu cenderung untuk tidak memercayai orang. Dia relatif introver. Juga lebih egois.

Kini, sejak masuk Islam, dia belajar untuk mencintai orang lain. Belajar untuk peduli pada mereka. Belajar membantu mereka. Dan, yang terpenting, William mendapat kebahagiaan dari tindakannya membantu orang lain. “Jadi, buat saya, saya pikir ini perubahan terbaik yang pernah terjadi dalam hidup saya,” katanya

 

sumber: Republika Online

William: Kita Memiliki Satu Tuhan Bukan Tiga

William, pemuda Amerika Serikat, itu masuk Islam sekitar empat tahun yang lalu. Pemuda kelahiran Dallas, Texas, ini dibesarkan di lingkungan keluarga Kristen.

“Keluargaku tidak sepenuhnya ultrareligius seperti stereotipe kebanyakan warga Texas. Kami hanya tipikal keluarga Kristen religius yang moderat,” kata William menjelaskan kultur keagamaan keluarganya.

Sejak kecil, William berada di tengah lingkaran sosial yang mapan. Ia memiliki fasilitas penuh dan kenyamanan di tengah lingkungan kulit putih kelas menengah atas. Satu-satunya masalah, remaja ini terlahir dalam kondisi autis. Fungsi sosialnya terganggu. Ia sedikit canggung saat berhadapan dengan orang lain. Lantaran kondisi itu, William merasa tidak cocok dengan masyarakat di sekitarnya.

Kendati dia tidak terlalu penyendiri atau tampak seperti orang buangan, jelas William, dia tetap tidak terlalu populer.
Dia kurang menaruh perhatian terhadap aspek sosial. Usianya masih terlalu muda waktu itu. Dia cenderung menghabiskan waktu sehari-hari bersama video game.

“Aku hanya peduli pada video game, jauh dibanding agama,” ucapnya.

Bagi William, gagasan bahwa manusia akan pergi ke surga ada dalam benaknya hanya karena dia percaya pada Yesus Kristus. Menurut dia, itu terdengar seperti ide yang bagus. Sangat keren. Jadi, ayo kita bermain video game seumur hidup, kemudian pergi ke surga. Itu yang dia angankan.

Pada umur 11 tahun, benih-benih ketidakpercayaan terhadap ajaran agama yang dia anut sejak kecil mulai muncul di pikiran William. Remaja ini memiliki masalah dengan konsep trinitas. Para pemuka Kristen menjelaskan, Tuhan itu tiga, tetapi satu. William merasa itu tidak masuk akal. “Oke. Saya pikir kita memiliki satu Tuhan, bukan tiga,” tegas dia.

Buat dia, konsep trinitas berarti politeisme, bukan monoteisme. Sementara, Kris ten menyebut ajarannya bersifat monoteisme. William merasa sulit membayang kan aplikasi konsep itu, jadi dia menolaknya. Waktu itu, dia hanya menolak gagasannya, bukan ajaran agamanya.

Ketika William duduk di bangku SMA, dia mulai sedikit lebih peduli dengan apa yang sebenarnya terjadi di dunia. Pemuda itu masuk ke ranah politik di sekolah, kemudian dia juga benar-benar mendalami agama. Alih-alih mendapatkan kembali kepercayaannya, sekarang William menolak gagasan Protestan secara umum. “Masalahnya, tidak ada satu pun sekte Kristen yang saya setuju dengannya,” keluh William.

Kekosongan spiritual Pertama kali William mengenal agama-agama lain melalui sang ibu. Ketika dia beranjak remaja, kedua orang tuanya bercerai. Peristiwa itu menimbulkan trauma yang cukup dalam dan memaksa ibunya mencari alternatif spiritual. Seiring waktu, William pun mengalami kekosongan yang sama.

Dia rindu menemukan spiritualitas yang tepat mengisi untuk ceruk hatinya. Kedengaran konyol, tapi nyata. Ibunya merekomendasikan William untuk mengikuti tes online. Tes itu akan merekomendasikan agama apa yang paling cocok untuk si pengguna.

Meski terdengar tidak masuk akal, William duduk di depan laptop dan melakukan tes. Alangkah terkejutnya dia mengetahui bahwa Islam ada di peringkat kedua agama yang paling cocok dengan kompabilitas sekitar 98 persen.

Sementara, agama pertama yang paling cocok untuknya versi tes tersebut adalah Yahudi Ortodoks.

Tertarik Islam Jalan hidayah memang sulit ditebak. Kendati William menaruh ketertarikan pada Yudaisme, tidak ada yang lebih menahan rasa penasarannya dibanding Islam. Buat dia, Islam itu, seperti kata orang kebanyakan, terlalu asing. Tapi, justru nuansa asing itu yang memikatnya.

“Saya sering berpikir, Oh, ini terlihat sangat menarik,” kenang William.

 

 

Sumber: Republika Online

Istiqamah Menjadi Sebab Datangnya Pertolongan

BUKAN berniat membunuh optimisme atau mengerdilkan cita-cita, status berikut ini menarik dibaca agar kita berupaya semaksimal mungkin menggunakan kesempatan dan anugerah yang ada dengan sebaik-sebaiknya dan tidak terjebak pada rencara panjang yang melenakan sehingga lupa pada yang ada saat ini.

Menjelang kematiannya, ada seorang pemuda yang gagah dan ganteng menyempatkan diri menuliskan catatan akhir untuk dibaca selepas kewafatannya. Bunyi tulisannya begini: “Jangan terlalu memperpanjang angan dan harap, sungguh umur kita itu jauh lebih pendek ketimbang yang diduga. Daftar keinginanku masih banyak yang belum digapai, malaikat maut sebentar lagi akan sampai, untuk memutus kemungkinan terwujudnya angan dan harap itu.”

Penting sekali bagi kita bersikap realistis. Mensyukuri apa yang ada dan menggunakan kenikmatan di jalan yang diridlai Allah. Senantiasa istiqamah di jalan Allah akan menjadi sebab datangnya petunjuk, bimbingan dan pertolongan Allah untuk senantiasa berada dalam keadaan yang membahagiakan, bahagia hakiki, yakni kebahagiaan kini dan akan datang.

Angan tak selalu menjadi fakta, impian tak selalu menjadi nyata. Ini tidak mesti berarti kita gagal. Selama kita bersama Allah, tafsirkan itu semua sebagai cara Allah memindahkan kita pada kenyataan yang lebih membahagiakan. Allah lebih tahu dari pada kita tentang apa yang terbaik bagi kita. Salam sukses selalu wahai sahabatku dan saudaraku. AIM, Pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya. [*]

 

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi

Sumber: Inilah.com

Jujur Jalan Keberuntungan dan Kemuliaan

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt, tiada yang kuasa menandingi keagungan-Nya. Dialah Allah yang menciptakan alam semesta dan segala isinya serta mencukupi rezeki seluruh makhluk-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada kekasih Allah, baginda nabi Muhammad Saw.

Rasululloh Saw. bersabda,“Hendaklah kalian jujur, karena kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan. Dan, kebaikan menunjukkan jalan menuju surga.”(HR. Bukhori).

Saudaraku, mengapa masih saja ada pedagang yang diam-diam mengurangi takaran, mencurangi timbangan. Mengapa masih saja ada pegawai yang diam-diam menggelapkan anggaran. Mengapa masih saja ada pengusaha yang diam-diam memberi suap atau sogokan, dan mengapa masih saja ada oknum pejabat yang leluasa saja menerimanya.

Jawabannya adalah karena orang-orang seperti ini tidak yakin kepada Allah. Tidak yakin kepada Dzat yang Maha Mengetahui, Maha Mendengar dan Maha Melihat. Sehingga ia berani berbuat tidak jujur. Padahal kejujuran adalah bukti kemuliaan seseorang.

Kejujuran adalah cermin dari kebeningan hati. Orang yang selalu berusaha jujur di dalam hidupnya baik dalam niat, ucapan dan perbuatan, bisa dipastikan memiliki moral yang baik dan akhlak mulia. Bahkan, di dalam Al Quran disebutkan bahwa Allah akan menyandingkan orang-orang jujur dengan para nabi, para syahid dan orang-orang sholeh.

Allah Swt. berfirman,“Barangsiapa taat kepada Allah dan rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah : yaitu para nabi, orang-orang yang jujur, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shaleh..”(QS. An Nisaa [4] : 69).

Siapapun menyukai kejujuran. Seorang atasan akan suka pada karyawannya yang jujur. Rakyat akan cinta pada pemimpinnya yang jujur. Seorang suami atau istri akan sayang kepada pasangannya yang jujur. Pembeli akan senang kepada pedagang yang jujur. Fitrah manusia itu mencintai kejujuran.

Hal yang sangat berharga sebagai buah dari kejujuran adalah rasa tenang. Padahal ketenangan adalah hal yang tidak bisa dinilai dengan materi. Apa gunanya harta kekayaan yang berlimpah jika berasal dari ketidakjujuran. Yang akan lahir hanyalah resah dan gelisah, takut jika sumber kekayaannya terbongkar. Sedangkan jika rasa resah dan gelisah sudah ada di dalam hati, maka rumah yang luas pun hanya akan terasa bagai penjara. Hati terasa sempit.

Sebaliknya, orang yang jujur selalu tenang, karena yang ia genggam adalah embun kebenaran, bukan bara ketidakjujuran. Ketenangan mengantarkan pada kebahagiaan. Meskipun hidup alakadarnya, orang yang jujur akan senantiasa diliputi rasa tenang dan kebahagiaan. Rumah yang sederhana terasa luas, dengan jiwa yang lapang dan hati yang tentram.

Rasululloh Saw. bersabda,“..maka sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan, dan kebohongan adalah keraguan..”(HR. Turmudzi). Rasululloh Saw. juga bersabda,“..Janganlah kalian berdusta, karena dusta akan mengantarkan pada kejahatan, dan kejahatan akan membawa ke neraka.”(HR. Bukhori dan Muslim).

Oleh sebab itu, marilah kita berlomba-lomba menjadi pribadi-pribadi yang jujur. Demi Allah, kejujuran adalah jalan menuju keberuntungan. Kejujuran adalah jalan menuju kemuliaan sejati. Kejujuran ciri dari tauhid yang kuat dan keyakinan yang lurus kepada Allah Swt.Wallohualam bishowab

 

sumber: Inilah.com

Selamat dari Siksa Kubur

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

 

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga. (Q.S. al-Baqarah [2]:25)

Allah yang Maha Perkasa telah berjanji kepada seluruh makhluk-Nya tentang satu hari yang pasti akan tiba dan tak satu pun dapat menolaknya. Itulah yaumil qiyamah, hari dimana setiap makhluk akan menerima. Namun, jauh sebelum itu Allah Swt. pun telah menjanjikan datangnya satu saat, khususnya untuk jin dan manusia, cepat atau lambat. Itulah sakaratul maut.

Oleh karena itu, sekiranya amalan yang banyak kita perbuat ketika di dunia adalah amalan shalih, niscaya kendati hanya sebesar dzarrah, Allah Swt. akan memperhitungkannya dan menyediakan pahala untuknya. Ingatlah janji Allah Swt, maka Allah pun akan lebih bersungguh-sungguh lagi memberikan karunia pertolongan untuk kita.

Berikut ini dikutipkan sebagian dari hadits shahih tentang amalan yang Insya Allah bisa menyelamatkan kita dari dahsyatnya azab kubur, sebagaimana yang diuraikan oleh syaikh Muhammad Majdi asy-Syahawi, dalam risalahnya, ahwatul qubur shuwaruha asbabuhan-najatu minha.

Syahawi menuliskan, antara lain, lima hal yang menyebabkan seseorang selamat dari siksa kubur:

Berjuang di Jalan Allah

Yang dimaksud berjuang di jalan Allah adalah selalu mempertahankan Islam dan wilayah Islam serta membela umat Islam dari serangan musuh-musuh Islam.

Rasulullah Saw. bersabda:

Berjuang dalam satu hari dan satu malam di jalan Allah adalah lebih baik daripada shaum sebulanpenuh yang pada malamnya melakukan shalat malam. Jika dia meninggal, maka mengalir amalnya yang dilakukan dan Allah akan memberikan balasan yang terbaik dan menyelamatkan dari siksa kubur.” (H.R. Muslim).

“Barang siapa meninggal karena jihad di jalan Allah, maka Allah Swt. akan mengalirkan rizqinya, menyelamatkannya dari semua prahara kubur dan dibangkitkan dari kubur dengan selamat dari malapetaka yang besar.” (H.R. Ibnu Majah).

Mati Syahid

“Seseorang bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, bagaimanakah orang-orang mukmin itu disiksa di dalam kuburnya, terkecuali orang yang meninggal syahid? “Cukup kilauan pedang di atas kepalanya adalah sebagai ujian baginya (di dunia).” Jawab Rasulullah.” (H.R. An-Nasai)

Imam al-Hakim at-Tarmidzi menafsirkan jawaban Nabi di atas sebagai berikut: Jika terjadi pertempuran antara dua pasukan dan pedang berkilauan, sementara perjuangan itu (termasuk golongan orang-orang) munafik, maka mereka akan lari dari medan jihad. Sebab, sifat orang munafik adalah selalu lari jika melihat kondisi yang demikian.

Sedangkan sikap orang mukmin adalah selalu mengorbankan jiwanya dalam jihad dan dia hanya pasrah kepada Allah Swt. adapun gelora amarahnya dalam hati semata-mata karena Allah, untuk memperjuangkan agama-Nya, dan menegakkan syariat-Nya. Hal ini merupakan bukti nyata tentang kebenaran hati seorang yang beriman. Dia berlaga di medan perang untuk siap mati di jalan Allah. Cukuplah hal itu sebagai pengganti ujian dalam kuburnya.

Dalam hadits lain disebutkan, Rasulullah Saw. bersabda: “Orang yang meninggal syahid di sisi Allah itu mempunyai enam keistimewaan: 1) diampuni dosanya ketika mulai mgucur darahnya; 2) diperlihatkan tempat di surga; 3) di selamatkan dari siksa kubur dan prahara hari kiamat yang sangat dahsyat; 4) diletakkan di atas kepalanya sebuah mahkota dari mutiara yang lebih baik dari pada dunia dan seisinya; 5) disiapkan 72 istri bidadari; 6) diberi izin untuk memberi syafaat kepada 70 keluarga dekatnya.” (H.R. Tirmidzi dan Ahmad).

  1. Meninggal karena Sakit Perut

“Abdullah bin Yasykur berkata, bahwa dia sedang duduk bersama Sulaiman bin Shard dan Khalid bin Arfadhah ketika orang-orang menyebutkan adanya seseorang yang meninggal karena sakit perut. Keduanya sangat ingin untuk melayat jenazahnya dan salah satunya berkata kepada lainnya, Barangsiapa yang meninggal karena sakit perut, maka dia tidak disiksa dalam kuburnya?” (H.R. Tirmidzi dan Ahmad)

At-Thayalisi menyebutkan riwayat dalam musnadnya, bahwa salah seorang dari mereka berdua menjawab pertanyaan kawannya. Benar barang kali orang yang sakit perut itu tidak disiksa dalam kuburnya adalah karena Nabi SAW. bersabda, “orang yang meninggal karena sakit perut adalah syahid.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu dawud dan Ahmad).

1. Membaca Surat Al-Mulk

Rasulullah Saw. bersabda: “Sesunguhnya surat yang terdiri dari 30 ayat adalah surat yang memberi syafaat kepada pembacanya. Sehingga pembacanya itu diampunkan dosanya, yaitu, tabarakalladzii biyadihiln mulk” (HR. Ahmad, adz Dzahabi, dll.; al-Bani dalam shahih al-Jami).

Abdullah bin Masud berkata, “Seorang yang meninggal, dalam kuburnya itu akan didatangi oleh dua Malaikat, kemudian keduanya berkata engkau tidak berhak untuk mendapat siksa kubur. Barangsiapa yang membacanya pada malam hari maka lebih baik baginya.

2. Meninggal Hari atau Malam Jumat

Rasulullah Saw. bersabda:

“Barangsiapa yang meninggal pada hari atau malam jumat, maka dia diselamatkan dari siksa kubur, sedangkan pada hari kiamat dia akan datang dengan membawa stempel orang-orang yang mati syahid.” (H.R. Ahmad dan Tirmidzi).

sumber: Inilah.com

Siksa Kubur, Inilah Pandangan Agama

Sebagai muslim, kita mengakui dan menyadari akan adanya kematian. Ya, hal ini tentu sudah menjadi pengetahuan bersama. Hanya, mengenai seperti apa di alam kubur, setiap ilmu memiliki cara pandang yang berbeda. Agama pun demikian dalam memandang adanya siksa kubur ini.

Sebenarnya dalam hadis telah menceritakan bahwa memang ada siksa kubur. Hanya tidak pernah tahu bahwa apa yang terjadi setelah kematian tersebut datang menjemput ajal.

Berikut cerita mengenai gambaran seorang mayat pemuda yang berusia delapan belas tahun yang digali kembali dari kuburnya setelah tiga jam dimakamkan dan disaksikan oleh ayahnya.

Seluruh badan memar. Matanya yang terbuka memperlihatkan ketakutan, kesakitan dan keterputusasaan. Darah yang begitu jelasn menandakan bagaimana pemuda tersebut sedang mendapatkan siksaan yang amat berat.

Berdasarkan keterangan ayahnya, anaknya rusak dalam urusan beribadah. Apabila bisa mengamatinya. Ketampanan dan kecantikan sudah tidak menjadi hal yang utama lagi di saat kita sudah di alam kubur, harta, kekuasaan juga tidak dapat menolong kita dalam menghadapi siksa kubur. Hanyalah amalan kitalah yang dapat memberikan manfaat saat kita dialam kubur.

Sepertinya yang dirawayatkan hadis semuanya tidak akan dibawa kecuali tiga perkara, yaitu amal jariyah, anak shaleh yang sering mendoakan kedua orang tuanya dan yang terakhir ilmu yang bermanfaat.

Berkenaan siksaan alam kubur yang terjadi pada orang murtad kepada Allah, dan takutlah akan siksaannya pada segala larangannya dan sayangilah Allah karena rahmatnya. Dan satu lagi bukti kasih sayang Allah kepada umat-Nya tidak ke neraka dan hanya diberi peringatan sahaja.

Berikut dengan firman Allah SWT, “Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin,” (QS. Ar-Rahman: 31).

Allah juga berfirman, “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula),” (QS. Ar-Rahman: 60).[]

Sumber: 1001 Siksa Alam Kubur/Karya: Ust. Asan Sani ar Rafif/Penerbit: Kunci Iman/islampos –

Inilah.com

Benarkah Hewan Bisa Mendengar Jerit Siksa Kubur?

Mungkin di antara pembaca ada yang pernah mendengar lolongan anjing yang panjang, menyayat malam yang sunyi. Jika itu terdengar di dini hari yang gerimis, kita akan segera ingat film-film yang dibintangi mendiang Suzana.

Tapi, mungkin saja itu karena mereka ketakutan akan sesuatu, atau menyatakan keprihatinan terhadap makhluk lain. Yang paling mungkin, bisa saja mereka melolong karena kasihan dengan para penghuni kubur yang tengah mengalami siksaan akibat perbuatan buruk mereka di dunia.

Diriwayatkan oleh Muslim dari Zaid bin Tsabit bahwa ia berkata, Suatu hari kami sedang bersama Nabi di tanah pekarangan milik Bani Najjar. Saat itu beliau menaiki seekor keledai betina miliknya. Tiba-tiba binatang itu terperanjat kaget dan berhenti di dekat empat sampai enam kubur, dan hampir saja beliau terjatuh.

Beliau lalu bertanya, Siapa yang tahu penghuni kubur-kubur ini? Seorang sahabat menjawab, Saya. Beliau bertanya, Lalu kapan mereka mati? la menjawab, Mereka mati pada zaman jahiliah. Beliau bersabda, Sesungguhnya umat ini akan diuji dalam kuburnya. Seandainya kalian tidak saling menguburkan, niscaya aku akan berdoa kepada Allah agar Dia membuat kalian mendengar siksa kubur seperti yang aku dengar.

Menurut para ulama, keledai yang sedang dinaiki Nabi tersebut sampai terperanjat kaget, karena mendadak ia mendengar suara orang-orang yang sedang disiksa di dalam kubur. Hanya saja makhluk yang berakal seperti jin dan manusia tidak bisa mendengarnya.Allah sengaja menyembunyikan hal itu dari kita supaya kita menguburkan mayit. Itulah kebijaksanaan dan kasih sayang Allah kepada kita, agar kita tidak takut mendengarnya.

Selama masih di dunia, kita tidak akan sanggup mendengar azab Allah yang ditimpakan kepadanya di dalam kubur. Bayangkan, ketika mendengar suara halilintar yang menggelegar atau gempa yang dahsyat saja banyak orang yang langsung mati. Apalagi jika sampai jeritan orang di dalam kubur yang sedang disiksa oleh rnalaikat dengan menggunakan palu dari neraka didengar oleh orang yang berada di dekatnya?

Rasulullah sendiri pernah menyatakan, Seandainya seseorang mendengar suara mayit yang sedang disiksa, ia akan pingsan. Itu baru siksa yang ditimpakan pada orang-orang mukmin, apalagi dengan siksa yang ditimpakan kepada orangng kafir.Kita senantiasa memohon keselamatan, ampunan, dan rahmat kepada Allah Yang Maha Dermawan.

Diceritakan bahwa pada suatu hari ada beberapa orang yang saleh mengubur mayit di sebuah desa bagian timur Isbiliyah. Sesudah itu mereka duduk-duduk santai di sebuah tempat. Tidak jauh dari tempat mereka, beberapa ekor kambing yang merumput.

Mendadak ada seekor kambing yang berlari menghampiri kubur tersebut. la mendekatkan telinganya seolah-olah sedang mendengarkan suara. Setelah itu ia lari terbirit-birit ke tempatnya semula dan bergabung dengan teman-temannya. Mendengar hikayat tersebut, Abul Hakam berkata, Aku tiba-tiba jadi teringat akan kematian, dan ingat sabda Nabi, Sesungguhnya mereka sedang disiksa dengan azab yang bisa didengar oleh binatang.

 

sumber: Inilah.com

Sakitku Penggugur Dosaku

Oleh: Yadin Burhanudin

Sebagai manusia pada umumnya, kita rentan melakukan kekeliruan, kesalahan, dan pelanggaran. Semua itu diakibatkan ketidakmampuan kita dalam memilih yang terbaik untuk diri kita.

Hal tersebut bisa jadi karena ketidaktahuan, keangkuhan, dan ketergesa-gesaan kita. Itulah kelemahan yang kita miliki. Hidup di alam dunia ini, kita mesti menanggung setiap perbuatan yang kita lakukan.

Perbuatan baik akan dibalas kebaikan, dan perbuatan jelek juga akan dibalas dengan yang buruk. Balasan itu akan kita terima, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Namun, atas rahman dan rahim-Nya Allah SWT, semua dosa dapat diampuni.

Karena itu, harapan terbesar setelah kita melakukan kesalahan adalah ampunan, dibersihkannya diri dari noda-noda yang ada. Allah SWT Maha Pengampun. Dia telah menyediakan cara untuk mengampuni dosa-dosa kita, salah satunya dengan ujian yang Dia berikan kepada kita.

Ujian itu salah satunya dalam bentuk sakit. Itulah sebabnya mengapa dalam beberapa hadis, Rasulullah SAW banyak menghibur mereka yang sakit dengan ampunan dosa. Dalam hadis disebutkan: “Seorang beriman yang sakit, ia tidak mendapatkan pahala dari sakitnya, namun diampuni dosa-dosanya.” (HR Thabrani).

Ketika seorang hamba diberi sakit pada badannya, maka Allah berkata kepada malaikat ‘tulislah kebaikan-kebaikan yang biasa dilakukannya ketika sehat, kalau ia sembuh mandikanlah ia dan bersihkan. Kalau ia meninggal maka Allah mengampuninya’.” (HR Ahmad).

Orang yang sakit juga selayaknya berbahagia mendengar berita ini karena kesusahan, kesedihan, dan rasa sakit yang ia rasakan akan menghapus dosa-dosanya.

Nabi SAW bersabda, “Setiap Muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan dihapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Nabi SAW juga bersabda, “Tidaklah seorang Muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya.” (HR Muslim).

Bagaimana tidak berbahagia, hanya karena sakit tertusuk duri saja dosa-dosa kita terhapus. Sakitnya tertusuk duri tidak sebanding dengan sakit karena penyakit yang kita rasakan sekarang. Karena itu, berbahagialah jika kita ditimpa sakit.

Karena bisa jadi, dengan penyakit ini kita akan bersih dari dosa, bahkan tidak mempunyai dosa sama sekali. Di akhirat nanti kita tidak punya timbangan dosa, kita menjadi suci seperti anak yang baru lahir.

Nabi SAW bersabda, “Cobaan akan selalu menimpa seorang beriman laki-laki maupun perempuan, baik pada dirinya, pada anaknya maupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.” (HR Ahmad).

Hadis ini sangat cocok direnungkan oleh orang yang mempunyai penyakit kronis yang tidak bisa diharapkan kesembuhannya dan vonis dokter mengatakan umurnya tinggal hitungan minggu, hari, bahkan jam.

Ia khawatir penyakit ini menjadi sebab kematiannya. Hendaknya, ia bergembira karena bisa jadi ia menghadap Allah SWT suci tanpa dosa. Artinya surga telah menunggunya.

 

sumber: Republika Online