Trump di AIPAC: Pengkhianatan Yahudi terhadap Amerika

TERIMA kasih, Donald Trump. Tanpa disadari, Anda telah melakukan sesuatu yang penting. Anda telah mengekspos ketidakpedulian AIPAC pada kesejahteraan negara dalam perkembangannya. Negara saya. Amerika Serikat.

Pada suatu ketika, para pemimpin Zionisme Amerika membagi waktu mereka. Mereka berjuang mempertahankan, meningkatkan dan mendirikan ‘Negara Israel’ karena kewajiban moral mereka terhadap rekan Yahudi mereka. Dan mereka berjuang untuk menjaga dan meningkatkan Amerika Serikat karena kewajiban moral mereka terhadap rekan Amerika mereka.

Zionis Amerika terkemuka antara tahun 1910an dan 1920an, Louis Brandeis, juga merupakan musuh terkemuka dari oligarki ekonomi Amerika. Zionis Amerika terkemuka antara tahun 1930an dan 1940an, Rabbi Steven Wise, yang telah lama menjadi aktivis hak asasi wanita, hak sipil dan gerakan buruh.

Dalam bukunya Jewish Power, J.J. Goldberg mencatat bahwa pada tahun 1920an, presiden Komite Yahudi Amerika maupun Kongres Yahudi Amerika mengabdi pada dewan pengurus NAACP. Pada tahun 1940an, Kongres Yahudi Amerika mempekerjakan lebih banyak pengacara yang bekerja untuk menghentikan pemisahan daripada yang dilakukan Departemen Keadilan. Pada Maret di Washungton, kepala Kongres Yahudi Amerika Joachim Prinz, yang telah menjadi rabbi di Jerman saat dipimpin Hitler, mengatakan dia telah datang untuk melindungi “ide dan aspirasi Amerika itu sendiri” melawan dosa yang menghukum kefanatikan negara.

That was then. Hari ini, Komite Yahudi Amerika, Liga Anti-Penistaan dan kelompok Yahudi lain masih melakukan pekerjaan berharga melindungi hak-hak penduduk Amerika yang rapuh. Tetapi pengaruh mereka dikecilkan oleh AIPAC di Washington, yang menikmati kekuatan lebih dari organisasi Yahudi Amerika lainnya bahkan jika digabungkan. AIPAC merupakan satu-satunya organisasi Yahudi Amerika yang menjadi tuan rumah yang sebenarnya semua kandidat presiden setiap empat tahun. Merekalah satu-satunya yang membual bahwa konferensi nasional mereka “dihadiri oleh anggota Kongres lebih banyak dari kebanyakan acara lain, kecuali sesi bersama Kongres.” Merekalah satu-satunya yang mempekerjakan seorang petugas yang membual, “Anda melihat kertas ini? Dalam dua puluh empat jam, kami bisa mendapatkan tanda tangan dari tujuh puluh senator di kertas ini.”

Secara politik, AIPAC telah menjadi institusi dominan di kehidupan Yahudi Amerika. Mereka tidak lagi mengambil pertanggungjawaban moral atas apapun yang terjadi di Amerika. Mereka hanya mempunyai satu misi: untuk memastikan bahwa pemerintah Amerika Serikat mendukung pemerintah penjajah Israel tanpa syarat. Tidak ada yang lain. AIPAC telah berulangkali mengundang pidato Pastor John Hagee, yang menyebut Badai Katrina “penghakiman Tuhan pada kota New Orleans” karena “terdapat sebuah parade homoseksual pada Senin ketika Katrina datang.” Bagi AIPAC, itu tidaklah masaah. Hagee memimpin Persatuan Kristen bagi Israel, yang melobi pemerintah Amerika Serikat untuk mendukung apapun yang Benjamin Netanyahu lakukan.

Itulah mengapa AIPAC tidak punya pilihan selain mempersilahkan Trump berbicara. Dan itulah mengapa, meskipun beberapa yang hadir memprotes, ribuan lainnya bersorak ketika Donald Trump melalui pengangkatan poin pembicaraan yang familiar tentang bagaimana Palestina pantas disalahkan atas fakta bahwa di Tepi Barat, mereka tinggal sebagai non-penduduk, tanpa hak untuk memilih, di bawah hukum militer. Anggota AIPAC bergembira karena mereka telah dikondisikan untuk bergembira. Mereka telah dikondisikan untuk memandang politisi Amerika hanya melalui prisma sudut pandang Israel mereka. Jadi ribuan Yahudi bersorak atas pelengkap fanatik terkemuka negara itu terhadap agama minoritas. Beberapa wartawan terkejut. Mereka tidak seharusnya begitu. Kumpulan itu telah diajari dengan baik. Ketidakpedulian moral pada apa yang terjadi di dalam Amerika Serikat merupakan jalan AIPAC.

 

Setelah pidato, presiden AIPAC mengutuk Trump atas serangan pribadinya pada Presiden Obama. AIPAC menentang sikap berat sebelah yang berlebihan karena itu mengancam basis dua partai politik yang mendukung kebijakan Israel. Pelarangan Muslim untuk memasuki Amerika Serikat, atau menyebut imigran tidak terdata Meksiko “para pemerkosa,” atau mendorong kekerasan pada rapat politik, tidak mengancam dukungan dua partai. Jadi AIPACtetap diam.

Itu akan mengagumkan melihat bagaimana AIPAC akan bereaksi jika kandidat presiden utama bersikap kejam tidak pada Muslim Amerika, tetapi pada Yahudi Amerika.  Teorinya, organisasi itu akan bereaksi tepat seperti mereka bereaksi pada Trump. Teorinya, AIPAC – meskipun seperti kebanyakan organisasi Yahudi – mempunyai sebuah amanat untuk melindungi Yahudi hanya di Israel, bukan Yahudi di Amerika Serikat.

Dalam menjalankannya, AIPAC tidak akan pernah membiarkan kandidat seperti itu berbicara. Teriakan dari anggota-anggotanya akan menjadi terlalu besar. Jadi tidaklah sepenuhnya tepat mengatakan bahwa AIPAC menerima tidak adanya pertanggungjawaban moral atas apapun yang terjadi di Amerika Serikat. Lebihnya, mereka menerima tidak adanya atas apapun yang terjadi pada seorang yang bukan Yahudi di Amerika Serikat.

Pada Maret di Washington, Rabbi Prinz mengatakan bahwa, “Ketika saya menjadi Rabbi pada komunitas Yahudi di Berlin di bawah rezim Hitler, saya belajar banyak hal. Hal yang paling penting yang saya pelajari di bawah keadaan tragis itu adalah perlakuan kejam dan kebencian bukanlah masalah paling mendesak. Masalah yang paling mendesak, yang paling memalukan, yang paling buruk dan yang paling tragis adalah diam.”

Lebih dari lima tahun setelah itu, penghasut dan orang fanatik paling berbahaya dalam sejarah Amerika modern berada di ambang pengakuan sebuah partai utama pemilihan presiden. Dan organisasi paling kuat Yahudi di Amerika bersikap diam karena mereka dibangun untuk diam. Kami Yahudi Amerika berhutang negara kami lebih baik dari itu.*

 

Oleh: Peter A Beinart

Peter Alexander Beinart kolumnis, wartawan dan komentator politik AS. Mantan editor The New Republic ini  menulis untuk Time, The New York Times, The New York Review of Books.  Profesor jurnalisme dan ilmu politik di City University of New York dikenal vokal dalam mendukung Zionisme- liberal dan kritis pada gerakan pemukim Israel. Tulisan diambil haaretz.com,21 Maret 2016  ditejemahkan Nashirul Haq AR

 

sumber: Hidayatulah.com

Mempertanyakan Wartawan yang Tersenyum dengan Pembantai Umat Islam

HARI Senin (28/03/2016) Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bertemu dengan wartawan-wartawan senior Indonesia yang datang ke Israel atas undangan dan inisiatif dari Kementerian Luar Negeri Israel. Enam wartawan yang diundang pemerintah Israel itu berasal dari media nasional Indonesia.

Kedatangan para wartawan ini ke Israel telah menuai banyak kontroversi. Ada yang menganggap hal ini wajar sebagai Jurnalis yang bersikap netral dan Pers Indonesia dianggap telah dewasa untuk menentukan sikap terhadap Israel. Namun kecaman dan ungkapan kekecewaan pun tak sedikit dilontarkan pada para wartawan senior Indonesia yang memenuhi undangan penguasa Israel Benyamin Netanyahu. Ada yang menyayangkan kunjungan tersebut karena sangat kontradiktif dengan konstitusi Indonesia yang menentang penjajahan, karena faktanya Israel masih menjajah Palestina. Bahkan ada pula yang menyebutkan bahwa kunjungan tersebut telah menjatuhkan harga diri Indonesia sebagai umat Islam terbesar di dunia. Kecuali jika Palestina telah merdeka dari penjajahan Israel, maka hubungan diplomatik dengan Israel bisa dibuka.

Mempertanyakan Rasa Empati

Jika dikatakan ini adalah kunjungan yang wajar sebagai jurnalis, maka sebenarnya itu kurang tepat. Karena sesungguhnya sikap para wartawan ini sangat menyakitkan banyak umat. Ini sebenarnya soal bagaimana kita memiliki sikap empati terhadap penderitaan orang lain. Coba dibayangkan, bagaimana mereka bisa berjabat tangan mesra dengan orang yang menghancurkan rumahnya, menghancurkan desanya, menghancurkan kotanya, menghancurkan negaranya?

Bagaimana mereka bisa tersenyum dengan orang yang telah membunuh istrinya, anaknya, ayahnya, ibunya, keluarga dan saudaranya? Padahal, umat Islam dimanapun berada (termasuk di Palestina) adalah saudara kita. Bagaimana mungkin seseorang bisa tersenyum dan berfoto bersama orang yang masih berlumuran darah saudaranya?

Padahal Rasulullah telah jelas menyatakan,“Seorang muslim saudara dengan muslim lain, ia tidak menganiayanya dan tidak akan menyerahkannya (pada musuh).”(HR Bukhari danMuslim)

Jika dikatakan wartawan adalah sebuah profesi yang harus terbuka kepada semua pihak yang terlibat dalam sebuah konflik. Jika itu liputan, tidak masalah. Masalahnya ini bukan liputan, tetapi ini pertemuan. Siapa bertemu siapa itu juga sudah sangat jelas. Ini pasti ada misi, baik misi dari lembaga pers yang mengutusnya maupun dari Israel yang mengundang, sebab mereka datang sebagai delegasi.

Jika kita mengingat kesepakatan  Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang diadakan di Indonesia beberapa waktu lalu, tampaknya ini bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh para wartawan tersebut.

 

Yang Perlu diperhatikan

Selain tidak adanya empati, diunggahnya foto para wartawan Indonesia yang tersenyum dengan PM Israel tersebut oleh situs Israel tersebut mengungkapkan beberapa hal lainnya.

Pertama, ini merupakan penegasan yang kesekian kali, sebagian pers Indonesia itu cenderung semakin liberal, pragmatis dan berstandar ganda. Satu sisi mereka begitu getol bicara tentang pelanggaran HAM, mengutuk terorisme, menyerukan perdamaian, menyerukan adanya hukuman yang setimpal untuk para pelaku teroris. Tetapi di sisi lain, mereka dengan ringannya bertemu orang yang justru melakukan semua yang mereka kutuk.

Bicara HAM, negara mana yang sekarang paling banyak melanggar HAM? Israel. Siapa pemimpin Israel? Benjamin Netanyahu. Kalau mereka menyerukan bahwa pelaku teroris itu harus dihukum keras, maka yang di antaranya adalah orang yang sedang berdampingan dengan mereka di foto itu. Standar ganda itu bisa mereka lakukan, karena pragmatisme itu. Mengapa bisa pragmatis?Karena mereka memang liberal. Semakin liberal, semakin pragmatis.

Kedua, jelas ini bagian dari propaganda Israel. Israel tahu Indonesia adalah negeri mayoritas Muslim yang besar, yang tentu suaranya sangat berpengaruh. Sampai sekarang, Indonesia masih mendukung kemerdekaan Palestina. Sampai sekarang juga, Indonesia tidak mau membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Hal ini jelas dikatakan oleh Netanyahu dalam pidatonya bahwa dia berharap kunjungan wartawan Indonesia tersebut dapat membantu dalam mengubah hubungan Indonesia dan Israel. Artinya dengan adanya pertemuan tersebut Israel menginginkan hubungan yang lebih mesra dengan Indonesia.

Seperti diketahui, Israel telah berulangkali melakukan tindak kekerasan terhadap rakyat Palestina dan mencaplok wilayah mereka. Ketika muncul gerakan perlawanan dari Palestina, berulangkali Israel secara sepihak memberikan label teroris kepadanya.Oleh karena itu, status “kerjasama kemitraan” ini juga haram dilakukan.

Menjalin kemitraan dengan Israel tidaklah akan menjadikan umat Islam mulia, maju dan berwibawa.

Ketiga, media memegang peran penting dan strategis dalam pembentukan pemikiran masyarakat. Menguasai media artinya menguasai dunia. Media adalah alat propaganda paling dahsyat setidaknya untuk era sekarang ini. Apa yang dianggap penting oleh media, maka akan dianngap penting pula oleh masyarakat. Apa yang diabaikan oleh media, maka akan diabaikan pula oleh masyarakat. Sehingga,secara imani seharusnya media saat ini tidak hanya bersikap netral, melainkan menunjukkan keberpihakannya pada kebenaran (Islam).Sangat disayangkan jika sampai media digunakan sebagai alat propaganda dalam kebatilan.

Maka pertemuan para wartawan Indonesia dengan penguasa Israel itu tidak selayaknya dilakukanBukan kerahmatan, akan tetapi justru kemadharatanyang didapatkan. Allahu a’lam bish-shawaab.*

 

Oleh: Kholila Ulin Ni’ma
Penulis adalah dosen di STAI Alfatah, Pacitan – Jawa Timur

sumber: Hidayatullah

Iran Kerahkan Pasukan Komando Sebagai Penasihat untuk Rezim Assad

Seorang pejabat militer mengatakan pada hari Senin, Iran telah mengirimkan pasukan komandonya ke Suriah sebagai penasihat rezim Basyar Assad. Hal ini menunjukkan bahwa Iran menggunakan tentaranya untuk membantu pasukan rezim.

Sebagaimana yang dilansir Zaman Al Wasl (4/4), Teheran adalah wilayah utama yang menjadi sekutu Basyar Assad.

Teheran telah memberikan bantuan militer dan ekonomi kepada Basyar Assad dalam memerangi pejuang Suriah.

Kami mengirimkan pasukan komando dari militer Brigade 65 dan unit lain untuk Suriah sebagai penasihat, kata Jenderal Ali Arasteh, wakil kepala penghubung dari pasukan tentara darat yang dikutip oleh kantor berita Tasnim.

Arasteh juga mengatakan, pada bulan lalu,di beberapa titik, Iran telah memutuskan untuk menggunakan pasukan komando dan penembak jitu dari pasukan bersenjata reguleran sebagai penasihat militer di Irak dan Suriah. (Eka Aprila)

 

sumber: Bumi Syam

42 Orang Tewas Akibat Siksaan Rezim Suriah pada Bulan Maret

Awal bulan April, Jaringan Hak Asasi Manusia untuk Suriah dalam laporan barunya mengatakan, Sedikitnya ada 42 orang yang disiksa sampai mati oleh pihak keamanan rezim Suriah pada bulan Maret.

Sebagaimana yang dilansir Zaman Al Wasl (4/4), perjanjian gencatan senjata yang dijembatani oleh PBB sudah disetujui antara pihak Rezim dan oposisi Suriah.

Namun perjanjian gerncatan senjata tidak memberikan dampak yang lebih.

Jaringan Hak Asasi Manusia untuk Suriah menambahkan, kekerasan dan penyerangan tetap saja dilakukan oleh rezim, bahkan jumlah orang yang tewas karena penyiksaan semakin meningkat. (Eka Aprila)

 

sumber: Bumi Syam

Pemerintah belum menentukan besarnya BPIH 2016

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Ambon Hanafi Kasim mengatakan, sampai saat ini Pemerintah belum menetapkan besarnya Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2016.

“Kita tunggu saja Keputusan Presiden terkait berapa besar BPIH tahun ini, ” katanya di Ambon, Rabu.

Jika besaran BPIH sudah ditetapkan, jemaah calon haji yang sudah melunasi dipastikan akan berangkat guna menunaikan ibadah tahun haji 2016, katanya.

Ia mengatakan, 148 orang anggota jemaah calon haji sudah melunasi BPIH, dengan sendirinya mereka sudah siap berangkat, lanjutnya, dan 92 lainnya hingga saat ini belum melunasi maka jatah mereka akan diisi oleh anggota jemaah lanjut usia (Lansia).

Hanafi menjelaskan, BPIH untuk calon haji asal Maluku tahun 2015 yang ditetapkan Pemerintah Indonesia sebesar 3.055 dolar AS atau turun sekitar 400 dolar dari tahun sebelumnya yang sebesar 3.496 dolar.

“BPIH ini sudah ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) sesuai zona, di mana Maluku masuk zona embarkasi Makasar, sedangkan BPIH tahun 2016 sampai saat ini belum ada informasi,” katanya.

Hanafi menjelaskan, yang disebut jemaah calon haji lansia, menurut dia, antara lain suami istri yang meskipun istrinya belum lansia dan masuk dalam porsi lain, namun karena suami sudah masuk kategori lansia maka suaminya bisa menarik istrinya sebagai pendamping.

“Walaupun porsi istrinya pada porsi tahun haji 2017 atau 2018 misalnya, tapi suaminya ada hak untuk menarik istrinya masuk dalam porsi Lansia. Hanya saja ada juga aturan di mana istrinya sudah terdaftar sejak tanggal 1 Januari 2014,” ujarnya.

Kemudian anak dengan orangtua, lanjutnya, jika orang tua ini lansia tapi ada anaknya juga yang masuk daftar tunggu maka orang tua tersebut bisa mengambil anaknya untuk mendampingi.

“Jika keputusan ini belum juga terdaftar maka akan diisi dengan daftar tunggu sebanyak lima persen untuk menambah kekurangan itu,” katanya.

Sedangkan kepengurusan administrasi lainnya seperti mengurus paspor bagi yang belum, sedang dilaksanakan. Begitu juga pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di dua pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang sudah ditentukan masih diberikan waktu hingga tanggal 15 April 2016.

 

sumber: AntaraNews

Busyro: Islam Sudah Dikriminalisasi, Jokowi Harus Bertindak

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqoddas mencurigai adanya kriminalisasi terhadap Islam. Dia menilai, kasus-kasus terorisme yang selama ini digembar-gemborkan sering diidentikkan dengan kaum Muslim.

Dia pun meminta agar Presiden Joko Widodo belajar dari kesalahan pemerintah sebelumnya. Di mana, mereka tidak pernah berhasil menuntaskan kasus terorisme yang sering kali dikaitkan dengan Islam.

“Islam sudah dikriminalisasi. Seharusnya sebagai pemimpin negara, Presiden segera bertindak,” ujarnya saat ditemui di PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Rabu (30/3).

Ia menyarankan agar Presiden segera memanggil menteri-menterinya untuk menyelesaikan kasus ini. Mantan komisioner KPK ini pun meminta Jokowi membentuk tim independen untuk mengevaluasi pola kerja Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88.

Busyro menegaskan, kriminalisasi terhadap Muslim terjadi secara masif, sistematis, dan terstruktur. Karena itu, Presiden harus menjadi orang yang paling depan dalam membela hak-hak rakyat mayoritas.

Pernyataan Busyro tentang kecurigaan itu tidak muncul secara tiba-tiba. Busyro mengaku, dia sudah sejak lama menangani kasus tuduhan terorisme terhadap umat Islam. “Saya pernah tangani kasus secara langsung di Palembang, Medan, dan Solo,” ujarnya.

Busyro pun menuturkan, kinerja Polri dalam memberantas terorisme selama ini nyaris gagal. Hal ini sudah seharusnya menjadi koreksi bagi Mabes Polri yang selalu mengandalkan uang untuk membungkam korban salah tangkap terorisme.

 

 

sumber: Republika Online

Visa Umrah Diusulkan Gunakan Sistem Elektronik

Visa umrah jemaah haji asal Indonesia kerap bermasalah. Terakhir, terdapat masalah karena keterlambatan kedatangan stiker.

Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Rinto Rahardjo, meminta Indonesia ikut menggunakan sistem visa elektronik bagi jemaah umroh. Ia menilai sistem ini lebih efisien, karena akan menghilangkan ketergantungan kepada stiker.

“Mengusulkan agar visa menggunakan sistem elektronik seperti di Turki, jadi tidak tergantung stiker,” kata Rinto kepada Republika, Selasa (5/4).

Rinto mengatakan, usulan ini sebenarnya sudah sering dijadikan masukan oleh para travel, namun belum direalisasikan sampai hari ini. Ia merasa, permasalahan kehabisan stiker akan menimbulkan kerugian dari beberapa aspek, seperti ketentuan tiket.

Ia membenarkan permasalahan ketentuan tiket yang terjadi belakangan, dikarenakan kehabisan stiker dan masih menunggu kiriman tiket dari Arab Saudi. Rinto memperkirakan stiker itu akan datang hari Selasa (5/4), sehingga jemaah umroh sudah bisa diberangkatkan pada Rabu (6/4).

Meski begitu, ia menyayangkan kondisi kehabisan stiker dapat terjadi kembali, karena kendala serupa hampir setiap tahun terjadi di Indonesia. Rinto menambahkan, seharusnya stiker sudah didatangkan sebelum stok yang ada habis, dan tidak terulang kembali pada pelaksanaan umroh tahun ini.

 

 

sumber: Republika Online

5 Alasan Pria Tidak Boleh Buat Pasangannya Cemburu

Beberapa pria yang sedang menjalani hubungan percintaan sering kali sengaja membuat perempuan cemburu. Salah satu alasannya adalah mereka ingin melihat seberapa besar cinta yang dimiliki kekasih.

Terkandang, hal tersebut memang berhasil dalam sebagian hubungan. Namun, tetap saja cara yang digunakan pria untuk membuktikan rasa cinta perempuan dengan membuatnya merasa cemburu bukanlah pilihan bijak.

Bahkan, bisa saja hal itu justru berbahaya dan membuat hubungan percintaan retak. Dilansir Boldsky inilah alasan mengapa Anda para pria sebaiknya tidak pernah berpikir sengaja membuat perempuan cemburu.

Perempuan sangat sensitif

Jika Anda memiliki kekasih yang sensitif, membuat mereka cemburu bukanlah pilihan tepat. Perempuan seperti ini akan dengan mudah menangis dan justru tidak memeberi hasil seperti yang Anda harapkan. Satu yang pasti, Anda dipastikan hanya akan merasa bersalah.

Berpikir untuk putus

Jika Anda para pria ingin agar perempuan yang dibuat cemburu justru berusaha mempertahankan hubungan, hal ini sangat keliru. Tak sedikit perempuan yang justru merasa Anda tidak pantas dipertahankan dan mencari sosok yang jauh lebih baik.

 

Kehilangan kepercayaan
Sebagian pria yang mencoba untuk membuat kekasih merasa cemburu mungkin berhasil membuat mereka semakin menyayangi Anda. Namun, tak sedikit dari perempuan yang juga kehilangan kepercayaan terhadap kekasihnya, sekalipun alasan mengapa Anda melakukan hal itu sudah sangat jelas.

Karenanya, meski hubungan percintaan Anda dan kekasih tetap berlanjut, ia tak akan lagi mudah percaya. Biasanya, perempuan akan cenderung merasa curiga dan pada akhirnya menimbulkan ketidaknyamanan dalam jalinan kasih tersebut.

Tidak menghargai pria

Bukan tidak mungkin perempuan yang sengaja dibuat cemburu oleh kekasihnya merasa dikhianati. Ia tidak mudah percaya dengan alasan Anda melakukan hal itu dan pada akhirnya saat hubungan percintaan tetap berlanjut, mereka tidak lagi menghargai Anda.

Perempuan akan melakukan hal yang sama
Saat Anda para pria mencoba membuat kekasih merasa cemburu dan mereka mengetahuinya, bersiap-siaplak menghadapi pembalasan dendam. Perempuan yang mengetahui bahwa pria sengaja melakukan hal itu juga bisa bertindak serupa. Pada akhirnya, kehancuran hubungan yang telah dijalin semakin dekat.

 

sumber: Republika Online

Wudhunya Wanita yang Kukunya Menggunakan Kutek

Tidak diragukan lagi, bahwa setiap wanita menyukai keindahan. Wanita senang berhias dan memanjakan dirinya dengan semua hal yang indah-indah. Termasuk salah satunya adalah menghias kuku. Jika dulu orang menghias kuku hanya dengan inai atau pacar kuku, maka kini varian cat kuku atau kutek berbahan kimia sangat banyak, dan desain menghias kuku pun juga beragam. Ada yang disebut nail art atau seni menghias kuku, yakni mengecat kuku dengan berbagai desain dan warna agar kuku tampak cantik.

Sebenarnya, selama nail art atau menghias kuku dengan cat kuku ini bukan merupakan karakteristik atau perbuatan yang khusus dilakukan oleh wanita-wanita kafir, boleh-boleh saja muslimah menggunakannya. Namun jika ternyata itu adalah perbuatan meniru gaya wanita kafir, maka tidak boleh melakukannya.

Nah, bolehnya menggunakan cat kuku atau kutek ini pun bersyarat. Yakni digunakan hanya pada saat sedang tidak shalat seperti saat haid dan nifas misalnya. Mengapa?

Karena sifat cat kuku adalah menghalangi jalannya air saat bersuci. Padahal, segala sesuatu yang menghalangi jalannya air pada bagian tubuh yang harus disucikan dalam  mandi dan berwudhu tidak boleh dipergunakan, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman :

فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ

“Artinya : Maka basuhlah mukamu dan tanganmu”. [Al-Maidah : 6]. 

Lalu bagaimana dengan inai atau pacar kuku?

Sifat inai atau pacar kuku berbeda dengan kutek. Inai memberikan pewarnaan saja pada kuku, tidak merubah ketebalan kuku atau tidak membuat lapisan di atas kuku. Sedangkan kutek adalah serupa adonan yang menempel di kuku sehingga ada lapisan yang dapat menghalangi mengalirnya air. Selama penggunaan inai ini tidak dicampur dengan sesuatu yang dapat menghalangi jalannya air, maka boleh menghias kuku dengan inai.

Selain itu, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah faktor keamanan dan kesehatan. Kutek atau cat kuku yang banyak bermunculan saat ini tidak lagi sama dengan kutek jaman dahulu yang berbahan alami. Kutek yang banyak sekarang ini diracik dari campuran berbagai macam bahan kimia yang tentunya jika terlalu sering digunakan juga akan berdampak negatif untuk kesehatan kuku dan bagian tubuh lainnya yang terpapar zak kimia berbahaya. Dan tentunya, seperti yang kita ketahui, segala sesuatu yang membahayakan diri sendiri dan orang lain itu hukumnya terlarang.Wallahu a’lam.

Sumber :

  • Fatawa wa Rasa’il Syaikh Ibnu Utsaimin, 4/148
  • Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah lil Ifta : 5/217

Fiqih Wanita

Bolehkah Berjabat Tangan dengan Ibu Mertua

Pertanyaan : Bolehkah saya berjabat tangan dengan ibu mertua (ibu dari istri) dan bepergian bersamanya? Seperti misalnya memboncengkan beliau dengan motor atau menyetirkan mobil untuk beliau?

Jawaban :  Ya, boleh. Karena ibu mertua adalah salah satu dari wanita yang termasuk mahram dan haram untuk dinikahi. Dan karena beliau adalah mahram, maka tidak mengapa berjabat tangan atau membonceng beliau dengan motor saat harus mengantar beliau pergi.

Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan dalam fatwa beliau mengatakan bolehnya bepergian dengan ibu mertua karena beliau telah menjadi mahram dengan adanya akad atas anaknya (dalam hal ini istri). Sebagaimana firman Allah :

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُم مِّنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُم مِّن نِّسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُم بِهِنَّ

“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri…” (An-Nisaa’ : 23)

Akan tetapi, bila khawatir akan timbul fitnah jika hanya pergi berduaan saja dengan beliau (ibu mertua), atau timbul syahwat bila berjabat tangan dengan beliau, maka hendaknya dihindari.

 

Wallahu a’lam

 

Sumber : Fatawa Syaikh Shalih bin Fauzan (3/173)/ Fiqih Wanita