Kesaksian Jamaah Haji Al-Jazair Tentang Tragedi Mina; Video

Televisi al-Nahar melaporkan para jamaah haji al-Jazair yang selamat dari tragedi tersebut mengutuk pemerintah Arab Saudi untuk bertanggung jawab atas tragedi Mina. (Baca Wakil Putra Mahkota Saudi Sumber Malapetaka Mina; Video)

Para jamaah haji al-Jazair yang menjadi saksi mata sekaligus korban tragedi itu, mengatakan bahwa pasukan keamanan Saudi menutup pintu masuk menuju tempat rajam setan. Penutupan ini kontan membuat penumpukan ribuan jamaah haji dari berbagai negara di tempat yang kecil dan sempit.  (BacaEksklusif, Konvoi Putra Mahkota Muhammad bin Salman Biang Tragedi Mina :Video)

Kemudian setelah penumpukan semakin membuat sesak ribuan jamaah haji, tiba-tiba pasukan keamanan Saudi membuka satu pintu (yang satu arah) hingga terjadilah benturan antara jamaah haji yang ingin masuk dengan jamaah haji yang ingin keluar. Demikianlah awal mula terjadinya tragedi Mina yang menelan ribuan jamaah haji dari berbagai negara.

Pemerintah Arab Saudi sendiri hingga kini belum menjelaskan sebab penutupan jalan yang memicu tragedi Mina. Seorang analis Arab mengatakan sebenarnya untuk mengungkap penyebab tragedi Mina sangatlah mudah, karena di Mina sendiri terpasang ratusan cctv yang dapat memudahkan penyelidikan. Lalu kenapa ini tidak diungkap? Tentu pengungkapan ini akan menimbulkan kerugian dan kekhawatiran bagi kerajaan, sehingga mereka harus memusnahkan semua bukti-bukti tersebut. (ARN/TValnahar)

 

sumber: Arrahman News

Perjuangan Jemaah Haji Berusia 105 Tahun

“Kegagalan berulang-ulang untuk menunaikan haji tidak menghalangi saya.”

Bagi seorang warga Pakistan bernama Noor Mohammed, Allah mungkin memanjangkan usianya agar dia bisa menunaikan ibadah haji di Mekah.

Noor, jemaah haji berusia 105 tahun asal Pakistan, sangat senang bisa menunaikan ibadah haji tahun ini setelah gagal beberapa kali.

“Kegagalan berulang-ulang untuk menunaikan haji tidak menghalangi saya. Saya terus berjuang menyimpan uang agar bisa memulai perjalanan ibadah satu kali seumur hidup ini,” katanya kepada surat kabar Al-Hayat dikutip Saudigazette.com, Jumat kemarin.

Noor mengatakan telah menabung selama 15 tahun. “Biaya haji naik dari tahun ke tahun. Setiap kali saya mencoba untuk mengumpulkan cukup uang, saya gagal karena kondisi keuangan keluarga yang sulit,” katanya.

Ia mengatakan baru bisa menunaikan haji di usia tua. “Ketika saya melewati usia 100, tabungan saya bisa mencapai jumlah yang diperlukan untuk mencapai impian seumur hidup ini,” katanya.

Ketika tiba di Arab Saudi untuk pertama kalinya, dia menemukan bahwa haji itu tidak sesulit yang dibayangkan.

Noor mengatakan teman-temannya, yang semuanya telah meninggal sekarang, sering bercerita bahwa selama menunaikan haji itu penuh penderitaan dan susah.

“Fasilitas yang saya rasakan dan lihat telah melenyapkan gambaran buruk soal haji,” tambahnya.

Noor mengatakan ibadah haji kini semakin mudah terutama bagi orang-orang tua seperti dia. Hal itu karena pemerintah Arab Saudi menyediakan berbagai fasilitas dan layanan yang terintegrasi.

“Saat ini sangat mudah untuk pergi ke tempat-tempat suci. Sekarang juga mudah melakukan berbagai ritual haji. Semua ini bertentangan dengan gambaran saya tentang haji yang selama bertahun-tahun saya bayangkan,” katanya.

Noor, menggunakan tongkat berjalan, menangis sepanjang waktu saat dia berbicara dengan Al-Hayat. “Ini adalah air mata kebahagiaan,” jelasnya.

 

sumber: Dream.co.id

Menag Minta Maaf Kepada Keluarga Korban Insiden Mina

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin meminta maaf pada keluarga jamaah haji Indonesia atas proses pencarian serta identifikasi korban insiden Mina yang lamban.

“Kepada keluarga korban, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan mohon kesabaran bahwa kami di sini bekerja 24 jam dan terus berupaya semaksimal dan seoptimal mungkin sehingga pada akhirnya bisa mengungkap seluruh korban yang merupakan warga negara Indonesia,” urai Menag, Senin (28/9).

Kelambatan proses informasi tersebut, diakuinya karena ada sejumlah aturan serta tahapan yang harus ditempuh sesuai ketentuan negara Arab Saudi. Tentu saja, ujar Menag, kondisi tadi membuat tim petugas haji yang dikerahkan tidak leluasa untuk melakukan hal-hal tertentu.

“Saya tidak tahu negara lain melakukan verifikasi, identifikasi, tapi yang kami lakukan seperti ini. Sampai saat ini dengan segala keterbatasan kami berterima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi terkait pemberian sejumlah akses. Tapi, kami memaklumi prosesnya tidak bisa secepat yang diharapkan,” ungkap Menag.

 

sumber: Republika Online

Data Perkembangan Kondisi Jemaah Haji Korban Peristiwa Mina

A. Jamaah haji yang wafat pada rilis kami sebelumnya adalah sebanyak 34 orang, saat ini menjadi 41 orang, dengan rincian korban lebih lanjut sebagai berikut:

8. Ruswati Karim Lawadang, kloter BPN 5 nomor paspor A8925437

9. Warnita Habib Basa, kloter BTH 4 nomor paspor B0822105

10.Rosidah Adjo Madusri, kloter JKS 61 nomor paspor B0745303

11.Sitti Lubabah Arsyad Ngolo, kloter UPG 10 nomor paspor B0693565 12.Yusriani Muhammad Qohar, kloter SUB 48 nomor paspor A6885226

13.Ardani Moch Ali Siradj, kloter SOC 29 nomor paspor B0802886

14.Junaedi Sjahrudin Marjun, kloter SUB 36 nomor paspor B1021715

 

B. Jamaah yang dirawat di rumah sakit Arab Saudi pada rilis kami sebelumnya adalah sebanyak 6 orang, saat ini menjadi 10 orang, dengan jamaah tambahan yang dirawat sebagai berikut:

5. Aam Amalia Rustama, kloter JKS 61 nomor paspor B0929863 dirawat di RS. Arofah;

6. Murtiningsih Neman Sunar Akun, kloter SUB 48 nomor paspor B1225295 dirawat di RS. Security Force Awali;

7. Sapuna Muntaha Hedan, kloter SUB 48 nomor paspor B1381244 dirawat di RS. King Abdullah dan kemudian dipindahkan ke RS Jeddah;

8. Maryam Pauli Kiming, kloter UPG 10 nomor paspor B0693505 dirawat di RS Security Force Awali.

 

C. Adapun jumlah jamaah haji yang dilaporkan belum kembali, telah berkurang dari yang semula dilaporkan sebanyak 90 orang menjadi 82 orang dengan rincian sebagai berikut:

7. Kloter BTH 14 sebanyak 8 orang

8. Kloter SUB 48 sebanyak 14 orang

9. Kloter JKS 61 sebanyak 46 orang

10.Kloter UPG 10 sebanyak 5 orang

11.Kloter SOC 62 sebanyak 7 orang

12.Kloter SUB 36 sebanyak 2 orang

 

D. Selain itu, kami juga mengidentifikasi jamaah haji dari Warga Negara Indonesia yang mukim di Arab Saudi, yang menjadi korban meninggal dunia dalam musibah tersebut atas nama Rumiati binti Nomo alias Aminah, dengan alamat Desa Kalipare RT 03/03 Kecamatan Kalipare Arjowilangun Malang – Jawa Timur. Sehingga sampai dengan saat ini, jumlah WNI mukimin yang menjadi korban peristiwa Mina berjumlah 4 orang.

 

sumber:Kemenag RI

41 Jamaah Haji Indonesia Teridentifikasi Wafat Karena Peristiwa Mina

Makkah (Pinmas) — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah mengidentifikasi 41 jamaah haji Indonesia yang wafat karena peristiwa Mina. Hal ini sehubungan dengan telah teridentifikasinya kembali tujuh jenazah jamaah haji Indonesia yang ada di pemulasaraan Mu’aishim sampai dengan Senin (28/09) dini hari waktu Arab Saudi.

“Sampai dengan saat ini, kami telah menginventarisasi jamaah haji korban peristiwa Mina dengan informasi sebagai berikut: jamaah meninggal dunia pada rilis sebelumnya sebanyak 34 orang, saat ini teridentifikasi lagi sebanyak tujuh orang sehingga jumlah total menjadi sebanyak 41 orang,” demikian dijelaskan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil dalam kesempatan jumpa pers di Daker Makkah, Senin (28/09).

Adapun tujuh jamaah haji yang baru teridentifikasi adalah sebagai berikut:

  1. Ruswati Karim Lawadang, kloter BPN 5 nomor paspor A8925437
  2. Warnita Habib Basa, kloter BTH 4 nomor paspor B0822105
  3. Rosidah Adjo Madusri, kloter JKS 61 nomor paspor B0745303
  4. Sitti Lubabah Arsyad Ngolo, kloter UPG 10 nomor paspor B0693565
  5. Yusriani Muhammad Qohar, kloter SUB 48 nomor paspor A6885226
  6. Ardani Moch Ali Siradj, kloter SOC 29 nomor paspor B0802886
  7. Junaedi Sjahrudin Marjun, kloter SUB 36 nomor paspor B1021715

Selain itu, Abdul Djamil mengatakan bahwa jamaah haji Indonesia yang cedera yang dirawat di rumah sakit juga bertambah empat orang sehingga jumlah total menjadi 10 orang. Keempat jamaah teridentifikasi baru yang saat ini dirawat adalah:

  1. Aam Amalia Rustama, kloter JKS 61 nomor paspor B0929863 dirawat di RS Arofah;
  2. Murtiningsih Neman Sunar Akun, kloter SUB 48 nomor paspor B1225295 dirawat di RS Security Force Awali;
  3. Sapuna Muntaha Hedan, kloter SUB 48 nomor paspor B1381244 dirawat di RS. King Abdullah dan kemudian dipindahkan ke RS Jeddah;
  4. Maryam Pauli Kiming, kloter UPG 10 nomor paspor B0693505 dirawat di RS Security Force Awali.

Sehubungan dengan bertambahnya jamaah yang teridentifikasi wafat dan sakit, maka menurut Abdul Djamil, jamaah yang belum kembali ke pemondokan berkurang menjadi 82 orang dari jumlah sebelumnya sebanyak 90 orang, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Kloter BTH 14 sebanyak 8 orang
  2. Kloter SUB 48 sebanyak 14 orang
  3. Kloter JKS 61 sebanyak 46 orang
  4. Kloter UPG 10 sebanyak 5 orang
  5. Kloter SOC 62 sebanyak 7 orang
  6. Kloter SUB 36 sebanyak 2 orang

“Tim telah berusaha keras siang dan malam mencari jamaah yang masih belum diketahui keberadaannya dan mengidentifikasi jenazah yang telah diketahui meninggal dunia,” terang Abdul Djamil.

Tim PPIH juga berhasil mengidentifikasi jamaah haji dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang mukim di Arab Saudi, yang menjadi korban meninggal dunia dalam musibah tersebut. WNI dimaksud ber nama Rumiati binti Nomo alias Aminah, dengan alamat Desa Kalipare RT 03/03 Kecamatan Kalipare Arjowilangun Malang – Jawa Timur. “Sehingga sampai dengan saat ini, jumlah WNI mukimin yang menjadi korban peristiwa Mina berjumlah 4 orang,” kata Djamil.

Diakui Djamil bahwa kejadian pada Kamis (24/09) pagi itu memang memakan korban yang cukup banyak dari berbagai negara, sehingga memerlukan banyak waktu untuk dapat mengetahui secara jelas dan akurat tentang identitas jamaah yang bersangkutan. “Kondisi ini juga mengharuskan kami berlomba dengan waktu dikarenakan semakin lama waktu identifikasi, semakin sulit kami dapat mengenali jamaah haji yang wafat,” katanya.

Dari proses identifikasi yang sudah berlangsung dalam tiga hari terakhir, Djamil memetakan tiga kriteria korban dalam peristiwa ini, yaitu: jamaah yang meninggal dunia, jamaah yang cedera, dan yang belum kembali ke pemondokan. Untuk jamaah yang telah meninggal dunia, tim PPIH melakukan proses identifikasi berupa pencocokan data foto jenazah, kondisi fisik, dan foto yang terdata dalam siskohat dan E-Hajj;

Untuk jamaah yang cedera, lanjut Djamil, tim PPIH melakukan inventarisasi ke beberapa rumah sakit Arab Saudi di Makkah. Adapun untuk jamaah yang masih belum kembali, tim PPIH melakukan inventarisasi data laporan dari para ketua kloter dan sanak/saudara yang kebetulan mendampingi jamaah yang bersangkutan.

Proses Identifikasi

Abdul Djamil menjelaskan bahwa proses identifikasi jenazah korban memerlukan waktu yang cukup. Hal ini disebabkan sedikitnya empat hal, yaitu:

Pertama, pada dua hari awal setelah kejadian, pemerintah Arab Saudi menutup akses untuk mendapatkan data-data awal korban dikarenakan mereka sedang proses evakuasi dan identifikasi awal. Kami baru mendapatkan akses ke tempat pemulasaraan jenazah pada tanggal 25 September 2015 pukul 23.00 WAS.

Kedua, proses identifikasi dan pencocokan data yang relatif tidak mudah dikarenakan foto kondisi jenazah yang berbeda dengan foto pada Siskohat dan E-Hajj. Tim melakukan inventarisasi foto-foto yang diduga memiliki kemiripan dengan wajah-wajah jenazah.

Ketiga, banyak foto tanpa disertai identitas yang meyakinkan bahwa yang bersangkutan adalah jamaah haji Indonesia. Padahal diperlukan proses pengecekan data dan file pendukung yang memperkuat dugaan bahwa jamaah tersebut adalah jamaah haji Indonesia, baik berupa gelang jamaah, sobekan DAPIH, identitas maktab, kartu bis, tas paspor, aksesoris syal, kain ihram, kain kerudung, pakaian, dan lain sebagainya.

Keempat, perlunya prinsip kehati-hatian agar tidak terjadi kesalahan penyampaian informasi kepada keluarga jamaah haji.

 

sumber: Kemenag RI/Foto: arrahmahnews.com

 

Khutbah Idul Adha 1436H; Tujuan Berkurban Adalah Ketaqwaan

Kaum muslimin harus mencermati kembali pesan al-Qur’an, bahwa tujuan berkurban adalah ketaqwaan. Ketaqwaan adalah tujuan utama manusia melakukan kurban. Ketika daging dan darah hewan kurban diangkat ketingkat yang lebih tinggi, yakni ketaqwaan itu sendiri, maka terjadi proses pemuliaan niat, penataan ulang dan penjernihan tujuang manusia beragama dalam hubungannya dengan lingkungan dan kemanusiaan semesta. Demikian disampaikan Amin Abddullah Guru Besar UIN Yogyakarta dalam khutbah Idul Adhanya di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (24/9).

Amin melihat, ada 3 nilai fundamental yang terkandung dalam berkurban, yakni; disiplin, etos dan dedikasi. Tiga hal di atas mampu menjadi alternatif solusi bagi berbagai permasalahan bangsa dan negara kita, seperti mutu pendidikan yang masih rendah, prestasi olah raga yang memprihatinkan, tawuran antar pelajar, antar RT, antar desa. Termasuk juga konflik agama, korupsi, narkoba, pembabatan dan pembakaran hutan dan lain sebagainya.

Menurutnya, semua itu terjadi sebagai dampak dari rendahnya disiplin nasional, lunaknya etos kerja, lemahnya dedikasi dan komitmen para pemimpin, lemahnya disiplin pribadi, kendornya disiplin masyarakat dan lunaknya disiplin berbangsa dan bernegara.

“Mari, kita ikuti jejak pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Mari kita gelorakan dan kobarkan semangat berkurban, dengan tiga nilai yang melekat tersebut di atas, di dalam setiap derap langkah kehidupan kita untuk meraih cita-cita besar berbangsa dan bernegara. Kita tegakkan disiplin nasional, perkuat etos kerja dan etos keilmuan, selalu mengedepankan dedikasi untuk mengejar ketertinggalan bangsa kita, untuk mengukir peradaban dan masyarakat baru di era ini” ajak Amin.

Lebih dari 25 ribu Umat Islam dari Jakarta dan sekitarnya Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal. Hadir dalam Shalat Id tersebut, MenPAN RB Yuddy Crisnandi, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kepala Bappenas Sofyan Djalil, Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen Bimas Islam Machasin, Duta Besar Negara Sahabat. Bertindak sebagai H Hasanuddin Sinaga dan Khatib Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Amin Abdullah dengan tema khutbah: Berkorban untuk Kemajuan Bangsa dan Peradaban”

Usai Shalat idul Adha, MenPAN RB dan Mentan, menyerahkan Sapi Kurban atas nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusuf Kalla kepada Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Mubarok. Sementara itu, hwan kurban Menteri Agama yang saat ini berada di Tanah Suci selaku Amirul Hajj diserahkan Sekjen Nur Syam, didampingi Dirjen Bimas Islam Machasin, Sesditjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dan Karo Umum-Pgs Kapinmas Syafrizal. (gpenk/dm/dm).

sumber: Portal Kemenag

Hakikat Idul Qurban

Sebagai umat Islam, kita memiliki dua hari raya keagamaan, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.

Namun, setiap tahun kita rayakan, kita selalu diingatkan makna-makna yang terkandung di dalam dua hari perayaan keagamaan tersebut.

Idul Fitri merupakan simbol atau hakikat bahwa kita telah keluar sebagai pemenang melawan hawa nafsu melalui satu bulan Puasa Ramadhan. Karena sesungguhnya, musuh terbesar kita adalah hawa nafsu yang ada pada diri kita sendiri.

Hawa nafsu yang kita miliki, bukanlah untuk dihilangkan, melainkan dikendalikan agar kita benar-benar menjadi manusia yang bertakwa seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Begitu juga, Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban. Makna hakikinya, kita diajarkan oleh Nabi Ibrahim As, untuk menjadi manusia yang taat kepada Allah, beliau melaksanakan apapun yang diperintah Allah SWT, termasuk mengorbankan anaknya sendiri, Nabi Ismail As.

Bagi kita, tentu tak harus mengorbankan seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim terhadap putranya. Namun, apakah pengorbanan yang kita lakukan sudah sepadan, dan bisa disebut pengorbanan?

 

Berkorban adalah mengorbankan sesuatu yang kita miliki, mengorbankan sesuatu yang kita sayangi. Apakah sepadan pengorbanan yang dilakukan orang kaya dengan apa yang dilakukan si miskin?

 

Buat si kaya, menyembelih seekor sapi seharga 40 juta, tentu amat kecil bila penghasilannya setiap bulan lebih dari sepuluh juta. Coba bila bandingkan dengan Nabi Ibrahim, tak ada apa-apanya.

 

Atau bandingkan dengan warga miskin yang berkurban dengan menabung setiap hari, meskipun kesehariannya terasa sulit bila dibandingkan kita, seperti kisah Mak Yati.

 

Apa pun pengorbanan kita, besar kecilnya, hanya Allah yang mengetahuinya. Karena, semuanya bergantung pada keikhlasan kita,…

 

Yuk tingkatkan terus keikhlasan kita berkurban!

 

sumber: Sukarja/BlogDetik

Tak Keliru: Satu Keluarga Lebih Dari Satu Qurban

Sebenarnya tak keliru jika satu keluarga lebih dari satu qurban.

Dalil yang mendukung bahwa satu qurban boleh untuk satu keluarga (dalam hal pahala), dari ‘Atho’ bin Yasar, ia berkata,

سَأَلْتُ أَبَا أَيُّوبَ الأَنْصَارِيَّ كَيْفَ كَانَتْ الضَّحَايَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ فَقَالَ : كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ ، فَيَأْكُلُونَ وَيُطْعِمُونَ

“Aku pernah bertanya pada Ayyub Al Anshori, bagaimana qurban di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Beliau menjawab, “Seseorang biasa berqurban dengan seekor kambing (diniatkan) untuk dirinya dan satu keluarganya. Lalu mereka memakan qurban tersebut dan memberikan makan untuk yang lainnya.” (HR. Tirmidzi no. 1505 dan Ibnu Majah no. 3147. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Bagaimana jika satu keluarga berqurban lebih dari satu?

Al-Lajnah Ad-Daimah ditanya, “Ada keluarga terdiri dari 22 anggota. Mereka tinggal di satu rumah dan yang beri nafkah pun satu orang. Di hari Idul Adha yang penuh berkah, mereka berencana berqurban dengan satu qurban. Apakah seperti ini sah atau mesti dengan dua qurban?”

Jawaban para ulama yang duduk di Lajnah, “Jika anggota keluarga banyak dan berada dalam satu rumah, maka boleh saja berqurban dengan satu qurban. Akan tetapi jika bisa berqurban lebih dari satu, itu lebih afdhal.” (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 11: 408)

Dalam madzhab Syafi’i juga dijelaskan bahwa satu qurban untuk satu keluarga adalah sunnah kifayah.

Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Abdul Mu’min –semoga Allah merahmati beliau– berkata, “Qurban itu adalah sunnah kifayah. Maksudnya, jika satu anggota keluarga sudah melakukannya, maka semuanya telah memenuhi yang sunnah. Seandainya tidak ada yang berqurban dalam satu keluarga, hal itu dimakruhkan. Namun tentu saja yang dikenakan di sini adalah orang yang merdeka dan berkemampuan.” (Kifayah Al-Akhyar fi Halli Ghayah Al-Ikhtishar, hlm. 579).

Bisa disimpulkan dari pendapat Syafi’iyah bahwa jika satu keluarga ada yang berqurban lebih dari satu juga dibolehkan. Misal dalam satu keluarga ada kepala keluarga yang berqurban dan istrinya dengan dua qurban, itu sah-sah saja. Wallahu a’lam.

Hanya Allah yang memberi taufik.

Disusun di Malam Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1436 H di Darush Sholihin

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

Ini Rincian Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Dirangkum ulama dirumaysho dan muslim.or.id, berikut amalan-amalan yang bisa diamalkan oleh kaum muslimin yang tidak berhaji, mulai 10 hari pertama dzulhijjah.

1 – 9 Dzulhijjah

  • Puasa sunnah awal Dzulhijjah.
  • Perbanyak takbir mutlak, tidak dibatasi waktu dan tempat. Boleh saat di pasar, di jalan, di kendaraan, di rumah, diperintahkan untuk terus bertakbir seperti layaknya takbiran hari raya.
  • Perbanyak amalan shalih seperti sedekah.
  • Larangan potong rambut dan kuku dari awal Dzulhijjah sampai hewan qurban disembelih.

9 Dzulhijjah

  • Puasa Arafah.
  • Perbanyak doa di hari Arafah karena sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.

9 Dzulhijjah Ba’da Shubuh Hingga Waktu Ashar pada Hari Tasyriq yang Terakhir (13 Dzulhijjah)

  • Perbanyak takbir muqayyad, yaitu setelah shalat lima waktu maupun shalat sunnah. Baiknya tetap mendahulukan dzikir setelah shalat kemudian perbanyak takbir.

* Wanita diperintahkan melirihkan suara, sedangkan laki-laki mengeraskan suara takbir.

10 Dzulhijjah

  • Shalat Idul Adha
  • Penyembelihan qurban
  • Tidak boleh puasa

Hari-Hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah)

  • Penyembelihan qurban
  • Tidak boleh puasa
  • Perbanyak doa sapu jagad: Rabbana aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar.

Versi pemerintah Indonesia dan Arab Saudi, hari ini adalah hari kedua 2 Dzulhijjah 1436 Hijriyah atau Rabu (16/9/2015).

1 Dzulhijjah jatuh pada tanggal 15 September 2015 berdasarkan keputusan pemerintah RI. Lebaran, Kamis 24 September 2015 10 Dzulhijjah 1436 Hijriyah. Sedangkan Muhammadiyah 23 September.

Demikian, semoga bermanfaat.

 

Tribun News/ (rumaysho)

Rumah Lebih ‘Berwarna’ dengan Nuansa Kaligrafi Islami

Membuat rumah menjadi istimewa dan sejuk dipandang adalah menghiasinya dengan berbagai macam hiasan kaligrafi. Misal dengan hiasan lafadz-lafadz Allah dan Muhammad sebagai penghias dinding, akan membuat suasana rumah semakin terang dan indah. Ada beragam pilihan di MuslimMarket.com yang menawarkan aneka kaligrafi menarik untuk hiasan rumah. Pilihlah kaligrafi yang sesuai dan menarik sesudah menyimak tips menghias rumah dengan kaligrafi cantik berikut ini.

Tentukan Warna Cat Rumah

Tidak perlu hiraukan soal budget saat ingin mengganti cat rumah. Hal penting yang harus diperhatikan adalah material cat harus berkualitas. Pilihlah warna-warna kontras namun tetap harmonis dan terkesan elegan. Pemilihan cat interior hendaknya jangan terfokus pada cat dinding saja, melainkan juga perlu memperhatiakan warna plafon dan lantai. Kombinasikan warna ketiga elemen itu untuk menciptakan efek tertentu pada rumah idaman.

Hiasi Ruang Tamu Dengan Kaligrafi At Thalaq 2-3

Setelah menentukan warna cat yang perlu keharmonisan antara lantai, dinding dan plafon, langkah slanjutnya adalah dengan menempelkan kaligrafi menarik di ruang tamu. Salah satu kaligrafi dari MuslimMarket.com yang cocok untuk menyapa tamu terlebih dahulu adalah At Thalaq 2-3. Bentuk hurufnya yang unik, serta warna yang beraneka ragam, dengan background hitam, akan menambah suasana ramai, harmonis dan keramahan untuk para tamu yang datang.

Hiasi Meja Sudut Ruang Tamu Dengan Biblo Allah Muhammad Silver

Untuk menambah kesan kehangatan dan keramahan suatu rumah, hiasi pula meja sudut dengan biblo Allah dan Muhammad berwarna silver. Hiasan meja ini terlihat begitu kokoh, dan sangat antik, sebab bahannya adalah fiber marmer, dan diamond dengan lebar 6,5 cm dan tinggi 13 cm. Para tamu yang datang akan disuguhkan pada pemandangan 2 kaligrafi sekaligus, yaitu at Thalaq dan Biblo Allah dan Muhammad. Kedua kaligrafi ini terlihat begitu serasi untuk rumah idaman Anda.

Hiasi Ruang Tengah Dengan Piring Bulat Allah dan Muhammad Gold

Masuk ke ruang tengah, hiasilah dinding dengan piring bulat dengan lafadz allah dan Muhammad dengan warna gold. Anda juga bisa menggunakannya sebagai hiasan meja. Kesejukan rumah akan terasa pula ketika memasuki ruang tengah dengan kaligrafi indah dan menarik tersebut.

Hiasi Dapur Dengan Set Rollie Fingers Pale Purple

Tak hanya berhenti sampai ruang tamu dan keluarga, dapur pun harus dihiasi dengan aneka mug menarik dari MuslimMarket.com. Untuk mempercantik dapur dan lemari gelas, lengkapilah dengan hiasan set rollie fingers pale purple. Dengan desain ukiran tepat di bibir mug, tentu akan menambah kecantikan dapur.

Hiasilah setiap dinding, bahkan meja ruang keluarga dengan aneka kaligrafi, agar menambah kesejukan dan suasana Islami di dalam rumah. Dapatkan aneka pernak-pernik Islami hanya diMuslimMarket.com untuk segala kebutuhan Anda.

sumber: Dream.co.id