Keistimewaan Nabi Muhammad, Terlahir dalam Keadaan Sudah Terkhitan

Tidak disangsikan lagi bahwa Nabi Muhammad merupakan makhluk paling mulia di sisi Allah. Beliau diberi banyak kemuliaan dan keistimewaan oleh Allah, baik sebelum lahir, setelah lahir dan setelah wafatnya. Di antara keistimewaan yang diberikan oleh Allah adalah beliau terlahir dalam keadaan sudah terkhitan.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Thabarani dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

مِنْ كَرَامَتِيْ عَلَى اللهِ أَنْ وُلِدْتُ مَخْتُوْنًا وَلَمْ يَرَ أَحَدٌ سَوْأَتِيْ

Termasuk bagian kemuliaan dari Allah yang dianugerahkan kepadaku, aku dilahirkan dalam keadaan telah dikhitan, dan tidak seorang pun melihat auratku.

Hadis ini dijadikan hujjah oleh sebagian ulama bahwa Nabi Saw terlahir dalam keadaan sudah terkhitan. Bahkan dalam kitab I’anatut Thalibin, Syaikh Abu Bakr Syatha mengamini riwayat mengenai kelahiran Nabi Saw yang sudah terkhitan ini. Beliau berkata;

روي أن نبينا صلى الله عليه وسلم ولد مختونا كثلاثة عشر نبيا

Diriwayatkan bahwa Nabi kita Muhammad Saw dilahirkan dalam keadaan terkhitan, sebagaimana tiga belas nabi lainnya.

Selain Nabi Saw, menurut Syaikh Sulaiman Al-Bujairimi, terdapat beberapa nabi yang dilahirkan dalam keadaan sudah dikhitan. Beliau mengatakan bahwa secara keseluruhan, ada 15 nabi yang dilahirkan dalam keadaan terkhitan, sebagaimana beliau sebutkan dalam kitab Tuhfatul Habib ‘ala Syarhil Khatib berikut;

وولد من الأنبياء مختوناً خمسة عشر نبياً : آدم ، وشيث ، ونوح ، وهود ، وصالح ولوط ، وشعيب ويوسف وموسى وسليمان وزكريا ، ويحيى وعيسى وحنظلة بن صفوان نبي أصحاب الرس ونبينا محمد

Lima belas orang nabi dari kalangan para nabi dilahirkan dalam keadaan terkhitan, yaitu Nabi Adam, Nabi Syits Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Shaleh, Nabi Luth, Nabi Syu’aib, Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Sulaiman, Nabi Zakariya, Nabi Yahya, Nabi Isa, Nabi Handzalah bin Shafwan, dan Nabi Muhammad Saw.

BINCANGSYARIAH