Kenapa Wujud Setan Indonesia Beda dengan Amerika?

DALAM bahasa Arab, kata Al Jinn, kata dasarnya dari janna yajunnu jannan yang bermakna menutup. Jika kita perhatikan, susunan kata yang terdapat satu huruf jim dan dua huruf nun, biasanya bermakna benda-benda yang terhalang dan tak terlihat.

Contoh: majnun yang berarti gila karena akalnya sudah tertutup. Janin yang berarti bayi yang masih (tertutup) diperut ibunya. Jannah yang bermakna taman (surga) yang saat ini belum dapat kita lihat. Maka, Jin adalah makhluk ghaib yang tidak terlihat oleh kasat mata. Dan, dia tidak bisa tampil ke hadapan manusia dalam wujud asli, dan dustalah orang yang mengaku pernah melihatnya dalam wujud asli, kecuali Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagai mujizat baginya, sebagaimana ia pernah melihat Malaikat jibril dalam wujud aslinya sebanyak dua kali.

Ada pun wujud syetan yang dikenal dan dilihat oleh masyarakat adalah wujud lain dan tipuan mereka terhadap manusia, agar manusia takut kepadanya bukan takut kepada penciptanya. Mereka tidak mampu tampil dalam wujud aslinya karena memang bukan dunianya. Mereka mampu berwujud sosok yang terlanjur dikenal sebagai syetan itu, hewan, atau bahkan- manusia. Itulah yang bisa dilihat oleh manusia, itu pun jarang dan bukan keinginan manusia itu sendiri.

Tipuan ini semakin terlihat ketika kita meneliti bahwa wujud-wujud syetan itu memiliki khas kedaerahan, seperti pocong, wewegombel, gandaruwo, kuntil anak, dan lainnya hanya ada di Indonesia. Sementara, zombie, drakula, vampire, hanya ada di Amerika. Ada pun di Mesir di kenal dengan Mumi. Kita tidak akan temukan mumi di Indonesia, sebagaimana kita tidak akan temukan pocong di Amerika!

Allah Taala berfirman: “Sesungguhnya ia (syetan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al Araf (7): 27)

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2376401/kenapa-wujud-setan-indonesia-beda-dengan-amerika#sthash.r1NbkUJF.dpuf

 

Baca juga: Jagan biarkan Iblis mengendalikan Anak kita