Konflik Agama, Waspada Ancaman Pecah Belah

INILAHCOM, Jakarta – Politikus PKS Mahfudz Siddiq menilai, munculnya konflik agama menimbulkan berbagai macam efek. yaitu munculnya kelompok-kelompok yang mebenci dan tergiring opini menyudutkan salah satu agama.

Di dunia internasional lanjut mantan Ketua Komisi I DPR ini, hal itu sudah terjadi, yaitu menguatnya posisi dan peran politik kelompok minoritas yang mengusung isu anti-kemapanan. Keberhasilan partai politik ultra-nasionalis (sayap kanan jauh) menguasai pemerintahan dan mengubah kebijakan pemerintahan di sejumlah negara eropa menjadi bukti nyata.

“Contohnya di Polandia, Italia dan juga kemenangan Brexit di Inggris. Menguatnya dukungan terhadap Trump juga menjadi indikasi tambahan. Kekuatan politik ini diprediksi akan mengusung isu yang berakibat meningkatnya konflik sara di berbagai negara,” ungkap Mahfudz kepada INILAHCOM, Sabtu (30/7/2016).

Di Indonesia lanjut Mahfudz, hal-hal tersebut mulai tampak dan bahkan sedang terjadi. “Isu terorisme makin menguat dan tidak bisa dipungkiri bahwa isu ini menggiring opini luas bahwa Islam, Umat Islam sebagai ancaman,” ujarnya.

Dia menambahkan, munculnya gejala arogansi dan kontroversi kebijakan yang dipersepsi oleh unsur mayoritas sebagai upaya untuk memenangkan agenda unsur minoritas. “Sebut saja kontroversi penghilangan kolom agama di KTP, penghapusan perda syariah, sejumlah kebijakan pemprov DKI yang dianggap merugikan kepentingan umat Islam plus sikap-sikap sang Gubernur yang dinilai arogan,” tandasnya.

Sebelumnya, Sabtu (29/7) dini hari, kerusuhan terjadi di Tanjung Balai, Sumatera Utara. Sejumlah massa membakar belasan vihara dan kelenteng.

Kasus ini dipicu oleh seorang warga etnis Tionghoa M (41) yang mengaku terganggu dengan suara azan di Masjid Al Makshum, di Jalan Karya, Kelurahan TB Kota I, Kecamatan Tanjungbalai Selatan, Sumatera Utara.

M dikabarkan menegur pengurus masjid dengan cara kasar kepada jemaah, sehingga pengurus masjid itu tersinggung. Pada Jumat malam, setelah selesai salat isya, jemaah dan nazir masjid menjumpai M ke rumah dan selanjutnya diamankan ke Polsek Tanjungbalai Selatan.

Namun peristiwa itu melebar menjadi pergerakan massa dan membuat warga mengamuk.

 

– See more at: http://nasional.inilah.com/read/detail/2313661/konflik-agama-waspada-ancaman-pecah-belah#sthash.i4jFgrAl.dpuf