Menjaga Pandangan Mata

Salah satu nikmat pemberian Allah adalah mata. Sebagai media interaksi antarmanusia atau antara manusia dan lingkungan, mata merupakan nikmat tak ternilai yang patut disyukuri. ”Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati, (tetapi) amat sedikit kamu bersyukur” (QS al-Mulk [67]: 23).

Mata mempunyai hak yang harus ditunaikan penggunanya sesuai kehendak Allah. Mata tidak bisa dipakai seenaknya untuk memandang, tetapi harus dikendalikan, dengan menjaga pandangan. Allah berfirman, ”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Katakanlah kepada perempuan yang beriman hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya” (QS an-Nur [24]: 30-31).

Perintah pada ayat di atas adalah menahan pandangan diikuti dengan perintah untuk memelihara kemaluan. Karena, dosa pandangan mata ini dapat menimbulkan dosa besar, yaitu zina.

Godaan terhadap pandangan mata di sekeliling kita cukup banyak. Mulai di jalan saat ke luar rumah, di tempat kerja, di pasar atau pertokoan. Bahkan, di dalam kendaraan umum, kasus pelecehan terjadi karena tidak dapat menjaga pandangan. Selain itu, media elektronik, media cetak, media sosial yang memuat foto atau video juga bisa memancing pandangan mata yang tidak terjaga. Beberapa kasus perkosaan bermula dari tontonan video.

Rasulullah SAW bersabda, “Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata adalah dengan melihat (yang diharamkan), zina hati adalah dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara, kemaluan membenarkan atau mendustakan itu semua.” (HR Ahmad).

Pandangan yang tidak terjaga akan memberikan pengaruh negatif pada pikiran dan hati, yaitu menimbulkan syahwat yang tidak pada tempatnya. Sehingga, timbul kasus perzinaan yang bermula dari ketidakmampuan seseorang menahan pandangan haram terhadap lawan jenis yang bukan muhrim.

Kita sangat berharap memiliki mata yang sehat secara fisik ataupun secara rohani, yaitu digunakan sesuai kehendak Allah. Pandangan mata yang terjaga dari yang diharamkan karena takut kepada Allah akan memberi nikmat di dalam hati. ”Pandangan mata (bebas) adalah panah beracun dari iblis. Siapa yang meninggalkan karena takut kepada Allah akan memberikan keimanan yang kenikmatannya dirasakan dalam hati.” (HR Hakim, Thabarani, dan Baihaqi).

Oleh: Sigit Indrijono

 

REPUBLIKA