Kemenag Jatim Prioritaskan yang Belum Berhaji

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PUH) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur HM Sakur mengatakan, diperlukan batasan bagi CJH yang sudah pernah berhaji. Pasalnya, kewajiban ibadah haji adalah sekali dalam seumur hidup.

“Jadi jika sudah berhaji kemudian mau berhaji lagi, harus ada batasan yang jelas dan bisa dimasukkan dalam RUU peyelenggaraan haji dan umroh ini. Bisa jadi batasannya 5 tahun, atau 10 tahun, Ini perlu diberikan payung hukum supaya CJH yang belum berhaji mendapat prioritas kesempatan berhaji” tutur Sakur.

Pimpinan rombongan yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah mengatakan, tujuan kedatangannya adalah untuk mendengarkan masukan-masukan di daerah terkait penyelenggaraan ibadah haji. Masukan-masukan tersebut akan dibawa ke pusat dan dijadikan pertimbangan dalam menyusun RUU PHU.

“Misalnya, masukan terkait persoalan-persoalan yang perlu mendapat payung hukum sehingga kelak keterlibatan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umroh bisa tepat. Karena ada kegiatan yang sudah dilaksanakan di daerah, tapi payung hukumnya kurang tepat, atau bahkan belum ada” ujar dia

Hadir pada kesempatan tersebut, sejumlah anggota Komisi VIII DPR RI, di antaranya Iqbal Romzi (fraksi PKS), KH. Muslih ZA (Fraksi PPP), KH Falahudin Mahruz (PKB), Ibu Andi Rustati (fraksi Gerindra), Kuswiyanto (Fraksi PAN), Ibu Linda Megawati (Fraksi Demokrat), dan Gede Syamsul Mujahidin (Fraksi Hanura). Andi Nurroni

Tahap Pertama BPIH Reguler: Hari Ketiga 55.733 Jemaah Lunas

Jakarta (Sinhat)–Berdasarkan data dari Siskohat Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) tercatat sebanyak 55.733 jemaah telah melunasi pada tahap pertama hingga sore hari ini, Kamis (04/06).

Pelunasan tahap pertama Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Reguler Tahun 1436H/2015M dimulai 01- 30 Juni 2015 mendatang.

Sebagaimana tahun lalu, kuota jamaah haji Indonesia tahun ini berjumlah 168.800 karena masih mengalami pemotongan sebanyak 20%. Dari jumlah itu, kuota haji regular sebanyak 155.200 yang terdiri dari jemaah haji regular sebanyak 154.049 dan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) sebanyak 1.151 orang. Sedangkan haji khusus sebanyak 13.600 terdiri dari jemaah haji khusus sebanyak 12.831 orang dan petugas PIHK sebanyak 769 orang.

Jemaah haji akan diberangkatkan dalam 2 gelombang. Gelombang I direncanakan akan mulai diberangkatkan pada tanggal 21 Agustus 2015 sampai dengan tanggal 3 September 2015 menuju Madinah. Gelombang II pada tanggal 4 September 2015 sampai dengan tanggal 17 September 2015 tujuan Jeddah.

Rute pemberangkatan tahun ini berbeda dengan tahun kemarin,

Gelombang I dengan rute Tanah Air-Madinah-Makkah-Jeddah-Tanah Air, sedangkan

Gelombang II dengan rute Tanah Air-Jeddah-Makkah-Madinah-Tanah Air. (ar/ar).

Selama Musim Haji Suhu di Arab Saudi Bisa Mencapai 50 Derajat Celsius

Jakarta (Sinhat)–Staf Ahli Menteri Kesehatan, Chairul Radjab Nasution menjelaskan, selama musim haji suhu di Arab Saudi bisa mencapai mencapai 50 derajat celsius. “Suhu udara di sebagian besar wilayah Arab Saudi saat musim haji nanti diperkirakan bisa mencapai 50 derajat celsius. Jadi, mohon kepada calon jamaah haji untuk menjaga kondisi kesehatannya dan perbanyak minum air dan makan buah-buahan yang mengandung air saat berada di Tanah Suci nanti,” kata Chairul Radjab Nasution di asrama haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (04/06).

Ia kembali menambahkan, sebagian besar kondisi kesehatan jamaah haji rentan terhadap berbagai penyakit. Salah satunya yakni penyakit diabetes yang banyak menghinggapi sebagian besar jamaah haji berusia di atas 45 tahun. “Untuk itu, kami minta petugas kesehatan dapat maksimal melayani jamaah haji,” ucap Chairul Radjab Nasution.

Lanjut Chairul, selama operasional penyelenggaraan haji, Kementerian Kesehatan membangun aktifitas petugas kesehatan dengan SOP (Standar Operasional Prosedur). Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan haji, petugas diminta sesering mungkin berkoordinasi dengan petugas lainnya.

“Dengan meningkatnya kualitas koordinasi antar petugas maka tingkat pelayanan kesehatan yang diinginkan jamaah haji dapat tercapai dengan baik,” ujarnya. Di samping itu, lanjut dia, petugas kesehatan harus mampu memahami peran dan fungsi masing-masing sehingga tidak bingun lagi saat nanti menjalankan tugas.

“Dengan kerja keras dan ikhlas, Insya Allah penyelenggaraan haji yang lebih baik dari tahun lalu, dapat terwujud di tahun ini,” ujarnya kembali. (Rio/ar)

Kisah-kisah Inspiratif Orang Biasa Mampu Naik Haji ( cerita 1 )

VIVAnews – Panggilan ibadah haji ke Tanah Suci tak pandang bulu. Buktinya, Sumiati, pedagang sayur di pasar tradisional, bisa berangkat memenuhi panggilan Ilahi.

Meski perjuangan itu tidak mudah. Janda dengan sembilan anak itu harus mengumpulkan uang selama 20 tahun lebih. Setiap hari, keuntungan berjualan sayur Rp1.000 hingga Rp2.000 dari pendapatannya yang hanya Rp30 ribu per hari, selalu disisihkan ke tabungan.

“Saya dan suami ingin naik haji sejak 1982,” kata Sumiati saat ditemui di Pendopoan Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Selasa 16 September 2014.

Bersama suami, Sumiati selalu menyisihkan keuntungan dari berjualan sayur. Tabungan masa depan yang tidak pernah ia ambil.

Namun, di hari bahagia, Sumiati justru sangat sedih. Suami yang dicintainya tidak bisa ikut pergi bersama ke Tanah Suci. Suaminya tewas ditabrak kereta empat tahun lalu, ketika sedang mendaftar haji di salah satu kelompok bimbingan haji.

Meski begitu, Sumiati tetap bertekad berangkat ke Tanah Suci. Di tahun ini, dia diberi kesempatan untuk menunaikan rukun Islam kelima itu.

Tukang mie naik haji

Kisah seorang janda penjual mie cakalang di Kota Manado, Sulawesi Utara, ini juga sangat menginspirasi kita semua.

Janda itu bernama Nani Sulaiman. Meski tidak mudah tentunya mengumpulkan biaya untuk pergi haji. Nani harus menyisihkan keuntungan dari penjualan bubur sejak tahun 2000. 

Kesehariannya, Nani Sulaiman bersama suami biasa berjualan di basement Masjid Raya Ahmad Yani, Kota Manado. 

Namun, saat uang tabungan hajinya yang disimpan belum mencukupi, sang suami terlebih dulu meninggal pada 2007. Kepergian suami membuatnya semakin berat menghidupi ketiga anaknya.

Tapi dia tetap gigih. Demi anak dan keinginan menunaikan ibadah haji, Nani tetap bekerja keras.

Pada 2010, niat Neni beribadah haji mendekati kenyataan. Pasalnya, dia mendapat warisan dari sang mertua sebesar Rp60 juta. Uang itu dibagi untuk ketiga anaknya masing-masing Rp15 juta. Sisanya, untuk mendaftar haji.

Selama empat tahun menunggu, akhirnya tahun ini dia pun mendapat kesempatan ke tanah suci.

Nani mengaku bahagia, bisa memenuhi panggilan Ilahi. Wajah Nani tampak bahagia, meski air matanya menetes. Dia haru, masih belum percaya bisa menunaikan ibadah haji.

“Karena menunaikan haji sudah ada dibenak saya sejak suami saya masih hidup,” kata Nani, di Masjid Awwaby, ketika akan dilepas untuk berangkat ke tanah suci.

Nani menyalami sanak saudaranya untuk berpamitan. Sambil memegang koper, menuju bus rombongan calon haji Babussalam.

Kisah kedua calon jemaah ini bisa menjadi inspirasi bagi kita. Kerja apapun, selama itu didapat dengan cara halal, dibarengi dengan doa dan niat yang kuat, Insya Allah akan dikabulkan.

Ardhi Ardhiansyah dan Dede Suhendra/tvOne Prabumulih
Marwan Dias Aswan/tvOne Manado

Mustafa Samuel, Syok Saat Pertama Kali Baca Qur’an

kisahmuallaf.com- Butuh waktu 25 tahun bagi Steven untuk menemukan Islam dan meyakini bahwa Islam-lah agama kebenaran, yang mampu menjawab semua pertanyaan yang selama puluhan tahun mengusik alam pikirannya.

Setelah melalui pencarian panjang, pada tahun 2009, Steven mantap bersyahadat dan hidup sebagai seorang muslim dengan nama islami Mustafa Samuel.

Ia lahir dalam keluarga penganut agama Kristen Ortodoks, dan mengenyam pendidikan di berbagai sekolah Kristen, mulai dari yang berbasis Katolik, Protestan, Maronit, Kristen Ortodoks dan aliran Kristen lainnya. Pengalaman ini membuat Steven memiliki cukup bekal pengetahuan agama, sekaligus membuatnya berpikir kritis terhadap ajaran Kristen yang diketahuinya.

“Saya tidak pernah benar-benar menerima dogma yang diajukan pada saya. Saya adalah orang yang akan selalu menanyakan apa saja, termasuk soal agama,” ujar Steven.

Masa Pencarian

Ia mengingat kembali perjalanan hidupnya di era 1990-an, masa dimana ia benar-benar serius mencari tahu tentang banyak hal. Steven juga memutuskan pindah tempat tinggal dari Sydney ke Queensland, karena ia merasa Sydney bukan tempat yang baik buat dirinya.

“Saya pernah bekerja di sebuah toko minuman keras selama lima tahun, dan saya pernah menyaksikan perilaku manusia yang sangat buruk, yang tidak pernah Anda bayangkan. Saya kira, pengalaman ini mengguncang keyakinan saya akan kemanusiaan,” ungkap Steven.

Setelah pindah ke Queensland, Steven berusaha mencari kebenaran yang ia inginkan, dan berdoa pada Tuhan agar menunjukkan kebenaran itu, dan ia akan menerimanya.

“Selama masa itu, saya ikut jamaah Mormon, Saksi Yehovah dan jamaah beragam aliran agama Kristen untuk menemukan kebenaran yang saya cari. Tapi saya tidak pernah bisa mendapatkan jawaban yang saya inginkan, ‘mengapa saya di sini?’, ‘apa tujuan keberadaan saya?’” tutur Steven.

Peristiwa serangan 11 September 2001 di AS, menjadi titik balik pencarian Steven. Selama ini, di tengah pencariannya akan kebenaran, Steven tidak pernah melirik ajaran Islam, dan ia tidak tahu sama sekali tentang Islam.

“Saya tidak terlalu berusaha mencari tahu lebih jauh tentang Islam. Tapi saya kira, saya merasa bahwa mungkin umat Islam adalah umat yang benar-benar menjalankan ajaran agamanya dengan benar. Melihat bagaimana seluruh dunia bersikap perang terhadap orang Islam, satu hal yang menurut saya masuk akan, mungkin karena kaum Muslimin berada di jalur yang benar,” ungkap Steven.

Namun cahaya Islam belum menerangi hati Steven. Steven masih terus melakukan pencarian dan melakukan perjalanan ke berbagai negara, mulai dari AS, Amerika Tengah, Eropa, termasuk ke Italia untuk bertemu dengan keluarganya, lalu ke Dubai dan Singapura.

Selama lima hari kunjungannya di Dubai, Steven berniat untuk melihat sendiri bagaimana Islam yang sebenarnya, karena Dubai adalah negara muslim. Tapi Steven mengaku kecewa, karena Dubai tidak seperti gambaran kota islami seperti yang ia bayangkan. Tapi ada satu hal yang benar-benar menarik perhatian Steven saat di Dubai.

“Saya pergi ke sebuah museum di sana, dan diseberang jalan museum saya melihat sebuah masjid. Saya benar-benar ingin menyeberang jalan dan melihat masjid itu untuk mencari tahu tentang Islam. Saya tidak sadar hari itu hari Jumat, saat umat Islam menunaikan salat Jumat. Saya belum paham ketika itu. Saya juga mengenakan pakaian kasual seperti yang digunakan warga negara asing lainnya, sementara orang-orang di masjid mengenakan busana lokal. Padahal saya benar-benar ingin sekali ke masjid itu,” ungkap Steven.

Hidayah Quran dan Islam

Keinginannya untuk masuk ke masjid tidak pernah tercapai, karena ia harus kembali ke Australia. Steven mulai mencari tahu sendiri tentang Islam. Tahun 2006, ia membeli Quraan pertamanya, yang ia baca dalam kurun waktu 2,5 tahun. Steven mengaku syok, saat membaca isi terjemahan Quran.

“Saya baru tahu kalau Nabi Musa, Nabu Lut dan Nabi Nuh, serta nabi-nabi lainnya juga diceritakan dalam Quran. Saya benar-benar kaget dan berseru dalam hati ‘Oh, wow’. Tak ada satu pun dalam Quran yang ingin mengobarkan perang atau mengarah pada kata ekstrimisme atau terorisme, atau apalah. Rasa ingin tahu saya makin besar. Oleh sebab itu, selama dua selanjutnya saya terus mempelajari Islam. Saya baca Quran sekali lagi,” papar Steven.

Steven mengaku sudah ingin masuk Islam pada tahun 2008, tapi ia tidak menemukan seorang muslim yang bisa membantunya. Ia mengontak sebuah masjid, mengirim surat elektronik, dan meminta dikirimkan Al-Quran. Tapi tak ada yang menjawab suratnya. Ia jadi berpikir, “Baiklah, mungkin Allah tidak menginginkan saya menjadi seorang muslim” dan ini membuatnya agak panik.

Tahun 2009, Steven kembali ke Sydney dan bertemu seorang muslim yang menurutnya sangat ramah, namanya Samir. Awalnya Steven berpikir Samir bukan muslim karena tidak berjenggot, dan Samir punya menantu bernama Adam yang membuat Steven berpikir keduanya adalah Kristiani.

Saat itu, Steven sudah tahu bagaimana caranya salat, yang ia pelajari lewat internet. Steven bahkan sudah mulai menunaikan salat seperti layaknya muslim, sejak seminggu sebelum ia memutuskan untuk mengucapkan syahadat. Ia juga mulai meninggalkan kebiasaan minum minuman beralkohol dan tidak lagi makan daging babi.

Suatu hari, Samir membawakannya satu box pizza dan minuman ringan. Ia bertanya pada Samir apakah makanan itu halal, karena saar itu Steven masih mengira Samir bukan muslim. Samir menjawab bahwa pizza yang dibawanya halal. Saat itulah Steven baru tahu kalau sahabatnya itu seorang muslim, dan ia mengatakan, “Oh, saya ingin menjadi seorang muslim.”

Keesokan harinya, Samir membawa Steven ke rumah seorang iparnya dan disanalah Steven mengucapkan dua kalimat syahadat. “Saya merasa sangat-sangat bahagia, dan sejak itu saya tidak pernah lagi menengok ke belakang,” tukas Steven alias Mustafa Samuel.

Steven merasakan perubahan besar dalam dirinya setelah menjadi seorang muslim. “Islam membuat saya lebih disiplin dengan kewajiban salat lima waktu, wudu, menahan lapar saat Ramadan, menahan diri untuk tidak makan daging babi dan minum minuman keras. Islam mengubah semuanya, mengubah keseluruhan dinamika kehidupan saya. Saya jadi lebih tenang, tidak mudah marah, lebih seimbang dalam berpikir, jika dulu saya gampang emosi, sekarang saya lebih rileks,” papar Steven.

“Islam mengajarkan kita untuk menjadi orang yang sabar. Saya sangat bahagia memeluk Islam karena Islam memberikan saya banyak kebaikan yang tidak saya miliki sebelumnya,” tandas Steven.

Dasar Ibadah Haji

Haji adalah rukun Islam kelima, dimana merupakan kewajiban sekali seumur hidup bagi setiap orang Islam yang mampu menunaikannya. Secara bahasa, haji berarti Al-Qashd (bermaksud) adalah pergi mengunjungi tempat yang diagungkan. Sementara secara istilah, haji bermaksud mendatangi Baitullah untuk amal Ibadah tertentu yang dilakukan pada waktu dan cara yang tertentu juga. Dasar hukum haji Para ulama fiqih sepakat bahwa Ibadah Haji dan Umrah adalah wajib hukumnya bagi setiap muslim yang mempunyai kemampuan biaya, fisik dan waktu, sesuai dengan nash Al-Qur’an:

“Dan Allah mewajibkan atas manusia haji ke Baitullah bagi orang yang mampu mengerjakannya”. (QS. Al-Imran :97)

Waktu kegiatan yang dilakukan para jamaah ketika haji adalah waktu-waktu haji, atau sering biasa disebut sebagai musim haji, hal ini berbeda dengan umrah yang bisa dilaksanakan kapan saja atau tak terbatas dengan waktu.

Indonesia mempunyai jumlah penduduk Islam terbesar sedunia sehingga Penyelenggaraan Ibadah haji telah lama menjadi bagian dari tugas negara berlandaskan pada Undang-undang RI Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Haji.

Penetapan Kuota Haji tahun ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 64  tahun 2014 menetapkan Kuota Haji Reguler 155.200 dan Haji Khusus 13.600, setelah dipotong 20% karena ada pembangunan pelebaran Masjidil Haram, Kuota tersebut akan berjalan normal setelah pembangunan selesai dan difungsikan sebagaimana biasanya, Indonesia diperkiraan akan mendapat tambahan kuota sekitar 100 – 150% Orang Jamaah dari Kuota musim haji tahun ini, jumlah jamaah yang besar menjadikan pokok permasalahan yang besar pula yang sedang dihadapi pada penyelenggaraan haji di Indonesia, baik dari sisi kepastian hukum, kelembagaan baik didalam negeri maupun diluar negeri, dan beberapa aspek teknis seperti, Pemondokan di Mekkah, Hotel Madinah, Hotel Jeddah, General Service, Transportasi, Konsumsi Luar Negeri, Asrama Haji, dokumentasi dan Operasional serta didalamnya adalah Pembinaan Haji dan Umrah.

Perlu untuk digaris bawahi bahwa penyelenggaraan Ibadah Haji itu merupakan investasi bathin bagi seluruh rakyat Indonesia, hal tersebut guna meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta peningkatan penyempurnaan ke-Islaman, akan tetapi menyadari betul bahwa Ibadah Haji dan Umrah merupakan Ibadah Maliah Mahdoh (terkait dengan harta benda) dimana harus memenuhi beberapa ketentuan yang dipersyaratkan untuk menyempurnakannya sebagaimana Fiman Allah SWT

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah” (QS. Al-Baqaroh : 196)

Penyempurnaan Ibadah Haji merujuk pada ketentuan yang telah di syari’-kan oleh baginda Rasullah SAW dengan beberapa syarat haji, dimana kententuan tersebut adalah Islam, dewasa (tidak gila), berakal sehat, merdeka dan mampu melaksanakan (bekal dan perjalanan). Syarat Mampu dalam Ibadah Haji diartikan bahwa mampu terhadap materi, pengetahuan, kesehatan, dan layak dalam perjalanan. Kemudian bagaimana kepada mereka yang mampu akan tetapi tidak melakukan haji? maka lebih dari itu, bagi orang yang sudah mampu tapi enggan berangkat menunaikan ibadah haji, maka baginya mati Yahudi atau Nasrani, sabda nabi.

“Barang siapa yang telah memiliki bekal dan kendaraan (sudah mampu), dan ia belum haji ke Baitullah maka tidak ada yang menghalangi baginya mati Yahudi atau Nasrani”. (HR. Tirmidzi)

Rukun Haji adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji yang apabila tidak melaksanakan salah satu rukun haji tersebut maka hajinya menjadi tidak sah dan harus mengulangi haji tahun berikutnya, Rukun haji tersebut ada enam diantaranya yaitu Ihram (niat), Wukuf di Arafah, Thawaf Ifadah, Sa’I, Bercukur dan Tertib sesuai tuntutan manasik Haji. Sementara Rukun-Rukun Umrah ada Lima diantaranya Ihram (niat), Thawaf, Sa’I, Bercukur dan Tertib sesuai tuntutan manasik Haji. Apabila tidak melaksanakan salah satu rukun Umrah tersebut maka Umrahnya menjadi tidak sah

Wajib Haji adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji sebagai pelengkap Rukun Haji, yang jika tidak dikerjakan harus membayar dam (denda). Wajib Haji Menurut Mazhab Hanafi ada lima, yaitu: Sa’I, Mabit (keberadaan) di Muzdalifah, Melontar jamaah, Menggunting/memotong rambut dan Thawaf Wada’. Menurut Mazhab Maliki ada lima, yaitu : Mabit (keberadaan) di Muzdalifah, Mendahulukan melontar jamrah aqabah dan menggunting rambut dan thawaf ifadhah pada hari Nahr (10 Zulhijjah), Mabit di Mina pada hari Tasyriq (11 s/d 13 Zulhijjah), Melontar jamrah pada hari Tasyriq, dan Menggunting/memotong rambut. Menurut Mazhab Syafi’i ada lima yaitu : Ihram, Mabit di Muzdalifah, Melontar jamrah aqabah (10 Zulhijjah), Mabit di Mina dan melontar jamrah pada hari hari Tasyriq, dan Menjauhi larangan-Iarangan ihram. Menurut Mazhab Hambali ada tujuh yaitu : Ihram dari miqat, Wukuf di Arafah sampai mencapai malam hari, Mabit di Muzdalifah, Mabit di Mina, Melontar jamrah, Memotong menggunting rambut dan Thawaf wada’ dan Wajib umrah ada dua, yaitu ihram dari miqat dan menghindari semua larangan-Iarangan ihram. Pada dasarnya sama dengan wajib haji menurut tiap-tiap mazhab kecuali wukuf, mabit dan melontar jamrah, karena hal ini hanya ada dalam haji.

Sunat Haji dan Umrah sesuai dengan rangkaian masing-masing kegiatan dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah, mulai ihram, thawaf, sa’i, bercukur, wukuf, mabit di Muzdalifah/Mina, melontar jumrah, menyembelih binatang (hadyu) dan yang tidak kalah penting adalah memperbanyak ukhuwa Islamiah, membaca sholawat nabi dan memperbanyak bacaan talbiyah, seperti dibawah ini

“Ya Allah kami datang memenuhi panggilanmu. Ya Allah tidak ada sekutu bagi-Mu sesungguhnya segala puji dan kenikmatan serta kerajaan (kekuasaan) adalah milik-Mu semua. Tidak ada sekutu bagi-Mu”

Sukses dan terselenggaranya Ibadah Haji dengan baik didasari oleh beberapa hal diantaranya adalah Layanan Haji, Ibadah Haji dan Keuangan Haji. Setiap orang jamaah pasti mendambakan haji-nya akan menjadi Mabrur wa Mabruroh, untuk menuju kearah kemabruran tidak akan tercapai manakala tidak didukung pemahaman jamaah haji terhadap manasik dan ibadah lainnya serta dapat melaksanakannya sesuai tuntunan ajaran agama Islam, hal ini menjadi prasyarat kesempurnaan ibadah haji untuk memperoleh haji mabrur oleh karena itu maka diperlukan pembelajaran Praktek Haji atau dengan istilah yang biasa disebut dengan Pembinaan Manasik haji.

Pembinaan Manasik haji merupakan bagian penyuluhan dan pembimbingan bagi Jamaah Haji pada pelaksanaan Ibadah Haji sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam, serta negara menjamin atas pembinaan manasik haji yang tertuang dalam Undang-undang N0. 13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Pasal 7 ayat (a) berbunyi :

“Jamaah haji berhak memperoleh pembinaan, pelayanan, dan perlindungan dalam menjalankan Ibadah Haji, yang meliputi pembimbingan manasik haji dan/atau materi lainnya, baik di tanah air, di perjalanan, maupun di Arab Saudi “

Berlandaskan pada pengelolaan keuangan haji hanya pada prinsip profesional, amanah dan transparan tidaklah cukup masih dibutuhkan satu prinsip lainnya, yaitu optimal. Prinsip terakhir terkait dengan pengelolaan keuangan haji yang ditujukan untuk mendapatkan nilai manfaat seoptimal mungkin untuk peningkatan layanan bagi jamaah haji oleh karena itu untuk pengoptimalan layanan haji maka dilakukan Pembinaan Ibadah Haji tingkat KUA, Kantor Urusan Agama Kec. Purwakarta, melakukan penyuluhan, Pembinaan bagi calon Jamaah haji di kecamatan Purwakarta dengan membentuk sebuah Tim Pelaksana Pembinaan Manasik Haji.

sumber : kemenag RI

Diperluas, Masjidil Haram akan Mampu Tampung 1,85 Juta Jamaah

REPUBLIKA.CO.ID,MEKKAH — Raja Arab Saudi Salman mengecek proyek Masjidil Haram, Mekkah. Ia mencatat bahwa masjid suci tersebut mampu menampung sekitar  1,85 juta jamaah Muslim dari seluruh dunia serta sekitar 107 ribu orang jamaah saat tawaf.

“Kabinet mencatat pekerjaan ekspansi ini akan menambah luas masjid serta halaman dan maktab menjadi 1,47 meter persegi,” ujar Menteri Kebudayaan dan Informasi Adel Al-Turaifi dalam sebuah pernyataan  pada Press Agency, Rabu (3/6).

Sehari sebelumnya, ada acara pembersihan Kakbah sebagai tradisi atau acara tahunan di awal bulan suci Ramadhan.

Pekerjaan perluasan Masjidil Haram ini sudah meliputi layanan terpadu untuk sistem pendingin udara yang ramah lingkungan, tangki air, sistem pembuangan limbah, sistem pembersihan terpusat, dan 12.500 toilet.
Selain dilakukan perluasan, kamera atau dikenal degan CCTV juga dipasang di sekitar halaman masjid.

Thierry Henry Masuk Islam, Hanya Allah yang Tahu!

kisahmuallaf.com – Banyak yang menganggap rumor Henry pindah memeluk agama Islam hanya isapan jempol belaka, banyak juga yang menilai mantan striker Arsenal ini masih memeluk agamanya lamanya. Tapi bukan untuk menjadi perdebatan, marilah kita kembalikan sendiri pada Henry.
Dari beberapa penelusuran, sebuah laman video sharing gratis, terutama dalam wawancaranya dengan televisi Arab, Al Jazeerra, Henry berbicara banyak mengenai Islam, khususnya para pemain Prancis yang sudah memeluk agama Nabi Muhammad ini.
Dalam wawancaranya tersebut, Henry menyebut naman Anelka, Abidal dan menganggap Islam sebagai agama paling mulia di dunia, tapi tidak diketahui pasti apakah Henry sudah pindah memeluk Islam.

Namun, dari salah satu komentar, disebutkan, dia lancar berbahasa Prancis, dan menyatakan Henry belum pindah Islam, dan masih belum memutuskan apakah dia akan pindah Islam. Yang jelas, kalau kita telusuri lebih jauh lagi, di You Tube, ketika melawan Blackburn Rovers, Henry mendapatkan tendangan penalti, dan usai membobol gawang Blackburn, Henry bersujud mencium tanah sebagai tanda syukur.

liat videonya disini : https://www.youtube.com/watch?v=2GUHrEDvQnQ

Apa yang dilakukan Henry ini, sering dilakukan Sulley Ali Muntari, gelandang Inter Milan yang seringkali mencetak gol bagi I Nerazzurri dan langsung sujud syukur sebagai tanda terima kasih kepada Allah atas talentanya.

Arab Saudi Dilanda Gelombang Panas saat Ramadan

JEDDAH – Gelombang panas yang tinggi dikabarkan akan menyerang Arab Saudi. Temperatur udara di Arab Saudi bakal membakar warga Muslim yang sedang menjalani ibadah puasa. Klimatologis memperkirakan suhu udara akan mencapai 65 derajat Celsius pada bulan Ramadan.

Klimatologis bernama Abdul Rahman Mohammed Al Ghamdi menjelaskan, suhu udara di tempat-tempat teduh bisa mencapai 50 derajat Celsius. Sementara, suhu udara di wilayah yang terpapar panas matahari langsung dapat mencapai 65 derajat Celsius.

Bila prakiraan tersebut menjadi kenyataan, maka suhu udara di Arab Saudi memecahkan rekor suhu terpanas di dunia. Rekor suhu terpanas berada pada suhu 56,7 derajat Celsius yang dialami Lembah Kematian, California, Amerika Serikat (AS), pada 1913.

“Musim panas akan berlangsung di belahan Bumi utara mulai 21 Juni pada saat posisi matahari tegak lurus di atas rasi bintang Cancer. Akibatnya, sebagian besar wilayah Arab Saudi akan mengalami suhu amat panas,” ujarnya Al Ghamdi, seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (2/6/2015).

Dia menambahkan, temperatur udara yang tinggi tersebut akan dibarengi dengan tekanan udara panas dan lembab seperti yang dialami India. Tekanan udara tersebut akan meningkatkan panas yang dirasakan sepanjang 2015.

Selain itu, lanjut dia, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan suhu panas antara lain emisi karbon dari pabrik dan knalpot kendaraan.

Sebagaimana diberitakan, selama sepekan terakhir India mengalami gelombang panas di mana suhu udara bisa mencapai 47 derajat Celsius. Suhu panas tinggi tersebut menyebabkan sekira 2.000 warga India tewas.

sumber : okezone

Cat Steven, Masuk Islam Saat Berada di Puncak Ketenaran

kisahmuallaf.com – Popularitas dan kekayaan tidak menjamin seseorang hidup bahagia. Cat Steven, bintang pop era tahun ’70-an, yang kemudian dikenal dengan nama Yusuf Islam, justeru merasakan kegelisahan hidupnya ketika sedang berada di puncak popularitas dimana ia hidup bergelimang harta. Kegelisahan yang mendorongnya untuk menyusuri jalan panjang mencari Tuhan hingga ia menemukan cahaya Islam dan akhirnya menjadi juru dakwah lewat kegiatan musiknya dan aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial.
Bintang Pop
Sejak kecil Yusuf Islam sudah akrab dengan panggung-panggung hiburan karena bisnis keluarganya bergerak dalam bidang itu. Ia terbiasa hidup dalam kemewahan kalangan sosial kelas tinggi di Inggris. Sebagai penganut ajaran Kristen, keluarganya mengajarkan Yusuf bahwa Tuhan itu ada, tapi manusia tidak bisa melakukan kontak langsung dengan Tuhan. Umat Kristiani meyakini Yesus sebagai perantara antara manusia dengan Tuhan.
“Saya menerima ajaran itu, tapi saya tidak menelannya mentah-mentah,” kata Yusuf.
“Saya melihat patung-patung Yesus, mereka cuma benda mati tanpa nyawa. Saya tambah bingung ketika mereka bilang Tuhan ada tiga. Tapi saya tidak mendebat pernyataan itu. Saya menerimanya, karena saya harus menghormati keyakinan orang-orang tua saya,” sambungnya.Beranjak dewasa, Yusuf mulai menggeluti musik dan ia mulai melupakan kebingungannya terhadap ajaran agamanya karena ia sendiri mulai jauh dari kekristenan. Impiannya saat itu hanyalah menjadi bintang musik pop. Apa yang ia lihat dan ia baca di media massa sangat mempengaruhi pemikirannya untuk menjadi seorang bintang. Yusuf punya paman yang punya mobil mewah dan mahal. Ketika itu Yusuf berpikir, pamannya punya mobil mewah karena punya banyak uang.
“Banyak orang di sekeliling saya memberi pengaruh pada pemikiran saya bahwa uang dan dunia adalah Tuhan mereka. Sehingga saya memutuskan untuk bahwa itulah hidup saya. Banyak uang, hidup enak,” tutur Yusuf.

Meski demikian, Yusuf mengaku saat itu masih ada sisi kemanusiaan jauh di dalam hatinya, keinginan untuk membantu sesama manusia jika ia jadi orang kaya kelak.

Yusuf pun membangun karirnya sebagai musisi dan penyanyi. Dalam usia yang masih remaja, Yusuf sudah mengenyam kesuksesan dan keinginannya menjadi seorang ‘bintang besar’ tercapai. Nama dan foto-fotonya muncul di hampir seluruh media massa. Yusuf pun merasakan kenikmatan dunia, tapi itu tak membuatnya jadi puas, ia ingin kehidupan yang lebih dan lebih dari apa yang ia miliki, sayangnya Yusuf terjerumus ke jalan yang salah. Ia memilih narkoba dan minuman keras untuk mencari kehidupan yang ia inginkan itu.Mencari Kebenaran

Baru setahun Yusuf mengenyam kesuksesan dalam karir dan finansialnya. Yusuf terkena tubercolusis akibat gaya hidup dan kebiasaannya menenggak minuman keras dan narkoba. Ia sakit parah dan harus dirawat di rumah sakit. Saat itu Yusuf pun berpikir, “mengapa saya di sini, tergelatak di tempat tidur?, “apa yang terjadi pada saya? apakah saya cuma seonggok tubuh? apakah tujuan hidup saya semata-mata hanya untuk memuaskan tubuh ini?. Pertanyaan-pertanyaan itu mengganggu pikirannya dan ia mencoba mencari jawabannya.

Karena pada masa itu di kalangan masyarakat Barat sedang trend mempelajari hal-hal yang berbau mistis dari Timur, Yusuf pun ikut mempelajarinya. Ia mulai sadar tentang kematian. Ia mulai melakukan meditasi dan menjadi vegetarian. Tapi pertanyaan-pertanyaan bahwa dirinya bukan hanya seonggok tubuh manusia, tetap mengganggu pikirannya.

Sebagai bintang pop, namanya terus merangkak ke tangga popularitas. Kekayaan terus mengalir, tapi ketika itu Yusuf mulai mencari kebenaran. Ia pun belajar agama Budha, namun di satu sisi, Yusuf belum berani meninggalkan kehidupan glamournya, meninggalkan kenikmatan dunia dan hidup seperti layaknya pendeta Budha, mengisolasikan diri dari masyarakat.

Selanjutnya, Yusuf juga mempelajari Zen dan Ching, numerologi, kartu tarot dan astrologi, balik lagi mempelajari alkitab, tapi Yusuf tidak menemukan apa yang dicarinya, kebenaran yang hakiki. Sampai kemudian apa yang disebutnya mukjizat itu datang.

“Saudara lelaki saya baru saja kembali dari kunjungannya ke Yerusalem dan disana ia mengunjungi sebuah masjid. Saudara saya itu sangat terkesan melihat masjid yang ramai dikunjungi orang, seperti ada denyut kehidupan, tapi atmosfir ketenangan dan kedamaiannya tetap terasa. Berbeda rasanya ketika ia mengunjungi gereja dan sinagog yang sepi,” kata Yusuf.

Ketika kembali ke London, saudara lelakinya itu memberikan al Quran pada Yusuf Islam. “Dia tidak masuk Islam, tapi ia merasakan sesuatu di agama ini (Islam) dan ia pikir saya juga akan merasakan hal yang sama. Saya menerima al Quran pemberian saudara saya itu dan membacanya. Saat itulah saya merasakan bahwa saya telah menemukan agama yang benar, agama yang tidak seperti pandangan masyarakat Barat selama ini bahwa agama hanya untuk orang-orang tua,” tukas Yusuf.

Ia melanjutkan,”Di Barat, jika ada orang yang ingin memeluk satu agama dan menjadikannya sebagai cara hidunya, maka orang yang bersangkutan akan dianggap fanatik. Tapi setelah membaca al Quran saya yang awalnya bingung tentang tubuh dan jiwa, akhirnya menyadari bahwa keduanya adalah bagian yang tak terpisahkan, Anda tidak perlu pergi ke gunung untuk menjadi religius.”

Saat itu, satu-satunya yang diinginkan Yusuf Islam adalah menjadi seorang Muslim. Dari al Quran ia tahu bahwa semua rasul dan nabi dikirim Allah swt untuk menyampaikan pesan yang sama. “Mengapa kemudian Yahudi dan Kristen berbeda? Kaum Yahudi tidak mau menerima Yesus sebagai Mesiah dan mereka mengubah perintah-perintah Tuhan. Sementara Kristen salah memahami perintah-perintah Tuhan dan menyebut Yesus sebagai anak Tuhan. Tapi dalam al Quran saya menemukan keindahan, al- Quran melarang menyembah matahari atau bulan tapi memerintahkan umat manusia untuk mempelajari dan merenungi semua ciptaan Allah swt ,” papar Yusuf Islam.

“Ketika saya membaca al Quran lebih jauh lagi, al Quran bicara soal salat, sedekah dan perbuatan baik. Saya belum menjadi seorang Muslim saat itu, tapi saya merasa al Quran adalah jawaban buat saya dan Allah swt telah mengirimkannya pada saya,” sambung Yusuf Islam.Mengucap Dua Kalimat Syahadat

Yusuf Islam kemudian memutuskan untuk berkunjung ke Yerusalem. Di kota suci itu, ia datang ke masjid dan duduk di sana. “Seseorang bertanya, apa yang ia inginkan, saya menjawab bahwa saya seorang Muslim. Orang itu bertanya lagi, siapa nama saya. Saya jawab ‘Steven’. Orang itu tampak bingung. Saya ikut salah berjamaah, meski salat saya tidak begitu sukses,” kisah Yusuf menceritakan pengalamannya di sebuah masjid di Yerusalem.
>
Kembali ke London, Yusuf menemui seorang muslimah bernama Nafisa dan mengatakan bahwa ia ingin masuk Islam. Nafisa kemudian mengajak Yusuf ke Masjid New Regent. Ketika itu tahun 1977, satu setengah tahun sesudah ia membaca al Quran yang diberikan saudara lelakinya. Pada hari Jumat, setelah salat Jumat, Yusuf menemui imam masjid dan mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia pun menjadi seorang Muslim. Nama Cat Steven diganti menjadi Yusuf Islam.

“Saya pun akhirnya tahu bahwa saya bisa melakukan kontak langsung dengan Tuhan, tidak seperti dalam agama Hindu dan Kristen yang harus melalui perantara. Dalam Islam, semua penghalang itu tidak ada . Satu-satunya yang membedakan orang yang bertakwa dan tidak bertakwa adalah salatnya, salat adalah proses pemurnian diri,” papar Yusuf Islam.

“Akhirnya, saya ingin mengatakan bahwa apa yang saya lakukan saat ini adalah untuk Allah swt semata. Saya berharap Anda mendapatkan inspirasi dari pengalaman saya ini. Satu yang ingin saya katakan, saya tidak pernah sekalipun berinteraksi dengan seorang Muslim pun sebelum saya masuk Islam. Saya lebih dulu membaca al Quran dan menyadari bahwa tak seorang pun sempurna. Tapi Islam adalah agama yang sempurna dan jika kita mengikuti apa yang dicontohkan Rasulullah Muhammad saw, hidup kita akan selamat. Semoga Allah swt senantiasa membimbing umat Rasulullah Muhammad saw ke jalan yang lurus. amiin,”kata Yusuf Islam menutup pembicaraan.