Saudi Harus Jamin Keamanan Haji

Imbas konflik Yaman terhadap penyelenggaraan ibadah haji mendatang Pemerintah Arab Saudi harus beri jaminan keamanan.

Komisioner Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI), KH Syamsul Maarif, mengatakan keterlibatan militer negara Arab Saudi dalam serangan udara terhadap gerilyawan Al-Houthi Yaman merupakan urusan politik luar negeri.

Menurutnya serangan tersebut belum memberikan dampak yang signifikan terhadap penyelenggaraan Ibdah Haji di musim haji mendatang yang akan jatuh pada bulan September 2015.

Meskipun demikian, jika permasalah tersebut tidak kunjung selesai, menurut Syamsul bisa saja akan berdampak pada penyelenggaraan ibadah haji.

“Selama ini kita belum bisa mengambil sebuah kesimpulan, tapi nanti kalau ada perkembangan berikutnya bisa saja,” ujar Syamsul kepada Republika saat dihubungi, Senin (30/3).

Syamsul mengharapkan agar pemerintah Indonesia atau Kementrian Agama selalu melakukan komunikasi yang baik kepada Pemerintah Arab saudi terkait jaminan keamanan penyelenggaraan ibadah haji di musim mendatang.

“Pemerintah Saudi hendaknya memperhatikan aspek ini (ibadah haji) dalam bidang keamanan, jangan sampai hajat internasional dikotori oleh oknum-oknum,” kata Syamsul mengingatkan.

Menurutnya, ibadah haji merupakan hajat umat Islam sedunia, oleh sebab itu pelaksanaan ibadah tersebut harus berjalan dengan baik.

”Jangan sampai ada pihak-pihak yang menggunakan dalih kepentingan politik semata sehingga tidak mengindahkan pelaksanaan ibadah haji dengan baik dan benar,” kata Syamsul Maarif.

 

sumber: Republika Online

Calon Jamaah Haji Harus Siapkan Mental

Dr . KH. Hamdan Rasyid MA

Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Pusat yang juga dosen Pascasarjana Universitas Islam Jakarta (UIJ), Dr KH Hamdan Rasyid MA mengingatkan para calon jamaah haji Indonesia untuk mempersiapkan beberapa langkah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Langkah pertama, kata Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Hikmah, Curug, Sawangan, Depok ini, yang harus dipersiapkan para calon jamaah haji adalah keikhlasan dalam melaksanakan ibadah haji. Karena ibadah haji sangat menekankan keikhlaan.

Ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Albaqarah ayat 196 yang artinya, ”Laksanakan ibadah haji dan umrah dengan sempurna, semata-mata karena Allah SWT,’‘ ujar kyai Hamdan.

Kedua, persiakan mental agar menghindari sikap rafats, fusuk dan jidal. Rafats adalah segala bentuk ucapan, perbuatan dan pikiran kotor. Fusuk adalah melanggar ketentuan-ketentuan dalam ibadah haji sedangkan jidal adalah berbantah-bantahan apalagi berkelahi.

”Intinya, ibadah haji harus mampu mengendalikan emosi baik dari perkataan, perbuatan maupun pikiran, serta tidak boleh berbantah-bantahan apalagi berkelahi,” kata pembimbing ibadah haji Maktourmenjelaskan.

Secara khusus, Kyai Hamdan menekankan soal kemungkinan terjadinya jidal atau berbantah-bantahan di Tanah Suci. Mengapa ini bisa sangat mudah meletup?

”Bisa jadi, faktor padatnya jamaah, dalam suhu yang panas, kondisi yang lelah dan lapar sehingga mudah tersulut emosi, ditambah budaya dan tradisi serta bahasa yang beragam,” jelasnya.

Sedangkan langkah ketiga yang harus dipersiapkan adalah mengikuti manasik haji agar ibadah haji dilaksanakan sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW. ”Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya, ”Ambillah tatacara ibadah hajiku untuk kalian praktikkan,’‘ ujarnya.

Menurut Kyai Hamdan, ibadah haji itu sudah ada pakemnya, karena itu tidak boleh seorang calon jamaah haji melakukan improvisasi ibadah haji.

”Dalam manasik haji tidak hanya menekankan tatacara ibadah haji dari segi fikih, tapi perlu difahami juga aspek lainnya, seperti akidah, tasaufnya dan filosofinya, supaya bisa menghati ritual ibadah haji, karena ibadah haji penuh dengan simbul-simbul yang perlu difahami dengan benar.”

Sebelum berangkat ke Tanah Suci, Kyai Hamdan, sangat menganjurkan para calon jamaah haji melakukan taubatan nasuha yaitu dengan cara menghentikan perbuatan maksiat, menyesali perbuatan maksiat dan bertekad tidak akan mengulangi dosa-dosa yan telah lalu.

”Selain itu, para calon jamaah haji sangat dianjurkan untuk melakukan permintaan maaf kepada orang tua, saudara, tetangga, handai tolan dan para relasi. Bahkan kalau perlu dilakukan walimatussafar,” ujarnya.

Dengan kegiatan walimatussafar, diharapkan akan memotivasi orang-orang yang belum menunaikan ibadah haji, agar segera bisa berangkat ke Tanah Suci apalagi secara ekonomi sudah mampu.

Melalu walimatussafar, kyai Hamdan menambahkan, akan terjalin slaturahim dan saling memaafakan serta saling mendoakn, ”Kondisi ini membuat calon jamah haji merasa tendang dan nyaman di Tanah Air,” ujarnya.

sumber: Republika Online

Presiden: Indonesia Harus Berani Menyuarakan Kemerdekaan Palestina

Kata Jokowi, Indonesia juga harus berani mengambil posisi sebagai kekuatan moderat, toleran, dan konstruktif di antara bangsa-bangsa dan peradaban dunia.

Menyelesaikan persoalan Palestina merupakan tantangan Indonesia dalam kancah internasional. Demikian dikatakan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada acara Pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan.

“Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, kita juga harus berani menyuarakan kemerdekaan negara Palestina,” ujar Jokowi diiringi tepuk tangan hadirin, saat membacakan teks sambutan di atas panggung utama, Senin (03/08/2015) pagi.

Jokowi melanjutkan, Indonesia juga harus berani mengambil posisi sebagai kekuatan moderat, toleran, dan konstruktif di antara bangsa-bangsa dan peradaban dunia. Hal ini demi terwujudnya tatanan global yang lebih damai.

Indonesia, katanya, juga harus menjadi contoh untuk membangun masyarakat yang hidup damai dan rukun dalam keragaman dan kebhinnekaan.

Ia mengatakan, Indonesia masih menghadapi tantangan kemiskinan, keterbelakangan, ketimpangan, serta ketidakadilan. Juga tantangan berbagai tindak kejahatan luar biasa yang menggerogoti bangsa ini; korupsi dan ancaman narkoba.

Persaingan dengan kekuatan-kekuatan raksasa ekonomi di peta geopolitik dunia, katanya, menuntut semua elemen bangsa untuk terus berkembang dan berubah.

“Di dalam negeri, mari kita ciptakan sistem ekonomi dan tatanan hidup bersama yang berkeadilan, yang berpihak pada kaum mustad’afin, mereka yang lemah, sebagai dasar untuk mewujudkan tatanan negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujarnya.

Menurutnya, perjalanan Indonesia sebagai bangsa masih panjang dan akan terus menghadapi tantangan-tantangan baru.

“Itu artinya, peran penting Muhammadiyah untuk menjawab tantangan perubahan zaman perlu dilanjutkan dan terus dikembangkan,” ujarnya di depan ribuan jajaran pengurus dan warga Muhammadiyah.*

sumber: Hidayatullah.com

Pengkritik Fatwa Ulama Biasanya Kurang Tahu Kedudukan Ulama

Para ulama, menurut Dr. Zein, mengharamkan sesuatu itu tidak dari hawa nafsu, tapi dari Al-Quran dan Sunnah

Hidayatullah.com- Pakar Hukum Islam, Dr. Zein An-Najjah mengkritik keras pernyataan selebritis yang memprotes fatwa Majelis UIama Indonesia (MUI) mengenai keharaman Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BJPS) Kesehatan.

“Kalau dia itu non-Muslim memang sudah begitu sifatnya, jadinggak perlu dibicarakan lagi orang begitu. Itu nanti ada penjelasannya sendiri,” ujar Dr. Zein kepada hidayatullah.com, Ahad (02/08/2015) pagi.

Namun, tegas Dr. Zein, kalau dia Muslim (orang Islam) berarti dia orang Islam yang paham dan tidak mengerti soal agama.

“Dan dia juga tidak tahu kedudukan para ulama,” imbuh Dr. Zein yang juga Ketua Komisi Fatwa DDII Pusat.

Para ulama, menurut Dr. Zein, ketika mengharamkan sesuatu itu tidak asal mengharamkan, tetapi mereka akan mengikuti apa yang ada di dalam al-Qur’an dan As-Sunnah.

“Ulama itu tidak mengatakan sesuatu dengan hawa nafsu dan pikiran, nggak kayak artis yang mengkritik MUI itu,” cetusnya.

Dr. Zein menambahkan bahwa ulama ketika mengeluarkan fatwa itu didasari dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Dan semua yang diharamkan oleh Islam itu, lanjutnya, akan memberikan mudhorot bagi umat dan bangsa.

“Secara umum kalau dia bukan Islam,  kita doakan dia masuk Islam. Tapi jika dia Islam, kita doakan supaya dia segera bertaubat dan harus banyak belajar kepada para ulama. Jangan hanya berbicara menggunakan hawa nafsu tetapi segala sesuatu itu harus ditimbang terlebih dahulu dengan ilmu,” demikian Dr. Zein menyarankan.*

Keberanian Abu Faris di Hadapan Penjajah Israel

Abu Faris sholat sendirian di teras masjid Al Aqsha sementara pasukan Zionis-Israel mengelilingi dari semua sisi

Hidayatullah.com–Adalah Kholil Abbasi, yang dikenal dengan nama Kunyah Abu Faris. Hari Ahad (26/07/2015) lalu menunjukan keberanian nya,  tatkala pasukan Zionis memaksa kaum Muslimin keluar masjid dan ditangkap penjajah Israel.

Kala itu Abu Faris sholat sendirian di teras masjid Al Aqsha sementara pasukan Zionis-Israel mengelilingi dari semua sisi.

Abu Faris tidak bergeming meski ia harus mendapat pukulan, siksaan, dan rumah nya dihancurkan.

Abu Faris adalah salah seorang penduduk Desa Silwan yang kedua anaknya Asir dan Muhammad sudah mendekam di balik jeruji besi Zionis-Israel.

Pagi itu, hari Ahad, 26 Juli 2015, pasukan militer Israel mengkerahkan 200 orang lebih untuk mengepung seluruh wilayah masjid Al-Aqsha baik dari pintu Barat maupun pintu Qibliyah.

Menurut sumber hidayatullah.com di Al-Quds, pasukan penjajah Israel masuk ke dalam Masjid Al-Aqsha dan menyerang secara membabi buta kepada para jamaah yang berada di dalam masjid, mereka menghancurkan pintu dan kursi serta melarang kaum Muslimin yang masuk ke dalam Masjid Al-Aqsha.

Pada hari pertama bentrokan itu, seluruh kaum muslimin berapapun umur mereka, dilarang masuk ke dalam masjid Al Aqsha.

Ketika kaum muslimin memaksa masuk, bentrokan tak terhindarkan, berjatuhan lah korban luka dari pihak muslim, dan sebagian lainnya diciduk dipenjara oleh Zionis.

Salah satu akibat dari bentrokan tersebut, Zionis menggembok pintu Masjidil Aqsha dan menutup paksa semua kantor kaum Muslimin di Kota Al Quds dan sekitarnya.

Seperti diketahui, hari Ahad (26/07/2015), militer Zionis malancarkan pelecehan terhadap Masjid Al-Aqsha di mana Zionis masuk ke masjid dan menginjak-injak sajadah.

Akibat pelecehan ini membuat marah kaum Muslim dan menyebabkan bentrok tidak terhindarkan. [baca: 16 Warga Luka Akibat Pelecehan Tentara Zionis-Israel di Masjidil Aqsha]

Tidak kurang dari 16 korban luka- dari pihak Kaum Muslimin di Kota Al-Quds Palestina. Beberapa diantaranya mengalami luka parah dan harus dijahit pasca bentrok akibat pelecehan Zionis – Israel.*/RZ Utama

Empat Kunci Ikhtiar, Meraih Hidayah Allah

Langkah-langkah ikhtiar untuk meraih hidayah Allah dianjurkan bersikap baik tutur dan melakukan amalan terpuji

KATA ikhtiar persamaan atau padanannya adalah usaha dan Allah Subhanahu Wata’ala.

Allah berfirman dalam Surat-17 Al-Israa’ ayat-19:

وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُم مَّشْكُوراً

“Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha (berikhtiar) ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya (ikhtiarnya) dibalasi dengan baik.”

Sedangkan kata hidayah persamaan atau padanannya adalah tuntunan atau petunjuk dari Tuhan dan Allah subhanahu Wata’ala telah berfirman dalam Surat Az-Zukhruf [43] ayat-27:

إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ

“Tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku, karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku.”

Adapun langkah-langkah ikhtiar untuk meraih hidayah dari Allah Subhanahu Wata’ala, maka kita dianjurkan bersikap baik tutur kata maupun perbuatannya antara lain :

Pertama, tidak boleh sombong atau takabur, biasakan melakukan ucapan insyaa Allah, jika ada maksud atau menjawab, menukil Surat-31 Luqmaan ayat-18: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Quran surat Al-Hujurat [49] ayat-1: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rosuul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Kedua, selalu menggunakan akal dan berfikir yang ma’ruf (adil dan benar), menukil Surat Al-Maaidah [5] ayat-100 : “Katakanlah; “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertaqwalah kepada Allah, hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.”

Surat Ar-Ruum [30] ayat-21 :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang, sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Ketiga,  banyak berdzikir. Misalnya “Laa Ilaaha Illaallaah Muhammadur Rosuulullaah” setiap pagi dan petang, kalimat “Laa Ilaaha Illaallaah”, menukil Surat Muhammad [47] ayat-19:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (sesembahan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.”

Kalimat “Muhammadur Rosuulullaah”, menukil Surat- Al-Fath ayat [48]: 29 :

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعاً سُجَّداً يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَاناً سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridloan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurot dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”

Keempat, selalu menghhatamkan Al-Qur’an, minimal setiap harinya Satu ‘Ain, menukil Surat Ibrahiim [14] ayat-52 : “(Al-Qur`an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Satu dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.”

Kelima, selalu Silaturahmi dengan para Ulama/ orang-orang Saleh, menukil Surat An-Nisaa [4] ayat-1 : “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri dan dari padanya Allah menciptakan isterinya dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturahmi (silaturrohiim), sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi Kamu.”

Surat An-Nisaa [4] ayat-69 : “Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rosul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-Nabi, para orang Jujur, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang Shaleh dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”

Surat- Faathir [35] ayat-28: “Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya), sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah Ulama. Sesungguhnya Allah Maha Gagah lagi Maha Pengampun.”

Demikian disampaikan semoga bermanfaat.*/Roni Sufron

sumber: Hidyatullah.com

Nomor Layanan SMS Center Haji dan Umrah di Jeddah

Kementerian Agama menyediakan layanan pesan singkat (SMS) untuk pengaduan. Berikut ini, nomor pelayanan SMS Center Haji dan Umrah oleh Kantor Urusan Haji Jeddah:

  1. Embarkasi DKI Jakarta (JKG/Jakarta Garuda) yang mengangkut jamaah dari Provinsi DKI Jakarta, Banten, Lampung: +966569913158
  2. Embarkasi DKI Jakarta (JKS/Jakarta Saudi) yang khusus mengangkut jamaah haji dari Provinsi Jawa Barat: +966569913159
  3. Embarkasi Aceh (BTJ) yang khusus mengangkut jamaah dari Provinsi Aceh: +966569913162
  4. Embarkasi Medan (MES) yang khusus mengangkut jamaah dari Provinsi Sumatera Utara: +966569913248
  5. Embarkasi Batam (BTH) yang mengangkut jamaah haji dari Provinsi Kepri, Riau, Kalbar, dan sebagian Provinsi Jambi: +966569913473
  6. Embarkasi Padang (PDG) yang mengangkut jamaah haji dari Sumatera Barat, Bengkulu, dan sebagian Jambi: +966569913518
  7. Embarkasi Palembang (PLM) yang mengangkut jamaah haji dari Sumatera Selatan, Bangka Belitung: +966569913026
  8. Embakasi Solo (SOC) yang mengangkut jamaah haji dari Provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah: +966569910173
  9. Embarkasi Surabaya (SUB), mengangkut jamaah haji dari Provinsi Jawa Timur, Bali, dan NTT: +966569910385
  10. Embarkasi Lombok (LOP), khusus mengangkut jamaah haji dari Provinsi NTB: +966569910781
  11. Embarkasi Ujungpandang (UPG) yang mengangkut jamaah haji dari Provinsi Sulsel, Sulbar, Sultra, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara; Papua, dan Papua Barat: +966569912405
  12. Embarkasi Banjarmasin (BDJ), mengangkut jamaah haji dari Provinsi Kalsel dan Kalteng: +966569912491
  13. Embarkasi Balikpapan (BPN), mengangkut jamaah haji dari Provinsi Kaltim, Sulut, dan Sulteng: +966569912631
  14. Umrah: +966569917216
  15. Kantor Urusan Haji: +966569914606
  16. Tenaga musiman (temus): +966569908563

 

sumber: Republika Online

Suhu Bisa Capai 53 Celcius, Calon Haji Jangan Malu Bawa Air

Para petugas dan jamaah haji 2015/1436 H diingatkan agar mengantisipasi suhu panas yang akan terjadi di Arab Saudi pada musim haji tahun ini. Lantaran suhu di Makkah dan Madinah pada musim haji 2015 diperkirakan di atas 40 derajat Celcius.

“Jadi, jangan malu bawa air. Kalau tidak banyak minum bisa jadi masalah,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama Rudi Subiyantoro pada acara Pembekalan Petugas Media Center Haji 1436 H/2015 M di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (5/6).

Rudi melanjutkan, kekurangan air selama berada di Tanah Suci akan berpengaruh pada stamina petugas dan jamaah haji. Berdasarkan pengalaman pribadi berhaji pada 1990-an dan 2000, kata Rudi, suhu panas bisa mengakibatkan keluarnya serbuk garam di wajah berbarengan dengan keringat.

Padahal, suhu panas di Tanah Air yang maksimal 37 sampai 38 derajat Celcius paling dahsyat hanya menyebabkan keluarnya keringat yang banyak.

“Nah, ini suhunya nanti bisa mendekati 50 derajat Celcius. Penguapannya luar biasa, jadi jangan disepelekan,” katanya.

Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan Chairul R Nasution mengatakan, sebagian besar calon haji Indonesia memiliki risiko kesehatan yang cukup tinggi.

Berdasarkan data kesehatan jamaah haji sebelumnya, 10 diagnosis penyakit terbanyak yang diderita jamaah, antara lain yang berkaitan dengan darah tinggi, diabetes, dan kelainan lemak darah.

Oleh karena itu, dia mengingatkan agar jamaah haji menjaga kondisi tubuh jangan sampai dehidrasi pada cuaca yang sangat panas. Apalagi, diperkirakan suhu udara di Arab Saudi pada musim haji bisa menembus angka 53 derajat Celsius.

“Kondisi panas dan kelembapan rendah bisa menyebabkan dehidrasi karena banyak di antara mereka (jamaah) tidak merasa panas, tetapi sudah terjadi dehidrasi luar biasa,” katanya.

 

sumber: Republika Online

Konsumsi Air Diprediksi Meningkat 5 Persen Saat Musim Haji Mendatang

Tingkat konsumsi air minum kemasan di Arab Saudi selama musim panas ini diprediksi akan mengalami kenaikan 10 persen. Lantaran musim panas kali ini juga berbarengan dengan musim haji dan umrah di Tanah Suci.

“Ada tingkat pertumbuhan tahunan yang naik antara empat sampai lima persen,” ujar ahli industri Rashed Bin-Zouma, dilansir dari ArabNews, Jumat (31/7).

Kerajaan Arab Saudi merupakan konsumen terbesar air hasil penyulingan di seluruh dunia. Apalagi datangnya musim haji dan umrah saat musim panas.

Meski  begitu, Bin-Zouma mengatakan, ini akan menguntungkan konsumen karena pasokan air kemasan tetap berlimpah dan adanya persaingan harga di dunia industri yang berlomba memenangkan sejumlah terbesar pelanggan.

Bin-Zouma menyebutkan, meingkatnya konsumsi air kemasan ini karena beberapa sebab. Pertama, pertumbuhan populasi di wilayah  Arab. Kedua, terdapat peningkatan kesadaran masyarakat terhadap manfaat mengonsumsi air mineral setiap hari.

Dia menunjukkan peningkatan yang signifikan lebih dari 6,5 miliar liter per tahun dalam kapasitas produksi pabrik lokal. Diperkirakan ada 45 perusahaan yang bekerja di bidang air minum kemasan dengan investasi diperkirakan sebanyak 8 miliar riyal atau sekitar Rp 28,8 triliun.

“Diperkirakan jumlah ini jauh lebih tinggi dan akan tumbuh di masa yang akan datang,” terang Otoritas Makanan dan Obat Arab Saudi dalam keterangan tertulisnya.

 

sumber: Republika Online

Arab Saudi Siapkan Jutaan Hewan Kurban Saat Musim Haji

Salah satu perusahaan importer di Arab Saudi mengklaim akan mengimpor sebanyak 3 juta hewan kurban pada musim haji 2015. Hewan ternak yang akan mereka impor adalah unta dan domba yang juga nantinya akan digunakan oleh para peserta haji untuk berkurban.

Dikutip dari ArabNews, Jumat (31/7),  juru bicara perusahaan importer di Arab Saudi Fahd Al-Salmi mengatakan, jumlah hewan kurban yang akan mereka impor tahun ini tidak mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan jumlah tahun lalu.

“Hal ini disebabkan stabilnya harga pasar baik lokal maupun harga secara internasional,” ungkapnya.

Ia bahkan menyebutkan bahwa 3 juta dari hewan kurban yang diimpor tersebut, sebanyak 1 juta di antaranya diimpor oleh Bank Islamic Development Bank (IDB), dan sisanya diimpor oleh importer lokal.

Fahd menyebut, negara-negara pengekspor seperti Sudan, Somalia, dan Djibouti sudah menjamin bahwa pasokan tersedia untuk memenuhi permintaan selama musim haji. Selain jaminan dari negara pengekspor, Fahd juga menyebut adanya jaminan dari pasar hewan lokal mengenenai ketersediaan kebutuhan hewan kurban.

“Pasar lokal juga memiliki cadangan strategis yang cukup di peternakan lokal, kami berdoa agar tidak ada kenaikan harga,” katakata Fahd.

Mohammed Al-Mateeri, yang juga salah satu importer lokal juga mengharapkan agar harga hewan ternak selama musim haji tetap stabil. Ia melihat kecenderungan dari tahun ke tahun harga hewan ternak naik saat memasuki musim haji.

Untuk mengatasi hal ini, Al-Mateeri berharap pihak pemerintah ikut menekan kestabilan harga guna mencegah kenaika harga secara mendadak. Sebab ia mengeluhkan bila harga naik secara tiba-tiba akan membuat usahanya tidak mendapatkan keumtungan sesuai yang diinginkan.

“Kami berharap Kementerian Perdagangan dan Industri akan memantau masalah ini dan melarang pedagang menaikkan harga secara dramatis,” ucap Al-Mateeri.