Kisah Pendamba Cinta Ilahi, Haji Berjalan Kaki 5700 Km

JAKARTA– Senad Hadzic, seorang Muslim Bosnia, adalah pejalan spiritual (salik) paling tangguh zaman ini. Ia berhasil membuktikan pada dunia akan besar dan kuatnya dorongan cinta Ilahi di dalam dirinya yang tertanam sejak kecil. Cinta Ilahi, cinta kepada Allah, telah melembutkan sekaligus menguatkan hatinya; hatinya yang lembut, melelehkan air mata di setiap doa-doa malamnya dan di setiap melihat penderitaan yang dialami orang lain.

Hatinya yang kuat, mendorong untuk mewujudkan tekad yang paling nekad sekaligus unik bagi manusia modern, yaitu naik haji dengan jalan kali sepanjang 5700 km. Di hadapan kekuatan cinta, segala yang terkesan mustahil menjadi nyata dan segala yang diasumsikan tidak masuk akal (irasional) menjadi sesuatu yang tak terbantahkan keberadaannya oleh akal. Dengan dorongan cinta, mitos menjadi realitas, impian jadi kenyataan.

Apa yang dilakukan Senad Hadzic cukup mencengangkan sekaligus menakjubkan di zaman yang cenderung memanjakan umat manusia ini dengan adanya sarana transportasi darat, laut dan udara. Ia berjalan kaki selama 8,5 bulan sejauh 5700 km, melewati 7 negara, yaitu Bosnia (negaranya sendiri), Serbia, Bulgaria, Turki, Suriah, Jordan, dan Arab Saudi. Ia berjalan dalam suhu ekstrim dingin 37 derajat celcius pada saat berjalan melintasi negara Bulgaria dan suhu ekstrim panas 50 derajat celcius pada saat melintasi Yordania, melintasi dua benua (Asia dan Eropa), dua gurun pasir dan tiga lautan.

Sang salik pendamba cinta Ilahi, memang tak mudah mengejar dan meraih apa yang diobsesikan oleh mimpi-mimpi suci yang mengusik dalam lelap tidurnya. Obsesi spiritual itu bermula berada di alam sadarnya, lalu memasuki ke alam bawah sadar, merambat dan merembes ke dalam dunia mimpinya. Mimpi naik haji dengan berjalan kaki. Mimpi itu baginya adalah panggilan cinta suci Ilahi yang harus ditunaikan tanpa boleh diundur sedikitpun.

Mimpi suci yang datang bertubi-tubi mengusik tidurnya itu ia diceritakan pada sang istri tercinta, bukan untuk mengeluh tetapi ingin meminta restu demi mewujudkannya. Sebab, istri dan keluarga tercintalah pihak yang akan menanggung derita ditinggalkan Senad sebagai suami sekaligus sebagai ayah bagi anak-anaknya. Mimpi itu jika direalisasikan akan menggalaukan pikiran, menegangkan urat saraf, mengencangkan detak jantung siapapun yang mendengarnya—apalagi bagi istri dan anak-anaknya.

Setelah tahu niat dan komitmen suami dan bapak bagi anak-anaknya begitu kuat, mereka akhirnya mengikhlaskan kepergiannya untuk naik haji dengan berjalan kaki. Yang menjadikan sang istri berat hati melepaskan suaminya, lantaran ia tahu persis sang suami tidak membawa perbekalan yang cukup. Yang dibawa hanya pakaian, al-Qur`an, Bibel, bendera 7 negara yang akan dilalui, peta dan tak ada uang.

Rupanya, cinta Senad kepada Tuhan mengalahkan cintanya kepada siapa pun dan apa pun. Bahkan ia juga tidak memperdulikan dirinya sendiri. Tangisan permohonan sang istri agar rencananya diurungkan tak melumerkan niatnya yang sudah membaja.

Cinta Ilahi itu sangat kuat menyihir dan menyeretnya sangat jauh. Ia pun sudah melupakan segalanya, yang diingat dan didambanya hanyalah Sang Kekasih Abadi, Allah. Dia tahu bahwa mendekatkan diri dengan beribadah dan meluapkan rasa cinta kepada Allah bisa diekspresikan di mana saja dan kapan saja.

Namun, ia juga tahu bahwa simbol terpuncak dari pendekatan diri kepada-Nya adalah melalui ibadah haji yang tidak bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Ibadah haji hanya dapat dilakukan di Baitul Haram (Rumah Suci) yang ada di Makkah.

Baitul Haram bak sumber cahaya yang sedang didekatinya dengan penuh pengorbanan, ketuluan hati, kesabaran, dan cinta. Senad seakan meyakini bahwa semakin dekat dengan sumber cahaya, maka ia akan mendapatkan intensitas cahaya yang maksimal. Cintanya kepada Allah akan diluapkan dengan mesra dan sensasional di tempat yang diridhai-Nya, yakni Baitul Haram.

Sepanjang perjalanan, Allah memudahkan segala urusannya dan memenuhi kebutuhannya. Ia berjalan dalam kesunyian, tak ada tempat mencurahkan keluh-kesah atas apa saja yang dialaminya selama dalam perjalanan. Hanya Allah satu-satunya tempat untuk memohon dan mengadu atas berbagai kendala, aral dan rintangan yang dihadapinya.

Doa adalah salah satu cara Senad mengkomunikasikan apa yang diinginkannya, menyingkirkan krikil-krikil kendala, dan memuluskan langkahnya. Doa-doanya ternyata selalu didengar, direspon, disambut dan dipenuhi oleh-Nya; saat butuh makan-minum dan tempat istirahat, ada saja orang baik hati yang mengajaknya mampir dengan menyuguhkan makan-minum dan menawarinya untuk beristirahat di rumahnya; saat berhadapan dengan fenomena alam yang kurang bersahabat seperti turun hujan, ia berdoa sejenak dan hujan pun tidak begitu lama berhenti; saat berjalan di Suriah, negara yang sedang didera perang saudara, ia sempat berhadapan dengan perampok yang ingin menjambret barang-barang yang dibawanya.

Tetapi dengan doa dan kemantapan hati, para perampok itu dengan sendirinya menjauh dan berlari dari Senad; bahkan doanya untuk orang-orang yang tertimpa kemalangan seperti sakit parah menahun yang dijumpainya di perjalanan pun didengar dan dikabulkan oleh-Nya. Setelah Senad mendoakan seraya menangis bercucuran air mata memohon kepada-Nya, tidak lama kemudian orang yang didoakan itu diberi kesembuhan.

Inilah bukti kebenaran ucapan Nabi, bahwa Salah satu doa yang dikabulkan oleh Allah adalah doa orang yang sedang dalam perjalanan (musafir)—selain orang sakit dan orang yang dizhalimi.

Beberapa negara dilalui Senad dengan mudah. Ia mendapatkan visa tanpa kesulitan berarti. Bahkan Bulgaria yang mayoritas penduduknya beragama Kristen dan Turki yang sekular pun mempermudah pengurusan visanya. Tetapi yang mengherankan, ia justru mendapatkan kendala dan ‘dipersulit’ pengurusan visa oleh pihak negara Arab Saudi yang mengklaim sebagai negara Islam. Selama hampir 3 bulan, Senad berada di perbatasan Arab Saudi, dan dengan sabar menantikan visa yang dijanjikan akan segera didapatkan. Ia hidup di dalam tenda yang dirakitnya sendiri di tengah-tengah padang pasir yang tandus.

Cobaan demi cobaan ia hadapi dengan kesabaran penuh; panas matahari yang membakar di siang hari, dinginnya angin malam yang menusuk pori-pori, terpaan debu dan pasir kotor yang terus menghujani, lapar dan haus yang tak tertahankan.

Dari hari ke hari tubuhnya semakin kurus dan matanya mencekung. Ia sempat berpikir, bahwa sikap pemerintah Arab Saudi terhadap dirinya tidak mencerminkan ajaran Islam yang benar seperti diajarkan al-Qur`an dan Nabi Muhammad Saw. Namun, Allah tidak pernah membiarkan hamba-hamba-Nya yang dikasihi terjerembab dalam kesia-siaan.

Dengan kuasa-Nya yang tak terbatas, pemerintah Arab Saudi akhirnya memberikan visa masuk kepada Senad. Ia pun khusyuk bersimpuh di Baitul Haram dan Makam Nabi. Ia sangat menikmati kebersamaan dengan Sang Kekasih, Allah Swt.[]

Judul Buku: Senad Hadzic Naik Haji Jalan Kaki 5700 Km dari Bosnia
Penulis: Mujahidin Nur
Penyunting: Syafawi Ahmad
Penerbit: Jakarta, Zahira
Ukuran: 17 x 22 cm
Tebal: 1-186 halaman
Cetakan: 1 September 2013
Harga: 65, 000
ISBN: 978-602-1258-36-1
Peresensi: Mukti Ali el-Qum, peneliti Rumah Kitab dan Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

 

sumber: NU.or.id

Mulai 2015, Rute Penerbangan Haji Dipersingkat

JAKARTA– Mulai 2015, Pemerintah menurunkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dari US$ 3.219 menjadi US$ 2.717 atau turun sekitar Rp 6,5 juta. Penurunan ini karena pemerintah berhasil melakukan efisiensi biaya dari beberapa sisi tanpa mengurangi kualitas pelayanan bagi jamaah haji.

Salah satu bagian yang ongkosnya bisa dihemat adalah penerbangan. Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin mengemukakan, mulai tahun ini ada perubahan rute penerbangan.

Jamaah haji gelombang pertama akan diterbangkan dari Tanah Air langsung menuju Madinah dan pulang melalui Jeddah. Sedangkan jamaah haji gelombang kedua akan diterbangkan dari Tanah Air menuju Jeddah dan pulang melalui Madinah.

“Beberapa keuntungan yang diperoleh dari perubahan sistem itu. Pertama, stamina jamaah haji bisa lebih terjaga. Sebab, perjalanan darat kurang lebih selama 6-8 jam dari Jeddah ke Madinah dan sebaliknya dapat dihilangkan. Kedua, terjadi penghematan biaya perjalanan haji dan akomodasi transito di Jeddah,” ujar Lukman seperti dikutip dari setkab.go.id, Kamis (28/5/2015).

Tak hanya menurunkan ongkos haji, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin juga menyampaikan, telah menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) yang antara lain mengatur, orang yang sudah berhaji dan ingin mendaftar lagi, baru bisa berhaji paling cepat 10 tahun kemudian.

Peraturan tersebut mulai berlaku tahun ini. Lukman mengungkapkan, kebijakan itu dibuat untuk mempriotitaskan warga yang belum berhaji. Tapi tidak menutup pintu sama sekali bagi yang sudah berhaji.

Menteri Agama Lukman menjelaskan, masa tunggu jamaah haji semakin panjang karena animo masyarakat yang semakin besar tidak sebanding dengan kuota haji Indonesia. Karena itu, Kemenag mengambil kebijakan ini agar haji betul-betul diprioritaskan bagi yang belum pernah berhaji sama sekali. “Itu salah satu cara kita memperpendek antrian,” tandas Lukman. (Sun/Mut)

 

sumber: Liputan6.com

Jokowi: Ongkos Naik Haji 2015 Turun

Presiden Joko Widodo melakukan konferensi pers usai bertemu dengan Pansel KPK, Jakarta, Senin (25/5/2015). Jokowi meminta Pansel untuk memilih calon pimpinan KPK yang kredibel, berintegritas dan dipercaya masyarakat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Presiden Joko Widodo melakukan konferensi pers usai bertemu dengan Pansel KPK, Jakarta, Senin (25/5/2015). Jokowi meminta Pansel untuk memilih calon pimpinan KPK yang kredibel, berintegritas dan dipercaya masyarakat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jakarta– Presiden Jokowi mengumumkan, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) turun. Penurunan biaya haji ini dapat terbilang cukup drastis, yaitu dari US$ 3.219 menjadi US$ 2.717. Berdasarkan selisih harga tersebut, maka ada penurunan ongkos haji tahun ini US$ 502 atau sekitar Rp 6,5 juta.

“‎Penurunannya yaitu sebesar US$ 502 dari US$ 3.219 menjadi US$ 2.717. Alhamdulillah, penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji ini berkat usaha penghematan yang berhasil dilakukan,” ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Rabu (27/5/2015).

Penurunan ongkos haji tersebut, menurut Jokowi, telah ia tandatangani dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 64 Tahun 2015 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2015.

“Berpijak dari Perpres tersebut, Kementerian Agama telah melakukan langkah-langkah efisiensi. Dan kita telah berhasil melakukan efisiensi, dan besaran biaya penyelenggaraan ibadah haji 2015 mengalami penurunan yang cukup signifikan, dibanding besaran rata-rata tahun lalu,” ucap Jokowi.

Penurunan tersebut, kata Jokowi, dilakukan karena langkah efisiensi yang dilakukan Kementerian Agama terhadap rute penerbangan, transportaasi darat, dan melokalisir pemondokan jamaah haji di Mekkah.

Walau terjadi penurunan harga, Presiden meminta agar kualitas pelayanan jamaah haji tetap menjadi prioritas. Agar para jamaah tetap harus mendapatkan pelayanan yang baik selama melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

“Efisiensi ini tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada jemaah haji. Justru dengan penurunan ini diharapkan kualitas pelayanan haji terus bisa ditingkatkan. Semoga penurunan biaya ini bisa meringankan beban para calon jemaah haji yang akan menjalankan iba‎dah di sana,” imbau Jokowi.

Jokowi berharap agar langkah efisiensi yang dilakukan Kementerian Agama, dapat diikuti kementerian-kementerian lainnya. Namun tanpa mengurangi kualitas terhadap pelayanan publik.

“Efisiensi yang sudah diinisiasi oleh Kementerian Agama dalam pelayanan publik melalui pelayanan haji ini, seharusnya bisa diikuti kementerian dan lembaga lain, untuk memangkas biaya-biaya yang tidak perlu, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada publik,” pungkas Jokowi.

Penurunan Harga Minyak Dunia

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebelumnya mengatakan, pihaknya akan menurunkan biaya penyelenggaraan ibadah haji. Penurunan itu telah ia sampaikan ke panitia kerja Komisi VIII DPR.

“Kemarin kami di pembicaraan tahap awal biaya penyelenggaraan ibadah haji, kami sudah mengajukan angka US$ 3.193 (sekitar Rp 40,3 juta) rata-rata untuk haji bulan ini. Itu artinya turun US $ 26 dari 2014 yang lalu, yang rata-rata US$ 3.219 (sekitar Rp 41,3 juta),” kata Lukman di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa 24 Februari lalu.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjelaskan, penurunan biaya haji disebabkan adanya penurunan harga minyak dunia, sehingga berpengaruh penurunan ongkos perjalan haji.

“Penurunan ini setelah kita hitung-hitung biaya perjalanan udara atau avtur itu kan mengalami penurununan harga, minyak dunia sedang turun. Setelah dihitung-hitung bisa kita lakukan penurunan US$ 26 per jemaah. Inilah yang kita ajukan ke DPR dan sedang dibahas,” jelas Lukman.

Kementerian Agama melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) No 64 Tahun 2014 tentang Penetapan Kuota Haji 1435H/2014M menyebutkan, jumlah haji Indonesia mencapai 168.800 orang yang terdiri dari kuota haji regular 155.200 orang dan kuota haji khusus 13.600 orang. (Rmn/Yus)

 

sumber: Liputan6.com

Rohingya Penuhi Syarat Penerima Zakat, Infak, Sedekah

Jakarta – Sekretaris Jenderal World Zakat Forum, Ahmad Juwaini, menyatakan pengungsi Rohingya memenuhi syarat sebagai penerima manfaat atas zakat, infak dan sedekah.

“Kami minta lembaga zakat dan lembaga kemanusiaan dunia untuk membantu pengungsi Rohingya,” katanya di Banda Aceh, Selasa 9 Juni 2015.

Pernyataan yang disampaikan itu merupakan beberapa poin dari pernyataan sikap lembaga zakat dan organisasi kemanusiaan internasional tentang masalah Rohingya.

Pihaknya meminta seluruh umat muslim dan komunitas dunia agar memberikan bantuan khusus secara spesifik untuk membantu pengungsi Rohingya.

“Kami juga meminta ASEAN, OKI, PBB dan organisasi multilateral lainnya untuk menjatuhkan sanksi politik atau ekonomi kepada Myanmar,” katanya.

Mereka juga meminta kepada seluruh negara khususnya negara di sekitar Myanmar untuk menerima para pengungsi Rohingya dan memberikan bantuan yang diperlukan.

Pihaknya juga berpendapat tindakan pengusiran dan kekerasan terhadap warga negara adalah sebuah kejahatan yang bertentangan dengan hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan. (Ant/Bob/Ado)

sumber: Liputan6.com

Jelang Ramadan, Raja Arab Cuci Kabah

Sebelum mencuci, Raja Salman sempat menjalankan salat sunah di dalam Kabah.

Dream – Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud menjalankan kebiasaan raja-raja Arab Saudi sebelumnya menjelang Ramadan. Raja Salman bersama para pejabat kerajaan mencuci Kabah, kiblat Muslim sedunia.

Kegiatan tersebut dilakukan pada Minggu, 31 Mei 2015 lalu. Sebelum mencuci, Raja Salman bersama para pejabat menyempatkan diri salat sunah di dalam Kabah.

Usai salat, Raja Salman memegang kain putih yang sudah diberi minyak wangi. Raja Salman kemudian menyapukan kain tersebut ke dinding Ka’bah.

Langkah tersebut diikuti oleh sejumlah pejabat kerajaan seperti Putra Mahkota Mohammed bin Nayef serta Gubernur Mekah, Pangeran Khalid Al Faisal. Secara bergantian, para pejabat tersebut menyapukan kain ke dinding Ka’bah.

Sepanjang kunjungan ke Mekah, Raja Salman berdiskusi dengan Pangeran Khalid terkait rencana pengembangan Masjidil Haram dan beberapa tempat ibadah di Mekah.

Dia meminta Pangeran Khaled menindaklanjuti program yang telah dibuat oleh mendiang Raja Abdullah.

(Ism, Sumber: alarabiya.net, saudigazette.com.sa)

 

sumber: Dream.co.id

Kisah Jenderal Jujur Tolak Biaya Haji dari Kapolri

Mantan Gubernur Sumatera Barat ini tergolong teguh pendirian, menolak segala bentuk gratifikasi, apalagi korupsi. Setidaknya itu tercermin kala Kaharoedin ditawari naik haji oleh Kapolri.

Dream – Kisah Brigjen Polisi Kaharoeddin Datuk Rangkayo Basa ini layak dicontoh. Terutama oleh pejabat di negeri ini. Mantan Gubernur Sumatera Barat ini tergolong teguh pendirian, menolak segala bentuk gratifikasi, apalagi korupsi. Setidaknya itu tercermin kala Kaharoeddin ditawari naik haji oleh Kapolri.

Cerita ini terjadi tahun 1967. Setelah pensiun, Kaharoeddin didatangi oleh Brigjen Polisi Amir Machmud. Amir Machmud adalah keluarga sekaligus sahabat Kaharoeddin. Hubungan mereka sangat dekat sejak awal kemerdekaan. Amir yang merupakan junior Kaharoeddin menjadi jenderal polisi yang paling bersinar saat itu.

Brigjen Amir ditugasi Kapolri Jenderal Sutjipto Judodihardjo untuk menjemput Kaharoeddin ke Jakarta. Selanjutnya Kaharoeddin akan naik haji diongkosi Kapolri. Mungkin Kapolri saat itu sengaja menyuruh Amir yang menjemput karena tahu kedekatan mereka.

Amir diharapkan mampu membujuk Kaharoeddin yang terkenal keras menolak semua gratifikasi, termasuk dari atasannya sendiri.

Maka tanggal 16 Agustus 1967, Amir datang ke kediaman Kaharoeddin di Jl Tan Malaka no 8, Kota Padang. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Namun Kaharoeddin menolak pemberian Kapolri untuk naik haji.

“Malu kalau naik haji diuruskan Kapolri,” kata Kaharoeddin seperti dikutip dalam buku Brigadir Jenderal Polisi Kaharoeddin Datuk Rangkayo Basa, Gubernur di Tengah Pergolakan, terbitan Pustaka Sinar Harapan tahun 1998.

“Dia saklek kalau urusan seperti ini. Tak mau menerima pemberian apa pun,” kata cucu Kaharoeddin, Aswil Nasir, membenarkan kisah ini saat berbincang dengan merdeka.com.

Cerita tak berakhir di sana. Pada Lebaran tahun 1970, Bupati Tanah Datar Mahjoeddin Algamar dan Wali Kota Padang Achirul Jahja datang ke rumah Kaharoeddin. Bagi keduanya dan Bupati Pariaman M Noer, Kaharoeddin memang sudah dianggap ayah sendiri.

Saat berbincang, mereka merayu dengan halus agar Kaharoeddin mau naik haji. Maklum, Kaharoeddin dianggap ahli agama, taat beribadah dan jujur. Sayang kalau Rukun Islamnya belum lengkap jika tak ke Tanah Suci.

Begitu dirayu, Kaharoeddin langsung memotong pembicaraan itu. “Jadi maksud kalian mau menggunakan uang negara untuk ongkos naik haji saya?” tanyanya tegas.

Buru-buru dua bupati itu menggeleng. “Bukan begitu Bapak. Bapak jangan berpikiran seperti itu. Kami kan anak-anak bapak. Kami akan iuran agar bapak bisa naik haji,” kata mereka.

Keduanya berkali-kali menjelaskan ini sama sekali bukan uang negara, melainkan uang pribadi mereka. Sengaja ditabung sebagai pemberian agar Kaharoeddin bisa berhaji.

Setelah lama dibujuk dan yakin uang ini merupakan uang halal, Kaharoeddin mau juga berangkat. Tapi masalah baru muncul, keluarga ingin agar Kaharoeddin naik haji bersama istrinya. Pasangan ini memang sama-sama berusia lanjut.

Tapi Kaharoeddin enggan meminta pada siapa pun. Demi ongkos naik haji istrinya, keluarga Kaharoeddin akhirnya menjual tanah milik mereka. Dengan itu Kaharoeddin mampu berhaji tahun 1971. Padahal dia menjadi Komandan Polisi Sumatera Tengah bertahun-tahun. Dia juga menjadi Gubernur Sumatera Barat selama tujuh tahun. Dia gubernur pertama Sumatera Barat.

Jika mau, enteng saja Kaharoeddin naik haji bersama keluarganya dengan biaya dinas. Atau malah mengkorupsi uang negara untuk naik haji atau umroh. Sudah rahasia umum, banyak sekali pejabat yang melakukan hal itu. Tapi Kaharoeddin tak mau. Dia tidak ingin jadi koruptor.

Seandainya semangat Brigjen Kaharoeddin masih diteladani sampai saat ini, tentu rakyat Indonesia tak akan sengsara. (Ism)

 

sumber: Dream.co.id

Dua Strategi Bentengi Jamaah Haji dari Risiko Penyakit

JAKARTA — Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementrian Kesehatan Fidiansyah mengungkapkan jamaah haji Indonesia memang rentan akan risiko penyakit.  Karena itu,  Kementerian Agama memprioritaskan jamaah haji Indonesia yang sudah lanjut usia (lansia).

“Jamaah haji kita ini sudah tergolong resiko tinggi itu di atas 50 persen,  karena iklim yang tinggi, maka kekuatan fisik juga membutuhkan kebugaran,” ujar Fidiansyah Selasa (9/6)

Fidiansyah menyebut dua strategi untuk mencegah atau setidaknya dapat mengurangi resiko kesehatan jamaah menurun saat di tanah suci, terutama saat di Arofah melihat bulan-bulan haji jatuh pada musim kemarau. Fidiansyah menjelaskan ada dua startegi yang disiapkan, yaitu program Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan progam pembinaan.

Dimaksud dengan Program BHPS ini adalah untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan harus bergizi, kemudian sebelum makan harus cuci tangan terlebih dahulu, minum minimal dua liter air mineral setiap hari, menggunakan penutup hidung atau master, kebersihan lingkungan jiga, tidak merokok, dan istirahat cukup.

Istirahat cukup artinya, merupakan imbauan dari kementerian kesehatan supaya para jamaah untuk tidak memforsir tenaganya untuk melakukan semua ibadah-ibadah sunnah, namun harus disiapkan istrahat untuk menjaga stamina tubuhnya menghadapi wukuf di Arofah nanti.

“Jika kemudian seluruh jamaah haji memperhatikan himbauan ini, tentu saja saya berharap program PHBS ini dapat melindungi jamaah dari resiko berat kesehatan,” kata dia.

 

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : c30

sumber: Republika Online

Jangan Takut Miskin dengan Bersedekah

Tidak jarang seseorang yang bersedekah atau yang akan bersedekah mendapat bisikan dalam hatinya, baik dari dalam dirinya atau dari orang lain, yang menganjurkannya untuk tidak bersedekah atau tidak terlalu banyak memberi. Hal itu dengan alasan untuk memeroleh rasa aman dalam bidang materi menyangkut masa depan diri dan keluarganya di masa mendatang.

Sering bisikan ini mengakibatkan seseorang tidak jadi bersedekah atau mengurangi jumlah materi yang akan disedekahkan. Yang paling berperan dalam membisikkan rasa takut akan kemiskinan dalam bersedekah adalah setan. Setan sering membisikkan dalam hati manusia, “Jangan bersedekah, jangan menyumbang, hartamu akan berkurang, padahal engkau memerlukan harta itu. Jika kamu menyumbang, kamu akan terpuruk dalam kemiskinan.”

Perhatikan ayat ini, QS Al-Baqarah ayat 268. “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Imbas dari tergodanya seseorang akan gangguan setan dalam bersedekah adalah kikir, di samping dia tidak akan tulus dalam bersedekah. Siapa yang takut miskin, dia pasti kikir. Karena, ketakutan itu akan mengarahkan tindakan kepada menumpuk harta sebagai persiapan. Seorang yang kikir apalagi dia memiliki kelebihan harta, kekikirannya akan membuahkan dengki dan iri hati. Dengan sifat ini maka setan akan mendorong untuk melakukan aneka kejahatan, seperti pencurian, perampokan, pembunuhan, dan sebagainya. Di sisi lain, kekikiran melahirkan sifat rakus dan pada gilirannya menjadi lahan yang subur bagi setan untuk mengantar kepada aneka kejahatan.

Padahal, sedekah tidak akan menjadikan seseorang miskin, tapi justru sebaliknya. Sedekah bisa melipatgandakan harga dan pahala dari Allah Allah SWT.

“Perumpamaan orang yang menginfakkan harta mereka di jalan Allah seperti sebiji tanaman yang tumbuh darinya tujuh tangkai dan setiap tangkai menghasilkan seratus buah dan Allah melipatgandakan kepada siapa yang Ia inginkan. Allah Mahalapang dan Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 261).

Masih banyak lagi anggapan-anggapan yang salah tentang sedekah. Kesalahan-kesalahan ini bisa mengakibatkan kita tidak mendapatkan nilai yang sempurna dari sisi Allah SWT jika tidak segera diperbaiki. Nah, di dalam buku “100 Kesalahan dalam Sedekah” karya Reza Pahlevi Dalimunthe, Lc, M.Ag dibahas secara lengkap tentang kesalahan-kesalahan kita dalam bersedekah.

Buku terbitan QultumMedia ini mengurai permasalahan konsep bersedekah secara gamblang dan beberapa i’tibar di akhir pembahasannya dengan harapan pembaca termotivasi untuk lebih mencermati dan memahami aspek sedekah.

Tujuannya, pemberi sedekah, penerima sedekah, dan barang yang disedekahkan, terhindar dari kesia-siaan sebagai fungsinya dalam memberi catatan pahala kepada pihak terkait dalam sedekah.

 

sumber: Qultum Media

Kisah Sedekah Mbah Asrori yang Menggetarkan Hati

Kakek berusia 92 tahun itu setiap Jumat menyediakan minimal 70 nasi bungkus untuk kaum duafa di sekitarnya.

Dream – Ini kisah inspiratif dari seorang kakek asal Semarang, Jawa Tengah. Mbah Asrori. Begitu dia disapa. Pria yang kini berusia 92 tahun tersebut selalu bersedekah untuk kaum duafa di sekitarnya.

“Seperti biasa setiap hari Jum’at beliau selalu membagikan nasi bungkus beruapa nasi kuning komplit dengan lauk-pauk yang lezat kepada tukang becak, pemulung, atau siapapun yang membutuhkan makan hari Jum’at itu minimal 70 bungkus,” demikian tulis tetangga Mbah Asrori, Fajar Ali Imron Rosyid, dalam akun Facebook.

Untuk bersedekah, kakek yang masih bersemangat di usia senja ini menyisihkan sebagian dari penghasilannya. “Setiap bulan beliau menyisihkan minimal Rp400 ribu untuk sedekah setiap Jum’at itu walaupun saya tahu penghasilan beliau tidak menentu,” tambah Fajar.

Menurut Fajar, Mbah Asrori telah menunaikan ibadah haji enam tahun lalu. Meskipun, menurut Fajar, jika dihitung-hitung penghasilan Mbah Asrori kala itu tak akan cukup untuk pergi ke Tanah Suci. “Namun Allah memampukan beliau.”

Mbah Asrori memiliki kebiasaan mengayuh sepeda ke manapun pergi. Selain itu, dia selalu membawa radio kecil. “Dia selalu menyetel saluran radio Masjid Agung Semarang,” tulis Fajar.

“Benar sabda Rasulullah, barangsiapa senang bersedekah dan silaturahim maka Allah akan panjangkan umurnya dengan barokah rejeki tiada disangka-sangka,” tambah dia.

sumber: Dream.co.id

Calon Jamaah Haji Jangan Lupa Bawa Spray Air

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Calon jamaah haji asal Indonesia diingatkan untuk tidak lupa membawa spray atau pemercik air ketika puncak haji, yaitu wukuf di Armina. Sebab, cuaca di Arab Saudi diperkirakan mencapai 50 derajat celcius.

“Selama manasik sudah disebarkan diimbau bawa semprotam air kurangi panas. Petugas non-kloter juga menyiapkan banyak air ketika prosesi armina,” kata Kepala Satuan Operasional Arafah-Mudzalifah-Mina (Armina) Abu Haris Mutohar di Jakarta, Selasa (9/6).

Namun, panas bukan menjadi hambatan bagi penyelenggaraan ibadah di Armina. Abu Haris menyatakan ada dua persoalan utama yang selalu muncul pada penyelenggaran prosesi Armina, yaitu jamaah tersesat dan kendaraan yang terhambat.

Abu Haris menjelaskan prosesi Armina merupakan sesuatu yang baru bagi semua jamaah.  Jamaah memang sudah manasik tapi ini berhadapan dengan medan sesungguhnya.

Prosesi Armina mengkonsentrasikan jamaah haji dari seluruh dunia di satu lokasi sehingga tidak mudah bagi setiap orang untuk keluar dan masuk tenda. Perbedaan lainnya,jalan yang berkelok dan ribuan tenda dengan bentuk serupa.

“Kenyataan berbeda, akan ada kebingungan. Masalah yang sudah pasti ada adalah jamaah tersesat,” kata Abu Haris.

Masalah lain yang krusial, kendaraan yang beroperasi dengan sistem taraddudi, yaitu angkut jalan, dan turunkan ketika berputar. Abu Haris menyatakan perpindahan Mudzalifah ke Arafah tidak masalah.

Tapi, perpindahan dari Arafah ke Mina karena akan bersamaan dengan jamaah yang jalan kaki. Kendaraan akan terhambat karena putarannya terhambat sehingga batas waktunya melewati. “Ini yang kita mohon doanya agar pelaksanaan tahun ini lebih baik,” kata Abu Haris.

Sebanyak 168 ribu jamaah akan beribadah haji tahun ini. Kloter pertama berangkat pada 21 Agustus 2015 dan puncak haji atau wukuf pada 22 September 2015.

Ketika wukuf, jamaah haji akan berada dalam tenda berukuran 4×4 meter persegi. Abu Haris menyebutkan, tenda-tenda untuk jamaah Indonesia menempati area seluas 105 hektare di Arafah.

Abu Haris juga menyatakan, kontrak untuk layanan katering, transportasi, dan pemondokan sudah diselesaikan. “Termasuk bus shalawat, bus yang melayani pemondokan-Masjidil Haram,” kata dia.

Redaktur : Agung Sasongko
Reporter : Ratna Puspita

sumber: Repubika Online