Satu lagi jamaah haji Indonesia tewas akibat crane jatuh di Makkah

Kementerian Luar Negeri melalui Badan Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia (BPBHI) melaporkan satu lagi jamaah haji asal Indonesia tewas akibat alat berat crane jatuh i Masjidil Haram, Arab Saudi, dua hari lalu. Total korban tewas jamaah haji Indonesia menjadi tujuh orang. Demikian keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Ahad (13/9).

Sebelumnya dua jamaah haji asal Indonesia dilaporkan tewas akibat crane jatuh itu bernama Iti Rasmi Darmini dan Masnauli Sijuadil Hasibuan. Lima jamaah haji lainnya adalah:

1. Painem Dalio Abdullah No Paspor B 1258831 Kloter MES 8
2. Saparini Baharuddin Abdullah No Paspor B 1258832 Kloter MES 8
3. Nurhayati Rasad Usman No Paspor B 0393770 Kloter PDG 4
4. Ferry Mauludin Arifin No Paspor A 9464489 Kloter JKS 12
5. Adang Joppy Lili No. Paspor B 1197332 Kloter JKS 16

Jumlah jemaah haji yang terluka akibat peristiwa crane terjungkal di Masjidil Haram adalah 41 orang. 10 orang di antaranya sudah membaik kondisinya dan diizinkan pulang kembali ke kloternya.

Berikut 10 orang jemaah yang sudah kembali ke kloter:
1. Suji Syarbaini Irono (BTH 14)
2. Teti Herawati Mad Saleh (JKS 05)
3. Apip Sahroni Rohman (JKS 05)
4. Emmiwaty Janahar Saleh (MES 08)
5. Nur Baik Nasution (MES 09)
6. Ali Sabri Selamun (PDG 07)
7. Endang Kaswinarni Poerwomarton (SOC 46)
8. Eniwaty Muhammad Syarif (BTH 01)
9. Dewi Laila Mufida (MES 08)
10. Nuruddin Baasith Sujiyono (SUB21)

Sementara 30 jamaah haji Indonesia masih menjalani perawatan di lima rumah sakit Arab Saudi dan satu orang lagi dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI).

Total jamaah haji Indonesia yang jadi korban menjadi 48 orang.

 

 

sumber: Merdeka.com

Anelka dan Keislamannya

Oleh: Muhammad Iqbal
Redaktur Republika

Lama tak terdengar, Abdul Salam Bilal, nama muslim dari Nicolas Anelka, mengomentari kiprah bekas klubnya, Arsenal, pada musim 2015/2016. Anelka, pemain yang membela Arsenal pada kurun waktu 1997 sampai 1999, mendukung penuh keputusan manajer the Gunners Arsene Wenger perihal pemilihan pemain di lini depan. Menurutnya, Wenger telah mengambil langkah tepat dengan memercayakan posisi striker kepada Olivier Giroud.

“Dia (Wenger) percaya kepada Giroud karena dia berpikir Giroud akan kembali mencetak banyak gol, sebagaimana yang telah dia lakukan. Arsenal telah memenangkan gelar musim lalu. Begitu pun musim sebelumnya. Jadi, bukan tidak mungkin prestasi itu terulang kembali,” ujar Anelka kepada the National dilansir Internasional Business Times, Kamis (10/9).

Situasi yang dihadapi Wenger sekarang identik dengan kondisi 1997-1999. Ketika itu, Wenger hanya memiliki striker tunggal berpengalaman pada diri Ian Wright.

Sementara Anelka, hanyalah seorang striker muda yang baru tiba dari Paris Saint-Germain, klub asal Paris, ibu kota Prancis.  Situasi musim ini serupa. Selain Giroud, striker murni tersisa hanyalah Danny Welbeck.

Namun, Welbeck mengalami cedera lutut parah sehingga kudu absen beberapa bulan ke depan. Sebelum bursa transfer pemain musim panas 2015 ditutup, sejumlah kalangan telah menyarankan agar Wenger memboyong seorang bomber kelas dunia. Nama-nama semisal Edinson Cavani (PSG) maupun Karim Benzema (Real Madrid) diapungkan.

Namun, tak satupun yang mendarat di Emirates Stadium. “Arsene percaya kepada timnya. Dia pun melakukan hal serupa ketika itu (1997-1999). Meskipun masih ada Ian Wright, dia tidak membeli satu pun penyerang sehingga saya harus bermain baik. Dia (Wenger) percaya pada saya dan pada akhirnya saya bisa bermain reguler dengan hasil yang baik pula. Dia membuat pilihan serupa dengan Giroud,” ujar Anelka.

Sekadar mengingatkan, pada musim debutnya, Anelka bermain brilian. Tercatat 17 gol dicetak di ajang Liga Primer. Di pengujung musim, raihan pemain muda terbaik versi PFA diraih.

Mungkin tak banyak yang tahu bahwa saat ini Anelka masih aktif bermain sepak bola. Ketidaktahuan itu wajar. Terlebih, usia pria kelahiran Le Chesnay, Prancis, telah menginjak 36 tahun. Selepas membela West Bromwich Albion, klub terakhirnya di ranah Inggris, Anelka bergabung dengan Mumbai City pada 15 September 2014.

Di klub yang berkompetisi di kompetisi Liga Super India itu, Anelka bermain sebanyak tujuh kali dengan raihan dua gol. Lantaran Mumbai urung lolos ke fase berikut karena hanya menempati peringkat ketujuh klasemen akhir, mantan pemain Real Madrid ini pun hengkang ke NA Hussein Dey.

Rencananya, bersama klub di Liga Aljazair tersebut, Anelka akan menjalani kontrak 18 bulan. Namun, transfernya digagalkan Federasi Sepak Bola Aljazair. Alasannya, usia Anelka sudah melebihi 27 tahun, batas maksimal untuk pemain internasional yang boleh bermain di kompetisi negara tersebut.

Akhirnya, pria yang pernah merumput di Cina ini pun kembali ke Mumbai City. Tidak hanya sebagai pemain, melainkan juga seorang pelatih. “Dia mengimpresi kami dengan pengetahuan taktik serta kemampuannya memotivasi,” ujar co-owner Mumbai City yang juga seorang aktor Bollywood Ranbir Kapoor di laman BBC.

Berbicara soal Anelka, mau tidak mau, kita akan tertarik untuk mengetahui lebih dalam perihal keislamannya. Apalagi, Anelka merupakan pemain yang dikenal sebagai pemeluk Islam nan taat. Dalam sebuah wawancara dengan Al Arabiya beberapa waktu lalu, Anelka menyampaikan pengakuan perihal kepercayaan yang dia anut.

“Saya berusia 16 tahun saat yang berpindah agama ke Islam,” ujarnya. “Apa yang membuat saya berpindah agama adalah saya memiliki keyakinan bahwa Islam merupakan agama yang tepat bagi saya,” lanjut pemain yang sukses membawa Prancis menjuarai Piala Eropa 2000 ini. Lebih lanjut, Anelka mengaku senang dan bangga menjadi seorang muslim.

Terlebih, relasinya dengan Allah SWT membuat hidup semakin tercerahkan. “Saya memiliki keyakinan bahwa di dalam hati saya Islam merupakan agama saya,” katanya menekankan.

Dalam kesempatan serupa, suami dari Barbara Tausia ini membagi filosofi pribadinya. “Saya bukan domba dalam sebuah kawanan. Saya berpikir berbeda. Saya bukan seseorang yang senang berada dalam sorotan. Saya pemalu dan lebih senang menarik diri,” ujarnya.

Video Amatir Insiden Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

 

 

 

 

REPUBLIKA.CO.ID, ARAB SAUDI — Setidaknya 107 orang tewas dan 230 lainnya luka-luka tertimpa crane yang jatuh di Masjidil Haram, Arab Saudi, Jumat (11/9). Crane pembangunan dan perluasan Masjidil Haram itu patah dan runtuh menimpa sejumlah Jamaah Haji akibat badai yang melanda Makkah.

Keruntuhan terjadi pada pukul 17.23 waktu setempat. Berdasarkan data terakhir, hingga pukul 23:00 waktu Arab Saudi, ada dua jamaah asal Indonesia yang wafat pada peristiwa itu. Selebihnya, 32 jamaah mengalami luka ringan dan berat.

Setelah insiden tersebut, seluruh akses ke Masjidil Haram sempat disterilisasi. Namun, aktivitas ibadah di Masjidil Haram tetap berlangsung.

Video Editor: Casilda Amilah/Republika Online

Redaktur : Sadly Rachman
Reporter : Casilda Amilah

Sudahkah Kalian Membiasakan Sholat Dhuha?

Sahabatku, bacalah berita gembira dari Rasulullah, bagi penikmat dhuha. “Setiap pagi setiap persendian salah seorang diantara kalian harus (membayar) sadhaqah, maka setiap tasbih adalah sadhaqah, setiap tahmid adalah sadhaqah, setiap tahlil adalah sadhaqah, setiap takbir adalah sadhaqah, amar ma’ruf adalah sadhaqah, mencegah kemungkaran adalah sadhaqah, setiap dua raka’at dhuha sudah mencukupi semua hal tersebut” (HR Muslim).

Dari Abu Hurairoh, kekasihku Rasulullah telah berwasiat kepadaku dengan puasa tiga hari setiap bulan, dua raka’at dhuha dan witir sebelum tidur. ((Bukhari, Muslim, Abu Dawud).“ Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga” (H.R. Tarmiji dan Abu Majah). “Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan.” (H.R Turmudzi). “Shalat dhuha itu (shalatul awwabin) shalat orang yang kembali kepada Allah setelah orang-orang mulai lupa dan sibuk bekerja, yaitu pada waktu anak-anak akan bangun karena mulai panas tempat berbaringnya”. (HR Muslim).

Allah memberkahi waktu dhuha dengan surah Adh Dhuha… Ayoo semangat membiasakannya walau hanya dua rakaat!

 

sumber: Republika Online

Niat Ibadah Singkirkan Ketakutan Usai Musibah Crane Jatuh

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH — Jamaah haji asal Indonesia masih mendominasi pergerakan di Masjidil Haram, Makkah, pada Sabtu (12/9). Rasa khawatir pascainsiden crane terjatuh di pinggir area mataf pada Jumat (11/9) tidak mengurungkan langkah kaki jamaah haji asal Indonesia.

Seperti jamaah calon haji asal Cakung, Jakarta Timur, Muhammad Said (64 tahun) yang datang bersama temannya, Muntame (65 tahun) ke Masjidil Haram sekitar pukul 10.00 waktu Arab Saudi (WAS). Keduanya berniat melakukan tawaf lalu shalat di Hijir Ismail.

Dia mengaku khawatir kejadian crane terjatuh bakal terulang. Namun, dia menyingkirkan perasaan khawatir ketika hendak berangkat ke Masjidil Haram “Ya, takut enggak takut tapi berangkat saja,” kata Said sembari diamini oleh Muntame.

Jamaah asal Jawa Barat, Mashudi, juga mengaku khawatir ketika berangkat ke Masjidil Haram. “Kalau takut dan khawatir, perasaan itu pasti ada,” kata dia. Namun, dia tetap berangkat ke Masjidil Haram bersama istri dan dua temannya.

Menurut dia, kondisi Masjidil Haram ternyata tidak berubah dibandingkan sebelum kejadian crane terjatuh pada Jumat (11/9). Jamaah dapat melakukan aktivitas ibadah dengan normal.

“Tadi saya tawaf seperti biasa meski ada area yang ditutup,” kata jamaah asal Kloter Jakarta-Bekasi (JKS) 40 ini.

Mashudi mengatakan, area tawaf tidak terlalu terganggu karena lokasi jatuhnya crane berada di pinggir, dekat pintu masuk sekaligus penghubung mataf dan sa’i. “Memang sangat padat, tapi sebelum kejadian juga sudah padat,” ujar dia.

Jamaah haji asal Indonesia bergabung dengan jamaah dari seluruh dunia. Jamaah yang baru melakukan umrah qudum atau kedatangan melakukan tawaf dan sa’i dalam rombongan besar. Jamaah yang sudah beberapa hari tinggal di Makkah berangkat ke Masjidil Haram dalam kelompok kecil dua hingga tujuh orang.

Redaktur : Indah Wulandari
Reporter : Ratna Puspita

Pesan Jamaah Indonesia Agar Keluarganya tak Panik

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH — Jamaah calon haji yang sedang berada di Makkah meminta para keluarga dan kerabat di Tanah Air tidak panik.

“Tolong, Mas. Beri tahu semua orang di Tanah Air kalau kami baik-baik saja dan bisa tetap ibadah di Masjidil Haram,” kata ketua rombongan KBIH Nurul Haramain Harmen Her kepada Republika.co.id di pelataran Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (12/9) siang.

Harmen membawa 157 jamaah haji asal Provinsi Jambi yang berniat melakukan umrah. Saat kejadian, jamaah asal Jambi yang tergabung dalam kelompok penerbangan (kloter) BTH 18 baru tiba di Bandara Internasional King Abdul Azis (KAA) Jeddah.

Harmen yang mendapakan kabar musibah cranesengaja tidak memberitahukan peristiwa tersebut kepada jamaah.

“Sebagian sudah ada yang tahu sendiri, sebagian jamaah lain tidak kami beri tahu,” ujarnya.

Harmen ingin jamaah tidak terganggu. Apalagi, pada Sabtu (12/9) pagi, Harmen mendapatkan kabar lokasi kecelakaan sudah bersih dan kini tengah diperbaiki.

“Saya ingin jamaah bisa tenang melakukan umrah. Musibah harus disikapi sebagai ujian dari Allah SWT dan jamaah kami minta tetap bersabar, ikhlas serta fokus,” ujar Harmen.

Kendati mencoba menenangkan jamaah, Harmen memutuskan untuk mengubah rencana kegiatan rombongan KBIH Nurul Haramain selama di Makkah.

Dia akan mengurangi kegiatan umrah sunah yang sebelumnya telah direncakan. Jamaah diminta lebih banyak istirahat di pemondokan sampai waktu puncak haji atau wukuf tiba.

Suparto bin Samuji Musmusia, jamaah asal Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara menyatakan, dia tidak khawatir atas kecelakaan crane yang terjadi di Masjidil Haram. Dia dan sang istri, Misanah binti Mansyur, akan tetap beribadah di masjid terbesar di dunia tersebut dan berdoa di depan Kakbah.

“Musibah itu bisa terjadi di mana saja terhadap siapa saja. Insya Allah kami tetap akan beribadah seperti biasa. Normal lah,” kata Suparto.

Hujan lebat disertai angin kencang menerpa kawasan Masjidil Haram, Jumat (11/9) menjelang Maghrib. Akibat tiupan angin kencang tersebut, sebuah crane ambruk di atap Babus Salam. Bandul crane dan puing beton menimpa sejumlah jamaah tepat di dekat pintu masuk utama sai.

Sampai Sabtu siang,  sekitar 107 jamaah haji dari berbagai negara wafat dan 238 lainnya luka-luka.  Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH Arab SAudi Arsyad Hidayat akan menggelar jumpa pers pada pukul 13.00 waktu Arab Saudi mengenai perkembangan jumlah korban.

“Sampai saat ini masih kita update terus datanya. Mohon sabar karena kita akan mencari kepastian terlebih dahulu agar kabar tidak simpang-siur,” ujar Arsyad.

Redaktur : Indah Wulandari
Reporter : EH Ismail

Ini Daftar Jamaah Haji Korban Crane Asal Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH — Sebuah crane besar jatuh di Masjidil Haram bersamaan dengan hujan lebat yang mengguyur Makkah disertai angina kencang pada Jumat (11/09), sore. Musibah ini menelan 107 korban meninggal dan 238 terluka.

Para korban adalah jamaah haji lainnya dari berbagai negara yang sedang beribadah di Masjidil Haram, termasuk jamaah haji asal Indonesia.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, dirinya secara resmi diutus oleh Presiden RI Joko Widodo untuk mengunjungi sejumlah program yang masih ada di rumah sakit. “Intinya, pemerintah sangat berduka atas musibah ini dan tentu mengharapkan para korban luka khususnya dan para keluarganya bisa lebih memperbesar sabar. Mudah-mudahan ada hikmah dari musibah ini,” kata Menag.

Menurut Lukman, Pemerintah Arab Saudi telah dengan seksama melakukan tindakan pengobatan dengan membawa para korban ke sejumlah rumah sakit. Korban di RS Annoor sudah ditangani para tenaga medis yang professional.

“Mudah-mudahan mereka segera pulih kembali kesehatannya. Tentu pemerintah akan memberikan santunan bagi korban jiwa maupun korban luka yang mengalami cacat fisik sebagaimana ketentuan asuransi yang ada pada setiap jamaah haji kita,” tambahnya.

Berikut ini daftar nama yang dirilis oleh Daerah Kerja Makkah:

1. ITI RASTI DARMINI, No Paspor: B0716645, Kloter: JKS – 023 (Keterangan: Wafat)
2. MASNAULI SIJUADIL HASIBUAN, No. Paspor: B1061545, Kloter: MES – 009 (Wafat)
3. SUJI SYARBAINI IRONO, No Paspor: B1306321, Kloter: BTH – 014 (dirawat BPHI Makkah)
4. ERNAWATI MUHAMMAD SAAD, No. Paspor A4761751, Kloter: BTH – 001 (dirawat di RSAS)
5. KURSIA NANTING LEMBONG, No. Paspor B0507644, Kloter: BTH – 017 (dirawat di RSAS)
6. NASRIAH BINTI MUHAMMAD ABDURRAHMAN, No Paspor: B1175082, Kloter: BTJ – 001, (dirawat di RSAS)
7. ARDIAN SUKARNO EFFIEN, No. Paspor: B0907275, Kloter: JKG – 007, (dirawat di RSAS)
8. TETI HERAWATI MAD SALEH, No. Paspor: B0941422,  Kloter: JKS – 005, (dirawat di RSAS)
9. APIP SAHRONI ROHMAN, No. Paspor: B0941479, Kloter: JKS – 005, (dirawat di RSAS)
10. EMMIWATY JANAHAR SALEH, No Paspor:  B1354467, Kloter: MES – 008, (dirawat di RSAS)
11. NUR BAIK NASUTION, No. Paspor: B1061239, Kloter: MES – 009, (dirawat di RSAS)
12. SOPIAH TAIZIR NASUTION, No. Paspor: A6773447,  Kloter: MES – 009, (dirawat di RSAS)
13. TRI MURTI ALI, No. Paspor:  B0396519, Kloter: PDG – 003, (dirawat di RSAS)
14. ZULFITRI ZAINI HAJI, No. Paspor: A3910753, Kloter: PDG – 003, ( dirawat di RSAS)
15. ZALNIWARTI MUNAF UMMA, No. Paspor: B0393772, Kloter: PDG – 004, (dirawat di RSAS)
16. ALI SABRI SELAMUN, No. Paspor: B0785804, Kloter: PDG – 007, (dirawat di RSAS)
17. UMI DALIJAH AMAT RAIS, No. Paspor B0957604, Kloter: SOC – 024, (dirawat di RSAS)
18. ENDANG KASWINARNI POERWOMARTON, No. Paspor: B1107076, Kloter: SOC – 046, (dirawat di RSAS)
19. DJUMALI JAMARI SETRO WIJOYO, No. Paspor: B1496896, Kloter: SOC – 052, (               dirawat di RSAS)
20. MURODI YAHYA KASANI, No. Paspor:  B0754094, Kloter:  SUB – 001, ( dirawat di RSAS)
21. HASAN MANSUR AHMAD, No. Paspor: B0746467, KLoter: SUB – 010, (dirawat di RSAS)
22. SAINTEN SAID TARUB, No. Paspor: B0992684, Kloter:  SUB – 015, (dirawat di RSAS)
23. NURUDDIN BAASITH SUJIYONO, No. Paspor:  B1035292, Kloter: SUB – 021, (dirawat di RSAS)
24. ISNAINY FADJARIJAH ABDUL DJUMALI, No. Paspor: B1052806, Kloter SUB – 021, (dirawat di RSAS)
25. SAHARMI UMAR PASSIRE, No. Paspor: B0590380, Kloter: UPG – 002, (dirawat di RSAS)
26. NORMA LATANG KULASSE, No. Paspor: B1161965, Kloter: UPG – 005, (dirawat di RSAS)
27. ROSNALLANG CACO BABA, No. Paspor: B0901348, Kloter: UPG – 005, (dirawat di RSAS)
28. HADIAH SYAMSUDDIN SAK, No. Paspor: B1162080, Kloter: UPG – 015, (dirawat di RSAS)
29. MUHAMMAD HARUN ABDUL HAMID, No . Paspor: B1163100, Kloter: UPG – 016, (dirawat di RSAS)
30. FATMAWATI ABDUL JALIL, No. Paspor: B1162645, KLoter: UPG – 018, (dirawat di RSAS)
31. ABDUL JALIL CONCI LETA, No. Paspor:  B1162600, Kloter:  UPG – 018, (dirawat di RSAS)
32. ROSDIANA MUDU TOHENG, No. Paspor: B1162756, Kloter: UPG – 018, (dirawat di RSAS); dan
33. ERNI SAMPE DOSEN,, No. Paspor: B1162715, Kloter: UPG – 018, (dirawat di RSAS).

Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan layanan telepon lewat nomor +966 543603154 yang bisa diakses langsung oleh keluarga jemaah Indonesia yang menjadi korban robohnya alat berat di Masjidil Haram.

“Nomor tersebut bisa diakses langsung sekarang,” kata Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat, Sabtu (12/09) dini hari.

Redaktur : Ilham

Dua Jamaah Haji Indonesia Wafat dan 21 Luka dalam Kecelakaan Crane

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH — Dua jamaah haji Indonesia dikabarkan wafat dalam kecelakaan jatuhnya crane di Masjidil Haram. Sementara korban luka dari Indonesia yang terdata mencapai 21 orang.

Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah, Alfarizi menjelaskan bahwa kedua jamaah haji Indonesia yang wafat tersebut berasal dari embarkasi Medan dan Jawa Barat. Sementara hingga saat ini korban luka yang terdata ada 21 orang yang tersebar di empat rumah sakit di sana.

Jamaah yang wafat ini rencananya akan dimakamkan di Arab Saudi. Pihak pemerintah akan melakukan koordinasi dengan pihak maktab untuk pemakamannya.

Redaktur : Joko Sadewo

Ini Penyebab Crane Jatuh Versi Saksi Mata

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH — Seorang karyawan Masjidil Haram Abdel Aziz Naqoor mengaku melihat crane jatuh setelah badai besar datang. “Kalau bukan karena Tawaf, cedera dan kematian akan lebih banyak lagi,” ujar Aziz Naqoor, dilansir dari the Guardian, Sabtu (12/9).

Dia mengatakan seperti itu karena melihat bagaimana situasi jalan sangat tertutup dan semua orang padat sedang mengelilingi Kabah. Sedangkan mengenai banyaknya korban yang berjatuhan akibat peritiwa tersebut, itu bukan lagi menjadi hal yang aneh.

Cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, petir, dan angin kencang dinyatakan pihak berwenang Arab Saudi menjadi penyebab awal keruntuhan tersebut. Sedangkan di Masjidil Haram sendiri sudah dua tahun sedang dalam masa perluasan masjid.

Pekerjaan kontruksi dipimpin oKontruksi raksasa milik Saudi Binladin Group, namun masih belum mendapatkan konfirmasi apakah crane yang menimpa jamaah itu milik mereka.

Pada zaman modern ini, Makkah menjadi tempat satu-satunya berkumpul ratusan ribu manusia dari seluruh penjuru dunia. Maka ketika tiba-tiba datang musibah, wajar jika menelan banyak korban sekaligus.

Sedangkan mengenai kronologis peristiwanya, saat itu Makkah sedang malam. Sebuah derek kontruksui jatuh menimpa para jamaah haji dan bangunan masjid. Data terakhir menunjukkan sebanyak 107 orang tewas dan 201 luka-luka.

Hingga saat ini, pemerintah Arab Saudi masih terus melakukan evakuasi dan memastikan identitas korban yang meninggal dan mereka yang luka-luka. Diketahui, sembilan dari warga India teramsuk dalam jamaah yang mengalami luka-luka.

Kondisi masjid sendiri dikabarkan seperti terlihat ada kawah besar pada lantai masjid, kemudian puing-puing bangunan dan noda darah berserakan di lantai masjid. Gubernur wilayah Makkah, Pangeran Khaled Faisal, memerintahkan penyelidikan atas peristiwa tersebut.

Redaktur : Erik Purnama Putra
Reporter : Mabruroh

‘Suasana di Masjidil Haram Diliputi Kesedihan’

Otoritas Pertahanan sipil Arab Saudi menyatakan, setidaknya 107 orang tewas dan 238 lainnya terluka akibat jatuhnya crane di Masjidil Haram. Wartawan Al Jazeera’s Hasan Patel melaporkan kengerian akibat kejadian tersebut.

Hasan Patel mengatakan, masjid itu penuh sesak, meskipun peristiwa berdarah tersebut terjadi sebelum jadwal shalat pukul 18.30. “Puluhan ambulans menuju ke lokasi. Pihak berwenang menutup daerah tak lama setelah itu,” katanya.

“Seluruh tempat ini sudah menjadi situs konstruksi raksasa. Apa yang membuat lebih buruk adalah bahwa sekitar pukul 17.30, ada hujan lebat dan alirannya hanya tercurah di jalan. Saya dikelilingi oleh orang-orang yang berduka. Suasana di sini diliputi kesedihan,” katanya.

Sementara itu, setidaknya 34 jamaah calon haji Indonesia menjadi korban musibah alat berat berupa crane jatuh di Masjidil Haram ketika hujan lebat disertai angin kencang melanda kota Makkah, Jumat (11/9).

Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia Dr Fidiansjah di Mekkah, Jumat malam, menjelaskan sampai pukul 23.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 03.00 WIB, dua jamaah perempuan meninggal pada peristiwa tersebut dan 32 jamaah lainnya mengalami luka ringan dan berat.

“Dua orang yang meninggal adalah Ibu Masnauli Hasibuan dari kloter 09 Medan (KNO 09) dan Iti Rasti Darmin dari kloter JKS 23,” ujarnya.

Redaktur : Erik Purnama Putra

sumber: Republika Online