Gadaikan Motor, Sales Jadi Pengusaha Hijab Beromzet Miliaran

Berawal dari sales kain, menggadai Motor, Yoki akhirnya menjadi seorang pengusaha hijab yang cukup sukses. Kini ia dapat meraih omset milyaran dari hasil penjualan hijab yang sudah membuaka 3 toko.

Dream – Mungkin nama Yoki Ferdian belum begitu familiar bagi kita. Namun pelanggan dan sesama pedagang hijab di Mal Thamrin City, nama Yoki terkenal sebagai pengusaha muda yang cukup sukses dengan label Yoya.

Dia memang baru 3 tahun merintis usaha itu. Namun kini ia bisa membuka 3 toko dengan omzet miliaran rupiah. “Omset setiap bulan 1 miliar, bahkan bisa lebih,” tutur Yoki saat ditemuiDream.co.id di Mal Thamrin City, Jakarta Pusat, Kamis 24 September 2015.

“Keuntungan 30 persen, padahal Yoya berjalan baru 3 tahun dan sudah punya 3 toko,” tambah dia.

Awalnya, pria 31 tahun ini menjadi seorang sales kain freelance. Namun dia merasa harus ada peningkatan dalam usahanya. Dia tak mau selamanya menjadi sales kain. Sehingga dengan tekad bulat, mengubah kain-kaian yang dia edarkan menjadi hijab.

“Dulu saya freelance penjual bahan dari tahun 2003 sampai 2012, lalu menikah. Awalnya jualan dari lapak ke lapak bersama istri sampai akhirnya langganan semakin bertambah. Banyak kemajuan lalu ngontrak toko 1 tahun,” ucap Yoki.

Bahkan suami Yani Putri ini memilih menggadaikan motor kesayangan dan meminjam uang ke salah satu bank untuk modal berbisnis hijab. “Dapat uang Rp 20 juta untuk sewa toko,” tutur dia.

“Mengontrak satu tahun Rp 30 juta, kurang 10 juta pinjam ke bank selama 6 bulan. Modalnya nekad buat modal jualan,” tambah Yoki. Dan benar saja. Keputusan yang diambil Yoki tak meleset. Usaha hijab itu berkembang pesat.

Yoki memberi nama usahanya dengan Yoya. Label itu merupakan singkatan nama Yoki dan Yani. “Dari awal buka kita pakai nama Yoya,” ujar Yoki.

Yoki menjual hijabnya secara grosir. Namun, dia juga melayani partai eceran, meski harganya sedikit lebih mahal jika pelanggan membeli dengan jumlah banyak. “Yoya hjab main grosiran,” ujar dia.

Range harga untuk pasmina grosiran 480 kodi jatuhnya perpasmina Rp 24 ribu. Jilbabnya 580 kodi jatuhnya Rp 29 ribu. Untuk eceran pasmina Rp 35 ribu perpotong, kalau segi empatnya Rp 40 ribu,” papar Yoki.

Kini Yoki dan istri menikmati hasil perjuangan mereka. Mereka juga sudah mempekerjakan belasan karyawan. Mulai pegawai penjaga ketiga toko, khusus media sosial, dan produksi.

“Awal buka, hanya saya sama istri saja, mulai dari buka karung, packing, keluarin barang dan masukin ke gudang. Sembari itu, istri yang jagain dagangan. Enam sampai delapan bulan. Sekarang kami punya 3 toko dengan 9 karyawan. Buat media sosial ada 3 orang, keluarin 2 informasi sehari, itu wajib tidak hanya hijab saja. Konveksi ada 14 orang dan jahit 6 orang,” terang Yoki.

Meski perekonomian di Indonesia sedang melemah, usaha Yoki tak banyak terpengaruh. Justru ia melebarkan sayap dibisnis busana muslim dengan membuat gamis, blus, dan baju anak-anak.

“Awalnya Yoya hijab hanya dari kerudung saja, tapi dalam setahun kami coba kembangin dari fashion seperti busana gamis, blus, rok, dan sekarang ada baju anak-anaknya. Sekarang baju sama hijab alhamdulillah berjalan,” tandas pria kelahiran Bukit Tinggi 25 April 1984 ini.

Tak hanya di mal. Untuk mempermudah pelanggan, Yoki juga menjual hijabnya melalui website www.yoyahijab.com. Para pelanggan juga bisa memesan melalui media soasial Instragram, Facebook, Whatshap, BBM yang tertera di dalam website tersebut.

 

sumber: DREAM

Saudagar Hijab Thamrin City Kuasai Pasar Asia, Ini Rahasianya

“Pemasaran Alhamdulillah sudah ke Asia Tenggara, ke Malaysia, Brunai, Singapura, Sidney dan Australia,” kata Yoki Ferdian

Dream – Dulu, Yoki Ferdian memang hanya sales kain biasa di Mal Thamrin City dan Pasar Tanah Abang. Namun kini, dia sudah menjelma sebagai saudagar busana berlabel Yoya. “Kekuasaan” pria 31 tahun itu bahkan sudah melebar ke sejumlah negara di Asia Tenggara.

“Pemasaran alhamdulillah sudah ke Asia Tenggara, ke Malaysia, Brunei, Singapura, Australia,” kata Yoki saat ditemui Dream.co.id di gerainya di Mal Thamrin City, Jakarta Pusat, Kamis 24 September silam.

Pencapaian ini sangat luar biasa. Mengingat, usaha hijab itu baru dimulai 3 tahun silam. Yoki dan istrinya, Yani, benar-benar merangkak dari bawah. Modal usaha ini bahkan mereka peroleh dari menggadaikan motor dan berhutang kanan kiri.

Namanya dengan cepat meroket. Kini, pedagang mana di Mal Thamrin City yang tak kenal Yoki. Selain itu, banyak pula pengunjung mal yang berduyun mengerubuti gerainya yang terletak di Pasar Tasik lantai 1 dan 3 Mall Thamrin City.

Yoki yang kini sudah membuka tiga gerai itu tak hanya meladeni pelanggan di toko. Sebab, usaha busana hijab itu juga berkibar di dunia maya. Pesanan juga banjir melalui internet.

“Mereka belinya secara online, kadang juga datang ke sini langsung. Paling ramai di hari Senin dan Kamis,” ucap dia.

Pria kelahiran Bukit Tinggi, 25 April 1984, ini mengatakan, bisnis hijab yang dirintis sejak 2012 berkembang pesat karena punya keunikan motif dan kualitas bahan yang bagus.

“Motif dan bahan yang digunakan beda dengan hijab yang kebanyakan dijual. Bahannya khusus diambil dari luar, dari China,” kata Yoki.

Menurut Yoki, setiap minggu label Yoya mengeluarkan banyak motif baru dengan berbagai warna, baik pada hijab maupun busananya. “Setiap minggunya kita ratusan keluarin motif,” tutur dia.

“Paling penting gaya Yoya Hijab, modelnya lebih simpel. Untuk jilbab, pasmina sama segi empat. Mainnya di motif, warna, dan bahan. Kebanyakan yang menjadi ciri khas bunga-bunga dengan warna-warna yang cerah,” tambah Yoki.

Tak hanya pada kualitas barang. Usaha Yuki dengan cepat melesat berkat strategi pemasaran lain. Yoki memberikan promo diskon dan poin untuk memberi hadiah kepada pelanggan.

“Bisa menarik pembeli. Ada member poin dan diskon. Poin buat masing-masing langganan pegang kartu member minimal pembelian Rp 1 juta. Jadi poinnya dalam 1 kodi satu koin itungannya, kalau buat pasmina dan segi empat. Kalau buat fashion 1 kodi dapat 2 point. Satu kodinya 20,” jelas Yoki.

“Paket 1 minimal Rp 10 juta, discokon 2.5 persen. Paket II pembelian Rp 20 juta diskon 5 persen. Paket III pembelian Rp 30 juta, diskon 7,5 persen dan Paket IV minimal pembelian 40 juta ke atas diskon 10 persen,” tambahnya.

Sementara itu, untuk promo poin tidak ada batasan bagi konsumen setianya. Masing-masing mendapatkan hadiah berbeda sesuai dengan poin yang didapatkan.

“Untuk 2000 poin hadiah utamanya Umrah. 1.750 poin mendapatkan motor matic, 1.500 paket liburan ke Bali selama 3 hari dan 500 poin dapat laptop,” ujar Yoki.

 

 

sumber: DREAM

China Larang Penggunaan Nama-nama Muslim

Sejumlah warga muslim dipaksa mengganti nama. Polisi langsung datang ke rumah-rumah warga muslim.

Dream – Otoritas China melarang pemakaian nama-nama muslim. Larangan itu diterapkan untuk warga muslim, khususnya yang tinggal di Xinjiang, wilayah barat laut Negeri Tirai Bambu itu.

“Putriku bernama Muslime, sehingga polisi desa datang ke rumah kami dan memberi tahu kami bahwa kami harus mengubah nama putri kami secepat mungkin,” kata Turakhan, warga Uighur, sebagaimana dikutip Dream dari laman On Islam, Senin 28 September 2015.

Menurut Turakhan, polisi menjelaskan bahwa nama-nama yang ada hubungannya dengan Islam, seperti Muslime, secara resmi dilarang. “Di bawah kondisi seperti itu, kami dipaksa untuk mengubah nama putri kami.”

Tak hanya seorang dua orang. Banyak warga muslim di wilayah Hotn, Xinjiang, yang dipaksa mengganti nama. Polisi setempat tak mau memberikan penjelasan lebih lanjut. “Ini keputusan otoritas kota dan desa, Jangan mengajukan lagi pertanyaan bodoh,” turur Turakhan menirukan polisi yang meminta penggantian nama putrinya.

Pengumuman resmi dari pemerintah setempat menyebut pelarangan sejumlah nama muslim, seperti Bin Laden, Saddam, Hussein, Arafat, Mujahid, Mujahidulla, Asadulla, Abdul’aziz, Seyfulla, Guldulla, Seyfiddin, Zikrulla, Nesrulla, Shemshiddin, dan Pakhirdin.

Sementara, Amanet, Muslime, Mukhlise, Munise, Aishe, Fatima, Khadicha (Khadija), yang merupakan nama perempuan muslim, juga dilarang.

Pelarangan itu memunculkan protes. Pemimpin Suku Uighur, yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Asosiasi Warga Uighur di Amerika Serikat, Ilshat Hesen, menyebut larangan itu sebagai aturan bodoh.

“Memberi nama religius atau etnis untuk anak merupakan hak dasar manusia,” kata dia.

 

sumber: Dream.co.id

Setelah Ustadz Yusuf Mansur, Siapa Tokoh Perbukuan Islam Berikutnya?

Islamic Book Fair (IBF)  Ikapi DKI 2016 baru akan digelar di Istora Gelora Bung Karno Jakarta, 26 Februari hingga 6 Maret 2016. Namun Panitia IBF 2016 bersama pengurus Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta sudah mulai aktif menjaring nama-nama calon Tokoh Perbukuan Islam 2016.

“Pada IBF 2015, Ustadz Yusuf Mansur terpilih sebagai Tokoh Perbukuan Islam. Kini kami mencari Tokoh Perbukuan Islam tahun 2016,” kata Ketua Ikapi DKI Jakarta Afrizal Sinaro kepada Republika, Senin (5/10).

Afrizal menambahkan, pemilihan Tokoh Perbukuan Islam merupakan salah satu mata acara utama IBF, selain pemilihan buku-buku Islam terbaik.

Afrizal mengungkapkan, anugerah Tokoh Perbukuan Islam diberikan sejak penyelenggaraan IBF tahun 2006. Pemenangnya ketika itu adalah pendiri Forum Lingkar Pena (FLP) Helvy Tiana Rosa.

Tahun-tahun berikutnya, tokoh-tokoh yang terpilih sebagai Tokoh Perbukuan Islam adalah Herry  H Haris atau lebih kondang dengan nama Gola Gong (2007),  Haidar Baghir (2008), Prof Dr M Quraish Shihab (2009), dan Prof Dr H Miftah Faridl (2010).

Selanjutnya, Prof Dr Ahmad Syafii Ma’arif (2011), Asma Nadia (2012), Dr M Syafi’I Antonio (2013), Prof Dr KH Didin Hafidhuddin (2014) dan Ustadz Yusuf Mansur (2015).

IBF merupakan pameran buku Islam terbesar di Indonesia, bahkan diklaim terbesar di Asia Tenggara. Setiap tahun IBF selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat.

IBF tahun 2016 merupakan IBF ke-15. IBF ke-14 tahun 2015 dikunjungi tak kurang dari 425 ribu orang. Tahun sebelumnya, jumlah pengunjung IBF mencapai 410 ribu orang.

 

sumber: Republika Online

Al-Aqsa Diserang, Jokowi Jangan Diam

Satu per satu negara Muslim mengecam serangan Israel terhadap Masjid Al-Aqsa pekan ini. Turki, Mesir, Palestina, dan Yordania termasuk di antara negara awal yang secara tegas, mengutuk sikap semen-mena Israel di kiblat pertama Muslim itu.

Terakhir yang mengeluarkan pernyataan tegas yakni Arab Saudi. Raja Saudi Salman menghubungi langsung Presiden AS Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Inggris David Cameron, Presiden Prancis Francois Hollande, dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon untuk menyatakan rasa keprihatinannya terhadap tindakan Al-Aqsa.

Salman juga meminta Dewan Keamanan Nasional untuk mengambil langkah tegas agar Israel tidak melanggar kesucian Al-Aqsa.  Sementara itu, Indonesia belum memberikan pernyataan tegas ihwal sikap semena-mena Israel. Wartawan Republika di Istana Kepresiden belum mendengar sikap Presiden Joko Widodo secara langsung tentang penyerangan tersebut.

Adapun pihak Kementerian Luar Negeri mengatakan, Pemerintah RI akan membahas masalah Al-Aqsa dalam rapat PBB.

Sekretaris Umum Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Heri Efendi menilai, pemerintahan RI masih sangat kurang dalam memberikan tekanan agar Israel tidak semena-mena terhadap Masjid Al-Aqsa. Padahal, tentara Zionis telah melanggar hukum kemanusiaan internasional.

Mereka dengan semena-mena memasuki Masjid Al-Aqsa, dan melakukan pengrusakan terhadap situs bersejarah ini.  Karena itu, kata Heri,  tidak ada alasan bagi Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar di dunia untuk diam.

“Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tinggal diam melihat pelanggaran hukum internasional ini,” ujarnya kepada Republika.co.id, Sabtu (19/9).

Menurut Heri sebagai anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), indonesia bersama dengan negara lain bisa berdiri di depan untuk melawan pelanggaran ini. Tidak hanya sekedar mengecam tapi juga melakukan langkah nyata dalam mencegah tindakan semena-mena Israel.  “Ini merupakan kultural genosida,” katanya.

 

sumber: Republika Online

Soal Parfum Beralkohol, Ini Pendapat Ulama

Muhammad Rasyid Ridha dalam kitab Tafsirnya Al Manar mengatakan, alkohol saat ini banyak digunakan untuk tujuan-tujuan positif, seperti keperluan medis, campuran obat-obatan, dan sebagainya. Jika alkohol diharamkan, tentu akan menimbulkan kesulitan (haraj)

Bagi umat manusia karena besarnya tingkat ketergantungan kepadanya. Berdalil dari kaidah fikih, segala sesuatu yang bersifat haraj harus dihilangkan. Rasyid Ridha juga didukung oleh Imam Rabi’ah, Laits bin Sa`d, dan al-Muzaniy yang bermazhab syafi’iyah, Imam Al-Syaukani, al- Shan’aniy dalam kitab Subulus Salam, Shiddiq Hasan Khan dalam kitabnya Al-Rawdhah al- Bahiyyah.

Menurut mereka, kata rijsun yang dimaksudkan ayat adalah najis hukmi (secara isti lah saja) bukan zatnya yang najis. Sama halnya ketika Allah menyebut orang-orang musyrik adalah najis (QS at-Taubah [9]: 28). Demikian juga beberapa poin dalam ayat tersebut seperti berhala dan panah. Benda-benda tersebut tidaklah najis secara zatnya.

Para ulama kontemporer lebih cenderung dengan pendapat kedua yang menyatakan alkohol tidaklah najis. Pendapat ini juga didukung ilmu farmasi dan kimia yang menyatakan derivat alkohol pada parfum berbeda dengan alkohol yang digunakan untuk khamar.

Lembaga Pengawas Pangan Obat- obatan dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mengatakan, zat alkohol untuk kosmetik dan alkohol untuk makanan tidaklah serupa. Pemanfaatan alkohol dalam industri parfum hanyalah berfungsi sebagai bahan penolong untuk melarutkan komponen wewangian. Ada kemungkinan alkohol ini masih tertinggal dalam produk parfum yang dihasilkan.

Hanya saja, saat digunakan, semisal dioleskan atau disemprotkan ke badan, bahan ini akan cepat menguap dan tinggal meninggalkan aroma parfum.

LPPOM MUI menegaskan, alkohol atau etanol yang digunakan untuk parfum tidak sama dengan khamr jenis minuman keras yang memabukan. Etanol bisa dihasilkan dari fermentasi khamr, tapi juga bisa dari bahan alamiah, seperti bunga atau buah- buahan. Penggunaan alkohol yang bersumber dari fermentasi non- khamr selama tidak digunakan untuk pangan, misalkan sebagai antiseptik, masih diperbolehkan.

Jadi, kendati persoalan tersebut masih khilafiyah (berbeda pendapat) pendapat yang me nyatakan alkohol tidak najis adalah pendapat yang lebih moderat dan mempunyai prinsip taysir (kemudahan) dalam syariat Islam. Jadi, memakai parfum beralkohol tidak lah terlarang baik untuk shalat atau di luar shalat. Baju yang terkena parfum beralkohol tak perlu pula dicuci, karena ia tidak termasuk najis. Wallahu’alam.

 

sumber: Republika Online

Sejarawan AS: Nabi Muhammad Pemimpin Militer Jenius

Mohammed Elmenshawy, seorang analis politik di Mesir membuat tulisan menarik di laman media ternama Mesir, Ahram. Ia menceritakan bagaimana kunjungannya ke Washington dan pertemuannya dengan tulisan yang menyebut Nabi Muhammad SAW merupakan pemimpin militer jenius.

Elmenshawy menuturkan, ketika menelusuri toko Barnes and Noble di Washington DC, matanya langsung tertarik dengan tulisan berjudul “Military History Quarterly”. Buku itu menuliskan nama Muhammad di sampul halaman depan.

“Saya penasaran, jadi saya ambil majalah tersebut dan membaca sisa judulnya,” ujarnya.

Ia pun membutuskan membeli majalah yang juga dibaca oleh petinggi angkatan bersenjata AS. Khususnya mereka yang tertarik dengan sejarah dan merefleksikannya dengan situasi saat ini.

Studi yang menyebutkan nama Nabi Muhammad ini ditulis oleh sejarawan militer AS Richard A Gabriel. Ia telah menulis 41 buku dan telah bertugas mengcover berbagai pos pemerintahan dan Badan Intelijen AS.

Gabriel yakin tanpa kejeniusan militer dan visi Nabi Muhammad SAW, Islam tidak akan bertahan dan berkembang setelah kematiannya.

Ia juga mengatakan, jika bukan karena keberhasilan Muhammad sebagai pemimpin, Muslim tidak akan pernah mampu menaklukan Byzantium, dan Kekaisaran Persia. Kepemimpinan militer Nabi Muhammad, kata Gabriel, telah menjadi konsep banyak pihak.

Nabi Muhammad merupakan pemikir militer kelas atas yang selama satu dekade memimpin delapan pertempuran, melancarkan 18 serangan, dan merencanakan 38 kali operasi militer.

Gabriel tidak hanya menggambarkan Nabi Muhammad sebagai sosok pemimpin militer. Nabi juga merupakan pemikir strategis, pejuang revolusioner, dan menjadi pelopor perang gerilya.

Majalah itu diketahui memiliki oplah hingga 22 ribu eksemplar dan menjadi salah satu media cukup lama dalam meliput hubungan militer. Sejarawan militer Amerika termasuk yang ikut menulis di majalah itu

 

sumber: Republika Online

Apa Hukum Parfum Beralkohol?

Tak bisa dipungkiri, banyak sekali wewangian yang menggunakan pelarut dari alkohol. Bahkan diantara beberapa bahan dasar wewangian, ada yang tidak bisa larut kecuali dengan larutan senyawa alkohol.

Bagaimanakah status hukum parfum beralkohol ini?

Para ulama masih memperbincangkan tentang bolehtidaknya kaum Muslimin meng gunakan parfum beralkohol. Apalagi, jika dipakai untuk beribadah seperti shalat. Pengkajian awal, perlu ditelisik pada hukum awal dari alkohol tersebut. Apakah ia termasuk benda najis, atau tidak.

Jumhur ulama berpendapat alkohol termasuk najis. Dengan dasar ini, mereka menyatakan tidak boleh memakai wangi-wangian atau parfum yang bercampur alkohol. Apabila pakaian yang dikenai parfum dipakai untuk shalat, tentu salatnya tidak sah.

Mereka berdalil kenajisan alkohol dari Alquran, “Sesungguhnya khamr, judi, berhala-berhala, panah (yang dugunakan untuk mengundi nasib) adalah rijsun (yang termasuk) dari perbuatan syaitan.” (QS al-Maidah [5]: 90).

Rijsun yang dimaksudkan adalah najis atau sesuatu yang menjijikkan. Sedangkan alkohol sendiri tergolong kepada khamar yang disebutkan dalam ayat ter- sebut. Berdalil dari hadis Rasulullah SAW, “Setiap yang memabukkan itu khamar, dan setiap khamar itu haram.” (HR Muslim). Jadi disimpulkanlah alkohol termasuk kategori rijsun atau najis.Sedangkan ulama kontemporer lainnya berpandangan alkohol tidaklah najis.

Pendapat ini dikemukakan para ulama fikih seperti Abi Ibrahim Ismail bin Yahya Muzani dan beberapa fukaha kontemporer. Muhammad Rasyid Ridha dalam kitab Tafsirnya Al Manar mengatakan, belum tentu sesuatu yang diharamkan tersebut adalah najis. Banyak hal yang diharamkan dalam syarak tetapi tidak najis. Misalnya saja, hewan seperti kucing adalah haram dikonsumsi. Tetapi kucing sendiri bukanlah binatang yang najis.

Hal ini bisa berlanjut qiyasnya kepada alkohol. Khamr sendiri, haram untuk dimakan tetapi tidak najis untuk disentuh. Ketika turun ayat yang mengharamkan khamr, para sahabat memecahkan kendi-kendi berisi khamr di jalan-jalan Kota Madinah.

Tentu bukanlah perkara baik jika menumpahkan najis di jalanan. Misalkan, kencing yang menjadi najis dilarang membuangnya di jalan. Jadi, khamr sendiri tidaklah najis. Bersambung..

Taksi Gratis untuk Para Jamaah Haji

Seorang supir taksi asal Saudi dengan sukarela mengratiskan jasa antarnya kepada jamaah haji. Ia merasa hal tersebut merupakan bentuk upaya saling membantu dan menunjukan kemurahan hari untuk para jamaah haji.

“Untuk bisa membantu untuk sesama muslim, khususnya pada kesempatan ini, memberi saya kebahagiaan yang tak terlukiskan. Saya juga memberikan bantuan pada kesempatan yang berbeda yang membuat saya bahagia. Tapi saya kebahagiaan saya mendapatkan waktu ini adalah sesuatu yang berbeda, ” kata pria yang enggan disebutkan namanya, dikutip dari Arabnews,  Sabtu (26/9).

Ia menawarkan jasa antar penumpang gratis sebanyak 20 kali untuk para jamaah haji ke mana pun tujuan yang ingin ditempuh. Untuk membuat layanan jasa gratisnya ini dikenal, ia  membuat pengumuman di bagian belakang mobilnya dengan tulisan dari pelbagai bahasa.

“Banyak yang bepergian pada anggaran yang ketat dan membuat hubungannya dengan apa pun sedikit jumlah yang harus mereka sampai mereka bisa melakukan impian seumur hidup mereka melakukan haji. Mari kita membantu mereka dalam salah satu cara yang lain,” ujarnya.

Ia dengan tegas tidak menerima imbalan apa pun dari perbuatan yang diperbuat. ia hanya berharap Allah akan memberikan kesehatn baginya dan juga keluarganya.

 

sumber: Republika Online

Berjumpa Calon Haji Furoda

Seorang pria mengenakan ihram diantar petugas masuk ke Kantor Daerah Kerja Makkah, Syisyah, Makkah, Arab Saudi, Senin (21/9) malam sekitar pukul 23.00 waktu Arab Saudi (WAS).

Dia terlihat mengenakan tas selempang berwarna hijau dengan pinggiran oranye. Di tas itu tertulis, Umrah dan Haji Khusus Al Arafa Al Hukama.

Jamaah asal Indonesia itu tersasar setelah melakukan umrah di Masjidil Haram, Senin (21/9) malam. Namun, pria itu tidak mengenakan gelang identitas selayaknya jamaah haji Indonesia. Jamaah haji Indonesia mengenakan gelang tembaga yang memuat keterangan nama, nomor paspor, dan nomor kelompok terbang.

“Saya masuk dengan visa umal (visa kerja). Bukan visa haji,” ujar pria bernama Bonari Hasanuddin (54 tahun) ketika ditanya petugas di Kantor Daker Makkah, Selasa dini hari.

Tidak adanya gelang identitas dan penggunaan visa umal menunjukkan Bonari adalah jamaah furoda atau jamaah haji non-kuota. Dia menyerahkan kepada travel mengenai pengurusan masuk ke Tanah Haram pada musim haji.

“Saya ikut saja sama travel,” kata dia.

Bonari nekat berangkat tanpa visa haji setelah mengeluarkan biaya Rp 112 juta untuk dia beserta istrinya. Namun, istrinya gagal berangkat karena tidak mendapatkan visa. Kendati demikian, travel Al Arafa Al Hukama tidak mengembalikan sisa uang.

Bonari juga mengaku tidak mendapatkan living cost atau biaya hidup selama berada di Makkah oleh agen travelnya. Kendati demikian, dia tidak mempermasalahkan karena telah menunggu berhaji selama tiga tahun.

Bonari menjelaskan perjalanannya ke Makkah. Dari Kediri, daerah asalnya, dia naik bus ke Semarang, Jawa Tengah. Dia melanjutkan perjalanan dengan pesawat terbang dari Semarang menuju Jakarta. Selanjutnya, dia terbang ke Jeddah bersama 16 jamaah haji furoda lainnya.

Tiba di Makkah, dia tinggal di pemondokan yang terletak tiga kilometer dari Masjidil Haram. Namun, dia tidak ingat nama lokasi dan penginapannya. Dia hanya ingat harus berbagi kamar dengan lima kawannya. Dia juga hanya tidur di kasur yang  dihamparkan di karpet.

Pada Senin malam, dia melakukan umrah yang kedua dengan tiga kawannya. Setelah melaksankaan sa’i, dia langsung bercukur. Dia masih bisa melihat tiga kawannya berjalan di belakang.

“Saya di depan. Kawan di belakang. Pas nengok belakang terus hilang, nggak ada. Saya cari bingung. Tengok terminal tak ada,” kata dia.

Petugas yang menemukan Bonari mengantarkannya ke Kantor Daker. Kepala Seksi Perlindungan Jamaah Daker Makkah Letnan Kolonel Jaetul Muchlis Basyir langsung mengorek keterangan dari Bonari.

Namun, Bonari tidak mengingat nomor kontak yang dapat dihubungi selama di Makkah. Setelah dua jam, petugas Daker Makkah berhasil mengkontak orang yang dapat menghubungkan dengan perwakilan di Makkah.

Berselang dua jam atau sekitar Pukul 03.00 WAS, tiga orang dari biro tak berizin itu menjemput Bonari. Seorang di antaranya bernama Rojali. Kepada Muchlis, Rojali mengaku membawa 36 orang jemaah furoda untuk berhaji pada tahun ini.

Selanjutnya, Muchlis meminta kepada Rojali agar memperhatikan hak jamaah yang dibawanya. “Jangan sampai ditelantarkan. Berikan hak-haknya. Bapak ini sudah bayar mahal untuk bisa ke sini. Tolong dijaga baik-baik ya,” kata dia.

Wajah Bonari langsung berubah setelah bertemu kawan-kawannya yang juga jamaah haji furoda. Setelah pamit, dia pergi sambil membawa pulang makanan cepat saji Al Baik yang disediakan oleh petugas haji.

 

sumber: Republika Online