Perbanyaklah Istighfar, Karena Istighfar Dapat Menolak Musibah

Ada sebagian kaum Muslimin yang jika ditimpa musibah, mereka justru mendatangi tempat-tempat yang dianggap keramat, atau mendatangi seseorang yang dianggap bisa meringankan beban penderitaan yang dialaminya.

Mereka pada saat seperti itu justru lupa kepada Allah dan tidak segera memohon ampun kepada Allah. Padahal Allah-lah yang mendatangkan manfaat dan madharat, dan Allah pula yang akan mencabut manfaat dan madharat tersebut.

Salah satu musibah yang bisa dijadikan contoh adalah percekcokan dalam kehidupan rumah tangga atau pasangan suami istri (pasutri). Hal ini seperti yang disampaikan ustadz Dr Ahmad Zain An-Najah MA pada saat mengisi kajian Islami bertajuk “Membangun Keluarga dengan Ilmu Syar’i” pada Ahad (3/5/2015) pagi di Solo.

Menurut ustadz Zain, percekcokan antara pasutri dapat diminimalisir jika keduanya tahu dan faham akan hak dan kewajiban masing-masing pasangan dalam mengarungi kehidupan pasutri. Dan pengetahun tersebut tidak akan bisa didapat begitu saja tanpa mempelajarinya terlebih dahulu.

 

Lebih lanjut, alumni Universitas Islam Madinah Al-Munawarah ini menjelaskan, silang pendapat dan perbedaan faham itu biasa saja terjadi diantara manusia. Tapi jika kedua pasutri tersebut mahu belajar, maka perselisihan itu bisa dipersempit. Sebab yang namanya percekcokan itu jika hilang seluruhnya tidak akan mungkin.

Untuk itu, jika terjadi gesekan dan perselisihan, maka segera mengingat Allah dan beristighfar kepada Allah. Pria kelahiran Klaten Jawa Tengah (Jateng) dan juga alumni Ponpes Al Mukmin Ngruki Solo ini kemudian mengutip QS. Muhammad, surat ke 47 ayat ke 19.

Allah SWT berfirman, “Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal”.

“Istighfar itu merupakan kekuatan yang luar biasa didalam kehidupan dan hidup kita. Dan salah satu kekuatan istighfar yaitu dapat menolak musibah. Jadi salah satu cara tolak balak itu adalah dengan cara istighfar,” jelas pakar ilmu fiqh dan alumni Universitas Al-Azhar Kairo tersebut.

“Mulai dari bencana atau musibah, dari sakit, dari kematian, dari apa saja baik itu musibah besar atau kecil itu insya Allah bisa ditolak dengan istighfar. Maka seorang ahli tauhid, itu salah satu indikasinya adalah selalu memperbanyak istighfar. Jadi tauhid yang benar itu harus selalu diiringi dengan istighfar,” tegasnya. [GA]

 

 

sumber: PanjiMas