Sudahkah Membayar Uang Kos kepada Allah

MALAM ini ada yang datang ke pondok seorang hamba Allah yang hidupnya penuh dengan cerita, cerita menyedihkan dan cerita menggembirakan, cerita nyata yang biasa-biasa saja dan cerita nyata yang bagai hanya di alam maya saja. Bagi saya, kisah-kisahnya adalah testimoni akan kebenaran firman Allah, janji Allah kepada hambaNya.

Hamba Allah yang satu ini sudah lama menjadi aktifis sosial, dengan rajin bershadaqah seakan sudah tak pernah takut miskin. Dunia shadaqah digelutinya semenjak beliau gagal mengatur hidupnya sendiri dengan mengandalkan pada uang deposito yang dititipkan di bank. Uang yang menurut perhitungan kalkulatornya bisa “menjamin” hidupnya walau hanya dengan mengandalkan bunganya saja habis ludes sampai ke akar-akarnya.

Awalnya beliau belajar mengikhlaskan sepeda motor satu-satunya untuk dishadaqahkan, saat ini sudah terbiasa menshadaqahkan apa yang dimilikinya. Bukan hanya uang melainkan juga mobil dan rumah. Apakah beliau jatuh miskin?

Ternyata semakin dipercaya Allah untuk mengelola harta benda untuk kemaslahatan. Anak-anaknya sukses di sekolah dan perguruan tinggi favorit. Rumah dan tanahnya bertambah dan usahanya berkah berlimpah. Bagai dunia mimpi saja kata beliau.

Beliau bershadaqah bukan karena ingin kaya. Menjadi kaya karena shadaqah itu hanya efek positifnya saja. Beliau hanya ingin diridlai Allah. Kebiasaannya sejak dulu adalah menyediakan kotak amal di samping tempat tidurnya. Setiap bangun pagi beliau dan isteri memasukkan sejumlah uang, minimum 100 ribu ke kotak itu sebagai terima kasihnya diijinkan untuk “ngekos” di bumi ini. Sebagian uang kos itu dititipkannya melalui Ponpes Kota Alif Laam Miim. Subhanallah wa Alhamdulillah.

Bagaimanakah dengan kita? Sudahkah membayar uang kos kepada Allah atas perkenanNya mempersilahkan kita ada di bumiNya? Sungguh kisah beliau inspiratif sekali. Ada banyak kisah lainnya yang insyaAllah akan saya share melalui forum ini. Salam, AIM, Pengasuh. [*]

 

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2295294/sudahkah-membayar-uang-kos-kepada-allah#sthash.cNqWDiSW.dpuf