Cerita Lancarnya Uji Coba Umroh 84 Anggota Amphuri

Uji coba umroh 84 pimpinan pemilik travel anggota Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) berjalan lancar. Kelancaran uji coba umroh sudah terasa oleh rombongan sejak di bandara Tanah Air.

“Alhamdulilah rombongan perdana unsur pimpinan PPIU anggota Ampuri yang berangkat ke Tanah Suci tanggal 30 dan tanggal 31 jam satu tiga puluh satu dini hari tiba dengan selamat di Jeddah,” kata Ketua Amphuri Firman M Nur, saat dihubungi Republika, kemarin.

Firman menceritakan, bagaimana kelancaran proses kedatangan di airport Jeddah. Di sana kata dia semua proses yang dilalui oleh 84 rombongan Amphuri berjalan sengat lancar tidak ada hambatan

“Artinya memang pemerintahan Saudi Arabia semenjak membuka pintu umroh bagi jamaah Indonesia ke tanah Suci telah memberikan, menetapkan prosedur kedatangan yang sangat mudah,” ujarnya.

Saat tiba di Jeddah, rombongan hanya melalui cek pemeriksaan bukti PCR yang sah dari tiga laboratorium yang di tunjuk oleh GACA, yaitu Kartika Pulau Mas dan dua laboratorium lainnya . 

“Hanya itu saja pemeriksannya,”katanya.

Karena secara vaksinasi telah melakukan skrening sistem ketika mengajukan vis dan selanjutnya para pimpinan PPIU dari anggota Amphuri langsung menuju imigrasi. Pada tahapan proses imigrasi di Saudi Arabia juga sangat lancar dan keadaan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang antriannya bisa sampai tiga jam.

“Kita tidak lama mengantri di imigrasi, proses sangat cepat dan petugas-petugas imigrasi sekarang sudah punya mental servis yang cukup baik,” katanya.

Setelah selesai proses kemigrasian, rombongan langsung mengambil bagasinya masing- masing. Setelah itu rombongan keluar dan disambut dengan hangat oleh pihak muasasah sebagian daripada tendor yang melayani pimpinan PPIU yang bekerja sama dengan Ampuri.

Rombongan kata Firman disambut dengan sangata romantis oleh para muasasa dengan tradisi Arab yaitu mereka membagikan kurma dan manisan serta setiap peserta mendapatkan bunga. Bunga mawar merah ini dibentuk dengan sangat indah dikalungkan kepada para rombongan. 

“Ini bagian daripada sambutan yang sangat sangat terbuka dan sangat welcome dari mereka terhadap kedatangan jamaah dari Indonesia,” katanya.

IHRAM

Amphuri Pastikan Jamaah Umroh Tertunda Berangkat Lebih Awal

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (AMPHURI) Firman M Nur, memastikan jamaah umroh yang tertunda keberangkatannnya yang pertama diberangkatkan. Saat ini pemerintah sedang mengkaji teknis keberangkatan umroh setelah Arab Saudi memberikan signal Indonesia boleh mengirimian jamaah umroh.

“Insya Allah jamaah yang tertunda keberangkatannya sudah kami siapkan dengan baik,” kata Firman saat dihubungi Republika, kemarin.

Firman menuturkan jamaah yang tertunda keberangkatannnya itu sudah banyak di antara mereka yang divaksin. Artinya mayoritas dari mereka sudah siap diberangkatkan ke Tanah Suci untuk umroh.

“Sudah banyak dari mereka melakukan vaksinasi,” katanya.

Firman mengapresiasi Kementerian Agama telah mengeluarkan surat edaran untuk memberi tahu bahwa penyelenggaraan perjalanan ibadah umroh (PPIU) harus menyiapkan semua data jamaah yang akan diberangkatkan lebih awal. Firman mengaku penyelenggara siap menjalankan apa yang diperintahkan Kemenag.

“Insya Allah data tersebut akan kami lampirkan, kami serahkan kepada Dirjen PHU, untuk melihat bahwa sesungguhnya para penyelenggara sudah siap,” katanya.

Firman mengatakan, para penyelenggara umrah sudah mempersiapkan jamaahnya masing-masing yang siap diberangkatkan. Salah satu buktinya jamaah sudah selesai divaksinasi.

“Jamaah sudah kami kondisikan sudah ada yang melakukan vaksinasi lengkap,” katanya.

IHRAM

Amphuri Minta Pemerintah Adil dalam Mengatur Paspor Umrah

Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firmansyah meminta pemerintah adil dalam menerapkan peraturan kewajiban jamaah untuk mendapatkan rekomendasi Kementerian Agama guna mengajukan paspor umrah dan haji khusus dari Kantor Imigrasi.

“Kami sempat mengusulkan itu, tapi perlu ada rasa keadilan dan perlu waktu untuk sosialisasi. Perlu dikaji agar kebijakan menguntungkan semua pihak,” kata Firmansyah di sela pelepasan jamaah umrah ke Tanah Suci program “Umrah Ummat” Jakarta, Senin (13/3) malam.

Dia mengatakan prinsip keadilan tersebut yaitu peraturan harus mempertimbangkan daerah-daerah lain yang memiliki kesulitan akses menuju kantor Kementerian Agama dan Kantor Imigrasi terdekat. Kesulitan akses itu bisa karena infrastruktur transportasi dan atau jarak jangkau yang relatif jauh di beberapa daerah di Indonesia.

Selain itu, kata dia, penerapan kewajiban rekomendasi Kemenag untuk paspor umrah dan haji khusus itu sebaiknya diterapkan secara bertahap. Dengan kata lain, sebaiknya pemerintah terlebih dahulu melakukan sosialisasi terhadap program itu secara menyeluruh untuk kemudian diterapkan sehingga tidak memberatkan masyarakat.

“Program itu agak mendadak. Di daerah itu mengalami kesulitan untuk mendapatkan paspor tersebut. Karena jika diterapkan perlu waktu untuk sosialisasi,” kata dia.

Di lain pihak, dia mengakui terdapat manfaat peraturan soal pembuatan paspor umrah dan haji khusus tersebut jika telah cukup kajian mendalam dan waktu sosialisasi. Menurut dia, terdapat sejumlah oknum yang menyalahgunakan paspor umrah dan haji khusus seperti untuk menetap atau bekerja di Tanah Suci.

Dengan adanya kewajiban rekomendasi Kemenag untuk paspor umrah dan haji khusus, jamaah akan tersaring sehingga tidak menyalahgunakan paspornya. Selain itu, jamaah yang berangkat akan dapat dipastikan berangkat ke Tanah Suci menggunakan biro perjalanan umrah yang resmi seiring adanya kasus penelantaran jamaah oleh travel umrah abal-abal.

Alasannya, kata dia, Kemenag mengantongi nama-nama biro travel resmi sehingga saat jamaah diketahui menggunakan penyelenggara perjalanan ibadah nonresmi maka tidak bisa mendapatkan rekomendasi membuat paspor umrah dan haji khusus.

Otomatis, lanjut dia, jamaah yang bersangkutan tidak dapat memproses pembuatan paspor umrah dan haji khususnya karena tidak mendapatkan rekomendasi Kemenag.

 

sumber: Ihram.co.id

 

—————————————————————
Umrah resmi, Hemat, Bergaransi
(no MLM, no Money Game, no Waiting 1-2 years)
Kunjungi www.umrohumat.com
atau hubungi handphone/WA 08119303297
—————————————————————

AMPHURI Inginkan Program Umrah plus Wisata Segera Terealisasi

Sekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Budi Firmansyah, menyambut baik peluncuruan program wisata pascaumrah oleh Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Saudi. Budi berharap program tersebut segera direalisasikan bagi jamaah umrah Indonesia.

“Kami sudah tahu ada program itu tapi sepertinya masih tahap rencana, sepertinya belum dalam waktu dekat ini,” jelas dia dalam pesan singkat kepada Republika, Rabu (27/4).

AMPHURI pun hingga saat ini belum mendapatkan undangan sosialiasi dari Kedubes Arab Saudi. Karena menurut Budi, rencana ini perlu ada konsolidasi dari pemerintah Arab Saudi hingg ke setiap kedutaan.

“Sebenarnya program ini kita tunggu-tunggu dan kami benar-benar mengapresiasi jika benar-benar terjadi visa umrah boleh ke mana saja untuk wisata di Arab Saudi,” jelas dia.

Menurut Budi, animo jamaah umrah untuk berwisata di Arab Saudi sangat tinggi. Karena sebagian besar dari mereka sangat tertarik untuk melakukan wisata sejarah diantaranya Madain Shaleh, Kota Thaif, Lokasi Perang Badar dan daerah Tabuk.

Sebelumnya Presiden Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Saudi Pengeran Sultan bin Salman telah meluncurkan program baru pasca umrah. Program ini telah disiapkan beberapa tahun lalu, nantinya visa umrah secara otomatis dapat digunakan bebas untuk wisata di Arab Saudi.

 

 

sumber: Republika Online