Nasrani Masa Silam Sebut Jibril dengan An-Namus

ORANG nasrani masa silam menyebut Jibril dengan nama an-Namus. An-namus sendiri artinya sosok ghaib yang menjadi kawan seseorang, dia bisa melihatnya namun orang lain tidak bisa melihatnya.

Diceritakan oleh Aisyah Radhiyallahu anha, ketika Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pertama kali mendapatkan wahyu surat al-Alaq di gua Hira, beliau pulang menemui Khadijah Radhiyallahu anha dalam kondisi badannya menggigil. Hingga Khadijah membawanya menemui Waraqah bin Naufal sepupunya Khadijah dan beliau beragama nasrani di zaman jahiliyah, menulis kitab dan menyalin Injil ke dalam bahasa arab. Ketika itu, Waraqah sudah sangat tua, tuna netra.

Setelah Waraqah mendengar cerita yang disampaikan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, beliau langsung berkomentar,

Itu Namus yang pernah turun menemui Musa Shallallahu alaihi wa sallam andai di masa sekarang saya masih muda, andai saya masih hidup ketika kaummu akan mengusirmu semua orang yang membawa misi dakwah seperti yang anda bawa, pasti diganggu. Andai saya masih hidup ketika anda berdakwah, saya akan membantu dan membela anda. (HR. Bukhari 4953 & Muslim 160).

 

INILAHMOZAIK