Cara Memperoleh Gelar Haji Mabrur

ADA berbagai cara seseorang yang berhaji ingin mendapatkan gelar haji mabrur. Intinya adalah perilaku keseharian, baik ketika ia beribadah maupun saat bergaul dengan sesama.

Namun sebelum menjalankan perilaku tersebut, pertama, niat berhaji harus benar-benar bersih, yakni berhaji untuk menggapai keredhaan Tuhan. Bukan karena niat ria (ingin pujian), niat dagang, niat cari pengaruh dan jabatan (haji politik) maupun sombong.

Kedua, harta yang dipakai untuk beribadah haji adalah harta yang halal dan baik. Bukan hasil judi, menipu, suap, mencuri maupun merebut harta milik orang lain (misalnya mengambil harta warisan yang merupakan hak saudaranya). Kalau ada kewajiban zakat harta yang belum dikeluarkan, maka harus ditunaikan sebelum berangkat haji. Hal itu merupakan keharusan untuk mensucikan harta tersebut.

Ketiga, pergi haji dengan lahir dan batin yang bersih. Karena itu, sebelum berangkat haji, setiap calon jamaah haji dianjurkan bersilaturahmi dengan saudara, teman, kenalan dan kerabat untuk mohon maaf bila yang bersangkutan punya kesalahan. Dengan cara begitu, diharapkan dia berangkat haji dengan diri yang bersih dari segala salah dan dosa kepada sesama manusia.

Sedangkan dosa dan kesalahan kepada Tuhan dapat dihapuskan dengan cara memperbanyak istighfar, zikir dan beramal saleh. Seperti kata Nabi, amal-amal yang baik dapat menghapuskan dosa-dosa yang kecil. Yang tak kalah pentingnya adalah meningkatkan kualitas shalat.

Keempat, mengutamakan sikap sabar dan saling tolong. Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat berat, dan memerlukan pengorbanan jasmani maupun rohani. Berkumpul bersama sekitar dua juta orang yang berbeda-beda perangai dan kebiasaannya (terutama pada puncak ibadah haji di Arafah dan Mina) sudah pasti memerlukan kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa.

Kelima, tentu saja mabrur tidaknya ibadah haji seseorang sangat tergantung pada kesempurnaan pelaksanaan ibadah hajinya. Karena itulah dia harus mengerti betul ilmu (manasik) haji. Dia harus berupaya melaksanakan rukun, wajib maupun sunnat haji sebaik mungkin. Kalau ada hal yang meragukannya, sudah seharusnya dia bertanya kepada ahlinya.

 

MOZAIK