Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Zulhijah

Bulan Zulhijah adalah salah satu bulan mulia yang Allah ‘Azza Wajalla kabarkan dalam firman-Nya,

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhulmahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus. Maka, janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu). Dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah: 36)

Bahkan, secara khusus Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama menyebutkan keutamaan hari-hari pertama bulan Zulhijah dalam hadisnya,

ما من أيامٍ العملُ الصالح فيها أحبُّ إلى الله عز وجل من هذه الأيام؛ يعني أيام العشر

Tidak ada amalan yang lebih Allah cintai dibandingkan amalan yang dikerjakan di hari-hari ini, yakni 10 hari pertama Zulhijah.” (HR. Abu Dawud no. 2438)

Para ulama menyimpulkan beberapa keutamaan 10 hari pertama bulan Zulhijah, yaitu:

Pertama: Di dalamnya disyariatkan untuk berzikir kepada Allah Ta’ala.

Kedua: Allah ‘Azza Wajalla bersumpah dengan 10 hari pertama bulan Zulhijah dalam firman-Nya di surah Al-Fajr ayat 2. Demikian yang dijelaskan oleh Ibnu Katsir rahimahullahu.

Ketiga: Di 10 hari pertama terdapat hari Arafah yang di dalamnya terdapat salah satu rukun haji yang paling penting diselenggarakan, yaitu wukuf di Arafah.

Keempat: Di dalam bulan ini terdapat syariat berkurban.

Kelima: Amalan kebaikan di bulan yang Allah muliakan akan dilipatgandakan dibanding di bulan-bulan yang lain.

Sejarah Islam mencatat banyak peristiwa penting yang terjadi di bulan Zulhijah, baik peristiwa yang telah terjadi, maupun yang sedang dan akan terjadi. Di antara peristiwa-peristiwa penting tersebut adalah:

Wukuf di Arafah

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda,

الحج عرفة

Inti ibadah haji adalah Arafah.” (HR. An-Nasa’i no. 3016)

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu menjelaskan,

أنه لا بد في الحج من الوقوف بعرفة ، فمن لم يقف بعرفة فقد فاته الحج ، وليس معناه أن من وقف بعرفة لم يبق عليه شيء من أعمال الحج بالإجماع ، فإن الإنسان إذا وقف بعرفة بقي عليه من أعمال الحج كالمبيت بمزدلفة ، وطواف الإفاضة ، والسعي بين الصفا والمروة ، ورمي الجمار ، والمبيت في منى ، ولكن المعنى : أن الوقوف بعرفة لابد منه في الحج ، وإن لم يقف بعرفة فلا حج له ، ولهذا قال أهل العلم : من فاته الوقوف فاته الحج

Bahwa wukuf di Arafah adalah sebuah keharusan. Bagi mereka yang tidak mengerjakannya, maka sama halnya tidak mengerjakan ibadah haji. Namun, bukan berarti seorang yang sudah mengerjakan wukuf lantas tidak ada lagi prosesi ibadah haji secara ijma’. Masih ada ibadah lain seperti mabit di Muzdalifah, tawaf ifadhah, sa’i, melempar jamrah, dan mabit di Mina. Maksud dari hadis nabi adalah bahwa wukuf di Arafah adalah keharusan. Barang siapa yang tidak melaksanakan wukuf, maka hajinya tidak sah. Demikianlah maksud perkataan para ulama bahwa siapa saja yang meninggalkan wukuf, maka sama halnya meninggalkan ibadah haji.” (Majmu Fataawa Ibn Utsaimin, 24: 23)

Perayaan Iduladha

Iduladha merupakan salah satu dari dua hari raya yang diakui di dalam Islam. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda,

يا أَبَا بَكْرٍ إنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيدًا، وَهذا عِيدُنَا.

Wahai Abu Bakr, setiap umat memiliki hari raya sendiri dan ini adalah hari raya kita.” (HR. Muslim no. 892)

Baca juga: Nabi Ibrahim Sebagai Teladan

Penyembelihan hewan kurban

Di antara peristiwa besar yang menunjukkan pengagungan terhadap syiar Islam adalah menyembelih hewan kurban. Dan ini terjadi setelah salat Iduladha. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama,

مَن ذَبَحَ قَبْلَ أنْ يُصَلِّيَ، فَلْيَذْبَحْ أُخْرَى مَكَانَهَا، ومَن لَمْ يَذْبَحْ، فَلْيَذْبَحْ باسْمِ اللَّهِ

Barangsiapa yang menyembelih kurban sebelum salat Iduladha, maka hendaknya mengulang penyembelihannya di waktunya. Dan barangsiapa yang belum sempat menyembelih, maka sembelihlah sembari mengucap ‘bismillah’.” (HR. Bukhari no. 985)

Puasa hari Arafah

Puasa di tanggal 9 Zulhijah memiliki faedah yang begitu besar. Sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama,

يكفر السنة الماضية والباقية

Ia menghapuskan dosa yang telah lalu maupun yang akan datang.” (HR. Muslim no. 1162)

Imam An-Nawawi rahimahullahu mengatakan, “Disunahkannya berpuasa Arafah adalah bagi mereka yang tidak sedang berada di Arafah. Adapun jemaah haji, maka menurut Imam Asy-Syafi’i dan pembesar mazhab syafi’i lain, dianjurkan untuk berbuka di hari itu berdasar hadis dari Ummul Fadhl. Bahkan dimakruhkan (berpuasa), sebagaimana terang disebutkan oleh Ad-Darimy, Al-Bandanijy, Al-Mahamily, penulis kitab Al-Muhaddzab, dan selain mereka.” (Al-Majmu’, 6: 428)

Demikian peristiwa-peristiwa penting di bulan Zulhijah yang semoga kita diberikan limpahan karunia untuk mengamalkan yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama. Amin

***

Penulis: Muhammad Nur Faqih, S.Ag.

© 2023 muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id/85729-peristiwa-penting-di-bulan-zulhijah.html

Mengenal Mina Jadid

Mina Jadid diqiyaskan dengan halaman atau bagian luar masjid.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memperluas wilayah Mina dengan harapan menjadi solusi dari kepadatan Mina selama musim haji. Jumlah jamaah haji yang semakin banyak melalui banyak pertimbangan keselamatan jamaah tidak mungkin disatukan dalam satu wilayah.

Di padang Mina yang seluas 600 hektare, jamaah akan menginap tiga hari untuk melakukan ritual lempar jumroh. Sehingga perluasan menjadi kebutuhan tak terelakan. Saudi Gazette melaporkan, sejumlah ahli telah direkrut untuk mengkaji kekurangan layanan bagi tamu Allah. Salah satu kajiannya adalah perluasan ini.

Kasi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker Madinah) Yendra Al Hamidy menjelaskan lokasi perluasan Mina biasa disebut di Arab Saudi dengan istilah tausi’ul Mina, disebabkan karena lokasi Mina yang aslinya sudah penuh ditempati jamaah haji dari berbagai negara di dunia.

“Meskipun demikian, lokasi Mina Jadid itu masih berurutan, masih menyambung dengan jamaah haji lainnya yang berada di lokasi Mina awal,” kata dia, Sabtu (24/6/2023).

Ihwal keabsahan jamaah haji mabit di wilayah perluasan Mina atau Mina Jadid. Menurutnya, itu merupakan pendapat ulama.

“Terkait keabsahan mabit di Mina Jadid itu sudah merupakan pendapat ulama Saudi, Syaikh Muhammad bin Baz,” kata Yendra, sapaan Yendra Al Hamidy.

“Itu yang sampai kita survei kemarin itu, di bidayatul Mina sampai Mina sudah penuh kondisinya. Kemudian (wilayah Mina) disambungkan di belakangnya,” kata Yendra.

Dari aspek fikihnya, ia menqiyaskan Mina Jadid dengan halaman atau bagian luar masjid yang dipergunakan untuk sholat jamaah ketika bagian dalam masjid sudah penuh oleh jamaah lain.

“Kemudian diqiyaskan (oleh ulama Saudi) bahwa apabila seseorang berjamaah di masjid kemudian penuh, maka boleh seseorang itu menyambung shafnya di halaman masjid, bahkan keluar masjid, yang penting jamaah itu menyambung dengan jamaah yang ada di dalam masjid,” ujar Yendra.

Qiyas sendiri yaitu menetapkan hukum terhadap sesuatu yang belum ada ketentuannya dan didasarkan pada sesuatu yang sudah ada ketentuannya. Dalam konteks ini, ketetapan dan dasar hukum Mina Jadid sama dengan halaman atau bagian luar masjid.

IHRAM

Bergeser ke Makkah, Salam ke Nabi, dan Minta Nasihat Ulama

Tentu berbeda dengan kondisi Madinah yang mulai sepi, Kota Makkah justru makin dipadati jamaah.

Oleh AGUNG SASONGKO dari MADINAH, ARAB SAUDI

Tepat Jumat, (23/6/2023) dini hari, rombongan kloter terakhir yang berasal dari Embarkasi Solo (SOC-99) tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah. Kedatangan rombongan berjumlah 302 jamaah ini sekaligus menjadi penutup dari rangkaian kedatangan 13 kloter kuota tambahan.

Mereka transit sejenak di Madinah sebelum meneruskan perjalanan menuju Makkah. Bagi kami di Media Center Haji Daker Madinah, kedatangan kloter terakhir tersebut memberikan sinyal sudah waktunya bergeser ke Makkah.

photo

Sebelum itu, saya berniat pamit dan mengucapkan salam kepada Rasulullah sebelum bertugas ke Makkah. Ini tak lain karena saya sempat bertanya kepada Kiai Ahmad Wazir Ali, konsultan ibadah di Daker Madinah soal ini. “Kiai, apakah sebelum kita berangkat ke Makkah perlu berziarah ke Rasulullah, pamit, Kiai?” kata saya.

Kiai, apakah sebelum kita berangkat ke Makkah perlu berziarah ke Rasulullah, pamit, Kiai?

NAMA TOKOH

Dengan panjang lebar, Kiai Wazir menyarankan ke sana, tapi dengan catatan tidak perlu memaksakan diri memasuki Raudhah, cukup dalam lingkungan Masjid Nabawi dan berdoa. Kepada kami, pengasuh Pesantren Denayar Jombang itu menyebutkan ada tiga doa yang perlu dipanjatkan seusai salam kepada Rasulullah.

Doa yang dipanjatkan kepada Allah, yakni, pertama, berdoa agar kita diberikan kemudahan dalam menjalani rangkaian ibadah haji hingga selesai. Kedua, berdoa mudah-mudahan diberikan kesehatan hingga sampai ke Tanah Air bertemu handai taulan. Terakhir dan paling penting adalah berdoa agar bisa kembali ke Tanah Suci kembali bisa berziarah kepada Rasulullah. “Bisa aja nanti kita dipanggil lagi menjadi petugas atau umrah, itu yang penting,” pesan Kiai Wazir.

Saban hari memang Kiai Wazir ini banyak menerima pertanyaan, terutama mengenai ibadah haji. Kadang juga tak enak selalu bertanya. Pernah suatu ketika, beliau sedang membuat teh mint dan membaca, duduk di sofa hijau dekat dengan ruang kerjanya di daker, beliau saya ganggu lagi dengan pertanyaan-pertanyaan lain. Dengan ramah beliau melayani.

Terakhir, ketika kami mengundang beliau untuk mengisi pengajian, dipaparkanlah berbagai kemudahan, ini dalam konteks sebagai petugas haji. Hal itu yang membuat kami tenang. Misalnya, ketika saya belum sempat berziarah ke makam Rasulullah karena begitu padat memantau pergerakan jamaah, Kiai Wazir memberikan penyejuk yang tiada tara. “Selama masih di lingkungan masjid, kita bisa memberi salam, dan doa kita juga makbul,” katanya.

Begitu pun ketika petugas lebih sibuk mengurus jamaah daripada beribadah, Kiai Wazir kembali membuat hati kami “nyess” atau lega. Kata Kiai Wazir, “Barang siapa yang menggembirakan kesusahan orang mukmin maka Allah SWT akan menggembirakan kesusahannya di hari kiamat.”

“Barang siapa yang memudahkan urusan orang mukmin, maka Allah SWT akan memudahkan urusannya di hari kiamat. Allah SWT selalu menolong hamba, selagi dia mau menolong saudaranya.”

Tentu berbeda dengan kondisi Madinah yang mulai sepi, Kota Makkah justru makin padat dengan jamaah. Tentu ada tantangan bagi kami yang bertugas di Madinah yang selanjutnya ditempatkan di Makkah. Wilayah yang luas dan cuaca yang lebih panas, ini jadi pertimbangan kami untuk mencari motivasi lebih sebelum kembali bertugas.

Lagi-lagi, kami sempatkan untuk mengobrol sejenak dengan Kiai Wazir. Sekadar untuk melepas rasa nervous sekaligus mempertebal tekad kami.

Lagi-lagi saya merepotkan Kiai Wazir. Memandang wajah seorang ulama adalah ibadah

Saya pernah membaca sebuah tulisan dari Syaikh Nawawi al-Bantani dalam kitab Riyadh al-Shalihin, bahwa Ali Ibn Abi Thalib berkata, “Memandang wajah seorang ulama adalah ibadah. Lalu berpendar cahaya dalam pandangan itu dan terang cahaya di dalam hatinya. Ketika seorang ulama mengajarkan ilmu maka satu tema yang diajarkan berhadiah satu istana di surga. Bagi yang mengamalkan ilmu yang diajarkannya akan mendapatkan hadiah serupa.”

Lalu, Syaikh Nawawi juga menuliskan, Nabi SAW bersabda, “Barang siapa yang memuliakan seorang ulama, sungguh ia telah memuliakan aku.” Mengapa begitu? Menurut Syaikh Nawawi Banten, “Karena ulama adalah kekasih Nabi SAW”. Lalu, Nabi SAW melanjutkan, “Barang siapa yang memuliakan aku, sungguh ia telah memuliakan Allah.”

Nantinya saya bersama 400 lebih petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah bakal ditempatkan di 10 pos pemantauan jamaah di Mina. Di sana, 229 ribu jamaah Indonesia ditempatkan dalam 70 maktab atau gugusan tenda-tenda jamaah. Kegiatan jamaah haji di Mina ialah titik paling kritis dalam prosesi ibadah haji. Pasalnya, jamaah harus berjalan kaki dari tenda ke tempat melempar jumrah. Jamaah rentan kelelahan dan tersasar.

Jadi, berziarah ke makam Nabi, lalu meminta nasihat ulama sebelum berangkat ke Makkah, sepertinya jadi pilihan yang tepat. “Cakep, bismillah,” ucap saya spontan.

IHRAM

Mufti Agung Saudi Desak Jamaah Haji Menghindari Propaganda Politik

Al-Sheikh mendesak jamaah haji melakukan ritual haji dengan hati yang tulus.

Mufti Agung Arab Saudi dan Ketua Dewan Cendekiawan Senior Sheikh Abdulaziz Al-Sheikh, mendesak jamaah haji menjauh dari propaganda politik selama ziarah tahunan haji.

Menurutnya, ini adalah bagian dari menghormati kesucian Tuhan bahwa peziarah melakukan ritual ibadahnya dengan menjauh dari segala sesuatu yang mengganggu ketenangan pikiran dan kekhusyuan ibadah haji. Termasuk apakah itu perselisihan dan argumen yang mengarah pada kebencian, teriakan atau slogan politik.

“Tempat ziarah adalah tempat permohonan dan ibadah,” kata grand mufti dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Saudi Gazette, Jumat (23/6/2023).

Al-Sheikh mendesak jamaah haji melakukan ritual haji dengan hati yang tulus, mengikuti Sunnah Nabi SAW, dan memuliakan Tuhan. “Kami bersyukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa karena telah menganugerahkan kepada kami agama besar ini, agama Islam. Pada hari-hari yang diberkati ini, para peziarah berduyun-duyun ke tanah yang aman di bawah fasilitas dan layanan besar yang disediakan oleh negara yang diberkati ini, Kerajaan Arab Saudi, semoga Tuhan mengabadikan kemuliaan dan kesuksesannya,” katanya.

Mufti agung mendesak para peziarah secara ketat mematuhi tiga hal. Pertama, peziarah harus tulus dalam niat melakukan haji kepada Tuhan Yang Mahakuasa saja. Kedua, jamaah haji harus mengikuti Sunnah Nabi SAW dan ketiga peziarah harus menghormati kesucian Tuhan selama ziarah.

Al-Sheikh mencatat dalam penghormatan akan kesucian Tuhan, jamaah haji harus menjauh dari dosa dan perbuatan buruk. “Ini adalah salah satu pemuliaan kesucian Tuhan bahwa peziarah bekerja sama dengan otoritas terkait dalam menegakkan semua peraturan dan rencana yang diberlakukan hanya untuk memfasilitasi gerakan peziarah dan kedamaian dan kenyamanan mereka. Menghormati kesucian juga termasuk keinginan jamaah haji untuk menjaga perasaan mereka tetap bersih,” katanya.

IHRAM

Haji Furoda Juga Butuh Kesabaran

Haji furoda adalah haji yang visanya diperoleh dari undangan pemerintah Arab Saudi secara langsung. Sehingga kuota yang diberikan adalah di luar kuota haji reguler pemerintah Arab Saudi untuk pemerintah Indonesia. Ketika seseorang mendapatkan kesempatan menjalankan haji dengan jalur furoda, itu adalah sebuah kebaikan yang wajib disyukuri. Hal ini karena seorang muslim bisa mempersingkat masa penantian panggilan ibadah haji.

Sebagaimana kita ketahui bahwa kesabaran itu ada tiga macam:

Pertama: Sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah ‘Azza Wajalla.

Kedua: Sabar dalam menahan diri untuk tidak berbuat maksiat.

Ketiga: Sabar menerima ketetapan Allah ‘Azza Wajalla.

Maka, seorang muslim yang menjalankan ibadah haji furoda maupun haji reguler memerlukan kesabaran yang tidak sedikit. Baik ketika penantian maupun saat pelaksanaan ibadah haji nantinya. Allah ‘Azza Wajalla berfirman menjanjikan pahala yang besar bagi mereka yang mau bersabar,

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ اِلَّا بِاللّٰهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِيْ ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُوْنَ

Bersabarlah (Nabi Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan (pertolongan) Allah. Janganlah bersedih terhadap (kekufuran) mereka. Dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan.” (QS. An-Nahl: 127)

Begitu pun firman Allah ‘Azza Wajalla,

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ اِنَّ ذٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ

Akan tetapi, sungguh siapa yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan.” (QS. Asy-Syura: 43)

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu mengatakan,

الصبر كنز من كنوز الخير لا يعطيه الله إلا لعبد كريم عنده

Kesabaran adalah kunci semua kebaikan yang tidak Allah berikan, kecuali kepada hamba-Nya yang mulia di sisi-Nya.” (Ash-Shabru Wal Tsawab ‘Alaih karya Ibnu Abid Dunya, hal. 27)

Tuntutan bersabar ketika seorang menjalankan ibadah haji karena beberapa alasan. Yakni, ia harus bersabar dalam menjalankan manasik haji mengingat fasilitas yang didapatkan haji furoda tidak akan jauh berbeda dengan jemaah haji lain. Namun, ia harus bersabar dalam menjalankannya. Karena di sanalah ia akan petik pahala begitu besar. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama ketika merespon pertanyaan ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang amalan jihad yang utama, beliau shallallahu ‘alaihi wasallama menjawab,

لَا، لَكِنَّ أفْضَلَ الجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ

Bukan, justru amalan jihad yang utama adalah haji mabrur.” (HR. Bukhari no. 1520)

Jawaban beliau ditujukan untuk mengajarkan kepada ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha dan kaum muslimah bahwa jihad yang paling utama bagi mereka adalah berhaji. Meskipun demikian, kita bisa mengambil pelajaran bahwa ibadah haji memerlukan jihad (perjuangan). Syekh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu menjelaskan,

فالنساء جهادهن هو الحج أما الرجال فالجهاد في سبيل الله أفضل من الحج إلا الفريضة فإنها أفضل من الجهاد في سبيل الله لأن الفريضة ركن من أركان الإسلام

Bagi wanita, jihad yang lebih utama bagi mereka adalah haji. Sementara bagi laki-laki, jihad fii sabilillah lebih utama dibandingkan haji, kecuali haji yang wajib. Maka, (tetap) itu lebih utama dibandingkan jihad di jalan Allah. Karena haji yang wajib merupakan salah satu rukun Islam.” (Syarh Riyadh Al-Shalihin, 5: 323)

Begitu pun seorang jemaah haji furoda dituntut untuk bersabar dalam meninggalkan kemaksiatan, sehingga ibadah hajinya menjadi ibadah haji yang mabrur. Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu tentang haji mabrur, “Ibadah haji yang mabrur adalah yang terkumpul padanya beberapa kriteria: 1) Niat ikhlas mengharapkan wajah Allah dan tidak mengharapkan pujian manusia atau supaya disebut haji, 2) Sekuat tenaga dengan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama, dan 3) Diusahakan dari harta yang mubah atau tidak haram.” (Syarh Riyadh Al-Shalihin, 5: 322)

Semoga Allah Ta’ala memberikan kesempatan untuk kita berhaji bersama orang-orang tercinta dan jadikan sebagai haji yang mabrur. Amin

***

Penulis: Muhammad Nur Faqih, S.Ag.

© 2023 muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id/85727-haji-furoda.html

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Saat ini, kita berada pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, hari-hari yang dicintai dan dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Tahun ini, tanggal satu Dzulhijjah jatuh pada hari rabu, 22 Juli yang lalu. Pada hari jum’at ini, berarti kita berada pada hari ketiga Dzulhijjah. Pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, kita sangat dianjurkan untuk melakukan dan memperbanyak amal-amal kebaikan. Amal-amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya, dilipatgandakan pahalanya oleh Allah ta’ala.

Marilah kita isi hari-hari yang mulia ini dengan berbagai kebaikan dan ketaatan kepada Allah ta’ala. Di antaranya, puasa mulai hari pertama sampai hari kesembilan, terutama puasa pada hari kesembilan yang disebut dengan puasa Arafah, berbakti kepada kedua orang tua, memperbanyak silaturrahim kepada sanak saudara, ziarah kubur, bertobat dari semua dosa, lebih giat lagi menghadiri majelis-majelis ilmu, memperbanyak membaca al-Qur’an, memperbanyak zikir, tasbih, tahmid, takbir dan tahlil, memperbanyak doa, memperbanyak shalat-shalat sunnah, memperbanyak sedekah dan lain sebagainya.

Turunnya Surah Al-Fajr Ayat 1-3

Begitu mulianya sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, sampai-sampai Allah subhanahu wa ta’ala bersumpah dalam al-Qur’an dengan hari-hari itu dalam firman-Nya:

وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (2) وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ (3) (سورة الفجر: 1-3)

Maknanya: “Demi waktu fajar. Demi sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah. Demi hari arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) dan demi hari raya qurban” (QS al-Fajr: 1-3).

Hari Yang Dicintai Allah

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, al-Bukhari, at-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah dari sahabat Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ أيّامٍ الْعَمَلُ الصّالِحُ فيهَا أحَبُّ إلَى الله مِنْ هَذِهِ الأيّامِ يَعْني أيّامَ الْعَشْرِ قالُوا: يَا رَسُولَ الله وَلاَ الْجِهَادُ في سَبِيلِ الله؟ قالَ وَلاَ الْجِهَادُ في سَبِيلِ الله إلاّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ (رواه البخاري وأحمد والترمذي وأبو دود وابن ماجه

Maknanya: “Tidak ada hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama daripada jihad di jalan Allah?” Rasulullah menjawab, “Termasuk lebih utama dibandingkan jihad di jalan Allah kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan sesuatu apapun dari jiwa dan hartanya karena ia mati syahid di medan jihad” (HR al-Bukhari, Ahmad, at-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Hari Arafah

Pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, terdapat hari yang paling utama sepanjang tahun, yaitu hari arafah atau hari kesembilan Dzulhijjah yang tahun ini jatuh pada hari kamis, 30 Juli yang akan datang. Pada hari arafah, kita lebih ditekankan lagi untuk melakukan berbagai kebaikan serta berpuasa dan memperbanyak doa pada hari itu. Ketika ditanya mengenai puasa arafah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Puasa arafah memiliki keutamaan menghapus dosa-dosa (kecil) setahun yang telah berlalu dan setahun yang akan datang”. (HR Muslim)

Terbebasnya Hamba Dari Api Neraka

Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan keutamaan hari arafah dalam sabdanya:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ ‏‏عَرَفَةَ (رواه مسلم

Maknanya: “Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba dari neraka sebanyak yang Ia bebaskan pada hari arafah” (HR Muslim).

Bahkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Malik dalam al-Muwaththa’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‏ مَا رُؤِيَ الشَّيْطَانُ يَوْمًا هُوَ فِيْهِ أَصْغَرُ، وَلَا أَدْحَرُ وَلَا أَحْقَرُ، وَلَا أَغْيَظُ مِنْهُ فِي يَوْمِ عَرَفَةَ (رواه الإمام مالك

Maknanya: “Tidaklah syetan terlihat lebih terhina, lebih terusir, lebih ternista dan lebih marah kecuali pada hari arafah”. (HR Imam Malik)

Hal itu dikarenakan begitu banyak rahmat Allah yang turun pada hari arafah dan begitu banyak pengampunan dosa yang Allah anugerahkan kepada para hamba-Nya pada hari itu. Hal-hal semacam ini tentu sangat dibenci oleh syetan.

Hari Mustajabnya Doa

Hari arafah juga adalah hari mustajabnya doa sebagaimana disabdakan oleh Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

‏‏أَفْضَلُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ ‏‏عَرَفَةَ ‏‏وَأَفْضَلُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ ‏لَا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ (رواه الإمام مالك

Maknanya: “Doa yang paling utama adalah doa pada hari arafah dan sebaik-baik yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah kalimat tauhid, yaitu ‏لَا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ (HR Imam Malik).

Bagi yang akan berkurban, disunnahkan mulai awal Dzulhijjah sampai dengan hewan qurbannya disembelih untuk tidak memotong rambut dan kukunya sebagaimana hal itu dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Terakhir, kami sampaikan bahwa malam hari raya idul adlha juga adalah salah satu malam yang mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah subhanahu wa ta’ala sebagaiman hal itu ditegaskan oleh Imam Syafi’i dalam Kitab al-Umm:

بَلَغَنَا أَنَّهُ كَانَ يُقَالُ: إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمْسِ لَيَالٍ: فِي لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ، وَلَيْلَةِ الْأَضْحَى، وَلَيْلَةِ الْفِطْرِ، وَأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، وَلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ

Maknanya: “Telah sampai berita pada kami bahwa dulu pernah dikatakan: Sesunguhnya doa dikabulkan pada lima malam: malam jum’at, malam hari raya Idul Adlha, malam hari raya Idul Fithri, malam pertama bulan Rajab dan malam nishfu Sya’ban.”

Berdasarkan penjelasan diatas dapat dipetik sebuah hikmah, pada sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah terdapat banyak sekali keutamaan yaitu: Pertama, diturunkannya surah al-Fajr ayat 1-3, kedua, hari yang dicintai Allah, ketiga, dibebaskannya hamba dari api neraka, keempat, hari arafah, kelima, hari mustajabnya doa. Semoga tulisan memberikan manfaat, dan menjadikan kita lebih giat beribadah pada sepuluh hari bulan dzulhijjah.

ISLAMKAFFAH

Masjidil Haram Bakal Padat, Jamaah Haji Diimbau Sholat Jumat di Masjid Terdekat

Pada Jumat, bus shalawat disetop pada pukul 09.00 waktu setempat.

Jamaah haji Indonesia diimbau menunaikan sholat Jumat di masjid terdekat atau di hotel yang menyelenggarakan sholat Jumat.

“Besok itu bertepatan dengan hari Jumat dan Masjidil Haram akan sangat padat. Demi menjaga keselamatan dan keamanan jamaah haji, kami mengimbau alangkah baiknya kalau jamaah manfaatkan masjid-masjid sekitar hotel atau hotel yang menyelenggarakan Jumatan,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Subhan Cholid, di Kantor Daerah Makkah PPIH Arab Saudi, Kamis (22/6/2023).

Menurut Subhan, pada Jumat, semua angkutan transportasi disetop pada pukul 09.00 waktu setempat. Kemudian, baru beroperasi kembali seusai sholat Jumat.

Di sisi lain, bus-bus juga sudah mulai ditarik untuk persiapan angkutan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). Dampaknya, jamaah haji akan kesulitan mendapatkan bus untuk kembali ke hotel.

“Kalau besok tetap akan Jumatan di Masjidil Haram, siap-siap pulang naik taksi,” kata Subhan.

Selanjutnya, bus-bus shalawat akan sepenuhnya berhenti beroperasi pada Sabtu (24/6/2023). Bus shalawat merupakan transportasi dari area perhotelan jamaah haji Indonesia ke Masjidil Haram dan sebaliknya. Bus shalawat baru akan kembali beroperasi seusai puncak haji, yakni mulai 14 Dzulhijjah (2 Juli 2023).

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Musthafa Jakarta KH Zulfa Mustofa mengingatkan jamaah tentang kesepakatan ulama. Menunaikan sholat, khususnya sholat berjamaah, di mana pun di Tanah Haram, ganjaran pahalanya sama dengan sholat di Masjidil Haram.

Selain itu, demi menjaga kondisi tubuh, jamaah haji sebaiknya fokus pada puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). “Dalam Islam kita harus memahami skala prioritas. Karena haji intinya Armina, maka sebaiknya terkait sholat Jumat besok, sholatlah di masjid terdekat atau di hotel yang menyediakan,” kata Kiai Zulfa.

IHRAM

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Dzulhijjah adalah bulan terakhir dalam kalender Islam dan memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Muslim di seluruh dunia. Bulan ini memiliki beberapa keutamaan, salah satunya adalah keutamaan puasa. Nah berikut keutamaan puasa Dzulhijjah;

Nah berikut ini beberapa keutamaan puasa Dzulhijjah. Pertama, membangun ketakwaan. Puasa Dzulhijjah merupakan kesempatan bagi umat Muslim untuk memperkuat ketakwaan mereka. Ketakwaan adalah salah satu tujuan utama puasa dalam Islam, di mana seseorang meningkatkan kesadaran dan ketaatan kepada Allah SWT.

Dengan menjalankan puasa Dzulhijjah, umat Muslim dapat meningkatkan kesadaran spiritual mereka, mengendalikan nafsu, dan menguatkan hubungan mereka dengan Allah.

Kedua, menghapus dosa-dosa. Puasa Dzulhijjah memiliki keutamaan khusus dalam menghapus dosa-dosa. Setiap amal kebaikan yang dilakukan selama bulan ini akan mendatangkan pahala yang besar, dan dosa-dosa akan diampuni oleh Allah SWT.

Ini merupakan kesempatan yang berharga bagi setiap Muslim untuk membersihkan diri dari dosa-dosa masa lalu dan memulai lembaran baru dengan hati yang suci.

  صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).

Ketiga, mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu keutamaan besar dari puasa Dzulhijjah adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan berpuasa dan melakukan amal kebaikan, umat Muslim menunjukkan keseriusan dan keinginan mereka untuk mendapatkan ridha Allah.

Puasa Dzulhijjah juga merupakan bentuk pengabdian dan pengorbanan kepada-Nya, karena umat Muslim rela menahan lapar dan haus demi mencapai tujuan ibadah yang lebih tinggi.

  مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar” (HR At-Trmidzi).

Keempat, kesempatan untuk berintrospeksi dan meningkatkan diri. Puasa Dzulhijjah memberikan kesempatan yang baik bagi setiap Muslim untuk berintrospeksi dan memperbaiki diri.

Dalam kesibukan dan rutinitas sehari-hari, seringkali sulit untuk meluangkan waktu untuk merenungkan diri dan memperbaiki kekurangan-kekurangan kita. Puasa Dzulhijjah dapat memberikan kesempatan untuk melakukan introspeksi mendalam, mengevaluasi perbuatan dan sikap kita, serta berusaha memperbaikinya.

Kelima,  puasa Dzulhijjah memiliki berbagai keutamaan bagi umat Muslim. Melalui puasa ini, umat Muslim dapat mendapatkan pahala besar, membersihkan dosa-dosa, memperkuat ketakwaan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan kesempatan untuk memperbaiki diri.

Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan bulan Dzulhijjah dengan baik dan bersemangat untuk menjalankan puasa Dzulhijjah sebagai wujud pengabdian dan kecintaan kita kepada Allah SWT. Nabi bersabda;

  مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar” (HR At-Trmidzi).

Demikian penjelasan terkait keutamaan puasa Dzulhijjah. Semoga bermanfaat.

BINCANG SYARIAH

Prof Nasaruddin Umar Apresiasi Undangan Haji dari Raja Salman untuk 50 Muslim Indonesia

Ada 50 Muslim Indonesia yang mendapatkan undangan haji Raja Salman.

Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar menjadi salah satu dari 50 Muslim asal Indonesia yang terpilih sebagai tamu undangan haji dari Raja Salman bin Abdulaziz Alsaud.

Dia mengatakan, Raja Arab Saudi mengundang sekitar 50 negara untuk melakukan ibadah haji di Tanah Suci. Di tahun sebelumnya, negara-negara Barat juga termasuk ada yang diundang oleh Raja Salman.

“Seperti Amerika, dan negara-negara Eropa. Artis-artis yang Muslim juga pernah, Mike Tyson juga pernah. Jadi, orang-orang yang dianggap punya pengaruh di negerinya biasanya dapat undangan khusus,” tuturnya kepada wartawan usai acara pelepasan jamaah haji tamu Raja Salman di Jakarta, Rabu (21/6/2023).

Indonesia kemungkinan karena penduduk Muslimnya terbanyak, mendapat jumlah lebih besar yaitu 50 orang. Negara-negara lain biasanya mendapat jumlah tamu undangan 5 sampai 10 orang.

Prof Nasaruddin, yang sebelumnya juga pernah menerima undangan yang sama, menyebutkan, mereka nantinya ditempatkan dalam suatu tempat yang khusus dan biasanya diterima oleh Raja Salman.

“Jadi satu kebanggaan juga buat kita, bangsa Indonesia selalu mendapatkan undangan terbanyak dari Kerajaan Arab Saudi. Dan saya juga salut, ya, di Kerajaan Arab Saudi terutama Kedubes Saudi di sini, itu ada pemerataan undangan. Jadi bukan hanya pejabat yang diundang. Anda lihat itu ada masyarakat yang punya jasa dalam dakwah juga diundang,” tuturnya. Dia berharap ke depannya semoga Kerajaan Arab Saudi setiap tahun betul-betul memberikan prioritas khusus untuk Indonesia. “Bayangkan, 40 tahun orang mengantre (untuk berangkat haji) tetapi ini ada orang diundang khusus,” ujarnya.

Selama di Saudi, lanjut Prof Nasaruddin, biasanya akan ada pertemuan antara Raja Salman dan para tamu undangan haji dari raja, di dalam suatu aula yang besar yang digelar oleh Kerajaan.

“Sekarang belum (ada info apakah akan bertemu Raja Salman), tapi biasanya setiap tahun. Karena saya sudah pernah ikut juga dan kali ini diundang lagi,” ungkapnya.

Prof Nasaruddin dalam kesempatan itu mengimbau kepada para tamu undangan haji Raja Salman untuk menciptakan hubungan kerja sama yang baik antara Indonesia dengan Kerajaan Saudi. Terlebih, gagasan pemerintah Arab Saudi juga mendukung moderasi umat beragama dan mengajak masyarakat Islam untuk berpikir maju ke depan.

“Saya kira perlu kita berikan apresiasi. Termasuk Dubes Saudi yang ada di Indonesia sekarang ini. Dubes Saudi (sekarang) ini termasuk one of the best diplomat Saudi yang dikirim ke Indonesia,” tuturnya.

IHRAM

Pantau Fasilitas di Arafah, Menag: Lebih Bagus

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meninjau persiapan layanan di Arafah yang dilakukan oleh pihak Masyariq atau Muassasah. Beberapa fasilitas yang ditinjau antara lain tenda dan toilet jamaah haji, serta dapur yang akan digunakan untuk memasak makanan jamaah.

“Saya mengecek persiapan di Arafah yang dilakukan Masyariq. Saya kira sejauh ini bagus. Ada beberapa yang belum selesai dan mereka menjanjikan dua hari selesai,” kata Menag dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Rabu (21/6/2023).

Perihal toilet, ia menyebut hal ini merupakan poin yang paling krusial dan janji tahun lalu telah ditepati untuk penambahan toilet. Ia pun berharap tahun depan bisa ditambah lagi karena masih banyak lahan kosong yang bisa dipakai untuk menambah toilet.

Menag mengatakan penambahan fasilitas toilet ini sangat penting. Sebab jamaah haji Indonesia kebanyakan adalah perempuan, yang secara umum memerlukan waktu yang lebih lama ketika berada di toilet dibanding laki-laki.

“Ini baguslah, lebih luas, lebih bersih dibanding sebelumnya. Alhamdulillah, mudah-mudahan jamaah kita bisa beribadah dengan baik. Toilet juga disiapkan untuk difabel,” lanjut dia.

Tiba di Arafah sekitar pukul 17.30 Waktu Arab Saudi, Menag lebih dulu meninjau kesiapan tenda jamaah haji Indonesia. Ia melihat tenda sudah digelar karpet merah dan dilengkapi fasilitas kasur busa.

Tidak hanya itu, Menag juga sempat duduk di atas kasur untuk mencoba kualitas alas tidur yang telah disiapkan. Layanan kasur ini diberikan kali pertama oleh pihak Masyariq pada penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M.

“Fasilitas tenda yang jelas AC-nya lebih dingin, ada penambahan AC di tenda sehingga lebih dingin. H-2 sebelum wukuf di Arafah, insya Allah semua sudah siap selesai. Tidak ada kekhawatiran. Nanti H-2 kita cek lagi. Mudah-mudahan apa yang disampaikan oleh pihak Masyariq benar-benar diwujudkan,” ucap Gus Men, panggilan akrabnya.

Selain tenda dan toilet, ia juga melihat persiapan dapur Arafah, tempat makanan bagi jamaah disiapkan. Kesiapan dapur dinilai menjadi hal yang sangat penting, karena berkenan dengan logistik jamaah.

Menag menyebut kondisi dapur lebih bersih, bagus dan layak dibanding saat ia menjadi jamaah haji reguler tahun 2004. Harapannya, dengan perbaikan ini jamaah haji Indonesia bisa terlayani dengan baik.

Selanjutnya, Menag dan jajarannya mencoba fasilitas tambahan berupa mobil golf. Sarana transportasi ini akan digunakan untuk membantu mobilitas jamaah.

“Tahun ini Masyariq menyiapkan mobil golf juga di Arafah, untuk melakukan patroli kalau ada jamaah membutuhkan pertolongan. Sehingga, mobil ini diharapkan bisa mempercepat akses untuk menolong jemaah kita,” ujar dia.

Menurutnya, ada 65 mobil golf yang disiapkan Masyariq. Selain di Arafah, mobil ini juga akan digunakan di Mina untuk mengantar jamaah pada titik terdekat dengan jamarat.

Mengingat tidak mungkin mobil ini masuk sampai ke area jamarat, setidaknya mobil akan mengantar jamaah sampai pada titik terdekat, terutama untuk jamaah lansia.

Dari hasil tinjauannya itu, Menag menyimpulkan telah terjadi peningkatan layanan yang dilakukan Masyariq dan Pemerintah Saudi dan berlangsung sangat baik. Apa yang disiapkan sudah sesuai dengan kesepakatan yang tahun lalu dibicarakan.

“Nanti setelah penyelenggaraan ibadah haji selesai, kita akan segera lakukan evaluasi lagi dan saya akan bicara dengan Kementerian Haji, terkait perbaikan pelaksanaan di tahun depan,” kata Menag Yaqut.

IHRAM