Betapa Indahnya Agama Ini (2)

Seorang lelaki menemui Rasulullah saw dan bertanya, “Ya Rasulullah, perlukah saya minta izin pada ibu saya?” Rasulullah saw menjawab, “Ya.” Ia mengulangi lagi pertanyaannya, “Ya Rasulullah, perlukah saya minta izin pada ibu saya?” Rasulullah saw menjawab, “Ya.”

Untuk yang ketiga kalinya, ia tetap mengulangi pertanyaannya, “Ya Rasulullah, perlukah saya meminta izin pada ibu sauya?” Rasulullah saw lalu mengatakan, “Apa kamu senang melihatnya tanpa busana?” Lelaki itu menjawab, “Tidak, ya Rasulullah.” Nabi lalu berkata, “Oleh karenanya, kamu mesti meminta izin pada ibumu.”

Saya melihat Anda trheran-heran dengan hadis di atas. Anda berhak untuk itu. Anda juga telah didik tentang Islam. Anda pun berhak untuk heran dengan pertanyaan seseorang. Namun, orang Arab dahulu tidak biasa meminta izin pada ibunya. Bukan hanya mereka, tapi seluruh dunia, sebelum Islam datang. Warga dunia tidak pernah menghormati kecerdasan-kecerdasan emosi seperti ini sebelumnya.

Rasulullah saw datang membawa Islam. Beliau menyelamatkan sisi kemanusiaan dan membuat perubahan besar dari kesemrawutan menuju peraturan, dari ketiadaan penghormatan terhadap perasaan menuju tata etika dan kepekaan rasa yang luhur.

Baru setelah itu, lahirlah generasi Islam yang mengajarkan agama dunia tentang kepekaan emosi dan etika Islam. Sekarang, semuanya telah meminta izin pada ayah dan ibunya. Semuanya telah beretika sesuai dengan ajaran Islam. Kemudian, orang-orang Barat menisbahkah dan mengaku bahwa semua itu hasil peradaban mereka. [amru muhammad khalid]

 

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2287681/betapa-indahnya-agama-ini-2#sthash.SXCygKFA.dpuf

Betapa Indahnya Agama Ini (1)

Lihatlah kepekaan luhur yang diajarkan agama ini tentang meminta izin masuk ke kamar ayah dan ibu. Satu ayat Alquran secara khusus berbicara tentang etika dan waktu waktu ke kamar orangtua.

Allah Swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kalian miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kalian, meminta izin kepada kalian tiga kali (dalam satu hari), yaitu sebelum salat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar) mu di tengah hari, dan sesudah salat isya.” (Q.S. al-Nur [24]: 58).

Luar biasa! Ayat di atas semakin mengukuhkan salah satu kaidah kepekaan emosi.

Setelah itu, apakah Anda masih mengatakan, “Islam itu mengatur kehidupan di dalam masjid saja? Ataukah Islam itu mengatur seluruh aspek kehidupan?” Ketahuilah, Islam mengatur urusan kehidupan, bahkan di dalam kamar tidur!

Lihatlah kedudukan etika dan kepekaan emosi dalam agama kita yang agung. Perhatikan sampai di mana ia bisa mencapainya. Betapa indahnya agama yang agung ini! [amru muhammad khalid]

 

 

– See more at: http://mozaik.inilah.com/read/detail/2287677/betapa-indahnya-agama-ini-1#sthash.Wz8F8Y16.dpuf