Inginkah Kita Merasakan Kemudahan dalam Hidup?

HARI ini marilah kita mengaji salah satu ayat Allah yang memberikan solusi atas kesulitan-kesulitan hidup yang mendera kita selama ini. Problematika hidup dengan beragam bentuknya seringkali membuat kita pusing. Kita sadar bahwa hidup di dunia memang adalah hidup dalam pertarungan dengan ujian dan cobaan. Namun adakah cara jitu melalui semuanya dengan mudah?

Allah memberikan kata kunci (clue/password) untuk kemudahan itu. Bacalah ayat dalam QS al-Lail berikut ini: “Maka barang siapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa,” (QS. Al-Lail 92: Ayat 5), “dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga),” (QS. Al-Lail 92: Ayat 6), “maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan).” (QS. Al-Lail 92: Ayat 7).

Jelas sekali kabar solusi dari Allah untuk menggapai kemudahan hidup, bukan? Lakukan dua hal saja: senanglah memberikan apa yang Allah titipkan kepada kita berupa apa saja, senanglah berbagi bahagia, senanglah menyumbang untuk agama Allah; bertakwalah kepada Allah dengan menjauhi segala yang Allah larang. Semakin baik kita melaksanakan dua hal tersebut di atas maka semakin mudahlah hidup kita. Bungkuslah dua hal itu dengan keyakinan yang membenarkan semua sumpah dan janji Allah bahwa semuanya akan diatur mudah dan indah. Mari kita laksanakan pesan ayat itu.

Pertanyaannya adalah mengapa masih banyak di antara kita yang bakhil, berat sekali untuk memberi dan senang sekali untuk menerima? Jawabannya sangatlah panjang dan luas. Ijinkan saya menjawabnya dengan mengutip kalimat sang guru: “Suatu hari ada orang datang ke rumahmu untuk memberikan sesuatu padamu. Pada hari berikutnya, ada juga orang yang datang untuk meminta sesuatu darimu. Jika kamu lebih berbahagia saat engkau menerima ketimbang saat engkau memberi maka kamu adalah ANAK DUNIA. Jika engkau lebih bahagia saat engkau memberi ketimbang saat menerima, maka engkau adalah ANAK AKHIRAT, manusia-manusianya Allah.” Kita masuk yang mana?

Saya bersaksi bahwa firman Allah diatas adalah benar. Ada banyak bukti nyata dalam kehidupan yang bisa saya jadikan bukti nyata. Sebut sebagai misal adalah Habib Umar Abdul Aziz Bakadam, owner Kanomas Group, yang berangkat dari nol menjadi angka berbuntut banyak nol. Sebut lagi satu contoh bernama “Haji Alex” Lampung, owner dan komisaris beberapa perusahaan di berbagai kota besar di Indonesia yang berangkat dari minus menjadi beberapa plus.

Ada banyak contoh lagi yang tak mungkin saya sebutsemua di sini. Kunci mereka adalah persis yang dipesankan ayat di atas: memberi dan menjaga kewajiban agama. Allah tak pernah ingkar janji. Apakah kita percaya? Salam, AIM, Pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya. [*]

INILAH MOZAIK