Di Hari Arafah Merenungkan Isi Khutbah Sang Rasul

SEMPATKAN membaca lengkap isi khutbah Arafah Rasulullah saat beliau berhaji. Baca lagi dengan akal kita dan dengan perasaan kita. Cobalah membuat kesimpulan singkat yang paling membuat kita terkesan sekali. Apakah itu? Mungkin kesimpulan kita berbeda seberbeda latar belakang kita.

Bagi saya, khutbah beliau adalah potret ketulusan cinta beliau kepada ummatnya, beliau ingin semua umatnya selamat dan bahagia. Beliau memiliki kemampuan empati yang luar biasa. Bukan fokus untuk kebahagiaan diri, namun kebahagiaan semuanya. Tak banyak lahir tokoh berkarakter seperti beliau. Sungguh sempurna. Mari kita bershalawat untuk beliau.

Manusia mulia adalah manusia yang mampu memanusiakan manusia, memiliki kepekaan rasa untuk berbahagia bersama, bukan berbahagia di atas derita orang lain. Kalaulah kita bertemu dengan orang tertindas yang menderita, upayakan supaya mereka kembali merdeka dan ceria, bukan justru membuat mereka semakin berat dan menderita.

Kita harus berjuang untuk memiliki hati yang tulus mulia, yang mampu memahami rasa orang laindan mampu merespon dengan respon terbaik yang paling bermanfaat dan membahagiakan. Sehatkan hati kita dan bersihkan dari tamak, rakus, iri hati dan dengki serta benci.

Jangan kalah peka dengan anak kecil dalam foto berikut ini. Seorang kakak berempati kepada adik perempuannya yang harja gundul karena kanker ganas. Sang kakak minta kepalanya juga digundul kepada adiknya. Ketika orang-orang bertanya mengapa dia minta digundul padahal tidak sakit, sang kakak menjawab: “Aku tak ingin adikku merasa sendirian dalam derita hidupnya.” Saya terharu. Bagaimana dengan kita? Adakah empati dan kasih sayang tulus dalam hati kita? Salam Arafah, AIM. [*]

Oleh KH Ahmad Imam Mawardi

INILAH MOZAIK