Kiat Menjadi Suami Istri yang Romantis (Bagian 2)

Lanjutan dari Kiat Menjadi Suami Istri yang Romantis

4. Menyiapkan rumah tinggal dari waktu ke waktu agar sinergi dengan malam-malam romantis yang dapat menyenangkan suamimu.

5. Meletakkan aneka warna bunga di setiap sudut rumah dan membiarkannya untuk berbicara dengan bahasa harumnya tentang makna cinta yang tiada tara.

6. Menyalakan lilin-lilin kecil dan menatanya dengan seni tinggi sehingga menambah suasana hangat nan romantis di dalam rumah.

7. Minyak wangi memiliki daya sihir yang khas untuk membangkitkan perasaan-perasaan indah dan memesona.

8. Hadiah-hadiah kecil juga memiliki karakter khusus yang dapat digunakan untuk merajut hubungan sosial secara umum dan merekatkan hubungan suami-istri secara spesifik.

Untuk itu, berikan hadiah untuk suamimu dan biarkanlah hadiah itu menceritakan seberapa besar cintamu kepadanya.

9. Menjauhkan segala hal yang dapat merusak nuansa romantismu bersama suamimu, dering telepon, mematikan HP dan mengajak anak-anak kecil ke rumah kakek-neneknya.

10. Mengingat kembali kenangan-kenangan indah pada hari-hari pertama pernikahan kalian.

11. Lakukan rekreasi berdua, hanya kamu dan suamimu saja.

12. Kamu harus mengerti bahwa romantis yang kamu bina dalam biduk rumah tangga harus berpondasi cinta dan kasih sayang antar kedua belah pihak, sebagaimana yang diajarkan oleh agama Islam.

Untuk membantu istri menjadi romantis, suami juga hendaknya mengikuti beberapa hal berikut ini:

a. Ketika kalian berdua berada di tengah-tengah kerabat, teman-teman, atau rekan kerja, maka ajaklah istrimu menjauh dan bisikkan ke telinganya dengan kata-kata lembut,

“Engkau kelihatan paling cantik di antara yang ada ini.”

b. Saat kalian berdua berjalan-jalan di pasar, berhentilah dan katakan kepada istrimu dengan penuh senyum, “Betapa aku bahagia karena engkau adalah istriku.”

c. Letakkanlah kertas undangan pernikahan kalian di dalam bingkai yang indah, lalu gantungkan di dalam kamar. Hal ini akan memberi kesan mendalam kepada istrimu bahwa kamu sangat berbangga dengan pernikahan kalian.

d. Pergunakan kata-kata cinta dalam berbagai kesempatan. Panggillah istrimu dengan nama-nama baru selain nama aslinya, seperti Honey (sayang), Habibah (kekasih), cintaku, sayangku, kekasihku, dan lain-lain.

 

 

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Kiat Menjadi Suami Istri yang Romantis

Secara umum, seorang wanita cenderung memiliki jiwa yang romantis. Menurut kodratnya, wanita itu adalah pribadi yang lembut, emosional dan cenderung perasa.

Tetapi, sangat disayangkan ia terkadang melupakan kodratnya saat mengarungi bahtera rumah tangga. Ia cenderung lalai terhadap watak dasar keperempuananya tersebut.

Kemudian pada suatu hari ia terkaget-kaget saat bangun dari tidur ia mendengar kabar yang intinya bahwa suaminya mencari wanita lain untuk memperbarui kehidupan romantisnya yang seakan hilang darinya.

Apakah sikap romantis ini telah memenuhi kehidupanmu? Jika tidak, maka bagaimanakah cara jitu agar sikap romantis ini kembali kepadamu?

Romantis merupakan seni hidup yang dikorelasikan dengan cara berpikir yang bercirikan inovasi, keanggunan dan cinta yang diramu dalam kehidupan nyata.

Keromantisan nampak jelas saat melakukan aktivitas tertentu dengan rileks, serius serta menambahkan bumbu keharmonisan dalam biduk rumah tangga.

Untuk para istri, berikut ini adalah kiat untuk menjadi istri romantis seperti dikutip dari buku Kuni Aniqah, karya Shafa Syamandi:

1. Pertama kali engkau harus memandang suamimu tidak hanya sebagai suami saja.

Jadikanlah ia sebagai kekasih, teman, saudara, ayah dan juga anak. Perasaan ini akan membantumu menghadirkan suasana romantis dalam kehidupan kalian berdua.

Kamu harus meyakini dan memahami, bahwa cinta itu perbuatan atas dasar kemauan yang mungkin untuk diciptakan di dalam rumah kita.

Sehingga, kita tidak merasa kecewa saat orang yang kita cintai melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan, atau ia tidak memberikan sesuatu yang dapat menarik hati kita untuk berbagi dengannya.

Kita sangat mungkin menciptakan cinta dan menyebarkan aroma wanginya kepada orang-orang di sekitar kita.

Terkadang, hasil yang kita inginkan tidak langsung terwujud, tetapi pasti akan sangat bermanfaat di kemudian hari, Insya Allah.

2. Kata-kata lembut setiap saat.

Ketika seseorang berkata-kata maka rangkaian huruf-huruf yang keluar dari rongga mulut kita.

Jika seseorang menyaringnya dengan sungguh-sungguh maka ia akan membawa suami istri ke alam rangkaian kata-kata berirama merdu yang menyebarkan nuansa kebahagiaan, cinta, gelora kasih yang tak terperikan.

3. Melakukan hal-hal yang disenangi yang menggambarkan pertemuan jiwa, rasa dan pandangan mata.

 

 

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]