Ustaz Arifin Ilham Bimbing Dua Mualaf Bersyahadat

Alhamdullillah, bersyahadat dua mualaf Michel dan Richel Rivani. Prosesi syahadat dipimpin oleh Ustaz Muhammad Arifin Ilham di Masjid Az-Zikra, Sentul, Jawa Barat, Ahad (7/6).

“Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar gemuruh takbir ribuan jamaah mesjid Az Zikra menyambut rasa syukur gembira atas masuk Islamnya dua sahabat kita, saudara Michel dengan nama Islam Muhammad Ismail Ilham, dan Richel Rivani dengan nama Islam Siti Rohima Hajar,” kata Ustaz Arifin Ilham dalam akun facebook, Senin (8/6).

“Alhamdulillah kini bertambah lagi saudara muallaf kita, 608 muallaf, insya Allah terus dan terus Allah gembirakan kita dengan banyaknya mualaf. Allahumma ya Allah tancapkan dihati kami kekuatan iman, hiasilah hidup kami dengan keindahan Islam, dan selamat kami dari fitnah dunia akhirat…aamiin,” ucapnya.

Cerita Mualaf Filipina Pertama Kali Puasa

Ninamhel Marquez (28 tahun) adalah seorang wanita asal Filipina yang menikah dengan seorang pria asal Uni Emirat Arab (UEA). Dia dibesarkan sebagai seorang Kristen dan baru menjadi  Mualaf – agama suaminya – pada November 2014.

Tahun ini merupakan pertama kalinya Ninamhel melaksanakan puasa. Awalnya, dia khawatir bagaimana bisa menahan lapar dan haus di siang hari. Alhamdulillah, Ninamhel mengaku sepekan pertama puasanya berlangsung lancar.

“Aku lumayan khawatir sebelumnya, apalagi suasana hatiku sering berubah ketika perut kosong. Alhamdulillah, ketika berpuasa, rasa itu tidak ada sebab aku mencoba melakukannya seperti yang diperintahkan Allah. Allah pasti membantu dan mempermudah kita melakukannya,” kata Ninamhel, dilansir dari the National, Rabu (24/6).

Ninamhel menyadari bahwa Allah memerintahkan Muslim berpuasa supaya ikut merasakan penderitaan orang miskin yang tetap bertahan hidup berhari-hari tanpa makanan. Puasa juga mengajarkan seseorang bagaimana mengendalikan emosi, saling membantu sesama, hingga akhirnya mendapatkan berkah dari Allah.

Wanita cantik ini merasa memeluk Islam membuatnya merasa seperti bayi yang baru saja lahir. Setelah berpuasa selama beberapa hari ini, Ninamhel merasa tubuhnya semakin sehat, ringan, dan semakin dekat kepada Allah.

“Setelah aku berdoa dan meminta kepada Allah, mengejutkan, permintaan itu akhirnya dikabulkan cepat atau lambat karena Allah Maha Pemurah. Tidak ada batas kemurahan hati-Nya,” kata Ninamhel.

sumber: Republika Online

Islam Jadi Jawaban Kegelisahan Maryam

JAKARTA — Sebagai orang yang dibesarkan dalam sebuah keluarga Katolik, Maryam Eustathiou merasa agamanya tidak mampu memenuhi apa yang dia harapkan. Kenangannya melayang ke suatu masa, berlatar sebuah gereja di hari Minggu dengan jamaah penuh sesak.

Maryam bertanya pada diri sendiri, “Apakah ini kebenaran sejati? Dapatkan simbol salib besar yang menjadikan orang berlutut dan membungkuk ini arti Tuhan yang sesungguhnya? Bagaimana mungkin imam yang mengenakan semua pakaian mewah itu menjadi esensi kesalehan, kerendahan hati, dan ketundukan pada Ilahi?”

Pada Onislam,net, Maryam bercerita merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Fakta bahwa Yesus nebjadi Tuhan dalam agama Kristen, bukannya sebagai nabi, adalah sesuatu yang tidak dapat ia terima.

Kegelisahan itu terpendam hingga usia 18 tahun, ketika Maryam masuk universitas. Di sanalah ia menemukan cahaya terang yang selama ini ia rindukan. Maryam bertemu dengan banyak orang dari berbagai agama dan latar budaya berbeda.

Perkenalan pertamanya dengan Islam terjalin melalui rekan-rekan Muslim dari berbagai Negara. Arab Saudi, Bahrain, Mesir, Pakistan, Turki, Italia, Inggris, dan lain-lain. Mereka datang pada waktu yang sangat tepat, saat Maryam tengah membutuhkan agama.

Suatu kali di tahun 2001, ia berkunjung ke rumah seorang teman dan melihat sebuah Alquran di antara deretan buku-buku. Alquran itu tertulis dalam bahasa Arab. Maryam tidak mengerti apa-apa. Tapi, temannya dengan tenang menjelaskan satu per satu.

Maryam merasa itu karunia besar. Proses peralihannya ke dalam Islam terjadi secara bertahap sejak itu.

Ia ingat suatu kali, ia pernah bertanya pada diri sendiri, “Apakah aku harus ke gereja hari ini? Mengapa aku harus pergi?” Ia merasa sudah tak percaya lagi dengan Yesus sebagai anak Allah. Maryam tak ingin pergi ke gereja hanya untuk menyenangkan orang tua atau keluarga.

Ia mulai membaca Alquran, mempelajari sirah Nabi, dan belajar shalat. Setelah mendapat banyak informasi tentang Islam, ia pun memutuskan untuk bersyahadat. Itu terjadi kira-kira setahun kemudian.

“Saya seolah datang ke dunia seperti anak yang baru lahir,” kata Maryam. Setelah bertahun-tahun berjalan dalam kegelapan, Allah berkenan memberi secercah cahaya yang membuatnya terbangun. Ia merasa lebih damai sebagai seorang individu.

Orang tuanya baru tahu tentang keislaman Maryam pada Ramadhan 2005. “Saya sengaja mengatakannya saat berada di dekat mereka, bukan saat di universitas. Saya ingin membuktikan saya tidak akan lari meninggalkan mereka,” tambah perempuan itu.

Awalnya, ibunya tidak begitu tenang mendengar kabar itu. Tapi, ayahnya bereaksi sangat baik dan menghargai pandangan Maryam. Ia bahkan bersedia turut membaca buku-buku Islam. Perlahan, ibunya pun menjadi lebih menerima.

Maryam kini telah lulus universitas dengan gelar master dan bekerja di sebuah perusahaan besar.

 

sumber: Republika Online

Berderai air mata, bule mualaf ini buktikan Allah Maha Besar

Gary Matthew Clements (46) memang sudah memeluk Islam sejak 2011 lalu. Dalam perjalanan religinya, WN asal Amerika ini menemukan begitu banyak kebesaran Ilahi. Allah khususnya dirasanya hadir saat-saat sulit dalam hidupnya.

Dengan berurai air mata dan kata-kata yang terbata, Gary mengisahkan kembali masa-masa sulit saat Allah hadir di hidupnya. Menurutnya saat itu, Allah menyentuh dan menguatkan hatinya serta menunjukkan kemana dia harus melangkah.

“Saya punya anak dari pernikahan saya lalu dalam 15 tahun kita sudah punya dua anak dan kita memutuskan untuk berpisah. Dia mengambil anak saya selama 3 tahun dan pergi ke negara lain tanpa saya ketahui,” ucap Gary sambil menangis kepada merdeka.com di restoran Haloniko, Jakarta, Rabu (6/3).

Perkataan Gary terhenti, sejenak Gary mengatur napasnya yang tertahan sembari mengusap air matanya “maaf saya menangis” tukasnya singkat. Dia melanjutkan, “Banyak yang bilang saya tidak bisa ambil anak saya, dan enggak ada solusi, saya enggak akan menang dalam kasus ini. Bahkan ibu bapak saya bilang itu membutuhkan uang yang banyak. Saya ke belakang dan saya berdoa soal ini, lalu saya kembali dan saya memilih untuk bertarung saya sewa pengacara,” ungkap Gary menggebu-gebu.

Saat itu Gary percaya bahwa Allah telah menunjukkan jalan dan pilihan bahwa dia harus menghadapinya. dalam sujudnya yang panjang Gary, dia memohon agar Allah memberinya jalan keluar. “Itu semua karena saya mendengar perkataan Allah untuk memilih jalur yang sulit saat semua orang mengatakan ini jalan yang sulit tapi aku masih mendengarkan-Nya, dia memberikanku berkah dan membuat anak-anakku kembali padaku,” sambungya masih berurai air mata.

Selain masalah tersebut, beberapa kali Gary dihadapkan pada masalah berat lainnya dan berkali-kali juga dia memilih jalan yang berbeda dari pendapat banyak orang. kuncinya hanya satu, percaya bahwa Allah yang memegang semuanya.

“Saat aku menikah dengan Vivi meski tadinya aku merasa khawatir tentang keuangan kami. Allah bisa menyiapkan segalanya, dan sebelumnya juga saya pernah merasa kesulitan, saat saya harus mengurus pernikahan kami, saya malah terjebak di Hongkong. itu benar-benar membuat stres karena tinggal sehari lagi hari pernikahan. saya sangat marah dan tidak ada lagi penerbangan ke Jakarta,” cerita Gary.

Namun lagi-lagi Gary berkata kepada dirinya sendiri untuk tenang dan mengembalikan semua urusan kepada Allah semata. Sekali lagi, bagai mukjizat semua beres dalam sekejap. Perubahan ini lah yang dia rasakan saat dia mulai memeluk agama Islam. Dia percaya tidak ada lagi penolong sebaik Allah semata.

” Kini saya merasa tidak takut lagi dengan apapun, sesulit apapun aku punya Allah. Saya bisa merasakan perlindungannya dan membuat saya percaya diri dan saya bisa melakukannya,” tutup dia.

sumber: Merdeka.com