Catatan Awal Tahun: Lidah Kita

ADA yang bertanya anggota bagian yang mana yang kira-kira paling kuat dan berpengaruh dalam kehidupan manusia. Bisa jadi jawabannya berbeda-beda. Bagi pemain sepak bola mungkin jawabannya adalah kaki, bagi petinju bisa jadi jawabannya adalah tangan dan bagi yang lainnya adalah yang lainnya. Kalau kita berpikir secara umum dan luas, barangkali jawaban yang paling benar adalah LIDAH.

Hanya 8 otot yang dimiliki lidah, itupun tanpa tulang penguat. Namun ribuan bahkan jutaan otot bisa runtuh, lunglai dan terluka parah karenanya. Meski demikian, dengan 8 otot itu lidah mampu menghidupkan dan membahagiakan ribuan bahkan jutaan hati yang pada akhirnya menyatukan semua otot menuju cinta, kasih sayang dan saling tolong menolong.

Kedamaian dan ketenangan terusik oleh suara-suara sumbang yang diteriakkan kencang-kencang. Keteraturan dan keberimbangan hidup terkoyak oleh nada-nada provokatif yang dilontarkan lidah-lidah tak terdidik secara etika. Lalu, lidah model apa yang sesungguhnya kita butuhkan?

Kita sungguh mengharapkan suara-suara sejuk yang mendamaikan, suara-suara lembut yang mengarahkan dan suara-suara tegar yang menyabarkan dari lidah para guru kita dan pemimpin kita. Dari situlah akan mengalir cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya. Selamat menyambut tahun baru saudaraku dan sahabatku. Salam, AIM. [*]

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi 

INILAH MOZAIK

Lidahmu, Surga atau Nerakamu…

RASULULLAH shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Barang siapa mampu menjaga apa yang terdapat antara dua janggut dan apa yang ada di antara dua kaki, maka aku jamin dia masuk surga.” ( Muttafaq alaih, dari Sahl bin Saad)

Kita hendaknya hanya mengucapkan sesuatu yang bermanfaat, karena ucapan yang mubah dapat mengarah kapada hal yang makruh atau haram. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia berbicara yang baik atau diam”. (Muttafaq alaih, dari Abu Hurairah)

Bila seseorang telah mengerti bahwa ia akan dihisab dan dibalas atas segala ucapan lidahnya, maka dia akan tahu bahaya kata-kata yang diucapkan lidah, dan dia pun akan mempertimbangkan dengan matang sebelum lidahnya dipergunakan.

Allah berfirman: “Tidak ada satu ucapan pun yang diucapkan, kecuali di dekatnya ada malaikat Raqib dan Atid.” (QS. Qoof: 18)

INILAH MOZAIK