Meminum Air Zamzam Sebagai Sarana Kebaikan (3)

Imam Zainuddin Al-Iraqi

Imam Taqiyyudin Al-Fasi menyebutkan dalam kitabnya Al-Ghiram, dari gurunya Syeikh Al-Hafidz Zainuddin Al-Iraqi, bahwa beliau meminum air zamzam untuk beberapa urusan, di antaranya memohon kesembuhan dari penyakit yang menyerang perut, lalu ia disembuhkan dari penyakit tersebut tanpa obat-obatan.

Ibnu Hajar Al-Asqalani

Ibnu Hajar Al-Asqalani adalah seorang ulama ahli hadist yang cukup terkenal. Diriwayatkan bahwa Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata, “Suatu ketika aku minum air zamzam dan memohon kepada Allah. Waktu itu aku baru belajar hadist. Aku berdoa agar Allah memberi kemampuan seperti Az-Zahabi. Beliau adalah Al-Imam AI-Hafidz Syamsudin Muhammad bin Ahmad, dalam menghafal hadist. Kemudian aku menunaikan ibadah haji. Setelah lebih kurang 20 tahun, aku mendapati diriku dalam tingkatan yang lebih tinggi daripadanya, kemudian aku memohon agar dilebihkan lagi oleh Allah dan aku berhasil.”

Salah seorang muridnya bernama As-Sakhawi berkata, “Allah telah mengabulkan permintaan beliau.” Salah seorang muridnya yang lain, Imam As-Suyuti berkata, ” Hajatnya terkabul dan ilmunya bertambah.”

Imam As-Suyuthi

Imam Jalaluddin As-Suyuthi adalah ulama terkemuka, salah seorang pengarang Tafsir Jalaian. Ia pernah berkata, “Ketika aku melaksanakan ibadah haji, aku meminum air zamzam untuk beberapa keperluan, di antaranya agar aku mencapai tingkatan ilmu fikih sebagaimana Syeikh Sirajudin Al-Bulquni dan mencapai kemampuan dalam bidang ilmu hadist seperti Al-Hafidz Ibnu Hajar.”

Salah seorang murid beliau bernama Imam Syamsudin Muhammad bin Ali Ad-Dawudi Al-Maliki, penulis Tabaqat Al-Mufassirin, berkata, “Demi Dzat yang diriku berada dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya aku yakin bahwa tindakan ilmu yang beliau capai belum pernah dicapai oleh orang lain, bahkan oleh guru-gurunya sekalipun, apalagi oleh murid-muridnya.”

Syeikh Zafar Ahmad Al-Usmani

Syeikh Zafar Ahmad Al-Usmani At-Tahanuwi adalah seorang ulama besar, ahli hadist, dan pakar fikih di India dan Pakistan, yang meninggal dunia pada tahun 1394 H. Beliau pernah bercerita, “Aku pernah meminum air zamzam sewaktu melaksanakan ibadah haji pertama kali dengan niat memohon dimudahkan dalam berbagai urusan dunia dan agama. Sebagian besar permohonan itu aku dapatkan.

Pada haji kedua, aku meminumnya lagi untuk beberapa keperluan dan aku mendapat lebih banyak lagi.

Kemudian pada haji ketiga, aku meminumnya sekali lagi untuk suatu hajat, karena ketika itu aku mengidap suatu penyakit di mulutku sampai sukar menyampaikan pelajaran dan khutbah. Sebelum ibadah haji selesai dengan sempurna, aku sudah mampu berbicara dan berkhutbah setelah minum air zamzam dengan niat untuk menghilangkan penyakit tersebut.

Dengan karunia dan kemuliaan-Nya, Allah memberikan kemampuan yang sempurna kepada diriku untuk berkhutbah dan berzikir serta memberikan nasihat kepada para pendengar. Segala puji bagi Allah dan shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alahi Wasallam.”

Jarullah bin Muhammad Abdul Aziz

Jarullah bin Muhammad Abdul Aziz, pengarang kitab Ni’matur Rahman Fima Yu’inu ‘ala Hifzil Qur’an (wafat tahun 954 H), pernah menderita sakit mata pada tahun 910 M. la menuturkan, “Pada saat itu di kelopak mataku terdapat benda kecil yang menyulitkanku untuk membaca kitab, juga menghalangiku untuk berjalan pada malam hari sewaktu musim haji dan umrah di Masjidil Haram. Lalu aku mendirikan shalat Subuh di tempat thawaf dan masuk ke sumur zamzam, meminum airnya dan aku membenamkan kepala di tengah sumur yang berhadapan dengan Hajar Aswad itu. Kemudian aku membuka di dalam air dan berdoa kepada Allah sambil mengharapkan kesembuhannya. Ketika itu aku mengalami tekanan perasaan yang berat. Maka Allah menyembuhkan aku dua tahun kemudian.”

Abu Al-Fadhal Al-Musili

Al-Hafidz Diya’uddin Muhammad bin Abdul Wahid Al-Maqdisi meriwayatkan dari Abu Fadhal Al-Musili, Abul Barakah An-Naisaburi, Abul Qasim As-Sakari, Abu Tahir Al-Mukhlis, Abdullah bin Ja’far, Muhammad bin Ahmad Al-Ubaidi, dan Abdul Aziz Al-Hasyimi, dia berkata, “Pada suatu ketika di Makkah aku melakukan perjalanan melalui laut dari Jeddah. Waktu itu aku membawa air zamzam. Ketika ombak laut meninggi, aku percikkan air zamzam itu ke laut, maka laut pun menjadi tenang.”

Imam Abu Bakar bin Iyyasy

Air zamzam tergantung niat meminumya. Ada orang yang meminum air zamzam dan ingin rasanya seperti madu atau susu, dan ternyata Allah mengabulkan keinginan itu. Di antaranya hal itu dialami oleh Imam Abu Bakar bin Iyyasy. Beliau adalah seorang ahli fikih dan ahli hadist di Kuffah yang dikenal sebagai Syeikhul Islam.

Diriwayatkan oleh Yahya bin Abdul Hamid Al-Himmani, ia berkata, “Aku mendengar Abu Bakar bin Iyyasy berkata, ‘Aku minum madu dan susu (dengan meminum) air zamzam’.”*

Dari buku Mukjizat Penyembuhan Air Zamzam karya Badiatul Muchlisin Asti.

HIDAYATULLAH