McKinney Eks Tentara AS: Saya Benci Islam, Tapi Kini Muslim

Richard McKinney memeluk Islam setelah belajar agama ini.

Mantan sersan laut Amerika Serikat (AS) Richard McKinney resmi masuk Islam. Padahal sebelumnya, dia mengaku sangat benci terhadap kaum Muslimin.

Dirinya bahkan menganggap orang Islam sebagai musuhnya. Kebencian McKinney yang amat kuat, membuatnya berharap semua Muslim mati.

Selama di militer, dia menyatakan tidak membenci Islam. “Hanya saja banyak hal yang saya lihat adalah alasan mengapa saya merasakan hal yang saya lakukan di kemudian hari,” ujanya seperti dilansir Ilmfeed.com pada Senin, (8/4).

Setelah masa tugasnya selesai, McKinney kembali ke AS. Dirinya menjadi pemabuk dan kebenciannya pada Muslim semakin meningkat.

“Saya tidak berpikir dapat membenci umat Islam lebih jauh. Maksudnya, saya benar-benar memiliki kebencian sejati. Saya pikir dengan meledakkan masjid, akan melakukan hal baik untuk negara saya,” jelas McKinney.

Dia mengaku sempat berencana membuat bom sendiri lalu menanamnya di Islamic Center setempat. Dirinya ingin bom tersebut bisa membunuh setidaknya 200 Muslim. Meski tahu nantinya akan dihukum mati bila melakukan aksi itu, namun pria ini tidak peduli.

Sampai akhirnya atas izin Allah SWT, hidayah mulai menyapanya. Kebenciannya yang mendalam mulai berubah saat mengomentari orang Islam di depan putrinya yang masih kecil.

McKinney menyadari, rencana pemboman tersebut kemungkinan menyebabkan putrinya terkejut. Apalagi saat melihat mata buah hatinya itu, dirinya merasa rasa cintanya dipertanyakan.

“Anak-anak tidak dilahirkan dengan prasangka, rasisme, atau kebencian, tapi ketika orang tua memahami mereka, mereka mulai berbalik dan tumbuh untuk berpikir sama seperti kita,” jelasnya.

Dia tidak ingin putrinya memiliki rasa benci mendalam sepertinya, sehingga Mckinnery berusaha menemukan cara lain yang lebih baik untuk menghadapi kebencian.

Pria yang selama di militer mengalami desensitisasi dalam membunuh itu kemudian datang ke Islamic Center setempat. Tidak berniat melakukan pemboman, dia justru mengajukan pertanyaan ke para Muslim di sana.

Selanjutnya, McKinney diberi terjamahan Alquran dalam bahasa Inggris. Setelah membacanya, dia diperbolehkan untuk bertanya lagi.

“Sejak hari pertama saya berjalan ke pintu itu, tidak ada sedikit pun yang menyakiti saya. Mereka memperlakukan saya dengan cinta bahkan sebelum saya menjadi Muslim. Mereka sangat terbuka, ramah, dan menganggap saya seperti saudara,” tuturnya.

McKinney kemudian mulai menghabiskan waktu berjam-jam di Masjid. Setelah delapan pekan, dia memutuskan bersyahadat dan masuk Islam.

Kini dia mendorong semua orang belajar tentang Islam dan Muslim. “Saya sudah melakukan banyak hal. Saya sudah meyakiti banyak orang. Saya harus hidup dengan itu, namun bila saya dapat menghentikan orang lain di jalan permusuhan, saya ingin melakukannya,” tegas McKinney.

REPUBLIKA