Keistimewaan Sholat Subuh

SHALAT subuh selain wajib memang mempunyai keistimewaan lain yang sedikit diketahui oleh kebanyakan orang. Keistimewaan Sholat Subuh dalam Islam sangat luar biasa.

Dalam QS. Al-falaq (113): ayat 1-5, unik sekali perintah ini. Betapa tidak, dalam surat Al-Falaq, selain diminta untuk memohon perlindungan dari kejahatan makhkuk, kita pun dikondisikan untuk memohon perlindungan Allah SWT dari kegelapan malam. Kita lihat redaksi surat ini.

“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan Yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan perempuan-perempuan tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

Mengapa? Bukanlah sholat subuh dilakukan menjelang pagi dan awal hari yang baru sehingga jauh dari kegelapan? Justru kita akan mendapat cahaya matahari. Sebuah paradoks yang indah. Ketika kita bertemu cahaya matahari secara indrawi, saat itu pula kegelapan dapat menyelimuti hati. Pada saat matahari berenjak tinggi dan semua indera kita aktif, kekuatan nafsu pun bangkit mengambil alih.

Keistimewaan Sholat Subuh, Penerang Kegelapan

Shalat Ied, Keistimewaan Sholat Subuh
Foto: Unsplash

Segala sesuatu yang indah secara indrawi akan mendominasi sistem pengambilan keputusan. Kita bisa lupa diri dan terjebak dalam gulitanya cinta dunia. Jika dibiarkan terus menerus, kondisi semacam ini bisa menggiring kita menjadi pribadi tergesa-gesa, sulit mengukur kemampuan diri, dan tidak terampil menempatkan diri secara proporsional.

Dalam kegelapan yang terang menderang kita berpeluang menjadi pribadi kufur, yaitu pribadi yang menjadikan proses mempertuhan diri sebagai bagian dari aktivitas keseharian. Kegelapan hati menjadikan kita pribadi kurang empati serta tidak peduli terhadap penderitaan sesama. Akhirnya, kita akan menjadi pribadi tegang dan cekam ketakutan ketika keinginan tidak tercapai.

Keistimewaan Sholat Subuh, Gerbang Pembuka Pintu Langit

Di sinilah sholat subuh menjadi gerbang pembuka pintu langit yang akan menjadikan hari yang kita jalani lebih berkah. Sebab, kita mengawalinya dengan penuh makna dan cahaya hidayah. Oleh karena itu, selain menunaikan salat berjamaah di masjid, Rasulullah SAW senantiasa membaca do’a ketika waktu subuh datang menjelang.

“Kami telah mendapatkan subuh dan jadilah segala kekuasaan itu milik Allah, demikian juga kebesaran dan keagungan, penciptaan makhluk, segala urusan, malam dan siang, dan segala yang terjadi pada keduanya. Semuanya kepunyaan Allah Ta’ala. Ya Allah, jadikanlah permulaan hari ini suatu kebaikan, pertengahannya suatu kemenangan, dan penghabisannya suatu kejayaan, wahai Tuhan yang paling penyayang dari segala penyayang. Ya Allah sesungguhnya hamba mohon kepada-Mu ilmu yang berguna, rezeki yang baik, serta amal yang diterima.”(HR. Ibnu Majah)

Keistimewaan Sholat Subuh, Permohonan yang Tulus

Alasan Tidak Shalat Shubuh di Masjid untuk Laki-laki, Shalat Berjamaah, Keutamaan Shalat Shubuh, Keutamaan Sunnah Qabliyah Shubuh, Adab Masuk Masjid, Keistimewaan Sholat Subuh
Foto: Saad | Islampos

Do’a ini penuh inspirasi dan mengandung nilai-nilai ketauhidan yang sangat dalam. Betapa tidak, di dalamnya tersirat sebuah harapan dan permohonan yang tulus kepada Dzat penguasa malam dan siang agar senantiasa menjadi pembimbing dan pelindung dalam setiap tahapan waktu, pada awal, pertengahan, dan akhir.

Kita pun mengucapkannya setiap awal hari sehingga hari-hari kita menjadi penuh makna dan penuh dinamika dalam meniti jalan kesurga.

Keistimewaan Sholat Subuh, Ayo Berjamaah di Masjid

Ketahuilah, semua keutamaan ini tidak akan pernah kita dapatkan apabila kita malas bangun, malas mengambil air wudhu, dan malas melangkahkan kaki ke masjid. Mari kita laksanakan salat subuh berjamaah di masjid. semoga jawaban yang disampaikan bermanfaat untuk semua pembaca Islampos. Wallahualam. []

ISLAMPOS

8 Rahasia dan Keutamaan Shalat Subuh

SHALAT subuh memiliki banyak rahasia dan keutamaan. Apa rahasia dan keutamaan Shalat Subuh ini?

Jika Muslim memahami pentingnya sholat subuh, pasti banyak orang yang akan terus menjalankannya. Rasulullah ﷺ bersabda:

إنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ علَى المُنَافِقِينَ صَلَاةُ العِشَاءِ، وَصَلَاةُ الفَجْرِ، ولو يَعْلَمُونَ ما فِيهِما لأَتَوْهُما ولو حَبْوًا

“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi seorang munafik adalah shalat isya’ dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Shalat Subuh memiliki beberapa rahasia yang jika kita konsisten menjalankannya maka akan mendapat keberkahannya.

Berikut delapan rahasia dan keutamaan shalat subuh yang diungkap Alquran dan hadis:

1- Rahasia dan Keutamaan Shalat Subuh: Keutamaan Shalat Subuh: Shalat Subuh disaksikan malaikat

Dalam alquran Al-Isra ayat 78 dijelaskan:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Laksanakanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula shalat) Subuh. Sungguh, shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).”

Mengomentari ayat tersebut, Abu Bakar Ibn al-Araby mengatakan bahwa, Allah SWT mengistimewakan shalat Subuh dari keseluruhan shalat. Inilah mengapa dalam ayat tersebut Allah bersumpah atas waktu Subuh.

2- Rahasia dan Keutamaan Shalat Subuh: Shalat Subuh setara dengan shalat sepanjang malam

3- Rahasia dan Keutamaan Shalat Subuh:  Selalu dalam lindungan Allah SWT dan Allah telah menjaminnya

4- Rahasia dan Keutamaan Shalat Subuh:  Orang yang melaksanakan shalat Subuh termasuk dalam kelompok yang wajahnya bercahaya saat di Hari Kiamat

Shalat Subuh merupakan sumber dari segala sumber cahaya di hari kiamat. Di hari itu, semua sumber cahaya di dunia akan padam. Matahari akan “digulung”. Ibadahlah yang akan menerangi pelakunya.

BACA JUGA: 6 Cara Mudah Bangun Shubuh

5- Rahasia dan Keutamaan Shalat Subuh: Orang yang shalat dijamin dapat masuk surga

Dalam hadits Rasulullah ﷺ riwayat Abu Musa Al-Asy’ari disebutkan:

مَن صَلَّى البَرْدَيْنِ دَخَلَ الجَنَّةَ

“Barangsiapa yang shalat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga.” (HR Al Bukhari).

Dua waktu yang dingin itu adalah shalat Subuh dan shalat Ashar.

6- Rahasia dan Keutamaan Shalat Subuh: Disebutkan secara terhormat oleh para malaikat

Orang yang shalat Subuh disebutkan secara terhormat oleh malaikat dengan meninggikan nama-nama orang yang sholat Subuh kepada Allah SWT

7- Rahasia dan Keutamaan Shalat Subuh:  Allah SWT kelak akan memberikan pahala yang melebihi keindahan dunia dan isinya

Ini sebagaimana telah disebutkan dalam satu riwayat Imam at-Turmudzi, ”Dari Aisyah ra telah bersabda Rasulullah ﷺ:

رَكْعَتَا الفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَما فِيهَا

“Dua rakat shalat Fajar pahalanya lebih indah dari pada dunia dan isinya.”

8- Rahasia dan Keutamaan Shalat Subuh: Mendapat keberkahan

Shalat subuh adalah bentuk dari bangun di waktu pagi. Sementara waktu pagi adalah waktu penuh keberkahan.

اللهم بارِكْ لأمتي في بكورها، وكان إذا بعث سَرِيَّةً أو جيشًا بعثهم أولَ النهارِ، قال : وكان صخرٌ تاجرًا فكان يبعثُ في تجارتِه أولَ النهارِ فأثْرَى وكثُرَ مالُه

Dari Sokhr Bin Wida’ah Al-Ghamidy, bahwa Rasulullah bersabda, “Ya Allah Berkahi Umatku di waktu paginya.” Oleh karenanya kebiasaan Nabi jika mengutus pasukan perang, beliau utus di pagi hari.” Dan sahabat Sokhr Alghamidy adalah seorang pedagang, maka beliau mengirim atau membuka dagangannya di pagi hari. Akhirnya beliau menjadi kaya dan banyak harta. []

SUMBER: MAWDOO3

Shalat Subuh dan Kesehatan Jasmani

MAHA Suci Allah yang telah mensyariatkan ibadah shalat. Dengan melaksanakan shalat, selain sebagai sarana ibadah kepada-Nya (QS Adz-Dzariyat [51]: 56), secara otomatis orang yang istiqamah menjalankan akan meraih manfaatnya. Termasuk manfaat kesehatan jasmani maupun rohani. Dan, Allah SWT lebih mencintai mukmin yang kuat (sehat) daripada mukmin yang lemah (sakit-sakitan). (HR Muslim).

Shalat sebagaimana dikemukakan oleh Adnan Tharsyah dalam bukunya ‘Keajaiban Shalat Bagi Kesehatan’ dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh manusia. Manfaat ini dapat diperoleh secara otomatis oleh orang-orang yang mampu dan mau menjaga shalatnya secara ikhlas karena Allah SWT.

Di antara manfaat shalat bagi kesehatan itu adalah: memperbaiki kerja jantung; memperluas pembuluh darah dan urat serta membangkitkan kembali sel-sel; menghilangkan susah tidur; menambah kekebalan dari berbagai penyakit dan radang persendian; memperkuat otot dan menambah elastisitas persendian; menghilangkan ketegangan pada otot dan sendi; memperkuat anggota badan dan menjauhkan kelembekan.

Memperoleh kemampuan fisik dan hati; menambah kekuatan, vitalitas, dan keaktifan; memperbaiki tubuh yang cacat dan distorsi yang terus-menerus; memperkuat naluri untuk berkonsentrasi dan daya ingat; memperoleh sifat-sifat terpuji seperti disiplin, tolong menolong, jujur, ikhlas, dan lain sebagainya; bagi olahragawan, shalat dapat memberikan kebugaran tubuh; dan shalat adalah sarana pengganti dari kekurangan dan lemahnya fisik yang ditimbulkan oleh aktifitas pekerjaan.

Demikian halnya dengan shalat Subuh. Shalat Subuh yang dikerjakan pada waktu pagi memiliki manfaat bagi kesehatan. Selain manfaat kesehatan secara umum di atas, juga manfaat karena terletak pada waktu dan gerakannya. Pada waktu pukul 06.00 pagi sampai pukul 12.00 siang, serangan jantung akan menjadi cepat pada waktu-waktu tersebut. Pada saat itu terjadi peningkatan tegangan saraf simpatis, dan penurunan tegangan saraf parasimpatis.

Pada waktu pagi dini hari sekitar pukul 03.00 pagi sampai siang hari, secara perlahan dalam tubuh manusia terjadi peningkatan adrenalin menyebabkan tekanan darah meningkat. Selanjutnya terjadi peningkatan aktifitas agregasi trombosit (sifat saling menempel pada sel trombosit yang mengakibatkan darah membeku) meskipun kita tertidur. Penyempitan pembuluh darah berefek negatif bagi tubuh karena pengaruh lancar atau tidaknya aliran darah. Tubuh memerlukan suatu zat yang ada pada sel pembuluh darah untuk melebarkan kembali pembuluh darah. Zat tersebut bernama NO (Nitrik Oksida).

Saat kita bangun di pagi hari menjalankan shalat, tubuh akan aktif menaikkan kadar zat NO dalam tubuh. Gerakan-gerakan yang dibangun pada pagi hari membuat produksi zat NO naik lebih cepat sehingga mencegah darah membeku karena efek agregasi trombosit berkurang. (http://prasdelsehati.com).

Adnan Tharsyah secara khusus menambahkan manfaat dari shalat Subuh bagi kesehatan, seperti dapat menerangi wajah, menguatkan fungsi hati, menyegarkan jiwa, menghilangkan kemalasan, memperlancar peredaran darah setelah tidur, menjaga kesehatan, mengusir kesedihan, dan mencegah penyakit-penyakit kejiwaan.

Di samping itu, ilmu pengetahuan kontemporer menemukan bahwa terdapat gas ozon (O_3) yang mengandung kadar oksigen paling tinggi pada waktu Subuh, kemudian menurun secara bertahap sampai terbitnya matahari.

Hasil praktek kedokteran di Jerman Barat menunjukkan bahwa gas ozon (O_3) bisa digunakan dalam mengobati beragam penyakit kronis yang menimpa paru-paru dan hati. Begitu pula wabah penyakit dalam hati, menguatkan pembuluh darah, meringankan penyakit-penyakit diabetes, seperti keluarnya luka dan nanah, serta melancarkan peredaran darah dalam pembuluh darah, penyakit asma dan alergi.

Selain itu, gas ozon (O_3) juga bermanfaat bagi sistem imunitas tubuh, mengobati penyakit-penyakit penuaan, penyakit dada dan hati, serta melancarkan sel-sel tubuh. Allahu Akbar.

Hal ini pun diakui oleh dokter Susi Lusiyanti, salah seorang peserta majelis taklim pekanan yang penulis sebagai pematerinya. Di sela-sela kesibukannya melayani masyarakat, ketika penulis mengkonfirmasi terkait manfaat shalat Subuh bagi kesehatan, dokter Susi menjelaskan, “Ketika tubuh bangun pagi dan melakukan shalat Subuh serta berjalan pagi menuju masjid maka secara tidak langsung tubuh melakukan olahraga yang dapat menaikkan aliran darah ke jantung, otak dan sel tubuh sehingga tubuh akan kembali segar.”

Tentu masih banyak lagi manfaat dari shalat Subuh yang tidak penulis ketahui. Maka, pantas jika Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِى ذِمَّةِ اللَّهِ فَلاَ يَطْلُبَنَّكُمُ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَىْءٍ فَيُدْرِكَهُ فَيَكُبَّهُ فِى نَارِ جَهَنَّمَ

Barangsiapa yang shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu, janganlah menyakiti orang yang shalat Shubuh tanpa jalan yang benar.  Jika tidak, Allah akan menyiksanya dengan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 657)

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat shubuh dan ashar) maka dia akan masuk Surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun mereka harus merangkak.” (HR: Bukhari dan Muslim).  Subhanallah.*/ H Imam Nur Suharno, Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (SETIA) Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat

HIDAYATULLAH

12 Tata Cara Salat Subuh, Ada Perbedaan dengan Salat Lain?

Tata cara salat subuh sejatinya sama dengan pelaksanaan salat fardhu lima waktu lainnya. Hanya saja, menurut Mazhab Syafi’i, ada penambahan bacaan doa Qunut setelah salat subuh.

Salat subuh dimulai sejak terbitnya fajar shadiq hingga terbitnya matahari sebanyak 2 rakaat. Mengutip Ensiklopedia Fikih Indonesia 3: Shalat tulisan dari Ahmad Sarwat, fajar sendiri merupakan cahaya putih agak terang yang menyebar di ufuk Timur dan muncul beberapa saat sebelum matahari terbit.

Hal ini dilandasi pada sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

“Siapa yang mendapatkan satu rakaat salat subuh sebelum terbit matahari, maka ia telah mendapati salat subuh,” (HR Bukhari).

Uraian tata cara salat subuh sendiri pun sudah pernah dicontohkan oleh Rasululullah SAW. Berikut ini tata cara lengkapnya yang dirangkum dari penjelasan Ustadz Khalili Amrin Ali al-Sunguti dalam buku Mudah dan Cepat Hafal Semua Bacaan Salat.
12 tata cara salat subuh dan bacaannya


1. Membaca Niat dan Takbiratul Ihram

Bacaan niat dibaca dengan posisi berdiri tegak, menghadap kiblat, dilanjutkan dengan mengucap takbiratul ihram. Berikut bacaan niat salat subuh dan takbiratul ihram:

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan latin: “Ushalli fardlon shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta’aala”

Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardu Subuh 2 rakaat, sambil menghadap kiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

Kemudian takbiratul ihram yang dapat dilafalkan adalah sebagai berikut:

اللهُ أكْبَرُ

Bacaan latin: “Allahu Akbar.”

Artinya: Allah Maha Besar

2. Berdiri Bersedekap

Setelah takbiratul ihram dilanjutkan dengan bersedekap. Posisi ini, tangan kanan diletakkan pada punggung telapak tangan, pergelangan, atau hasta kiri. Sementara posisi tangan di dada atau di bawah dada.


3. Membaca Iftitah

Ada sejumlah pilihan bacaan doa iftitah yang diriwayatkan Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya. Berikut bunyi bacaannya,

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Bacaan latin: Allahumma baaid baynii wa bayna khotoyaaya kamaa baa’adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khotoyaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silnii min khotoyaaya bil maa-iwats tsalji wal barod.

Artinya: “Ya Allah, jauhkan lah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan embun.”

Atau, umat muslim juga dapat melafalkan doa ini yang diamalkan oleh Rasulullah SAW berdasarkan hadist yang dinarasikan oleh Abu Daud,

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ مِنْ نَفْخِهِ وَنَفْثِهِ وَهَمْزِهِ

Bacaan latin: Allahu akbar kabiiro, allahu akbar kabiiro, allahu akbar kabiiro, walhamdulillahi katsiiro, walhamdulillahi katsiiro, walhamdulillahi katsiiro, wa subhanallahi bukrotaw washilaa, wa subhanallahi bukrotaw washilaa, wa subhanallahi bukrotaw washilla a’udzu billahi minasy syaithooni min nafkhihi, wa naftshihi, wa hamzih.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Aku berlindung kepada Allah dari tiupan, bisikan, dan godaan setan.”


4. Membaca Surat Al Fatihah dan Surat dalam Al Quran

Tata cara salat subuh selanjutnya adalah membaca surat Al Fatihah dan surat-surat Al Quran. Menurut keterangan hadits, ada sejumlah surat yang kerap dibaca Rasulullah SAW saat menunaikan ibadah salat subuh.

Surat-surat yang dimaksud adalah surat Qaaf ayat 1-40, surat As Sajdah ayat 1-30, surat Al Insan ayat 1-31, surat Al Kafirun ayat 1-6, dan surat Al Ikhlas ayat 1-4. Salah satu haditsnya adalah sebagai berikut:

عَنْ أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ في صَلاَةِ الْفَجْرِ يَوْمَ الجُمُعَةِ: {{الم *}{تَنْزِيلُ}} [السجدة: 1 ـ 2] ، و{{هَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ}} [الإنسان: 1] . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Artinya: “Dalam salat subuh pada hari Jumat, Nabi SAW biasa membaca surat ‘alif laam miim, tanziilul’ (surat As Sajdah) dan surat ‘hal ataa ‘alal insaanihiinum minad dahri’ (surat Al Insan), sementara pada salat Jumat beliau biasa membaca surat Al Jumu’ah dan surat Al Munaafiquun,” (HR Muslim).


5. Rukuk

Secara etimologi, rukuk artinya membungkukkan kepala dan punggung bersamaan dengan tangan memegang lutut. Berikut ini bacaan saat rukuk:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ

Bacaan latin: Subhaana robbiyal ‘adziimi wabihamdih (sebanyak 3 kali)

Artinya: “Maha suci Tuhan yang Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya.”

Tata cara salat subuh berikutnya, klik selanjutnya

6. I’tidal

Bangun dari rukuk dan berdiri tegak yang disebut dengan i’tidal. Gerakan i’tidal dilakukan dengan tuma’ninah sambil membaca:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Bacaan latin: Sami’allaahu liman hamidah

Artinya: “Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya.”

Setelah berdiri tegak, lalu membaca berikut ini:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

Bacaan latin: Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.

Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.”


7. Sujud

Setelah i’tidal, tata cara salat subuh kemudian dilanjutkan dengan sujud. Posisi ini dapat diartikan sebagai meletakkan sebagian dahi yang terbuka ke tanah atau tempat salat.

Kemudian, ketika hendak turun dari posisi i’tidal, diiringi dengan membaca takbir. Pada posisi sujud dilanjutkan dengan membaca:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Bacaan latin: Subhaana robbiyal a’la wabihamdih (sebanyak 3 kali)

Artinya: “Maha Suci Tuhan yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepadanya.”


8. Duduk di Antara Dua Sujud

Posisi duduk di antara dua sujud dilakukan dengan duduk iftirasy. Rincinya, duduk di atas kaki kiri yang terlipat dan menegakkan kaki kanan dengan jari-jari dalamnya menekan tanah agar tetap menghadap kiblat. Berikut bacaan duduk di antara dua sujud:

رَبِّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَارْزُقْنِى وَارْفَعْنِى

Bacaan latin: Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii

Artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”


9. Melakukan Sujud Kedua dan Rakaat Kedua

Pelaksanaan maupun bacaannya sama dengan sujud yang pertama sebelumnya. Namun, setelah sujud, dilanjutkan dengan berdiri lagi untuk melanjutkan rakaat kedua.

Rakaat kedua inilah yang kemudian langsung diwajibkan membaca surat Al Fatihah dan surat dalam Al Quran. Pada rakaat kedua ini, tidak disunnahkan lagi untuk membaca doa iftitah sebagaimana rakaat pertama.

Setelah membaca surat-surat Al Quran, gerakan salat subuh dilanjutkan dengan melakukan rukuk dan i’tidal seperti sebelumnya.
Baca juga:
Tata Cara Salat Dhuha dan Doanya untuk Membuka Rezeki Setiap Hari


10. Doa Qunut

Menurut Mazhab Syafi’i, ada tambahan bacaan dalam rakaat yaitu, doa qunut setelah melafalkan bacaan i’tidal. Berikut bacaan doa qunut salat subuh:

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّ مَاقَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Bacaan latin: Allahummah dini fi man hadait, wa ‘afini fiman ‘afait, wa tawallani fi man tawallait, wa barik li fi ma a’thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdhi wa la yuqdha ‘alaik, wa innahu la yazillu man wa lait, wa la ya’izzu man ‘adait, tabarakta rabbana wa ta’alait, fa lakal hamdu a’la ma qadhait, wa astagfiruka wa atubu ilaik, wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya: “Ya Allah tunjukanlah aku sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau lindungi. Berikanlah keberkahan kepadaku pada apa yang telah Engkau berikan. Selamatkanlah aku dari bahaya kejahatan yang telah Engkau tentukan. Engkaulah yang menghukum dan bukan dihukum. Tidak hina orang yang Engkau jadikan pemimpin. Tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Bagi-Mu segala pujian di atas apa yang Engkau tentukan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-MU. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan karunia atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.”


11. Duduk Tasyahud Akhir

Khusus untuk salat subuh, tidak perlu dilakukan duduk tasyahud awal seperti salat fardhu lainnya. Pasalnya, pelaksanaan salat subuh hanya dilakukan 2 rakaat.

Posisi tasyahud akhir dilakukan dengan duduk tawaruk, yakni posisi kaki kanan tegak lurus dan kaki kiri berada di bawah menyilang. Sementara itu, tangan kiri diletakkan di atas paha dalam keadaan terbuka.

Di sisi lain, tangan kanan mengenggam, kecuali jari telunjuk diacungkan sebagai isyarat pada bacaan, ‘asyhadu anlaa ilaaha illallaah’. Berikut bacaan lengkapnya:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Bacaan latin: At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. as salaamu’alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu’alaina wa’alaa ibaadillaahishaalihiin. asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah.

allaahumma shalli’alaa muhammad, wa’alaa aali muhammad. kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. wabaarik’alaa muhammad wa alaa aali muhammad. kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil’aalamiina innaka hamiidum majiid.

Artinya: “Ya Allah, limpahi lah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahi lah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Engkau lah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia diseluruh alam.
12. Mengucapkan Salam

Terakhir, tata cara salat subuh adalah mengucapkan salam. Menurut mazhab Malikiyyah dan Syafi’iyyah, hukumnya fardhu untuk mengucap salam sebagai tanda keluar dari salat dengan membaca:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Bacaan latin: Assalaamu alaikum wa rahmatullah

Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.” (rah/nwy)

Baca artikel detikedu, “12 Tata Cara Salat Subuh, Ada Perbedaan dengan Salat Lain?” selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5938799/12-tata-cara-salat-subuh-ada-perbedaan-dengan-salat-lain.

Inilah 13 Keutamaan Sholat Subuh Tepat Waktu

Sholat Subuh tepat waktu memiliki banyak keutamaan dan ternyata punya dampak positif bagi kehidupan seorang Muslim di dunia. Sayangnya, masih ada Muslim yang meninggalkan sholat Subuh tepat waktu karena kesulitan bangun atau terbiasa bangun siang.

Keutamaan pertama ialah, sholat Subuh membawa rezeki yang luas. Dari Sokhr bin Wada’ah Al-Ghamidy, Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah berkahilah umatku di waktu paginya.”

Karena ini pulalah, Sokhr berkata, “Nabi Muhammad SAW biasa mengutus (memberangkatkan) pasukan perang di pagi hari. Sokhr al-Ghamidy adalah pedagang dan ia mengirim atau membuka dagangannya pada pagi hari sehingga hartanya bertambah banyak.” (HR Ibnu Majah dan Abu Dawud)

Kedua, kehidupan akan dipenuhi keberkahan.

Ketiga, jiwa menjadi tenang.

Keempat, memperoleh pahala yang besar.

Kelima, akan dilindungi Allah SWT dan ini sudah dijamin-Nya.

Keenam, orang-orang yang sholat Subuh disaksikan oleh para malaikat. Mereka juga mendapat kehormatan, karena para malaikat meninggikan nama-nama orang yang senantiasa sholat Subuh di hadapan Allah SWT.

Ketujuh, didoakan dan dimintakan ampunan oleh para malaikat untuk orang-orang yang senantiasa menjaga sholat Subuh. Kedelapan, sholat Subuh punya posisi yang agung dalam Islam karena sholat ini adalah momen yang paling dekat dengan Allah SWT dan menandakan kedekatan seorang Muslim dengan Allah SWT.

Kesembilan, sholat Subuh itu lebih dari dunia dan seisinya. Kesepuluh, sholat Subuh secara berjamaah akan menjadi cahaya yang sempurna bagi orang-orang mukmin di Hari Kiamat Kelak. Rasulullah SAW dalam sabdanya, mengatakan, kabar gembiran bagi orang-orang yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid ialah memperoleh cahaya sempurna di Hari Kiamat.

Kesebelas, diselamatkan dari api neraka. Keduabelas, akan terjaga imannya dan terhindar dari kemunafikan. Ketigabelas, mendapat perlindungan dari azab, siksaan, dan murka Allah SWT.

IHRAM

5 Kabar Gembira Bagi Mereka yang Berjuang Sholat Subuh

Allah SWT memberikan anugerah bagi mereka yang melaksanakan Sholat Subuh.

Menunaikan Sholat Subuh memiliki keutamaan tersendiri. Rasulullah SAW pun menyampaikan kabar gembira bagi mereka yang melaksanakan sholat tersebut. Setidaknya, ada lima kabar gembira itu.

Pertama 

بَشِّر الْمَشّائين في الظُّلَم إلى المساجد بِالنّور التام يوم القيامة “Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang berjalan dalam kegelapan menuju masjid-masjid yang terang-benderang pada Hari Kebangkitan.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa ketika manusia berjalan dalam kegelapan dunia, Allah SWT memberi kompensasi kepada mereka dengan cahaya sempurna. Ini akan terjadi pada Hari Kiamat kelak. 

Kedua 

مَن صلّى الصّبْح فهو في ذِمّة الله، فلا يَطلبنّكم الله مِن ذِمّته بِشيء فيُدْرِكه فَيَكبّه في نار جهنم “Siapa yang melaksanakan Sholat Subuh, maka dia berada dalam lindungan Allah SWT. Maka jangan sampai Allah menuntut kalian dengan suatu hal karena lindungan-Nya. Karena siapa yang dituntut karena lindungan-Nya, Allah pasti akan menemukannya dan melemparnya ke Neraka jahannam.” (HR Muslim) 

Ketiga 

رَكْعَتَا الفَجر خير مِن الدنيا وما فيها “Dua rakaat fajar itu lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR Muslim)

Jika sholat fajar dua rakaat (sholat sunnah qobliyah Subuh) itu lebih baik, lantas bagaimana dengan Sholat Subuh? Mana yang lebih besar pahalanya? Dalam hadits Qudsi riwayat Bukhari, disebutkan: 

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ “Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku cintai, daripada yang telah Aku wajibkan…”

Keempat 

الملائكة يتعاقبون؛ ملائكة بالليل وملائكة بالنهار، ويجتمعون في صلاة الفجر والعصر ثم يَعرُج إليه الذين بَاتُوا فيكم، فيسألهم – وهو أعلم – فيقول: كيف تَرَكْتُم عبادي؟ فيقولون: تَرَكْنَاهم يُصَلّون، وأتَينَاهُم يُصَلّون

“Allah memiliki para malaikat yang bergantian di antara kalian, malaikat pada malam hari dan malaikat pada siang hari, mereka berkumpul ketika sholat fajar dan Sholat Ashar.

Lantas malaikat yang bermalam naik dan Allah menanyai mereka –sekalipun Dia paling tahu terhadap mereka–bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku? Mereka (malaikat) menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan sholat, dan kami datangi mereka juga dalam keadaan sholat.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA)

Karena itu, ketika seorang Muslim senantiasa melaksanakan Sholat Subuh, maka di saat itulah para malaikat hadir berkumpul.

Kelima 

Melaksanakan Sholat Subuh akan membuat seseorang terhindar dari kemalasan dan kejahatan. Hal ini diketahui sebagaimana hadits Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW mengatakan, iblis membuat tiga simpul ikatan di belakang kepala salah satu dari kalian ketika tidur, dan menggoda agar terus tertidur lelap.

فإن استيقظ فَذَكَر الله انْحَلّت عُقْدة، فإن تَوضّأ انْحَلّت عُقْدة، فإن صَلّى انْحَلّت عُقْدة؛ فأصبح نشيطا طيب النفس، وإلاّ أصبح خَبِيث النّفْس كَسْلان

“…Jika dia bangun dan mengingat Allah, ikatan tersebut dilepaskan, dan jika dia berwudhu, ikatannya dilepaskan, dan jika dia sholat, ikatannya dilepaskan. Kemudian dia menjadi energik dan baik hati. Jika tidak demikian, maka ia akan menjadi jahat dan malas.”

Sumber: alukah  

KHAZANAH REPUBLIKA

3 Permintaan Rasulullah dalam Doa yang Dipanjatkan Tiap Pagi

Rasulullah SAW rutin meminta tiga permintaan dalam munajat pagi.

Rasulullah SAW meneladankan dalam berdoa. Ada tiga permohonan yang Rasul SAW selalu lakukan di waktu pagi selepas sholat Subuh.

– أنَّ النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم كان إذا أصبَح قال: اللَّهمَّ إنِّي أسأَلُكَ عِلمًا نافعًا، ورِزْقًا طيِّبًا، وعمَلًا مُتقَبَّلًا  

“Allahumma innii asaluka ‘ilman naafi’a, wa rizqan thayyibaa, wa ‘amalan mutaqabbalaa” (Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan amal yang diterima). (HR Ibnu Majah dan Ahmad).

Dalam doa itu, tiga permintaan yang senantiasa dimohonkan selepas Subuh. Subuh adalah waktu seseorang memulai aktivitas, juga menunjukkan bahwa ketiga hal yang diminta itu sesuatu yang sangat penting dan bermanfaat bagi kehidupan manusia. 

Pertama, ilmu bermanfaat (ilman naafi’a). Ilmu yang bermanfaat merupakan hal yang perlu didahulukan dan diutamakan sebagai bekal hidup bagi manusia. Ilmu yang bermanfaat akan mengantarkan kepada kesuksesan hidup di dunia bahagia, di akhirat masuk surga. Nabi SAW bersabda sebagaimana dinukilkan Abu Hurairah RA:   

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim).

Berkaitan ilmu bermanfaat, Nabi SAW bersabda: 

عن عبدالله بن عمرو بن العاص أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يتعوذ من أربع، وكان يقول: (اللهم إني أعوذ بك من قلبٍ لا يخشع، ونداء لا يسمع، ومن نفس لا تشبع، ومن علم لا ينفع

Dari Abdullah  bin Al-Ash, bahwa Rasulullah SAW berlindung dari empat perkara yaitu: “Ya Allah aku berlindung kepadamu dari hati yang tidak khusyuk, doa yang tidak terkabul, nafsu yang tidak puas, dan ilmu yang tak bermanfaat.” 

Kedua, rezeki yang baik (rizqan thayyibaa). Dengan ilmu yang bermanfaat, seseorang akan dapat memilah rezeki antara yang halal dan yang haram. 

 إنَّ الحَلالَ بَيِّنٌ وإنَّ الحَرَامَ بَيِّنٌ

“Sesungguhnya yang halal sudah jelas dan yang haram pun sudah jelas pula.” (HR Bukhari dan Muslim).

Alquran memerintahkan agar kaum Muslimin memastikan diri mengonsumsi rezeki yang baik-baik. 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allâh, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu beribadah.” (QS al-Baqarah [2]: 172).

Ketiga, amal yang diterima (amalan mutaqabbalaa), yaitu amalan yang diterima di sisi Allah dan mendatangkan pahala bagi orang yang mengerjakannya. Syarat amalan itu diterima adalah dikerjakan dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Nabi SAW. Dalam hal ini, Allah SWT berfirman: 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (QS al-Kahfi [18]: 110). 

KHAZANAH REPUBLIKA

Didoakan Rasulullah, Ini Manfaat Bangun Pagi dan Tak Tidur Usai Subuh

Tidur lagi usai sholat subuh mungkin jadi kebiasaan sebagian besar kaum urban. Berbagai alasan menjadi penyebabnya mulai dari masih ngantuk, menunggu giliran menggunakan kamar mandi, atau sekadar malas gerak (mager).

Kebiasaan ini ternyata telah disinggung Nabi Muhammad SAW dalam salah satu haditsnya. Dikutip dari buku Hadits-Hadits Sains: Fakta dan Bukti Ilmiah dalam Sabda Nabi Muhammad SAW, Rasulullah melarang umatnya tidur lagi setelah sholat subuh.

لَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ : أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ

“Aku duduk bersama orang-orang yang berdzikrullah Ta’ala mulai dari (waktu) sholat shubuh hingga terbit matahari lebih aku cintai daripada memerdekakan empat orang budak dari putra Nabi Isma’il.” (HR. Abu Dawud).

Hadist lain juga menekankan pentingnya memperbanyak ibadah di pagi hari, yang lebih baik daripada tidur lagi. Nabi Muhammad SAW bahkan mendoakan umatnya agar selalu mendapat berkah dari Allah SWT.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Dawud).

Sains atau ilmu pengetahuan selanjutnya membuktikan pentingnya bangun pagi yang menyediakan lebih banyak waktu sebelum beraktivitas. Selain beribadah, waktu yang tersedia bisa digunakan untuk melakukan berbagai persiapan.

Dengan persiapan cukup, memungkinkan seseorang tidak terburu-buru yang mencegah fluktuasi emosi dan stres. Efek menguntungkan lain adalah rasa persiapan diri yang meningkat karena selangkah lebih maju, dibanding yang bangun kesiangan sehingga tak punya persiapan.

Produktivitas dan kemampuan otak yang baik pada akhirnya membantu memaksimalkan seluruh potensi pada diri seseorang. Dalam jangka panjang, kebiasaan bangun pagi membentuk pribadi seseorang menjadi lebih stabil, berjiwa pemimpin, dan hidup lebih bahagia.

Islam sendiri sebetulnya telah memperingatkan umatnya bangun pagi, bahkan mulai dari sepertiga malam. Dalam hadistnya, Nabi Muhammad SAW mengingatkan umatnya untuk memaksimalkan ibadah pada Allah SWT di malam tersebut.

يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَلَهُ ، مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Kuampuni’.” (HR. Bukhari).

Dengan hadist ini, sesungguhnya tidak ada alasan untuk tidur lagi usai sholat subuh. Dengan izin Allah SWT, berkah akan menyertai mereka yang bangun pagi.

detikHikmah

Ketika Rasulullah Kaget Kesiangan Salat Subuh

DIRIWAYATKAN dari Abu Qatadah, yang berkata: Pada suatu malam kami menempuh perjalanan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagian orang mengatakan: “Ya Rasulullah! Sebaiknya kita beristirahat menjelang pagi ini.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku khawatir kalian tidur nyenyak sehingga melewatkan salat subuh.” Kata Bilal: “Saya akan membangunkan kalian.”

Di saat semua terlelap, Bilal berusaha tetap terjaga dengan bersandar pada hewan tunggangannya. Namun Ia justru ikut tertidur dengan pulasnya sehingga tidak sadar jika waktu sudah menunjukan lewat Subuh.

Nabi yang bangun duluan kaget bukan kepalangan karena melihat busur tepian matahari sudah muncul. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Hai Bilal! Mana bukti ucapanmu?

Bilal menjawab: “Saya tidak pernah tidur sepulas malam ini.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mengambil nyawamu kapanpun Dia mau dan mengembalikannya kapanpun Dia mau. Hai Bilal! bangunlah dan suarakan azan.”

Kemudian Rasul dan rombongan mengambil air wudu dan melaksanakan salat meski matahari agak meninggi sedikit dan bersinar putih. (Hadis Sahih Imam Bukhari, nomor 595).

Dari kisah di atas, diketahui jika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sudah memberikan teladan bagi umatnya yang kesiangan salat subuh. Namun hal ini bukan berarti kita tidak mempersiapkan diri untuk bangun lebih pagi.

Jika terpaksa mengalami kondisi ini, maka segeralah untuk mendirikan salat ketika teringat. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Nabi pernah bersabda: “Siapa yang lupa untuk melaksanakan salat, maka laksanakanlah ketika ingat, tanpa kaffarah (denda) atas lupanya itu kecuali dengan mengerjakan salat tersebut.” Kemudian Rasulullah membaca ayat (yang artinya): ” dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku,” (Alquran surat Thaahaa, ayat 14). (Hadis Sahih Bukhari, nomor 597).

Rasulullah Pernah Salat Asar pada Waktu Maghrib

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, bahwa pada saat perang Khandaq, Umar bin Khattab datang setelah matahari terbenam. Umar mencaci-maki orang-orang kafir Quraisy.

Kata Umar: “Ya Rasulullah! Saya hampir saja tidak melaksanakan salat Asar sampai matahari hampir terbenam.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Demi Allah! Aku belum melaksanakan salat Asar.”

Kata Jabir: “Kami pergi ke Buthhan, kemudian Nabi berwudu untuk salat dan kami pun berwudu, lalu Nabi melaksanakan salat Asar setelah matahari terbenam, setelah itu beliau melaksanakan salat Maghrib,” (Hadis Shahih Bukhari, nomor 596).[]

 

 

Ketika Rasulullah Kesiangan Salat Subuh

“Sesungguhnya salat itu kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. 4:103)”

Dengan demikian, seorang muslim harus melaksanakan salat tepat pada waktunya. Lalu bagaimana dengan orang yang bangun tidur kesiangan, sehingga matahari telah terbit?

Bagi orang yang tertidur, tidak bangun di waktu subuh hingga matahari terbit, maka tatkala bangun ia harus segera melaksanakan salat subuh. Dalam hal ini, ia tidak berdosa. Sebab, keterlambatannya untuk melaksanakan salat bahkan hingga keluar waktunya bukan karena unsur kesengajaan.

Hal ini pernah terjadi pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang dalam perjalanan. Ketika malam, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat tertidur hingga matahari terbit.

Seketika itu, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan Bilal untuk azan dan iqamah. Akhirnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat salat subuh di kala matahari telah terbit.

Wallahu a’lam. [Ustazah Novria Flaherti]

 

INILAH MOZAIK