Uwais al-Qarni Berhaji Sembari Menggendong Ibunda

Uwais Al-Qarni adalah pemuda Shaleh dari Yaman, sejak lahir Uwais memiliki penyakit belang di sekujur tubunya. Meskipun fisiknya tidak sempurna tapi ia tidak pernah mengeluh kepada Allah justru ia sangat taat kepada Allah dan sangat berbakti pada ibunya.

Sehari-harinya ia habiskan untuk beribadah dan mengembala sapi, hanya sedikit orang yang mengenal Uwais Karena ia hanya fokus untuk beribadah, menghafal Alquran dan merawat ibunya yang sudah renta dan sakit-sakitan, Siang hari ia berkerja keras, malam hari dia selalu asyik bermunajat kepada Allah. Baginya tidak dikenal didunia jauh lebih baik dari pada tidak dikenal Allah.

Uwais yang hidup dalam kemiskinan, kemiskinan itu tidak membuatnya malas dalam beribadah malah semakin membuatnya takut kepada Allah dan semakin mendorongnya untuk lebih tenggelam dalam ketaatan kepada Allah dan sibuk menjalankan Sunnah-sunnah Rasulullah yang sangat dicintainya.

Pada suatu ketika, ibu Uwais yang semakin tua dan sakit-sakitan meminta kepadanya agar membawanya menunaikan ibadah Haji. Uwais hanya dapat mengiyakan permintaan ibunya, tapi ia yang miskin berpikir bagaimana ia bisa membawa ibunya beribadah haji sementara ia sangat miskin, perjalanan dari Yaman ke Madinah membutuhkan banyak biaya dan harus menggunakan unta untuk membawa ibunya dan harga unta pun sangat mahal.

Uwais terus berdoa sungguh-sungguh kepada Allah agar dimudahkan jalannya untuk memenuhi keinginan ibunya menunaikan ibadah haji. Allah yang maha baik memberikan ilham kepada Uwais, Uwais membeli seekor anak sapi yang sudah tidak menyusu, kemudian ia membuat sebuah kandang sapi diatas bukit.

Setelah kandang sapi itu jadi maka setiap sore hari uwais menggendong anak sapi yang masih kecil itu dipunggungnya kemudian ia bawa naik ke atas bukit dan setiap pagi Uwais menggendong anak sapi itu ke kaki bukit untuk diberikannya makan. Uwais melakukan itu setiap hari dan orang-orang menganggap Uwais gila, karena bukan membiarkan sapi berjalan tapi ia malah menggendongnya.

Padahal perbuatan uwais itu bukan tanpa alasan, ia sangat cerdas. Ia jadi terbiasa menggendong anak sapi itu selama delapan bulan, dan selama delapan bulan itu pula berat anak sapi yang tadinya 20kg menjadi 100 kg, otot-otot ditubuh Uwais pun menjadi terbentuk dan dia semakin kuat.

Tibalah musim haji, barulah semua usaha dan kerja kerasnya menunjukan hasil yang luar biasa. Uwais membawa ibunya menunaikan ibadah haji dengan berjalan kaki sambil menggendongnya dari Yaman ke Makkah yang berjarak 600km ,Uwais yang sudah terbiasa menggendong sapi ke atas bukit setiap harinya. Ia dapat dengan mudah membawa ibunya.

Setelah mereka kembali keyaman, tidak lama ibunya meninggal dunia. Dia sangat bersyukur dapat menunaikan smeua permintaan ibunya, Allah memuliakan martabat Uwais disisi-Nya.

 

REPUBLIKA