Author: writer porsi
-

Kisah Ahli Maksiat Diampuni Allah Karena Bershalawat Kepada Rasulullah
Dalam kitab Al-Mawa’idz Al-Ushfuriyah, Syaikh Muhammad bin Abu Bakar Al-‘Ushfuri menyebutkan sebuah kisah bahwa di zaman Nabi Musa, terdapat seorang laki-laki dari kalangan Bani Israil yang ahli maksiat. Semasa hidupnya, dia selalu melakukan kemaksiatan dan dan selalu menyakiti serta manzalimi orang-orang di sekitarnya. Suatu ketika, laki-laki tersebut terkena penyakit dan meninggal dunia. Karena semasa hidupnya…
-

Tiga Macam Orang Paling Awal Disiksa di Neraka
Dikisahkan bahwa kelak di akhirat ada tiga macam orang yang akan disiksa paling awal di neraka. Kisah ini terdapat pada bagian awal kitab Tanbihu al-Ghafilin karya al-Faqih Abu al-Laits al-Samarqandi yang didapatkan dari Amir al-Ashbahi. Siapakah tiga macam orang paling awal disiksa di neraka ? Alkisah, pada suatu hari Amir al-Ashbahi pergi berkunjung ke Madinah…
-

Benarkah Sedekah Harta Pasti akan Dibalas 10x Lipat di Dunia?
Sebagian orang memahami bahwa jika kita sedekah dengan suatu harta, maka pasti akan dibalas oleh Allah dengan diberikan 10x lipatnya dari harta tersebut. Misalnya jika sedekah uang 100 ribu, akan mendapatkan balasan 1 juta rupiah. Jika sedekah mobil seharga 100 juta, akan mendapatkan mobil seharga 1 milyar. Dan seterusnya. Mereka berdalil dengan ayat, مَن جَاءَ…
-

Pagi Hari, Waktu yang Didoakan Nabi Muhammad
Nabi Muhammad mendoakan umatnya di pagi hari. Pengasuh pesantren Tunas Ilmu Purbalingga sekaligus dosen Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyyah Imam Syafi’i Jember, Ustadz Abdullah Zaen Lc.,MA mengatakan, pagi hari merupakan waktu yang paling indah dalam sepanjang hari. Sebab itu adalah waktu istimewa yang diberkahi Allah ta’ala. Untuk itu para sahabat Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam sangat menghargai…
-

Rasulullah Berdoa untuk Umatnya di Pagi Hari
Pengasuh pesantren Tunas Ilmu Purbalingga sekaligus dosen Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyyah Imam Syafi’i Jember, Ustadz Abdullah Zaen Lc.,MA mengatakan, pagi hari laksana masa muda yang penuh dengan vitalitas, dan sore hari ibarat masa tua. Barangsiapa yang terbiasa melakukan suatu aktivitas pada masa mudanya, niscaya ia akan terbiasa mengerjakannya hingga masa tuanya. Demikianlah, aktifitas seseorang pada…
-

Manusia Berasal dari Kera?
Fatwa Syekh Abdul Aziz bin Baaz Rahimahullahu Ta’ala Pertanyaan: Seperti yang telah diketahui, bahwa sebagian manusia menduga bahwa mereka berasal dari hewan, karena mereka setuju dengan teori orang barat (baca: teori evolusi). Bagaimana pendapat Anda dalam hal tersebut? Jawaban: نظرية دارون تقول الإنسان أصله قرد وأن ابن آدم حيوان ينطق وكلنا حيوان، فالله خلق لابن…
-

Wazi’ Perilaku Manusia dalam Islam
K.H. Afifuddin Muhajir menyebutkan salah satu keunggulan undang-undang syariat dibandingkan dengan undang-undang positif adalah memiliki pengendali Agama (wazi’ qurani) dan kekuasaan (wazi’ sulthani) sekaligus. Sementara undang-undang positif hanya memiliki pengendali kekuasaan (wazi’ sulthani). Syekh Ibnu ‘Asyur dalam kitabnya Maqhasidus Syariah Islamiyah [367-370] mengatakan bahwa syariat islam di dalam menerapkan undang-undang pensyariatannya memberikan suatu otoritas legalitas…
-

Makna Sumpah Allah “Demi Masa”
“Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur”. (al Furqan: 62). Makna ayat ini, seperti termaktub dalam tafsir al Thabari, Allah hendak mengingatkan kepada umat Islam bahwa siang dan malam yang selalu datang silih berganti memberikan kesempatan untuk melakukan amal kebaikan pada…
-

Pemahaman Hadis Al Wala’ Wal Bara’ Muhammad Sa’id Al-Qahthani Tidak Sejalan dengan Islam rahmatan lil ‘alamin
Al-Wala’ Wal-Bara’ merupakan sikap loyal terhadap sesama Muslim dan berlepas diri dari hal-hal yang bersifat kekufuran. Cukup banyak tokoh yang mengkaji konsep Al-Wala’ Wal-Bara’ ini. Salahsatu tokoh yang mengkaji ialah Muhammad Sa’id Al-Qahthani. Al-Qahthani merupakan salahseorang tokoh berkebangsaan Saudi Arabia, lahir pada tahun 1956 M. Selain berkarir di bidang akademik di Universitas Ummul Qura, Al-Qahthani…
-

Bolehkah Memegang Al-Qur’an Terjemahan Tanpa Wudhu?
Untuk membaca Al-Qur’an yang merupakan kitab suci, memegangnya pun diharuskan dalam keadaan suci dari hadas kecil maupun besar. Kemudian muncul pertanyaan, apakah Al-Qur’an terjemahan statusnya sama dengan Al-Qur’an tanpa terjemah? Bolehkah memegang Al-Qur’an terjemahan tanpa wudhu? Mengenai kewajiban seseorang dalam keadaan suci disaat menyentuh atau membawa Al-Quran, telah ditegaskan dalam firman Allah dan sabda Nabi.…
