Author: writer porsi

  • Keutamaan Mendoakan Orang Lain (2)

    Keutamaan Mendoakan Orang Lain (2)

    Doa merupakan salah satu jenis kebaikan. Al Khathib Al Baghdadi di dalam Tarikh Baghdad mengisahkan tentang riwayat hidup Abu Thayyib, bahwa dia senantiasan mendoakan saudara-saudaranya. Bahkan, dia mempunyai 300 nama saudaranya yang selalu dia doakan setiap malam satu per satu. Pada suatu malam, dia ketiduran dan lupa belum mendoakan mereka, maka dalam mimpinya dia didatangi…

  • Keutamaan Mendoakan Orang Lain (1)

    Keutamaan Mendoakan Orang Lain (1)

    Doa merupakan salah satu jenis kebaikan. Syekh Abdullah Ju’aitsan dalam bukunya yang berjudul Meneladani Nabi dalam Sehari menuliskan, doa termasuk salah satu jenis kebaikan. Termasuk, mendoakan kebaikan bagi saudara kita sendiri. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Doa seorang Muslim untuk saudaranya dengan tanpa sepengetahuan saudaranya itu mustajab. Di atas kepala orang itu ada malaikat yang mencatatnya (malakun muwakkal). Setiap…

  • Sifat Allah: Apakah hanya Tujuh atau Dua Puluh? (Bag. 3)

    Sifat Allah: Apakah hanya Tujuh atau Dua Puluh? (Bag. 3)

    Sanggahan Ahlus Sunnah kepada Kelompok yang Membatasi Sifat Allah dengan Jumlah Tertentu Sanggahan pertama: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membatasi sifat Allah dengan jumlah tertentu. Kalau seseorang mau mempelajari aqidah yang benar, bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, akan jelas dan tampak baginya bahwa nama dan sifat Allah Ta’ala tidaklah dibatasi dengan bilangan tertentu. Hal ini karena Allah…

  • Sifat Allah: Apakah hanya Tujuh atau Dua Puluh? (Bag. 2)

    Sifat Allah: Apakah hanya Tujuh atau Dua Puluh? (Bag. 2)

    Aqidah (sebagian) Ulama Asy’ariyyah yang Menetapkan Hanya Tujuh Sifat Bagi Allah dengan Dalil Akal (Logika) Tujuh sifat yang ditetapkan oleh ulama (tokoh) Asy’ariyyah generasi (thabaqat) belakangan (muta’akhirin), seperti Abul Ma’ali Al-Juwaini, adalah sifat (1) qudrah; (2) al-‘ilmu; (3) iradah; (4) hayyun; (5) sama’; (6) bashar; dan (7) kalam. [1] Dalam aqidah Asy’ariyyah yang dipegang oleh Abul Ma’ali Al-Juwaini, Allah Ta’ala hanya…

  • Sifat Allah: Apakah hanya Tujuh atau Dua Puluh? (Bag. 1)

    Sifat Allah: Apakah hanya Tujuh atau Dua Puluh? (Bag. 1)

    Di antara ilmu yang paling agung dan paling mulia adalah ilmu tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah Ta’ala (tauhid asmaa’ wa shifaat). Hal ini sebagaimana yang telah kami uraikan panjang lebar di serial tulisan sebelumnya. [1] Masalah aqidah, termasuk dalam masalah tauhid asmaa’ wa shifaat, haruslah diambil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, sesuai dengan pemahaman generasi terbaik umat ini, yaitu para sahabat Nabi shallallahu…

  • Larangan Terhadap Nama dan Sifat Allah

    Larangan Terhadap Nama dan Sifat Allah

    Keyakinan yang Benar Tentang Nama Allah Seorang mukmin harus memilik keyakinan yang benar tentang nama dan sifat Allah. Keyakinan yang benar tentang tauhid asma’ wa shifat ini dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah : “Termasuk keimanan kepada Allah adalah beriman terhadap sifat-sifat Allah yang telah Allah tetapkan untuk diri-Nya sendiri dan juga yang Rasulullah tetapkan untuk Allah tanpa melakukan tahrif, ta’thil, tamtsil,…

  • Metode Menetapkan Sifat-Sifat Allah Ta’ala

    Metode Menetapkan Sifat-Sifat Allah Ta’ala

    Keimanan terhadap nama dan sifat Allah Ta’ala merupakan salah satu unsur pembentuk iman seorang hamba kepada Allah Ta’ala. Tidaklah seorang hamba mengenal Allah Ta’ala dengan sebenar-benarnya kecuali dengan mengenal nama dan sifat-sifat-Nya.  Metode Menetapkan Sifat-Sifat Allah Ta’ala Dalam mengenal dan menetapkan sifat-sifat Allah Ta’ala, ahlus sunnah menempuh beberapa metode berikut ini. Pertama, dengan menetapkan makna…

  • Hukum Mengkhususkan Hari Raya dan Hari Jum’at untuk Ziarah Kubur

    Hukum Mengkhususkan Hari Raya dan Hari Jum’at untuk Ziarah Kubur

    Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah Pertanyaan: Bagaimanakah hukum mengkhususkan dua hari raya (yaitu, ‘idul fitri dan ‘idul adha) dan hari Jum’at untuk ziarah kubur? Apakah di dua kesempatan tersebut ziarah ditujukan kepada orang yang masih hidup ataukah yang sudah meninggal? Jawaban: Perbuatan tersebut tidak memiliki landasan (dari syari’at). Mengkhususkan ziarah kubur di hari ‘id…

  • Hukum Menunda Pemakaman Jenazah

    Hukum Menunda Pemakaman Jenazah

    Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah Pertanyaan: Bagaimanakah hukum menunda pengurusan jenazah, (menunda) memandikan, memberi kain kafan, dan menshalatinya, atau menunda memakamkannya sampai kerabat si mayit tersebut datang? Apakah kaidah dalam masalah ini? Jawaban: Menunda pengurusan jenazah itu perbuatan yang menyelisihi sunnah. Bertentangan dengan perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَسْرِعُوا بِالْجِنَازَةِ…

  • Fikih Jenazah (3) : Hal-Hal Yang Disyari’atkan Terhadap Orang Yang Baru Meninggal Dunia

    Fikih Jenazah (3) : Hal-Hal Yang Disyari’atkan Terhadap Orang Yang Baru Meninggal Dunia

    Tatkala seseorang telah benar-benar menghembuskan nafas terakhirnya ada beberapa hal yang hendaknya dilakukan oleh orang-orang yang hadir di sisinya, yaitu: 1. Memejamkan mata orang yang baru meninggal dunia Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam ketika mendatangi Abu Salamah yang telah menghembuskan nafas terakhirnya sedangkan kedua matanya terbelalak maka Beliau shalallahu ‘alaihi wa salam memejamkan kedua mata Abu Salamah dan berkata:…