Category: Informasi

  • 10 Kiat Istiqomah (14)

    10 Kiat Istiqomah (14)

    Baca pembahasan sebelumnya 10 Kiat Istiqomah (13) (Lanjutan kaedah kedelapan) Apa yang disampaikan Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab Madarijus Salikin, bahwa tingkat kecepatan dan kesuksesan dalam melintasi Ash-Shirath (Jembatan) pada hari kiamat berdasarkan amal pelintasnya dan berdasarkan keistiqamahannya dalam berpegang teguh dengan Ash-Shirathul Mustaqim di dunia, hal ini sesuai dengan kandungan hadits berikut ini, عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْل…

  • 10 Kiat Istiqamah (13)

    10 Kiat Istiqamah (13)

    Baca pembahasan sebelumnya 10 Kiat Istiqamah (12) KAEDAH KEDELAPAN “Buah Istiqamah di Dunia adalah Istiqamah di atas Jembatan (Ash-Shirath) pada Hari Kiamat” “Buah istiqamah di dunia adalah istiqamah di atas jembatan (Ash-Shirath) pada hari Kiamat”, maksudnya adalah barangsiapa yang diberi petunjuk sewaktu di dunia hingga ia berhasil meniti Ash-Shirathul Mustaqim (Syariat Islam) dan istiqamah di atasnya, maka ia…

  • 10 Kiat Istiqomah (12)

    10 Kiat Istiqomah (12)

    Baca pembahasan sebelumnya 10 Kiat Istiqomah (11) KIAT KETUJUH: “Seorang hamba, meski bagaimanapun tingginya tingkat istiqomahnya, maka ia tidak boleh bersandar kepada amalnya” Kewajiban seorang hamba adalah tidak bersandar kepada amalnya, meski bagaimanapun tingginya tingkat istiqomahnya, walaupun bagaimanapun tingginya keshalehannya. Jangan sampai ia tertipu dan silau dengan ibadahnya, shalatnya, puasanya, dzikirnya ataupun ketaatan lainnya yang ia…

  • 10 Kiat Istiqomah (11)

    10 Kiat Istiqomah (11)

    Baca pembahasan sebelumnya 10 Kiat Istiqomah (10) KIAT KEENAM: “Istiqomah tidak terwujud kecuali dengan ikhlas karena Allah dan dengan pertolongan Allah, serta sesuai dengan perintah Allah” Keistiqomahan seorang hamba tidaklah terwujud kecuali dengan tiga perkara, yaitu: Dengan ikhlas karena Allah (Lillah), maksudnya: seorang hamba dalam beristiqomah meniti jalan Allah Tabaraka wa Ta’ala yang lurus dan melaksanakan agama Islam ini…

  • 10 Kiat Istiqomah (10)

    10 Kiat Istiqomah (10)

    Baca pembahasan sebelumnya 10 Kiat Istiqomah (9) KIAT KELIMA : “Istiqomah itu terkait dengan ucapan, perbuatan, dan niat” Istiqomah itu terkait dengan ucapan, perbuatan dan niat, maksudnya bahwa hati dan anggota tubuh lahiriyah seorang hamba tertuntut berada di atas jalan istiqomah. Niat seorang hamba hendaklah lurus sesuai dengan syariat Allah, ucapan dan perbuatanpun tertuntut untuk sesuai…

  • 10 Kiat Istiqomah (9)

    10 Kiat Istiqomah (9)

    Baca pembahasan sebelumnya 10 Kiat Istiqomah (8) “Istiqomah yang tertuntut adalah beribadah kepada Allah sesuai dengan sunah, apabila tidak mampu, maka mendekatinya”, kaidah ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala: فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ “Maka istiqomahlah (dengan mengikhlaskan ibadah) kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. (QS. Fushshilat: 6), karena di dalam ayat ini terdapat penyebutan istigfar setelah perintah istiqomah yang mengandung…

  • 10 Kiat Istiqomah (8)

    10 Kiat Istiqomah (8)

    Baca pembahasan sebelumnya 10 Kiat Istiqomah (7) Berdasarkan penjelasan yang telah lalu, maka dalam ajaran Islam seorang hamba diperintahkan untuk melakukan as-sadad dalam melaksanakan ajaran Islam, dan jika ia tidak mampu maka beralih kepada muqarabah. Jadi, seorang hamba teruntut untuk berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melakukan as-sadad, dan ia tidak menyengaja untuk meninggalkan as-sadad. Namun jika ia tidak mampu untuk melakukan as-sadad barulah ia beralih kepada muqarabah, sehingga…

  • 10 Kiat Istiqomah (7)

    10 Kiat Istiqomah (7)

    Baca pembahasan sebelumnya 10 Kiat Istiqomah (6) Kiat Keempat “Istiqomah yang tertuntut adalah beribadah kepada Allah sesuai dengan sunah, apabila tidak mampu maka mendekatinya” Agar seseorang bisa istiqomah, maka perlu memperhatikan dua perkara: Pertama: Beribadah dan taat kepada Allah Ta’ala, serta beramal shaleh sesuai dengan sunah (syariat Islam). Kedua: Apabila tidak mampu, maka mendekati sunah (syariat Islam). Nabi shallallahu…

  • Sepuluh Bahasa Cinta Dalam Mendidik Anak (9)

    Sepuluh Bahasa Cinta Dalam Mendidik Anak (9)

    7. Ciuman cinta Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya- berkata, قَبَّلَ النَّبِىّ صلى الله عليه وسلم الْحَسَنَ بْنَ عَلِىٍّ ، وَعِنْدَهُ الأقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيمِىُّ جَالِسًا ، فَقَالَ الأقْرَعُ : إِنَّ لِى عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ مِنْهُمْ أَحَدًا ، فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم، ثُمَّ قَالَ : مَنْ لا يَرْحَمُ لا يُرْحَمُ…

  • Sepuluh Bahasa Cinta Dalam Mendidik Anak (8)

    Sepuluh Bahasa Cinta Dalam Mendidik Anak (8)

    4. Kata Cinta عن أنس بن مالك رضي الله عنه أنه مر على صبيان فسلم عليهم وقال كان النبي صلى الله عليه وسلم يفعله Diriwayatkan dari Anas, bahwa beliau melewati beberapa anak kecil lalu beliau (Anas) memberi salam kepada mereka dan berkata, “Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hal tersebut” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Abu…