Category: Informasi
-

Zikir Sebagai Penerang Qalbu
BERZIKIR mempunyai adab-adab tertentu, baik sebagai pengantar, sesudah, atau ketika pelaksanaannya. Ada adab yang bersifat lahiriah dan ada pula yang bersifat batiniah. Adab pengantar Sebelum melaksanakan zikir, sebaiknya terlebih dulu bertobat, membersihkan jiwa dengan riyadhoh (olah) rohani, melembutkan sirr (batin) dengan menjauhkan dan dengan kaitan hati dengan makhluk, memutuskan segala penghalang, memahami ilmu-ilmu agama, dan…
-

Teladan Peradaban Islam dalam Menerima Musafir (5-Habis)
Para sufi juga memanfaatkan ‘funduq’ untuk menginap dan tempat saling diskusi Masih terkait fungsi funduq–istilah penginapan pada era keemasan Islam. Ada pula kisah ulama Damaskus dari abad ke-13, Imam adz-Dzahabi. Dia menuturkan, seorang ulama besar dari Andalusia (Spanyol), Baqi bin Mukhlad, mengunjungi Baghdad dalam rangka thalab al-‘ilm. Tujuannya hendak belajar hadits kepada Imam Ahmad bin Hambal, yang kebetulan sedang…
-

Teladan Peradaban Islam dalam Menerima Musafir (4)
Para penguasa Muslim amat memerhatikan para pencari ilmu Funduq–istilah hotel pada era keemasan peradaban Islam–menampilkan sisi kosmopolitan peradaban agama ini. Tempat itu menjadi salah satu ruang publik di mana interaksi sosial berlangsung secara wajar. Tidak ada diskriminasi agama dan bangsa. Semuanya diperbolehkan menginap, selama mematuhi norma yang berlaku dan tentu saja membayar sewa kamar (bagi funduq komersil). Mereka dianggap…
-

Pelajaran ke Enam: Akhirat Tempat Tinggal Kita
PADA suatu hari, Syaqiq al-Balkhi beliau termasuk salah seorang dokter hati- berkata kepada muridnya, Hatim al-Asham, “Apa yang telah engkau pelajari dariku sejak menyertaiku (selama 30 tahun)?” Hatim al-Asham menjawab, “Ada enam hal: Kelima, saya melihat orang-orang saling mencintai dan saling membenci. Saya melihat orang yang mencintai tidak memiliki sedikit pun terhadap orang yang dicintainya,…
-

Pelajaran ke Tiga: Penggunjing Bukanlah Musuh Kita
PADA suatu hari, Syaqiq al-Balkhi beliau termasuk salah seorang dokter hati- berkata kepada muridnya, Hatim al-Asham, “Apa yang telah engkau pelajari dariku sejak menyertaiku (selama 30 tahun)?” Hatim al-Asham menjawab, “Ada enam hal: Ketiga, saya memandang bahwa setiap orang mempunyai musuh. Lalu saya merenung. Ternyata orang yang menggunjingku bukanlah musuhku, bukan pula orang yang berbuat…
-

Pelajaran Pertama: Ragu Mengenai Rezeki
PADA suatu hari, Syaqiq al-Balkhi beliau termasuk salah seorang dokter hati- berkata kepada muridnya, Hatim al-Asham, “Apa yang telah engkau pelajari dariku sejak menyertaiku (selama 30 tahun)?” Hatim al-Asham menjawab, “Ada enam hal: Pertama, saya melihat orang-orang masih ragu mengenai rezeki. Tidak ada di antara mereka melainkan kikir terhadap harta yang ada di sisinya dan…
-

Teladan Peradaban Islam dalam Menerima Musafir (3)
Tidak ada diskriminasi, termasuk yang atas nama agama Constable dalam Housing the Stranger in the Mediterranean World (2003) mengklasifikasi funduq tidak jauh berbeda daripada sistem perhotelan saat ini. Mereka memakai klasifikasi “bintang-bintang.” berpendapatan menengah ke bawah memilih funduq dengan harga sewa yang relatif terjangkau—mungkin sekelas “hotel melati” saat ini. Setiap unit funduq, apa pun kelasnya, biasanya dilengkapi toko untuk memenuhi kebutuhan harian…
-

Teladan Peradaban Islam dalam Menerima Musafir (2)
Banyak ‘funduq’ yang menjadi tempat penginapan para saudagar yang singgah dari luar Para pemilik hotel pada era keemasan Islam selalu memiliki juru masak terbaik yang dibayar dengan upah sepadan. Seperti halnya kamar-kamar tidur, dapur menjadi tolok ukur reputasi suatu funduq–sebutan untuk hotel pada masa itu. Terlebih lagi bagi hotel-hotel yang memang bertujuan komersial. Hidangan yang tersaji…
-

Teladan Peradaban Islam dalam Menerima Musafir (1)
Prof Raghib as-Sirjani menguraikan di dalam buku Sumbangan Peradaban Islam pada Dunia (2011), sistem perhotelan yang dibina dinasti-dinasti Muslim amat memerhatikan aspek sosial. kota Islam menyediakan makanan dan minuman cuma-cuma kepada para fakir miskin dan ibnu sabil. Maka dari itu, funduq dinamakan pula sebagai rumah perjamuan (dar adh-dhiyafah). Malahan, ada cukup banyak hotel yang berfungsi khusus menampung para pengelana yang…
-

Jangan Saling Memata-matai (Tujuh Larangan Rasulullah)
SAUDARAKU, dalam buku Hayatush Shahabah, ada sebuah riwayat mengenai khalifah Umar bin Khatab ra. Suatu malam, Umar berjalan bersama Abdullah bin Masud memeriksa keadaan kota Madinah. Tiba- tiba, mata beliau melihat sebuah rumah yang diterangi cahaya dari bagian dalamnya. Kemudian, Umar menghampiri sumber cahaya itu sehingga ia melihat ke dalam rumah tersebut. Ternyata di rumah…
