Category: Informasi
-

Bencana: Antara Fenomena Alam dan Iman
BANYAK orang berkata bahwa bencana alam itu adalah hanya sebuah bencana yang harus terjadi sebab bencana alam seperti gempa dan lain lain, itu merupakan sebuah proses dari fenomena alam itu sendiri, tanpa ada hubungan dengan perbuatan manusia atau takdir Tuhan. Ini merupakan pendapat dan pemahaman bencana alam dari pandangan sekuler atau pemahaman orang yang tidak percaya…
-

Tidak Ada yang kebetulan dalam Hidup
Kita yang sering kita mengucapkan tanpa sengaja, seolah-olah hidup tidak jelas juntrungan.Padahal, hadirnya saya, Anda dan kita semua di suatu tempat bukanlah sebuah kebetulan. Ini pula yang menjadi keyakinan saya setiap kali mengunjungi Masjidil Haram. Berjalan di antara tiang tiangnya yang megah, bersandar di salah satu pojok, berjalan dan berlari dari Safa dan Marwah, thawaf-mengelilingi 7 kali…
-

Mari Bersama ke Taman Surga!
UNTUK menikmati keindahan taman Surga, tak mesti menunggu terlebih dahulu ke negeri akhirat. Oke memang taman Surga di akhirat adalah bagian dari Surga haqiqi, namun menurut sabda nabi, di dunia ini ada yang disebut taman Surga. Suatu ketika, Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu mendengar Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا…
-

Surga Tempat Pedagang Jujur
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: « التَّاجِرُ الأَمِينُ الصَّدُوقُ الْمُسْلِمُ مَعَ الشُّهَدَاءِ – وفي رواية: مع النبيين و الصديقين و الشهداء – يَوْمَ الْقِيَامَةِ » رواه ابن ماجه والحاكم والدارقطني وغيرهم “Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Seorang pedagang Muslim yang…
-

Jalan Masuk Setan ke Dalam Diri Manusia
SETAN adalah musuh yang nyata. Maka perangilah setan itu. Bagaimana cara memerangi setan? Dengan cara memahami dan mengetahui jalan-jalan setan masuk ke dalam diri. Apa jalan-jalan setan itu? Ialah mazmumah atau sifat-sifat buruk dalam diri. Sebagai contoh ialah sifat hasad atau dengki. Ketika seseorang dengki pada orang lain, ia akan buruk sangka. Buruk sangka bisa…
-

Kebanyakan Orang-orang Saleh Punya Firasat Tajam
DICERITAKAN bahwa Imam Syafii dan Muhammad bin al-Hasan pernah melihat seorang laki-laki. Imam Syafii berkata, “Sesungguhnya lelaki itu adalah seorang tukang kayu.” Sedangkan Muhammad bin al-Hasan berkata, “Sesungguhnya lelaki itu adalah seorang pandai besi.” Lantas keduanya bertanya kepada lelaki tersebut tentang profesinya. Lalu di menjawab, “Dulu saya seorang pandai besi dan saya sekarang tukang kayu.”…
-

Kecerobohan Kaum Muslimin Terkait Kewajiban Zakat
Meremehkan kewajiban zakat dan malas mengeluarkan zakat sesuai waktunya merupakan kemungkaran dan kemaksiatan yang riil terjadi di tengah-tengah kaum muslimin. Zakat merupakan salah satu rukun Islam. Zakat merupakan kewajiban kaum muslimin yang berkaitan dengan masalah harta. Merupakan kewajiban atas setiap kaum muslimin untuk menunaikan zakat ketika sudah tiba saatnya untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak…
-

Nasihat Fajar
Subuh itu terasa nikmat. Selepas shalat berjamaah, dilanjutkan dengan zikir maktubah, penulis melihat kedua anak penulis, Alvin dan Amer, sedang terlibat diskusi kecil dengan mushaf di tangannya, persis di salah satu tiang masjid yang menghadap keluar. Udara segar dan cuaca yang sangat sejuk pagi itu membersitkan keharuan bercampur bahagia. Kedua anak penulis yang kini sudah…
-

Bisakah Mengenal Keluarga dan Kerabat di Surga?
Setelah manusia meninggal, mereka dipisahkan dengan keluarga dan teman-temannya dengan waktu yang sangat lama. Di mulai dari perpisahan menunggu di alam kubur, padang mahsyar, proses hisab, melewati shirath, kejadian di qantharah. Perlu diketahui bahwa satu hari akhirat sebagaimana 1000 tahun di dunia. Dengan waktu menunggu yang sangat lama ini, apakah kita masih ingat atau sudah…
-

Mengapa Engkau Menangis, Saudaraku?
ABDURRAHMAN bin Auf adalah salah satu sahabat nabi yang juga merupakan saudagar kaya raya dan terkenal di penjuru Madinah. Ia begitu saleh dan dermawan. Sepertiga hartanya ia pinjamkan kepada penduduk Madinah. Sepertiganya lagi ia gunakan untuk membayar utang mereka. Sepertiga sisanya ia bagi-bagikan kepada mereka. Seluruh penduduk Madinah turut menikmati kekayaannya. Tidak hanya dermawan, Abdurrahman…
