Category: Informasi
-

Keluarga Tidak Sempurna Bukanlah Alasan untuk Berhenti Mencintaimu, Istriku!
Mencintai adalah perkara mudah, tapi bertahan dari terpaan rintangan dalam menjaganya yang sulit. Jika diberi kesempatan untuk jatuh cinta, berapa kali pun itu, aku ingin menggunakannya untuk jatuh cinta padamu tiap hari. Mencintai adalah perkara mudah, membuktikannya kadang-kadang sulit. Terlebih, jika turut campur orang lain pada kehidupan kita. Mencintai adalah perkara mudah, bertahan dari terpaan…
-

Etika Menasihati Orang Lain
Nasihat memiliki tempat yang penting dalam agama Islam. Memberi nasihat dapat memantapkan persaudaraan di antara umat Islam. Terlebih, bila nasihat yang disampaikan seorang Muslim semata-mata hanya karena Allah dan muncul sebagai wujud kasih sayang terhadap saudaranya. Tak heran jika Nabi Muhammad SAW menjadikan nasihat sebagai tiang agama sekaligus barometer dalam melaksanakan agama. Tamim ad-Dari RA…
-

Contohlah Sifat Kedermawanan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Dengan Bersedekah
Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling dermawan, dan kondisi beliau paling dermawan adalah di bulan Ramadhan di saat bertemu Jibril ‘Alaihis salam, di mana Jibril ‘alaihis salam sering bertemu beliau pada setiap malam dari bulan Ramadhan, lalu Jibril mengajarkannya al-Qur`an, dan sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa…
-

Indahnya Saling Menasihati Diantara Kaum Muslimin
Sesungguhnya nasihat itu diperuntukkan bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi Rasul-Nya, dan bagi kaum mukminin. Nasihat adalah perkara yang sangat agung bagi setiap muslim. Bahkan, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjadikannya sebagai pokok ajaran agama, ketika Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Agama itu adalah nasihat. “ Kami berkata: “Kepada siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah shallallaahu ‘alaihi…
-

Menasehati Tanpa Melukai
Ketika seseorang hendak memberikan nasehat hendaklah memperhatikan adab-adabnya karena adab tersebut sangat menentukan diterima atau tidaknya nasehat. Beberapa adab yang perlu diperhatikan adalah sebagaimana berikut ini… Siapakah yang tak ingin hidayah mengetuk hati orang yang dicintai? Orang tua, kerabat dekat, teman, tetangga, dan bahkan orang-orang di luar Islam. Hidayah yang melembutkan hati yang keras, menyabarkan…
-

Lima Etika Memberi Nasihat
Agar saat menyampaikan nasihat menuju kebenaran dapat tersampaikan dengan baik, seorang Muslim perlu memperhatikan etika memberi nasihat kepada orang di sekeliling kita. Lantas apa saja etika memberi nasihat itu? Syekh al-Mishri mengungkapkan ada beberapa etika dalam memberi nasihat kepada orang lain: Pertama, niat tulus hanya karena Allah SWT. Pemberi nasihat hanya mengharapkan ridha Allah dan…
-

Bisakah Kita Masuk Surga Tanpa ke Neraka Dahulu?
PERTANYAAN ini tentu sering diajukan oleh berbagai macam orang atau bahkan menggelitik perasaan kita sendiri. Apakah kita sebagai seorang muslim sudah pasti masuk surga? Apakah kita harus “dicuci” terlebih dahulu di neraka baru diperbolehkan mencicipi surga? Atau bagaimana caranya agar kita masuk surga tanpa harus ke neraka terlebih dahulu? Menurut Ustaz Ahmad Sarwat Lc, mungkin…
-

Awas! Jangan Anda Sakiti Orang Miskin
KAYA dan miskin tak pernah menjadi ukuran kemuliaan di mata Allah swt. Bagi Allah, harta duniawi adalah hal yang paling tak berarti, buktinya orang-orang kafir pun juga mendapat limpahan rezeki dari-Nya. Tak hanya itu, terkadang orang miskin lebih memiliki kemuliaan di sisi-Nya. Buktinya Allah menghapus pahala sedekah jika disertai dengan menyakiti hati si penerima, karena…
-

Menyentuh Mushaf Al Qur’an bagi Orang yang Berhadats
Pada kesempatan kali ini, ada suatu pembahasan menarik yang akan kami sajikan mengenai hukum menyentuh mushaf Al Qur’an bagi orang yang berhadats seperti dalam keadaan tidak suci, dalam keadaan junub, dalam keadaan haidh dan nifas. Apakah orang-orang seperti ini diperkenankan untuk menyentuh mushaf? Tentu saja kita harus kembali pada dalil untuk membicarakan hal ini. Semoga…
-

Tidak Boleh Menyentuh Al Quran Kecuali Orang yang Suci
Ingat, tidak boleh menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci. Jadi dalam keadaan berwudhu barulah mushaf Al-Qur’an boleh disentuh. Orang yang berhadats besar atau kecil tidak boleh menyentuh mushaf Al-Qur’an baik seluruh atau sebagiannya. (Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 17: 127) Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, وَالصَّحِيحُ فِي هَذَا الْبَابِ مَا ثَبَتَ عَنْ الصَّحَابَة – رِضْوَانُ اللَّهِ عَلَيْهِمْ – وَهُوَ…
