Category: Informasi
-

Kasih Sayang Allah Kepada Hamba yang Bertaubat
Allah memberikan kasih sayangnya terhadap hambanya yang serius ingin memperbaiki diri. Allah SWT berfirman, “Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, Allah mengampuni semua dosa, sesungguhnya Dialah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka, kembalilah kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datangnya azab…
-

Bangga dengan Suatu yang Tak Dimiliki, Bagai Memakai Dua Baju Kedustaan
Terkadang seseorang membanggakan sesuatu keutamaan pada dirinya, padahal itu bukan miliknya atau padahal pada hakekatnya ia tidak memiliki keutamaan tersebut. Orang seperti ini bagaikan menggunakan dua pakaian kedustaan. Dari Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata: أنَّ امْرَأَةً قالَتْ: يا رَسولَ اللهِ، أَقُولُ إنَّ زَوْجِي أَعْطَانِي ما لَمْ يُعْطِنِي فَقالَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ: المُتَشَبِّعُ بما لَمْ…
-

Nazar Dalam Mimpi?
Ustadz, kami pernah bermimpi bahwa kami melakukan nazar di dalam mimpi, untuk menyembelih sapi jika anak telah menikah dan tidak terkena mara bahaya. Dan ini sapi alhamdulillah sudah terlanjur terbeli. Bagaimana menyikapi nazar seperti ini? Hamba Allah, di Sumsel Jawaban: Bismillah wal hamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala rasulillah wa ba’du. Pertama, kita pahami terlebih…
-

Inilah Penyakit-penyatik Hati yang Menjangkiti Para Pendebat
DI ANTARA kita sudah tidak merasa asing dengan istilah debat, sementara agama kita (Islam), senantiasa mengingatkan adanya penyakit-penyakit hati yang menjangkiti pada pendebat. Bagaimana para ulama melihat masalah ini? عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا ضَلَّ قَوْمٌ بَعْدَ هُدًى كَانُوا عَلَيْهِ إِلاَّ أُوتُوا الجَدَلَ (رواه الترمذي (3253), 5/ 232, وقال:…
-

Kuningan Kekurangan Dai Pembina Mualaf
Pembinaan agama terhadap mualaf sangat penting untuk menguatkan akidah mereka. Dai pembina mualaf di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat saat ini jumlahnya masih minim. Padahal, para mualaf membutuhkan pembinaan usai bersyahadat. Ketua Program Mualaf Center Baznas (MCB) Kabupaten Kuningan, Suhro menyebutkan saat ini hanya memiliki dua dai pembina mualaf yang disebut dengan istilah ‘dai rawan akidah’. Kedua dai tersebut ditempatkan…
-

Ini Kalangan dari Etnis China yang Banyak Jadi Mualaf
Hanya sedikit etnis China pengusaha yang jadi mualaf. Ketua Yayasan Haji Karim Oei dan juga Ketua Masjid Lautze, Ali Karim, mengatakan, kriteria mualaf etnis China di Indonesia berasal dari kelas pekerja. Hanya segelintir kecil saja yang berasal dari kelas pengusaha besar. “Yang jadi mualaf (dari etnis China) itu kebanyakan kelas pekerja. Ada pengusaha, pengusaha besar ya, itu paling hanya…
-

Menghadapi Pelaku Maksiat, Bagaimana Sikap Kita?
Islam mengajarkan adab menghadapi pelaku maksiat Dalam kehidupan orang-orang yang beriman, pasti akan menemui sebagian orang yang hidup dalam kemaksiatan. Namun seperti apa sikap yang harus dilakukan? Dikutip dari laman Saaid pada Sabtu (27/2), yang diambil dari buku karya Imam Masjid Nabawi, Abdul Muhsin Bin Muhammad Al Qasim berjudul Langkah Pasti Menuju Bahagia, orang beriman hendaknya tetap berada dalam…
-

Mukmin adalah Cermin bagi Saudaranya (Bag. 3)
Baca penjelasan sebelumnya pada artikel Mukmin adalah Cermin bagi Saudaranya (Bag. 2). Bismillah wal hamdulillah, wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du. Pada penjelasan sebelumnya telah kami jelaskan sikap seorang mukin terhadap saudarnaya yang seiman: (1) memantulkan rupa dengan tampilan yang halus; (2) menampakkan rupa hanya saat kamu berada di depannya. Pada artikel ini akan…
-

Pengertian Kalalah dalam Hukum Waris Islam
Apakah pengertian Kalalah dalam hukum waris Islam? Berikut penjelasannya. Dalam Alquran, kata kalalah disebutkan sebanyak dua kali. Berada dalam satu suroh, yakni Q.S an-Nisa ayat 12 dan 176. Allah berfirman: وَاِنۡ كَانَ رَجُلٌ يُّوۡرَثُ كَلٰلَةً اَوِ امۡرَاَةٌ وَّلَهٗۤ اَخٌ اَوۡ اُخۡتٌ فَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِّنۡهُمَا السُّدُسُ ۚ فَاِنۡ كَانُوۡۤا اَكۡثَرَ مِنۡ ذٰ لِكَ فَهُمۡ شُرَكَآءُ فِى الثُّلُثِ مِنۡۢ بَعۡدِ وَصِيَّةٍ…
-

Dimana Ibunda Nabi Yusuf as?
Mungkin kita heran mengapa dalam kisah Nabi Yusuf as tidak pernah disebutkan tentang ibunda beliau ? Kecuali sempat disinggung sedikit dalam sebuah ayat : وَرَفَعَ أَبَوَيۡهِ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ “Dan dia menaikkan kedua orang tuanya ke atas singgasana.” (QS.Yusuf:100) Dan ibunda Yusuf as juga disinggung dalam mimpi Nabi Yusuf as ketika beliau bermimpi sebelas bintang, matahari…
