Category: Informasi
-

Jangan Beribadah secara Berlebihan
Sikap berlebih-lebihan dalam semua aspek kehidupan dilarang oleh Allah Ta’ala dan tidak disukai oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Jika dalam hal ibadah sikap berlebih-lebihan saja dilarang, maka lebih-lebih lagi larangan berlebih-lebihan dalam hal-hal yang dibolehkan seperti makan, minum, tidur, dan lain sebagainya. Disebutkan dalam surat al-A’raf, Allah Ta’ala memerintahkan makan dan minum, serta melarang…
-

Di Antara 77 Cabang Iman adalah Mencintai Rasulullah SAW
Mencintai Rasulullah SAW adalah fondasi utama dalam agama. Mencintai Rasulullah SAW merupakan salah satu pilar agama yang sangat mendasar. Kecintaan terhadap Rasulullah SAW merupakan fondasi dalam mempertahakan ajaran-ajaran agung Rasulullah. Dalam kitab Qaami’ at Tughyan karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Banten menuliskan bahwa salah satu di antara 77 cabang iman adalah mencintai Rasulullah SAW. Ini berlandaskan pada sabda Rasulullah bahwa…
-

Rasulullah tak Pernah Ajarkan Kebencian, Malah Sebaliknya
Rasulullah SAW menyerukan membuang jauh kebencian. Islam adalah agama yang damai dan penuh cinta. Islam selalu mengajak untuk berbuat baik dan menghindari balas dendam. Mencintai sesama merupakan bentuk kita memiliki iman dan menjadi bukti akan ajaran Islam yang luar Mungkin, tak jarang dari kita yang tidak suka dengan perilaku orang lain. Tak satu pun dari…
-

Macam-Macam Lafal Salam (Bag. 5)
Makruhnya menggunakan lafazh : عَلَيْكَ السَّلامُ atau عَلَيْكُمُ السَّلامُ ketika memulai mengucapkan salam Hukum seseorang yang memulai mengucapkan salam dengan menggunakan lafazh : عَلَيْكَ السَّلامُ atau عَلَيْكُمُ السَّلامُ adalah makruh, karena lafazh tersebut adalah tahiyyah (ucapan salam) yang diucapkan oleh penyair dan selain mereka untuk orang yang sudah meninggal dunia. Dari Abu Jurayyi Al-Hujaimiy radhiyallahu ‘anhu berkata: ‘Saya menemui…
-

Macam-Macam Lafal Salam (Bag. 4)
Dari Abu Hurairoh radhiyallahu ‘anhu (ia mengkisahkan) bahwa seorang laki-laki menemui lewat di depan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau sedang berada di sebuah majelis, lalu ia mengucapkan: سَلاَمٌ عَلَيْكُمُ kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : عشر حسنات “Sepuluh kebaikan (untuknya)”. Lalu lewatlah laki-laki yang lain, kemudian mengucapkan : سَلاَمٌ عَلَيْكُمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : عشرون حسنة…
-

Macam-Macam Lafal Salam (Bag. 3)
Bolehkah As-Salāmu Diganti Salāmun Termasuk perkara yang jarang diketahui dan jarang diamalkan di masyarakat kita adalah mengucapkan salam tanpa menggunakan alif lam, sehingga lafal as-salāmu ‘alaikum menjadi salāmun ‘alaikum. Bagaimanakah Hukumnya? Tidak mengapa seseorang memulai mengucapkan salam dengan menggunakan salah satu dari lafal yang telah disebutkan. Allah telah menjelaskan taḥiyyah (salam penghormatan) kepada penduduk surga dalam firman-Nya berikut ini, جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ…
-

Macam-Macam Lafal Salam (Bag. 2)
Baca pembahasan sebelumnya: Macam-Macam Lafal Salam (Bag. 1) An-Nawawi raḥimahullāh dalam kitab Riyāḍuṣ Ṣālihīn dalam bab Kaifiyyatis Salām menjelaskan bahwa dianjurkan seseorang memulai mengucapkan salam dengan lafal السَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ Assalāmu‘alaikum wa raḥmatullāhi wa barakātuh Pada lafal salam di atas, digunakan kata ganti jamak (kum ‘kalian’), walaupun orang yang menerima salam tersebut hanyalah satu orang saja. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Nabi ṣallallāhu…
-

Macam-Macam Lafal Salam (Bag. 1)
Ucapan salam mengandung makna yang agung. Seharusnya seorang muslim bangga dan bersemangat menebar salam. Ucapan salam merupakan ucapan penghormatan di antara kaum muslimin sekaligus merupakan syiar kaum muslimin. Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk menyebarkan salam. Dalinya adalah dari Abu Hurairah yang menyatakan bahwa rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda لا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا ، وَلا تُؤْمِنُوا حَتَّى…
-

Jagalah Kehormatan Saudaramu
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَتَدْرُوْنَ مَا الغِيْبَةُ؟ قَالُوْا: اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ، قِيْلَ : أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِيْ مَا أَقُوْلُ؟ قَالَ: إِنْ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ، وَ إِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ “Apakah kalian tahu apa itu gibah?” Para sahabat mengatakan:…
-

Zalim, Pemilik Usaha tak Berikan Hak Pekerja
DALAM hubungan antara pemilik usaha dengan pekerja, Nabi shallallahu alaihi wasallam menganjurkan disegerakannya pemberian hak pekerja. Beliau bersabda, “Berikanlah upah pekerja sebelum kering keringatnya.”(Hadis riwayat Ibnu Majah, 2/817; Shahihul Jami, 1493). Salah satu bentuk kezaliman di tengah masyarakat muslim adalah tidak memberikan hak-hak para pegawai, pekerja, karyawan atau buruh sesuai dengan yang seharusnya. Bentuk kezaliman…
