Dengarkan Panggilan Hatimu

Setiap manusia selama fitrahnya masih “sehat”, maka di dalam dirinya ada penegur dan pemberi nasehat yang selalu menegur dan mengingatkannya ketika melenceng dari jalan kebenaran.

Al-Qur’an menyebutnya “Nafsul Lawwamah”, Allah Swt berfirman :

وَلَآ أُقۡسِمُ بِٱلنَّفۡسِ ٱللَّوَّامَةِ

“Dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri).” (QS.Al-Qiyamah:2)

Penegur yang ada di hati seorang mukmin adalah jalan baginya untuk mengambil langkah kebaikan dan menjauhi semua bentuk keburukan dan kedzaliman.

Jiwa inilah yang membuatnya selalu merasa dibawah pengawasan dan perhatian Allah Swt dalam setiap kondisi.

إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيبٗا

“Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS.An-Nisa’:1)

وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ

“Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Hadid:4)

Sebagaimana pula penegur yang ada di dalam hati seorang mukmin menguatkan keyakinan tentang Malaikat yang selalu mencatat setiap amal yang ia lakukan. Dan semua yang tercatat itu kelak akan disodorkan kepada pelaku masing-masing dan ia akan membacanya sendiri.

وَإِنَّ عَلَيۡكُمۡ لَحَٰفِظِينَ – كِرَامٗا كَٰتِبِينَ – يَعۡلَمُونَ مَا تَفۡعَلُونَ

“Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (amal perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Infithar:10-12)

وَكُلَّ إِنسَٰنٍ أَلۡزَمۡنَٰهُ طَٰٓئِرَهُۥ فِي عُنُقِهِۦۖ وَنُخۡرِجُ لَهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ كِتَٰبٗا يَلۡقَىٰهُ مَنشُورًا – ٱقۡرَأۡ كِتَٰبَكَ كَفَىٰ بِنَفۡسِكَ ٱلۡيَوۡمَ عَلَيۡكَ حَسِيبٗا

“Dan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka. “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu.” (QS.Al-Isra’:13)

Penegur yang ada di hati seorang mukmin adalah yang membuatnya bahagia ketika berbuat baik dan gundah ketika berbuat keburukan. Rasulullah Saw pernah bersabda tentang hal ini :

“Jika keburukanmu membuatmu sedih dan kebaikanmu membuatmu bahagia maka engkau adalah seorang mukmin.”

Sayyidina Muhammad bin Ali Al-Jawad pernah berpesan :

“Seorang mukmin memerlukan tiga perangai : Taufiq dari Allah, penegur dari hatinya dan mau menerima nasehat orang yang menasehatinya.”

Semoga bermanfaat.

KHAZANAHALQURANcom