Kronologi dan Klarifikasi Resmi Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad (UAS) menyampaikan klarafikasi dan kronologi kejadian penolakan atasnya oleh elemen ormas di Bali.

Ustadz Somad menjelaskan, pada Kamis, 7 Desember 2017, ia mendapat berita di group WA bahwa KRB menetapkan syarat bahwa Ustadz Somad diterima di Bali jika mau berikrar di Rumah Kebangsaan.

“Saya menolak karena, pertama, saya bukan pemberontak,” demikian rilis Ustad Abdus Somad (UAS) kepada hidayatullah.com, Ahad (10/12/2017). Alasan kedua karena Ustadz Somad menegaskan bahwa ia tidak terdaftar di ormas terlarang.

“Ketiga, saya mendapat beasiswa Mesir-Indonesia tahun 1998 setelah lulus Pancasila dan P4. Saya lulus tes PNS 2008 karena bukan anti Pancasila. Sampai sekarang mengajarkan cinta kebangsaan dari kampus sampai desa terpencil,” ungkapnya.

Lalu, pada Kamis, jam 22.15 WIB. Ustadz Somad mengiririmkan pesan WhatsApp (WA) ke panitia kajian Ustadz Somad.

“Pak, kalau mereka tetap meminta saya ikrar kebangsaan. Saya tidak hadir.” Panitia menjawab, “Kita masih dialog dengan Polda.”

Pada Jumat, 8 Desember 2017, pukul 00.15 WIB, Ustadz Somad mengirim pesan WA ke panitia, “Bagaimana Pak, sudah ada keputusan?”

Jam 04.17 WIB balasan dari panitia masuk: “Kami koordinasikan ke berbagai pihak, tafadh-dhol Ustad untuk berangkat.” “Saya pahami dari WA ini bahwa masalah sudah clear,” ungkap Ustadz Somad.

Pada Jumat pukul 12.30 WITA, Ustadz Somad dan tim mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali. “Kami sudah menunggu panitia di bandara, kami dibawa ke hotel. Makan dan istirahat.”

Jumat pukul 16.00 WITA.

“Saya dibangunkan, saya curiga akan ‘disidang’. Saya minta kepada tim untuk membeli tiket. “Kita pulang, karena ini di luar kesepakatan. Kelihatannya kita dijebak’. Saya dibawa ke salah satu ruangan hotel. Disana sudah menunggu sekitar 10-15 orang,” ungkapnya.

“Mereka meminta saya berikrar. Saya klarifikasi bahwa semua yang dituduhkan ke diri saya adalah fitnah. Karena saya menolak berikrar, mereka melontarkan kata-kata tidak layak: ‘Ngeles!’, ‘Seperti PKI’, ‘Panitia mendatangkan Ustadz otak SD’, ‘Pulangkan saja!’, dan lain-lain,” ungkapnya.

“Saya memilih pulang. Saya kembali ke kamar hotel untuk siap-siap pulang ke bandara.”

Sekitar pukul 17.00 WITA.

Ustadz Somad lanjut cerita. Saat itu Ketua PW NU Bali yang dari awal mendampingi, menangis, memikirkan apa yang akan terjadi kalau Ustadz Somad pulang. Dari pihak hotel menyampaikan bahwa situasi di seputaran hotel (lobby, halaman) tidak terkendali, massa KRB demo penolakan, hotel tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Seorang Bapak Polisi masuk menyampaikan ada jalan belakang hotel menuju mobil jika ingin meninggalkan hotel karena pintu depan tidak terkendali,” ungkapnya.

“Kapolresta Denpasar dan Dandim masuk, meminta agar mempertimbangkan, selamatkan umat. Di Masjid An-Nur sudah ada 5.000-an jamaah yang siap datang ke hotel. Situasi memanas dan mencekam.”

Sekitar pukul 18.00 WITA.

“Bismillah. Saya dan semua yang ada di kamar menuju ruangan mediasi awal. Pak Kapolres memberikan sambutan singkat. Gus Yadi membawa bendera, dicium semua yang ada di ruangan,” tuturnya.

“Kami keluar ruangan menuju lobby hotel. Pengunjuk rasa bergemuruh. Pengawalan ketat.

Pengunjuk rasa tetap berteriak: ‘Nyanyikan dari hati, jangan di mulut saja!’. Menyanyikan Indonesia Raya. Saat bersalaman mereka menarik dan mencengkeram kuat.

Setelah usai, kami kembali ke kamar.”

Baca: ‘Ustadz Somad dan Tim Sehat Walafiat Tanpa Kekurangan Apapun’
Selepas Isya.

Ustadz Somad dan tim menuju Masjid An-Nur, ceramah 100 menit. Jamaah antusias.

“Acara selesai, kami kembali ke hotel. TvOne minta live call jam 22.00 WITA.”

“Saya sampaikan untuk menenangkan netizen yang heboh: ‘Saya dalam keadaan aman. Sudah Tabligh Akbar. Sudah di hotel’,” tuturnya.

Lalu pada Sabtu, 9 Desember 2017.

Kajian shubuh di Masjid Baiturrahmah berjalan lancar, kemudian seharian penuh Ustadz Somad istirahat dan menyambut tamu-tamu dan jamaah di hotel.

Menjelang maghrib, hadir PW NU, Muhammadiyah, MUI Bali, GNPF, dan lain-lain. “Bakda isya kami ke Masjid Baiturrahmah Tabligh Akbar terakhir.”

Ahad, 10 Desember 2017.

“Selepas shalat shubuh kami menuju bandara didampingi MUI, GNPF, dan Kepolisian.”

“Mereka masih memunculkan berita-berita di medsos bahwa saya menolak ikrar karena benar anti NKRI,” sebut Ustadz Somad, mungkin maksudnya “mereka” adalah pihak-pihak yang menolak kehadiran sang ustadz.

Menurutnya, “Jamaah tersakiti karena mereka menuduh saya tidak berani pulang karena sudah termakan honor. Saya sampaikan, ini fitnah. Semua honor di Bali sudah saya kembalikan ke panitia.”

“Kami orang Riau, walau tidak kaya masih tumbuh sebatang dua batang pohon sawit yang menghantarkan kami ke Kairo tahun 1998 saat 1 dolar Rp 20.000,- karena ongkos dibebankan ke siswa.”

Ustadz Somad pun berharap diambil tindakan hukum terhadap mereka yang sudah merusak kebinekaan yang terjaga di Bali selama ini. Hadirnya Raja Bali DR Ida Cokorde Pemecutan XI dan beberapa tokoh Hindu pada Tabligh Akbar tadi malam membuktikan bahwa para provokator ini tidak mewakili rakyat Bali.

“Agar kaum Muslimin Bali membentuk Aliansi Muslim Bali untuk menjaga internal dan eksternal tetap menjaga kerukunan dengan saudara Hindu Bali, untuk mengantisipasi para provokator yang dapat merusak kerukunan di masa akan datang,” tambahnya.

“NKRI Harga Mati الله اكبر,” ungkap Ustadz Somad.

“(Hamba Allah yang dhaif, Abdul Somad),” tulisnya mengakhiri. Informasi diterima hidayatullah.com, siang nanti Ustadz Somad akan menyampaikan konferensi pers zuhur nanti di Pekanbaru.*

 

HIDAYATULAH

MUI Serukan Aksi Rakyat Bela Palestina

Aksi 1712 disebut sebagai momentum persatuan bangsa.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin, mengajak rakyat Indonesia menyatukan aksi membela Palestina dari keputusan sepihak Amerika Serikat (AS) mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Ahad (17/12) nanti. Menurut Kiai Ma’ruf, menunjukkan sikap pembelaan terhadap Palestina merupakan kewajiban rakyat Indonesia.

“Bahkan, kami juga mengajak agama lain, kelompok lain untuk ikut bersama-sama supaya ini juga menunjukkan adanya kemanusiaan dan persatuan Indonesia untuk bela Palestina,” ujar Kiai Ma’ruf seusai rapat koodinasi Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina bersama ormas Islam di Kantor MUI Pusat, Kamis (14/12). Aksi itu akan dipusatkan di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia di Jakarta Pusat.

Kiai Ma’ruf mengingatkan, Palestina juga pernah membantu Indonesia pada masa kemerdekaan. Sejarah mencatat, selepas proklamasi, seorang ulama Palestina bernama Amin al-Husaini menyambangi pimpinan-pimpinan negara Arab mendorong dukungan bagi kemerdekaan Indonesia. Pengakuan Mesir, negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, yakni hasil kampanye Amin al-Husaini.

Bagi warga yang hendak hadir pada aksi itu, Kiai Ma’ruf mengimbau untuk tetap mengedepankan akhlakul karimah. Walaupun umat Islam Indonesia sangat tersakiti dengan keputusan Presiden AS Donald Trump, menurut Kiai Ma’ruf, mereka harus tetap berkapala dingin.

“Tidak menimbulkan kekacauan provokasi dan juga jangan mengucapkan kalimat-kalimat yang tidak layak. Tetap menjaga sopan santun yang akhlakul karimah,” kata Rais Aam PB Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

Kiai Ma’ruf juga mengajak seluruh rakyat Indonesia membuat petisi kepada Amerika Serikat terkait pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Petisi tersebut perlu dibuat untuk memperkuat dukungan Indonesia terhadap Palestina. Masyarakat juga perlu mendorong pemerintah untuk mengambil langkah-langkah lebih aktif.

Berbeda dengan aksi-aksi sebelumnya, MUI akan memimpin langsung aksi pada Ahad (17/12). Aksi ini menargetkan massa kurang lebih dua juta orang dari beberapa daerah yang dianjurkan menggunakan pakaian putih.

Aksi tersebut akan dihadiri para tokoh agama dan tokoh lintas agama, serta akan diawali dengan kegiatan shalat subuh bersama. Kiai Ma’ruf menuturkan, ada estimasi aksi nanti akan diikuti secara masif. “Terutama basisnya nanti dari Banten, Jakarta, Jabar, tapi banyak juga luar daerah dari Solo biasanya datang,” kata Kiai Ma’ruf.

Panitia Aksi 1712 telah melajukan rapat koordinasi dengan Mabes Polri pada Rabu (13/12) kemarin di ruang rapat Baintelkam Polri. Rapat koordinasi itu dipimpin Wakabaintelkam Polri Brigjen Lucky Hermawan dengan dihadiri panitia aksi. Di antaranya, KH Marsudi Syuhud sebagai wakil PBNU, Ustaz Zaitun Rasmin mewakili MUI, dan Amirsyah Tambunan mewakili PP Muhammadiyah.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga menyambut positif aksi tersebut. Demonstrasi, menurut Menag, merupakan tindakan yang positif dalam era demokrasi saat ini. “Ya saya pikir itu(demonstrasi) adalah sebuah ungkapan unjuk rasa menyampaikan aspirasi atas kebijakan yang tidak hanya mengecewakan, tapi merusak upaya kita bersama untuk mewujudkan perdamaian di Palestina, ujar Lukman Hakim, kemarin.

Menag mengingatkan, sebuah perkumpulan dalam jumlah besar akan mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Oleh karana itu, Lukman Hakim berpesan kepada penggagas dan pelaku aksi agar disiplin sehingga aksi tidak mudah disusupi dan tidak menimbulkan citra buruk terhadap umat Islam.

Sedangkan Wasekjen Dewan Pertimbangan MUI, Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan, Aksi 1712 menjadi momen bagi umat Islam untuk bersatu kembali. “Allah sayang pada umat Islam dan bangsa Indonesia. Dengan adanya isu Palestina ini, saya kira ini jadi momen penting untuk persatuan, setelah yang terkesan tercabik di Aksi 212,” ucapnya.

Sekjen PBNU Helmy Faisal mengatakan, jika Aksi 1712 tidak dilaksanakan dengan cara-cara kekerasan, warga NU sudah semestinya ikut serta. “PBNU mempersilakan kepada warga NU untuk melakukan aksi, sepanjang dilaksanakan dengan cara yang baik dan menjaga agar tidak melakukan cara-cara kekerasan,” ujar Helmy, kemarin.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) juga mengajak tokoh agama lain untuk bergabung dalam Aksi Indonesia Bersatu Bela Palestina. “Jadi saya kira urusan ini tidak cukup umat Islam saja, lebih baik lagi kalau undang elemen-eleman lainnya, sehingga lebih menunjukkan sebuah bangsa,” ujar Aa Gym, kemarin. Ia mengatakan, akan mengerahkan ribuan santrinya sebagai petugas kebersihan.  (Pengolah: fitriyan zamzami)

 

REPUBLIKA

Mengajarkan Anak Pendidikan Akidah

Dalam ajaran Islam, pendidikan akidah bagi anak merupakan kewajiban. Allah SWT memberikan contoh dalam surah Luqman, bagaimana mengajarkan anak tentang tauhid. “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar’.” (QS Luqman :13).

Cara mempertahankan akidah pun diajarkan dalam QS al-Kafirun. Surah ini menjadi landasan dari nilai-nilai toleransi di dalam Islam. “Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah. Dan kalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kalian sembah, dan kalian tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku.”

Pendidikan agama, akhlak dan membaca Alquran bahkan menjadi fokus utama Nabi Muhammad SAW dalam melakukan pembinaan pendidikan agama Islam. Hal itu dilakukan supaya manusia dapat mempergunakan akal pikirannya untuk memperhatikan kejadian manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan alam semesta sebagai anjuran pendidikan akliyah dan ilmiyah.

Dikutip dari buku Mahmud Yunus tentang “Sejarah Pendidikan Islam”, Rasulullah mengajarkan bahwa anak merupakan pewaris ajaran Islam. Anak pun harus disiapkan sebagai generasi penerus melanjutkan misi menyampaikan Islam ke seluruh penjuru alam.  Hal tersebut juga telah tertera dalam Alquran, surah at-Tahrim ayat 6. “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu: penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Pada Quran surah an-Nisa ayat 9, Allah SWT berfirman agar  tidak meninggalkan anak dan keturunan dalam keadaan lemah dan tidak berdaya menghadapi tantangan hidup. “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

 

REPUBLIKA

Apa Arti Halal?

Dewasa ini banyak diskusi ihwal apakah makanan ini dan itu halal atau tidak. Bagi seseorang yang memilih makanan halal berdasarkan agama dan budaya, kepastian itu sangat penting.

Diskusi halal tak jauh dari restoran, layanan pesan antar, kafe, dan cemilan.Tim media Brimingham Mail mencoba menjabarkan apa itu makanan halal? Apa bedanya dari makanan lainya?

Apa arti halal?

Halal berarti ‘diperbolehkan’ dalam bahasa Arab. Kata itu menggambarkan apapun yang diperbolehkan berdasarkan hukum Islam.

Meski paling sering digunakan untuk menggambarkan makanan dan minuman, halal bisa merujuk pada objek atau aktivitas. Kemudian, Islam menyebut hal yang tak diizinkan sebagai haram.

Apa makanan dan minuman yang tidak dibolehkan?

Alquran melarang umat Islam mengkonsumsi daging babi, darah, dan bangkai. Pun kitab suci umat Islam itu juga melarang Muslim memakan hewan yang meninggal akibat dicekik, dipukuli, atau jatuh. Selain itu, Islam melarang umatnya memakan hewan yang dikorbankan di altar.

Daging binatang harus disembelih atas nama Allah SWT. Sehinga, hewan yang dibunuh tanpa menyebut nama Allah SWT, haram dikonsumsi.

Hal yang memabukkan, seperti alkohol juga tidak diperbolehkan. Selain itu, kosmetik, obat-obatan, dan produk kesehatan juga harus bebas dari zat terlarang.

Apa tanaman dan hewan boleh dimakan umat Islam?

Umat Muslim bisa memakan tanaman, buah, sayuran, dan biji-bijian yang tak mengandung zat beracun atau narkotika. Burung apapun bisa dimakan, kecuali burung pemangsa dan bangkai burung. Namun, makhluk terbang lainnya, seperti kelelawar, tidak bisa dimakan.

Hewan halal dipebolehkan, seperti, sapi, domba, kambing, unta, rusa, antelop, dan kelinci. Kendati Islam tak melarang konsumsi kuda, bagal, atau keledai, tetapi memakan hewan-hewan itu menyinggung pemeluk keyakinan lain.

Muslim tidak diijinkan makan daging binatang bertaring atau bergading. Muslim bisa mengkonsumsi hewan laut bersisik. Semua makhluk laut yang akan dikonsumsi, harus dalam keadaan hidup saat diambil dari air.

Umat Islam tidak diperkenankan makan reptil. Pun mereka dilarang makan serangga, kecuali belalang.

Apa yang membuat ayam halal berbeda dengan ayam lainnya?

Muslim diizinkan makan ayam, selama dibunuh menggunakan metode Islam. Muslim biasanya menyebut nama Allah SWT dan menyiapkan pisau tajam untuk memotong leher ayam. Setelah tenggorokan dipotong, darah dibiarkan mengalir.

Muslim tidak diperbolehkan mengkonsumsi darah, pankreas, kandung empedu, kandung kemih, atau organ reproduksi binatang.

Apakah makanan halal lebih sehat?

Menyiapkan makanan menggunakan metode halal dikatakan lebih sehat. Karena darah yang terkuras dari tubuh hewan mengandung bakteri dan racun berbahaya. Daging itu terasa lebih enak, lebih empuk, dan segar lebih lama.

Artikel itu menulis, Muslim mengklaim penolakan terhadap daging babi bukan karena takut terinfeksi cacing parasit. Tidak ada penelitian ilmiah yang dilakukan mengenai efek diet halal terhadap kesehatan manusia.

Adakah keadaan, umat Islam bisa makan makanan yang dilarang?

Ya, jika tidak ada makanan halal yang tersedia. Seorang Muslim diperbolehkan makan makanan tak halal untuk mencegah kematian. Namun, tindakan itu harus benar-benar dalam kondisi terpaksa.

Jadi apa artinya halal?

Kosher atau halal adalah istilah yang digunakan dalam hukum makanan Yahudi yang dikenal sebagai Kashrut. Makanan yang bisa dimakan menurut undang-undang ini disebut halal.

Banyak orang menganggap itu hanya persamaan Yahudi dan Islam tentang halal, tetapi itu tak sama persis. Kesamaannya, kedua agama itu tidak membiarkan pemeluknya memakan daging babi.

 

REPUBLIKA

 

————————————–
Artikel keislaman di atas bisa Anda nikmati setiap hari melalui smartphone Android Anda. Download aplikasinya, di sini!

Mukmin yang Paling Cerdas

Dalam satu hadis yang diriwayat kan Ibnu Umar RA disebutkan, pernah ada se orang Anshar meng hadap Rasulullah SAW. Orang itu bertanya, “Wahai Ra sulullah, mukmin manakah yang paling utama?” Beliau SAW menjawab, “Orang yang paling baik akhlaknya.” Orang itu bertanya lagi, “Mukmin manakah yang paling cerdas?” Nabi SAW lalu menjawab, “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya menghadapi kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang paling cerdas.” (HR Ibnu Majah dengan derajat hasan).

Hadis di atas dengan jelas menyatakan bahwa mukmin yang paling utama adalah yang paling baik akhlaknya. Ustaz Khalid Basalamah menuturkan, ada beragam definisi tentang akhlak yang dijelaskan oleh para ulama. Salah satu di antara definisi itu adalah ‘tidak membalas keburukan yang orang lain lakukan kepada kita dengan keburukan pula’.

Pengertian akhlak tersebut sejalan dengan firman Allah SWT, “Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tibatiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan se olah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS Fussilat [41]: 34).

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, kata Ustaz Khalid, sudah pasti ada saja orang-orang yang tidak senang dengan kita. Mereka kadang suka mempergunjingkan atau mengumbar aib kita di hadapan masyarakat. Tak ha nya itu, mereka bahkan tega ber buat zalim terhadap diri kita, se hingga menyebabkan kita kesulitan dalam menyelesaikan berbagai urusan.

“Menghadapi orang-orang se perti itu, kita tidak perlu memba las keburukan mereka dengan ke burukan pula. Tidak usah membalas ghibah dengan ghibah. Ja ngan juga membalas fitnah de ngan fitnah. Karena tidak ada dosa yang tidak akan dihukum dan tidak ada pahala yang tidak akan diganjar oleh Allah SWT,” ujar Ustaz Khalid saat mengisi kajian Islam di Masjid Jenderal Sudirman WTC Setiabudi, Jakar ta Selatan, pekan lalu.

 

REPUBLIKA

Shalat Sunah yang Dianjurkan Rasulullah

Dikutip dari Shalat-Shalat Sunah Rasulullah karangan Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul, shalat sunah sebelum Subuh termasuk shalat sunah rawatib yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW. Sampai-sampai, Rasulullah SAW menjelaskan, dua rakaat sebelum Subuh itu lebih baik dari dunia dan seisinya.

Nabi SAW selalu mengerjakannya serta tidak pernah meninggalkannya baik saat berada di rumah atau dalam perjalanan. Hadis sahih dari Abu Maryam menceritakan, Rasulullah pernah dalam satu perjalanan malam. Di ambang Subuh, Rasulullah singgah kemudian tidur. Orang-orang pun ikut tidur. Mereka kemudian terbangun ketika matahari telah terbit menyinari. Rasulullah pun menyuruh muazin mengumandangkan azan. Kemudian, Nabi mengerjakan shalat dua rakaat sebelum shalat Subuh.

Rasulullah pun mencontohkan untuk berbaring di atas lambung kanan setelah menunaikan shalat sunah itu. Meski demikian, apa yang dicontohkan itu bukan termasuk wajib, melainkan sunah. Ini berdasarkan keterangan dari Aisyah yang diriwayatkan Imam Bukhari, Nabi terbiasa berbincang-bincang dengan Aisyah, jika tidak maka beliau berbaring,  setelah shalat sunah tersebut hingga dikumandangkan ikamah sebagai tanda shalat.

 

REPUBLIKA

Amalan Saleh yang Kekal

Zikir adalah salah satu amal saleh yang kekal. Di mana dengan berzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala akan mendatangkan banyak kebaikan. Diantaranya, dapat menghapus dan menghilangkan kesalahan, meyelamatkan dari azab Allah, menambah rasa conta dan iman keoada Allah, dan menganugrahkan kemualian.

Zikir adalah ibadah yang paling mudah, tapi mulia dan istimewah. Karena gerakan lidah merupakan gerakan anggota badan yang paling rringan. Tetapi Allah memberikan keistimewaan dan pahala yang lebih yang tidak diberikan kepada lainnya. Oleh karena itu, Allah memerintahkan hamba-Nya agar selalu berzikir

Firman Allah subhanahu wa ta’ala,

“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.”(QS. Al Ahzab: 41-42)

Dalam buku Ensiklopedia Islam Al Kamil yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijiri, disebutkan amalan-amalan saleh yang kekal yang bisa digunakan unt berdizikir,

1. Subhanallah.

Maknanya adalah mengkultuskan dan menyucikan Allah dari segala aib dan kekurangan. Dan meniadakan sekutu bagi-Nya dalam hal Rububiyyah dan Uluhiyyah-Nya, meniadakan penyerupaan dalam semua nama dan sifat-Nya.

2. Alhamdulillah.

Maknanya adalah menetapkan segala pujian untuk-nya. Dialah yang terpuji dalam zat-Nya, nama-Nya, sifat-Nya dan Dia terpuji juga atas perbuatan-perbuatan dan anugrah-Nya dan atas din dan syariat-Nya.

3. La ilaaha illallah.

Maknanya adalahg tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Kalimat la ilaaha illallah menafikan peribadatan dari semua makhluk dan menetapkannya hanya kepada Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya.

4. Allahu Akbar.

Maknanya adalah menetapkan sfat-sifat keagungan, kebesaran, dan kesombongan hanya milik Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya.

5. La Haula Wala Quwwata Illa Billah.

Maknanya adalah sesungguhnya hanya Allah saja yang memiliki daya dan kekuatan, tidak ada yang bisa mengubah keadaan selain Allah saja. Dan tidak mungkin kita melakukan perbuatan apa pun selian dengan pertolongan dari Allah.

 

Sumber: Ensiklopedia Islam Al Kamil yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijiri. Bagain Kedua Fikih Alquran Dan Ash Sunnah. Amalan-amalan saleh yang kekal. Hal 493.

REPUBLIKA

Agar Kita Terhindar dari Dosa Tersembunyi

Melakukan dosa tersembunyi saat tidak bersama dengan handai taulan dan beribadah dalam suasana ramai pernah diramalkan Rasulullah SAW. Dalam hadis dari Tsauban, dikisahkan bahwa orang-orang itu menerjang apa yang diharamkan Allah SWT saat sedang bersepian.  “Sungguh saya telah mengetahui bahwa ada suatu kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan sebesar Gunung Tihamah yang putih. Kemudian Allah menjadikannya debu berterbangan. Tsauban bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sebutkanlah ciri-ciri mereka dan jelaskanlah perihal mereka agar kami tidak menjadi seperti mereka tanpa disadari.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya mereka adalah saudara kalian dan dari golongan kalian. Kulit mereka sama dengan kulit kalian, mereka shalat malam sebagaimana kalian, tetapi mereka adalah kaum yang jika bersepian. Mereka menerjang hal yang diharamkan Allah.”(HR Ibnu Majah).

Makna hadis Tsauban, yakni menerangkan sifat-sifat manusia. Di antara mereka, ada yang bermaksiat saat sendiri dan hatinya memang menentang Allah. Manusia lainnya bermaksiat saat sendiri karena dikalahkan syahwatnya. Padahal, seharusnya keimanannya mampu mencegah dirinya untuk bermaksiat. Namun, dalam beberapa kondisi, syahwatnya telah menguasainya dan membutakannya. Syahwat itu menjadikan pemiliknya buta dan tuli. Akhirnya, dia pun terjerembap dalam lembah dosa.

Dosa-dosa tersembunyi dilakukan seakan Allah tak bisa mengetahui apa yang disembunyikan. Sudah sejak lama seorang Muslim diajarkan bahwa Allah lebih dekat daripada urat leher seseorang. Dalam Asmaul Husna, Allah pun memiliki sifat Maha Mengetahui atau al-Khabir. Allah merupakan Zat Pencipta yang lebih tahu apa yang diciptakan. Allah juga mengetahui mana yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada. Lantas, mengapa manusia masih melakukan dosa ‘tersembunyi’?

Fariq Gazim Anuz menguraikan beberapa hal agar kita tidak melakukan dosa tersembunyi. Pertama, tobat dari dosa yang berulang. Seorang pendosa setelah menyadari dan mengakui kesalahan dan dosanya kemudian bertekad untuk tidak mengulanginya sambil beristighfar, tobatnya akan diterima dengan seizin Allah SWT. Allah yang Maha Pengampun pun memberi motivasi kepada para pendosa agar tidak berputus asa dalam bertobat. “Wahai hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan maksiat), janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS az-Zumar [39]:53).

Berikutnya, menumbuhkan perasaan selalu diawasi Allah. Adanya rasa bahwa Allah dekat dan mengawasi makhluk-Nya akan membuat kita takut berbuat dosa. Allah yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu bersama dengan kita di belahan dunia manapun kita berada. Ibnu Rajab Rahimahullah pernah berkata dalam kitabnya Syarhu Kalimat al Ikhlas. “Seorang lelaki pernah merayu seorang wanita di tengah gurun pasir pada malam hari. Namun, si wanita menolak. Lelaki itu berkata, ‘Tak ada yang melihat kita kecuali bintang-bintang.’ Kemudian, dijawab si perempuan. ‘Lantas ke manakah pencipta bintang-bintang itu?'”

Tak hanya itu, perasaan malu pun selayaknya ditumbuhkan untuk menghindari dosa. Sebagai bagian dari iman, malu akan membuat seorang hamba menjaga diri. Sebagaimana wasiat Rasulullah SAW, “Bersikap malulah kalian kepada Allah. Para Sahabat menyatakan: Wahai Rasulullah, kami telah bersikap malu kepada Allah, Alhamdulillah. Nabi bersabda: Bukan demikian. Tapi, sesungguhnya sikap malu dengan sebenar-benarnya kepada Allah adalah menjaga kepala dan apa yang ada padanya, menjaga perut dan yang dikandungnya, dan mengingat kematian dan akan datangnya kebinasaan, dan barang siapa yang menginginkan kehidupan akhirat dan meninggalkan perhiasan dunia. Barang siapa yang melakukan hal itu, maka ia telah bersikap malu dengan sebenar-benarnya kepada Allah.”(HR at-Tirmidizi, an-Nasai).

 

REPUBLIKA

Dosa Tersembunyi

Syahdan, seorang ulama sufi terkemuka di Marwah, Basrah, berteman dengan seorang ahli ibadah yang baru tobat dari maksiat. Dia rajin shalat malam dan selalu puasa Senin-Kamis. Pada suatu ketika, Manshur bin Ammar, nama ulama itu, putus kontak dari temannya. Khalayak mengabarkan jika dia sedang sakit. Manshur pun pergi ke rumah si fulan untuk menjenguknya. Anak perempuannya lantas menemui Manshur. Dia pun mengantar Manshur menemui ayahnya.

Si sakit ternyata sedang tidur di ranjang di tengah rumah. Mukanya menghitam, matanya berlinang air mata dan bibirnya bengkak. Manshur lantas berkata kepadanya, “Wahai saudaraku, perbanyaklah berkata laila ha illallah.” Dia pun membuka mata dan menatap mata Manshur dengan tajam lalu tak sadarkan diri.

Manshur mengulanginya hingga tiga kali. Pada bisikan ketiga, temannya itu bangun. Dia berkata kepada Manshur. “Wahai Manshur, aku telah terhalang dari kalimat itu. Lidahku kelu tidak mampu mengucapkannya.” Manshur lantas bergumam, “La hawla wala quwwata illa billahil aliyyil adhim’ (tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung). “Wahai saudaraku, di manakah shalat, puasa, dan tahajudmu?”

Temannya pun membuat pengakuan. Dia bertobat bukan untuk Allah. Tobatnya hanya palsu. Semua ibadah itu dilakukan hanya untuk dihormati orang. Ibadahnya menghilang saat sedang menyepi sendiri. “Bila aku menyepi seorang diri, aku masuk ke dalam rumah dan menutup gorden. Aku minum khamar dan menentang Allah dengan kemaksiatan-kemaksiatan,” kata temannya Manshur.

Saat dia ditimpa penyakit hingga hampir wafat, dia lantas menyuruh anak perempuannya untuk mengambilkan mushaf. Kemudian, dia berdoa, “Ya Allah, demi Allah yang menurunkan Alquran yang agung dengan kebenaran, mohon sembuhkanlah aku! Aku berjanji tidak akan kembali melakukan dosa untuk selamanya,” kata dia, seperti dituturkan Manshur. Allah pun mengabulkan doanya. Dia sembuh dari penyakitnya.

Setelah sembuh, dia kembali sering melakukan maksiat. Uangnya dihamburkan di jalan haram. Dia terlena dalam kesenangan dunia hingga beberapa lama. Sampai pada suatu hari, dia kembali diserang penyakit. Kondisi badannya terus memburuk hingga sekarat.

Si fulan ini kemudian kembali memerintahkan keluarganya untuk membawakan mushaf. Lantas, dia pun mulai membaca Alquran. “Lalu aku pegang mushaf itu seraya berdoa, ‘Ya Allah, demi Allah yang telah menurunkan kitab-Mu yang mulia, mohon sembuhkanlah aku dari penyakitku ini.”

Allah masih mendengar doa fulan. Penyakitnya pun kembali disembuhkan. Nyatanya si fulan kembali terjerembap ke jurang dosa. Seperti biasa, dia kembali meminta keluarganya mengambil mushaf. Hanya, matanya kali ini sudah tidak bisa membaca.

Dia kemudian bercerita kepada Manshur. Saat berdoa kepada Allah SWT untuk memohon kesembuhan, tiba-tiba terdengar suara seperti orang memanggil. “Engkau bertobat tatkala engkau sakit dan kembali ke perbuatan dosa saat engkau sembuh. Betapa banyak dia menyelamatkanmu dari kesusahan dan betapa banyak dia menyingkap musibah saat engkau diuji. Tidakkah engkau takut kematian mendatangimu saat engkau bergumul dengan dosa yang kau mainkan?’

Usai mendengar kisah si fulan, Manshur pun keluar dari rumahnya sambil berderai air mata. Belum sampai Manshur tiba di depan rumah, sampailah berita bahwa si fulan telah meninggal dunia. (Dikutip dari buku Taubat dari Dosa yang Tersembunyi karangan Fariq Gazim Anuz).

 

REPUBLIKA

10 Tanda Terjadinya Kiamat

DI ANTARA dalil-dalil yang menunjukkan tanda-tanda besar dari kiamat adalah apa yang diriwayatkan dari Hudzaifah bin Asid al Ghifari yang berkata bahwa Nabi saw datang kepada kami ketika kami sedang saling mengkaji suatu hal.

Beliau saw berkata, “Apakah yang sedang kalian bahas?” mereka menjawab,”Kami sedang mengingat tentang hari kiamat.” Beliau bersabda,”Sesungguhnya kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian menyaksikan sebelumnya sepuluh tanda.” Maka beliau menyebutkan, yaitu,”Keluarnya asap tebal, munculnya dajjal, binatang bumi, terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, turunnya Isa bin Maryam, Yajuj dan Majuj, tiga pembenaman bumi, di timur, di barat dan di semenanjung Arabia dan terakhir adalah keluarnya api dari Yaman yang akan menggiring manusia ke Mahsyar mereka.” (HR. Muslim)

Apa yang disebutkan didalam hadits diatas tentang sepuluh urutan tanda-tanda besar dari kiamat tidaklah menunjukkan uratan berdasarkan waktu terjadinya karena didalam hadits lain yang diriwayatkan juga oleh Imam Muslim dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya tanda-tanda (besar, pen) yang pertama muncul adalah matahari terbit dari arah barat, keluarnya binatang ditengah-tengah manusia pada waktu dhuha”

Dari sepuluh tanda-tanda besar yang disebutkan di atas maka ada enam yang dapat dilihat orang-orang beriman sedangkan sisanya tidaklah bisa dilihat. Keenamnya itu adalah kemunculan dajjal, Isa bin Maryam, Yajuj dan Majuj, terbitnya matahari dari tempat terbenamnya dan keluarnya asap.

Sedangkan empat lainnya, yaitu pembenaman bumi di timur, pembenaman bumi di barat, pembenaman bumi di semenanjung Arabia serta keluarnya api dari dasar teluk Adn atau dari timur yang akan menggiring manusia ke Mahsyar (tempat pengumpulan) mereka.

Tiga pembenaman bumi tersebut tidaklah terjadi kecuali bumi sudah didiami oleh orang-orang yang paling jahat, sementara itu tak satu pun orang yang beriman ada diatasnya, sebagaimana disebutkan di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi bahwa pembenaman bumi itu terjadi apabila alat-alat musik dan minuman-minuman keras merajalela.

Juga hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Masud bahwa Rasulullah saw bersabda,”Kiamat tidak akan terjadi kecuali atas manusia-manusia yang paling jahat.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Serta hadits yang diriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Kiamat tidak akan terjadi kecuali apabila di bumi tidak disebut-sebut lagi (nama) Allah, Allah.” (HR. Muslim, Ahmad dan Tirmidzi)

Adapun pendapat yang mengatakan bahwa kemunculan Imam Mahdi beriringan dengan kemunculan Isa bin Maryam kemungkinan disandarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari jalan Muhammad bin Kholid dari Abban bin Sholeh dari al Hasan dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah ada Mahdi kecuali Isa bin Maryam.”

Namun hadits ini lemah sebagaimana disebutkan Syeikh al Banni dan salah satu alasannyasebagaimana juga dikatakan al Baihaqibahwa Muhammad bin Kholid tidaklah dikenal. (as Silsisalah adh Dhaifah juz I hal 154)

Ditambah lagi dengan adanya hadits yang menyatakan bahwa kelak Imam Mahdi akan melaksanakan shalat bersama Isa bin Maryam sebagaimana yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah saw bersabda,”. Tiba-tiba Isa sudah berada diantara mereka dan dikumandangkanlah shalat, maka dikatakan kepadanya, majulah kamu (menjadi imam shalat) wahai Ruh Allah.” Ia menjawab,”Hendaklah yang maju itu pemimpin kamu dan hendaklah ia yang mengimami shalat kamu.” (HR. Ahmad)

Al Hafiz Ibnu Hajar didalam bukunya “Fathul Bari” menyebutkan pendapat Abul Hasan al Abadi didalam “Manaqib asy Syafii” bahwa berbagai berita yang mutawatir menyatakan bahwa al Mahdi adalah dari umat ini sementara Isa melaksanakan shalat dibelakangnya. Dan ini adalah jawaban dari hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Anas,”Tidak ada Mahdi kecuali Isa”.

Imam al Qurthubi mengatakan bahwa ada kemungkinan maksud dari hadits “Tidak ada Mahdi kecuali Isa” adalah tidaklah ada Mahdi yang sempurna dan maksum kecuali Isa, dan makna ini menggabungkan berbagai hadits yang menghilangkan kontradiksi yang ada. (at Tadzkiroh hal 69)

Sebagaimana disebutkan diatas bahwa kemunculan Imam Mahdi adalah pembatas antara tanda-tanda kecil dengan tanda-tanda besar dari kiamat. Maka kemunculan Imam Mahdi tidaklah bersamaan dengan Isa bin Maryam akan tetapi kemunculannya lebih dahulu daripada diturunkannya Isa bin Maryam.

Hal ditunjukkan dengan akan adanya penaklukan Konstantinopel pada masa Imam Mahdi dan setelah itu barulah muncul dajjal lalu diikuti dengan kemunculan Isa bin Maryam, sebagaimana disebutkan didalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Apakah kalian pernah mendengar suatu kota yang terletak sebagiannya di darat dan sebagiannya di laut?”

Mereka (para sahabat) menjawab,”Pernah wahai Rasulullah.” Beliau saw bersabda,”Tidak terjadi hari kiamat, sehingga ia diserang oleh 70.000 orang dari Bani Ishaq (orang-orang kulit putih). Ketika mereka telah sampai di sana, maka mereka pun memasukinya. Mereka tidaklah berperang dengan senjata dan tidak melepaskan satu panah pun. Mereka hanya berkata Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuhlah salah satu bagian dari kota itu.” Tsaur (perawi) itu mengatakan,”Saya tidak tahu kecuali hal ini hanya dikatakan oleh pasukan yang berada di laut.

Kemudian mereka berkata yang kedua kalinya Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar maka jatuh pula sebagian yang lain (darat). Kemudian mereka berkata lagi Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar maka terbukalah semua bagian kota itu. Lalu mereka pun memasukinya. Ketika mereka tengah membagi-bagikan harta rampasan perang tiba-tiba datanglah seorang diantara mereka seraya berteriak,”Sesungguhnya dajjal telah keluar.” Kemudian mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali.”

Didalam Syarhnya Imam Muslim menyebutkan bahwa sebagian mereka ada yang berkata bahwa yang telah dikenal dan terjaga adalah “Bani Ismail” (bukan Bani Ishaq, pen) hal itu ditunjukkan oleh isi dari hadits diatas karena yang dimaksudkan di situ adalah Arab, dan kota itu adalah Konstantinopel.

Sebagaimana diketahui pula bahwa diturunkannya Nabi Isa bin Maryam untuk yang kedua kalinyasetelah kemunculan dajjalpada waktu iqamat shalat shubuh dikumandangkan di al Mannarah al Baidha (menara Putih) di sebelah timur Damaskus untuk membantu Imam Mahdi dan kaum muslimin dalam membunuh dajjal. [Eramuslim ]

 

INILAH MOZAIK