Mengenal 7 Pengikut Dajjal di Akhir Zaman

FITNAH terbesar akhir zaman ditandai dengan kemunculan Dajjal. Dalam banyak hadits tercantum dengan jelas akan bahaya makhluk ini. Bahkan, setiap Nabi pun pasti memperingatkan umatnya untuk waspada agar tak termakan fitnahnya.

Supaya umat Islam bisa terhindar dari fitnahnya di antaranya adalah melalui jalur ilmu. Dengan mengetahui siapa pengikut Dajjal di akhir zaman, paling tidak umat bisa menyiapkan kewaspadaan sejak dini untuk tidak menjadi bagian dari pengikutnya.

Dalam buku “al-Mausū’ah fī al-Fitan wa al-Malāhim wa Asyrāti as-Sā’ah” (2006: 721-727), Dr. Muhammad Ahmad al-Mubayyadh –berdasarkan nash yang ada—ada tuju pengikut Dajjal di akhir zaman.

Pertama, orang-orang Yahudi. Terkait hal ini, Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa kelak Dajjal akan diikuti oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi dari Ashbahan (sekarang masuk wilayah Iran) yang memakai baju tebal berjahit (HR. Muslim).

Hadits ini bukan menunjukkan pembatasan jumlah, namun terkait betapa banyaknya pengikut Dajjal kala itu. Jika di Ashbahan saja pengikutnya sebanyak itu, apalagi di wilayah-wilayah lainnya. Terlebih, Dajjal diberikan kemampuan luar biasa untuk berkeliling dunia dalam waktu yang super cepat, melainkan: Mekah dan Madinah yang dijaga oleh malaikat.

Penyebutan orang Yahudi dikaitkan dengan Dajjal sangatlah menarik bila umat Islam mau menarik benang merah antara kejadian-kejadian di dunia sekarang ini hingga akhir zaman. Bahwa kerusakan-kerusakan yang banyak didalangi orang-orang Yahudi sepanjang zaman kelak akan bertemu dengan muara kerusakan yang dibawa Dajjal. Bisa jadi, mereka telah menyiapkan secara matang kedatangan Dajjal.

Kedua, kelompok-kelompok menyempal dan khawarij. Menurut riwayat Ibnu Majah, Nabi bersabda bahwa akan tumbuh pemuda yang fasih baca al-Qur`an tapi hanya sampai kerongkongan. Setiap kali sekelompik dari mereka muncul, maka pantas dihancurkan. Kemunculannya lebih dari dua puluh kali hingga sampai kedatangan Dajjal.

Dari hadits tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa salah satu pengikut Dajjal adalah Khawarij. Sebuah gambaran umum bagi orang-orang yang dungu, tidak mengetahui dengan baik ajaran-ajaran Islam yang benar, memahami Islam dari lahiriahnya saja, gampang mengkafirkan orang tanpa dasar ilmu dan lain sebagainya yang menggambarkan kepandiran mereka. Orang seperti ini kelak akan menjadi pengikut setia Dajjal.

Ketiga, pelaku bid’ah dan kesesatan.  Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu pernah mendengar sabda Nabi bahwa setiap umat ada Majusinya, sementara Majusi umat ini adalah mereka yang tidak percaya takdir. Kalau berjumpa dengan orang semacam ini, Nabi Shallallahu ‘alaihim melarang untuk menghadiri jenazahnya dan dilarang membesuk mereka di kala sakit karena mereka adalah pengikut Dajjal (HR. Abu Dawud).

Hadits ini menggambarkan secara implisit bahwa kelak pengikut Dajjal adalah orang-orang yang suka melakukan bid’ah (baik secara akidah maupun ibadah) dan suka mengerjakan kesesatan.

Keempat, para wanita. Kelak di akhir zaman –berdasarkan riwayat Ahmad—kebanyakan yang terpengaruh dengan fitnah Dajjal adalah para wanita. Sampai-sampai, ada orang yang mengikat istri, ibu, putrid an saudara perempuannya agar tidak keluar rumah, termakan fitnah Dajjal.

Hadits ini sama sekali bukan bermaksud merendahkan wanita. Menurut Dr. Mubayyadh, banyak di kalangan wanita yang mengikuti Dajjal karena gampang tergoda dengan syahwat dunia, dan tidak begitu mengedepankan akalnya sebagaimana laki-laki.  Sementara itu, fitnah Dajjal yang begitu menggoda –di saat kondisi dunia kala itu begitu memprihatinkan– misalnya api diperlihatkan menjadi air, sebaliknya air diperlihatkan bagai api dan berbagai fitnah lainnya sangat sulit dilawan jika tak berbenteng keimanan.

Kelima, setan. Dalam hadits riwayat Amru bin Ash Radhiyallahu ‘anhu, disebutkan sabda Nabi bahwa di laut ada setan-setan yang dipenjara oleh Nabi Sulaiman Radhiyallahu ‘anhu yang kelak akan keluar membacakan sesuatu kepada manusia.., (HR. Muslim) Kemungkinan keluarnya setan-setan ini adalah menjelang atau saat Dajjal muncul. Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa kelak setan-setan akan berjalan di bagian depan Dajjal yang meneyarukan fitnahnya di berbagai negeri dan kota yang dimasuki Dajjal.

Keenam, tukang sihir. Berdasarkan penelitian Dr. Mubayyadh, di sebagian riwayat ada yang menunjukkan bahwa tukang sihir (dukun dan semacamnya) kelak menjadi pengikut Dajjal. Mereka berjalan di depan Dajjal dengan kebohongan dan kedustaan yang dibuat-buat untuk menyebarkan fitnah Dajjal.

Ketujuh, pengikut hawa nafsu. Pengikut Dajjal yang lain adalah mereka yang tahu bahwa Dajjal itu  dusta, namun mereka tak kuat bersabar menahan fitnahnya akibatnya termakan juga. Abu Nu’aim meriwayatkan dari Ubaid bin Umar al-Laitsi bahwa ketika Dajjal keluar, salah satu yang mengikutinya adalah orang-orang yang mengetahui bahwa Dajjal adalah kafir tapi mereka tetap ikut karena ingin memakan makanannya serta kebutuhan lainnya. Ketika murka Allah turun, maka mereka juga terkena imbasnya.

Dari ketujuh orang pengikut Dajjal, setidaknya umat Islam bisa waspada sejak sekarang dengan tidak latah terhadap orang-orang Yahudi yang konon sekarang menguasai dunia, tidak ikut-ikutan dengan sekte menyimpang seperti khawarij dan semacamnya, tadak melakukan bid’ah serta kesesatan, bagi wanita juga mempersiapkan diri dari berbagai fitnah yang bisa menggelincir atau bagi orang tua menjaga pendidikan terutama anak putrinya dengan baik agar tak gampang termakan fitnah, demikian juga menjauhkan diri dari langkah-langkah seten, tukang sihir dan hawa nafsu.*/Mahmud Budi Setiawan

Tiga Ikatan Setan kepada Orang Tidur

RASULULLAH shallallahu alaihi wasallam mengabarkan bahwa ketika seseorang tidur, setan mengikatnya dengan tiga ikatan. Jika tidak dilepaskan, ikatan-ikatan ini berpengaruh pada jiwa dan semangat. Khususnya semangat beramal.

Bagaimana cara melepaskan ikatan-ikatan tersebut? Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Ketika kalian tidur, setan membuat tiga ikatan di tengkuk kalian. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!” Jika ia bangun lalu berzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika ia berwudhu, lepas lagi satu ikatan berikutnya. Kemudian jika ia mengerjakan salat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, jiwanya jadi kotor dan malas.” (HR. Al Bukhari)

Demikianlah cara setan bekerja. Ia tidak pernah berputus asa untuk menggoda dan menyesatkan manusia. Beragam cara ia lakukan, termasuk program rutin tiap malam. Yakni, setan membuat ikatan di tengkuk orang yang tidur. Bukan hanya satu ikatan, tetapi tiga lapis ikatan. Para ulama berbeda pendapat apakah ikatan yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah ikatan yang sebenarnya atau tidak. Namun pada prinsipnya, para ulama sepakat setan bisa membuat jiwa menjadi kotor dan malas dengan cara seperti hadis tersebut.

Jika kita melihat fenomena kehidupan umat Islam dewasa ini, agaknya program setan ini cukup berhasil. Indikatornya, banyak masjid yang sepi saat Subuh. Banyak muslim yang terlambat bangun alias kesiangan. Lalu efeknya, kita mendapati masyarakat muslim yang karakternya jauh dari nilai-nilai Islam dan semangat beramalnya rendah. Persis seperti akumulasi “khabiitsa an nafsi kaslan” pada hadis tersebut.

Agar bisa melepaskan diri dari tiga ikatan setan tersebut, tidak ada cara lain kecuali mengikuti petunjuk Rasulullah.

Bangun dan berdoa

Langkah pertama adalah segera bangun sebelum fajar dan berdoa. Doanya adalah sebagaimana yang diajarkan Rasulullah:

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan (membangunkan) kami setelah mematikan (menidurkan) kami dan kepada-Nyalah kami dibangkitkan” (HR. Al Bukhari)

Dengan bangun dan mengucapkan doa ini, satu ikatan syetan terlepas.

Berwudhu

Tidak sedikit orang yang bangun sebelum fajar, tetapi ia hanya ke kamar mandi untuk buang air kecil kemudian tidur lagi. Artinya ia belum bisa lepas dari seluruh ikatan setan. Tetapi jika setelah bangun dan berdoa ia kemudian berwudhu, maka terlepaslah ikatan kedua. Kini tinggallah ikatan ketiga, ikatan terakhir.

Salat

Dengan melakukan salat malam minimal dua rakaat, terlepaslah ikatan setan yang ketiga. Jadi seluruh ikatan tersebut lepas sudah. Dan karenanya jiwa orang tersebut menjadi bersih dan ia bersemangat di pagi harinya. Semangat beribadah, semangat beramal, semangat menyemai kebajikan.

Selain menempuh tiga langkah tersebut, sebagian ulama menjelaskan, langkah pencegahan juga tak kalah penting untuk dilakukan. Yakni berzikir dan berdoa sebelum tidur serta menjaga adab-adabnya. Wallahu alam bish shawab. [bersamadakwah]

Benarkah Mimpi Basah Hadiah dari Setan?

ADA seorang anggota jemaah pengajian yang bertanya, benarkah apa yang ia dengar bahwa mimpi basah merupakan hadiah dari setan?

Ustaz Ammi Nur Baits menjawabnya sebagai berikut; Mimpi basah dalam bahasa Arab disebut ihtilam. Pembahasan apakah mimpi basah itu dari setan, terkait dengan pembahasan apakah para nabi mengalami mimpi basah ataukah tidak?

Ada perbedaan pendapat dalam hal ini. Sebelum kita menyimpulkan perbedaan pendapat itu, terlebih dahulu kita simak beberapa hadis yang berbicara tentang itu.

Pertama, sebuah hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, bahwa beliau menyatakan, “Tidak ada seorang nabipun yang mengalami mimpi basah (ihtilam). Mimpi basah itu dari setan.”

Hanya saja banyak di antara para ahli hadis menyatakan hadis ini sebagai hadis dhaif. Di antaranya Ibnu Dihyah sebagaimana yang dinukil Ibnul Mulaqin dalam Ghayah as-Sul (hlm. 290) dan dalam as-Silsilah ad-Dhaifah, hadis ini diberi derajat: hadis bathil. (as-Silsilah ad-Dhaifah, 3/434)

Karena dalam sanad hadis ini terdapat perawi yang bernama Abdul Aziz bin Abi Tsabit. Imam Bukhari dan Imam Abu Hatim menyebutnya, “Munkarul Hadis.” Sementara an-Nasai menyebutnya, “Matrukul Hadis.” (simak: at-Tahdzib, Ibnu Hajar, 6/308)

Untuk itu, kita tinggalkan hadis ini, karena statusnya lemah sekali.

Kemudian, di sana ada hadis lain dari Abu Qatadah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Ar-Rukya itu dari Allah dan al-Hulmu itu dari setan.” (HR. Bukhari 5747 & Muslim 2261).

An-Nawawi menukil keterangan al-Maziri tentang makna ar-Rukya dan al-Hulmu.

“Istilah ar-Rukya untuk menyebut mimpi yang disukai (mimpi baik), sedangkan istilah al-Hulmu untuk menyebut mimpi yang tidak disukai (mimpi buruk). (Syarh Shahih Muslim, 15/17).

Sebagian ulama menjadikan hadis ini sebagai dalil bahwa ihtilam (mimpi basah) adalah dari setan.

Meskipun sebagian memberi sanggahan bahwa makna al-hulmu dalam hadis di atas bukan mimpi basah, tapi mimpi buruk yang menakutkan. Karena itu dalam lanjutan hadis dinyatakan, Barangsiapa yang mengalami al-hulmu (mimpi buruk), hendaknya dia memohon perlindungan dari setan dan meludah ke kiri. Sehingga mimpi ini tidak akan membahayakan dirinya. Sementara anjuran ini (berlindung dari setan dan meludah ke kiri), tidak ada dalam mimpi basah.

Kemudian, ada hadis lain dari Ummu Salamah, yang menceritakan junubnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika masuk subuh, dan beliau melanjutkan dengan puasa, “Dulu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam masuk waktu subuh dalam keadaan junub, bukan karena mimpi basah. Kemudian beliau puasa. (HR. Muslim 1109, Nasai 183 dan yang lainnya).

Makna bukan karena mimpi basah menunjukkan bahwa junub beliau karena hubungan badan dan bukan karena mimpi basah.

Hanya saja, ada dua pemahaman ulama tentang makna kalimat bukan karena mimpi basah dalam kaitannya dengan mimpi basah yang apakah Nabi shallallahu alaihi wa sallam bisa mengalami mimpi basah,

Pertama, kalimat bukan karena mimpi basah menunjukkan bahwa beliau tidak mengalami mimpi basah. Dan di sini disampaikan Ummu Salamah sebagai penegasan bahwa junub itu terjadi karena hubungan badan.

Kedua, kalimat bukan karena mimpi basah mengisyaratkan bahwa mimpi basah mungkin saja dialami Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Karena untuk apa Ummu Salamah menyebutkan bukan karena mimpi basah, sementara beliau tidak mengalami mimpi basah. Jika beliau tidak mengalami mimpi basah, tentu Ummu Salamah tidak perlu menyebutkannya.

An-Nawawi menyebutkan perbedaan ulama dalam masalah ini, ketika membahas hadis status sucinya mani, “Para ulama yang berdalil dengan hadis ini memberikan catatan, bahwa mimpi basah mustahil bagi Nabi shallallahu alaihi wa sallam karena termasuk permainan setan pada orang yang sedang tidur. Oleh karena itu, mani yang ada di baju Nabi shallallahu alaihi wa sallam kecuali karena jimak.”

“Jawaban sebagian ulama memberikan jawaban, bahwa tidak mustahil bagi Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk mengalami mimpi basah dan bukan permainan setan. Bahkan bisa saja beliau shallallahu alaihi wa sallam mengalami ihtilam (mimpi basah) dan itu bukan permainan setan. Akan tetapi karena kelebihan mani yang keluar pada waktu tertentu (Syarh Muslim, 3/198). []

Sejarah Hari Ini: Pesawat Haji Jatuh, 176 Orang Meninggal

Pada 22 Januari 1973, sebuah pesawat yang mengangkut jamaah haji Muslim Nigeria dari Makkah jatuh di Kano, Nigeria. Sebanyak 176 orang tewas.

History mencatat, insiden tersebut adalah kecelakaan udara paling mematikan pada masanya. Jenis pesawat Royal Jordanian Boeing 707-300  milik Nigeria Airways membawa Muslim Nigeria melakukan ibadah ke Makkah di Arab Saudi. Terdapat 198 penumpang dan 11 anggota awak di pesawat.

Pada musim dingin, bandara Kano merupakan medan sulit bagi para pilot mendaratkan pesawatnya. Kano berada di tepi Sahara dan Harmattan. Di sana angin gurun yang berdebu kadang tiba-tiba mengurangi jarak pandang mata tanpa peringatan.

Saat pilot Amerika 707, John Waterman, membawa pesawat ke Kano, tiba-tiba terjadi badai pasir. Kondisi yang menyilaukan memaksa Waterman meninggalkan pendaratan dan mencoba lagi.

Pada upaya kedua, roda pendarat rusak saat pesawat menabrak landasan pacu dan 707 terbakar. Penyebab landing gear gagal tidak pernah ditentukan secara pasti.

Beberapa percaya bahwa landasan pacu dalam kondisi yang buruk dan itu menyebabkan roda gigi hancur.

Beberapa pihak lainnya menyalahkan muatan dalam pesawat terlalu banyak degan bahan bakar tambahan. Secara total, 170 penumpang dan enam awak pesawat tewas dalam kecelakaan itu.

Sebagian besar warga yang tewas dimakamkan bersama. Kecelakaan tersebut juga secara tidak langsung menyebabkan kematian lain ketika seorang bocah lelaki setempat tertangkap basah mencuri dari jasad-jasad itu. Kerabat para korban pun memukul anak itu hingga tewas di tempat.

Dua hari kemudian, jet lain dari Makkah hampir jatuh ketika menabrak pohon saat mendarat di bandara di Lagos, Nigeria.

Bebani Jemaah Umrah, Pemerintah dan DPR Minta Rekam Biometrik Ditunda

Jakarta (Kemenag) — Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim mengatakan bahwa pemberlakuan rekam biometerik sebagai syarat penerbitan visa membebani jemaah umrah. Untuk itu, Pemerintah dan DPR sependapat bahwa Saudi perlu menunda kebijakan tersebut.

Hal ini disampaikan Arfi Hatim saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR RI dan Kemenkumham, Kemenlu,  dan BKPM di Jakarta. Menurut Arfi, setidaknya ada dua alasan rekam biometrik akan merepotkan dan membebani jemaah.

Pertama, kondisi geografis Indonesia yang luas, tidak memungkinkan untuk seluruh jemaah melakukan rekam biometrik. Apalagi, kantor operator Visa Facilitation Service (VFS) Tasheel — perusahaan jasa kelengkapan dokumen termasuk data biometrik– hanya ada di 30 kota-kota besar di Indonesia.

Kedua, jemaah akan dibebankan biaya tambahan atas kebijakan ini. “Pengambilan biometrik ini ada penambahan cost (biaya). Mendaftar secara online, kemudian mengambil jadwal pengambilan biometrik,” kata Arfi di Senayan, Jakarta, Senin (21/01).

“Misalnya jemaah dari Papua harus datang ke Ambon, ke Makassar untuk mengambil biometrik,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM Cucu Koswala. Menurutnya,  perekaman data untuk jemaah umrah melalui VFS Tasheel harus dievaluasi.

“Kalau kita baca, bahwa data terkait WNI harus dilindungi oleh pemerintah. Bagaimana mungkin swasta dari luar negeri, kemudian mengambil data warga negara Indonesia kemudian dikirimkan ke negaranya,” ungkap Cucu.

Cucu menilai, data-data yang akan dikirimkan ke Saudi rentan disalahgunakan. Untuk itu, kebijakan biometrik perlu ditunda hingga infrastruktur biometrik di Indonesia memadai.

“Sepakat dengan temen-teman yang lain, ini ditunda, sampai kondusif,” ujarnya.

Rapat Kemenag dan Kemenkumham dengan Komisi I dipimpin oleh Asril Tanjung dan Bambang Wuryanto. Turut hadir anggota Komisi I lainnya seperti Lena Maryana Mukti, Supiadin, Sukamta hingga Hidayat Nur Wahid.

Komisi I DPR  mendorong kepada pemerintah untuk  mendesak Arab Saudi agar menunda pelaksanaan rekam biometrik sebagai syarat pengajuan visa. Hal ini dalam rangka memberikan perlindungan kepada warna negara Indonesia yang akan melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Amal Saleh Anak Bisa Jadi Sedekah Jariyah Orangtua

ANAK sebagai karunia dari Allah, merupakan rahmat dan rizki yang dinanti para orang tua. Karena anak adalah permata hati yang dengan kesalehannya bisa membahagiakan kedua orang tua di dunia dan di akhirat. Allah berfirman, “Itu adalah rahmat dan berkah Allah curahkan kepadamu.” (QS. 11:73)

Amal saleh anak bisa menjadi sedekah jariyah yang pahalanya tidak akan terputus hingga hari kiamat tiba. Sebab keberadaan anak saleh dikarenakan adanya pengorbanan dan perjuangan yang besar dari para orang tua dalam mendidiknya tanpa kenal waktu. Rasulullah bersabda, “Apabila anak Adam meninggal maka terputuslah amalnya kecuali 3 perkara , yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).

Pantaslah jika anak adalah milik yang paling berharga , menjadi aset yang paling bernilai bagi para orang tua di dunia dan akhirat. Karena itu wahai para orang tua berilah anak nikmat Allah yang teragung yaitu pendidikan mencintai Alquran. Allah berfirman, “Allah Yang Maha Penyayang. Telah mengajarkan Alquran.” (QS. 55 : 1-2)

Pentingnya pendidikan anak mencintai Alquran telah diwasiatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. kepada para orang tua dengan sabdanya, “Didiklah anakmu kepada 3 perkara yaitu mencintai nabimu, mencintai keluarganya, dan (mencintai) membaca Alquran, karena sesungguhnya pelaku Alquran akan berada di bawah naungan Arsy Allah saat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.” (HR. Thabrani).

Mengapa anak harus dididik mencintai Rasulullah, keluarganya dan mencintai Alquran? Karena dalam konsep Islam, anak harus disiapkan menjadi pemimpin yang beriman kokoh, beribadah benar, berakhlak mulia, berwawasan pengetahuan yang luas dan bermanfaat, sehat, mandiri, dan menjadi pejuang dalam melaksanakan dan menegakkan nilai2 Islam hingga kejayaaannya. Merekalah yang akan menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.

Mendidik anak cinta alquran itu dimulai dengan cinta membacanya, cinta menghafal dan mengulangnya, cinta memahami ayat-ayat-Nya, hingga cinta untuk mengamalkan dan berdakwah kepadanya.

 

INILAH MOZAIK

Ada Apa di Balik Sakitmu?

DALAM hidup kita, kita melalui banyak hal. Apalagi bagi seorang yang beriman pada Allah, niscaya Allah tidak akan membiarkan kita mengaku beriman namun kita tidak mengalami sakit, kesedihan dan kesusahan serta kepayahan karena suatu hal.

Allah Subhanahu wataala berfirman, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan“. (QS. Al Baqarah 155)

Allah Azza wa Jalla berfirman, “Kamu benar-benar akan diuji pada hartamu dan dirimu” (QS. Ali Imran: 186). Ujian adalah sunnah kauniyah (ketetapan Allah Azza wa Jalla yang pasti terjadi) bagi setiap Muslim. Seorang Muslim tidak mungkin mengelak dari ujian tersebut. Oleh karena itu, Allah memberi penekanan pada firman-Nya “lanabluwanna” (Ali Imran: 186) di atas dengan menggunakan dua huruf (yaitu huruf lam dan nun yang bertasydid, sehingga makna kalimat tersebut, kamu sungguh sungguh atau benar-benar akan diuji).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Firman Allah (yang artinya), “Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu” seperti firman-Nya (yang artinya) : Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan Innaa lillaahi wainnaa ilaihi rajiun’ (Al Baqarah: 155-156). Seorang Mukmin pasti akan diuji pada harta, jiwa, anak dan keluarganya.”

Sakit yang sedang dialami orang beriman adalah bagian dari ujian atau cobaan Allah. Maka hendaknya ia bersabar. Tetap husnuzh-zhan kepada Allah. Sebab Allah hendak menguji iman dan kesabarannya. Dengan kesabarannya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Begitu pula sabda beliau, “Tidak ada satupun musibah (cobaan) yg menimpa seorang muslim berupa duri atau yg semisalnya, melainkan dengannya Allah akan mengangkat derajatnya atau menghapus kesalahannya.” (HR. Muslim).

Dan sungguh adanya sakit yang merupakan ujian dari Allah, adalah pertanda Allah sayang kepada kita. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridha dengan ujian itu, maka ia akan mendapat keridhaan-Nya. Siapa yang membencinya maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah). [*]

 

 

Bacalah Ayat Kursi Setelah Shalat

TERHINDAR dari neraka dan tentu masuk surga adalah idaman setiap orang. Karena setiap Muslim pasti bercita-cita menjadi penghuni surga. Setiap muslim juga mengimani bahwa hari akhir adalah benar dan dunia hanyalah sementara. Sedangkan kehidupan sesudah hari pembalasan adalah kekal abadi.

Berulangkali dan dalam banyak kesempatan kita memohon pada Allah agar melindungi kita dari siksa api neraka, dan memasukkan kita ke dalam surgaNya yang penuh kenikmatan. Bahkan pada beberapa kesempatan mungkin kita meminta surga Firdaus-Nya.

Ragam amal yang bisa mendekatkan kita ke surga dan menghindarkan kita dari neraka pun kita lakukan dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Rasulullah dalam banyak kesempatan menjelaskan ragam amal shalih yang pelakunya akan diganjar surga kelak. Seperti shalat, zakat, puasa, haji, memperbanyak berdzikir (mengingat Allah) berakhlak terpuji, bersedekah, dan lain-lain.

Salah satu amalan yang akan mendekatkan kita dengan surga adalah merutinkan membaca ayat kursi (ayat 255 surat Al Baqarah) selepas shalat fardhu. Hal ini sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sabdakan, “Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi setelah selesai shalat, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian,” (HR. An Nasai).

Sungguh kematian tak ada yang akan menyangka kedatangannya. Mungkin lebih dekat dari yang kita kira. Maka dari itu mari jadikan surga semakin dekat dengan kita, dan kita dapat melewati penghalang antara kita dengan surga (yakni kematian) dengan sukses.

Setelah kita mengetahui dan memahami ini. hendaknya kita mengamalkannya. Agar kita mendapat fadhilah atau keutamaannya. Apabila kita belum dapat menghafalnya, maka segera hafalkan. Ayat kursi ini hanya satu ayat. Dan ini sebuah ayat yang tidak panjang. Namun kandungannya lengkap.

Semoga Allah mudahkan kita menghafalkannya dan membacanya setiap selesai shalat fardhu. [*]

INILAH MOZAIK