Hasil Jualan Tahu Tempe Ditabung Emas, Pasutri Ini Berangkat Haji ke Tanah Suci

Pasangan suami istri dari Kota Padang Panjang, Amril dan Nurmanetti, memetik hasil dari buah kesabaran yang telah disemai selama bertahun-tahun. Tahun ini, mereka berangkat menunaikan ibadah haji ke tanah suci.

Amril dan Nurmatetti adalah pasangan penjual tahu dan tempe. Keduanya giat menabung dan telah mendaftar haji sejak 2011 lalu.

“Kami menyisihkan rezeki sedikit demi sedikit dan meluruskan niat beribadah ikhlas karena Allah,” kata Amril, Senin (27/6/2022).

Amril telah melakoni profesi sebagai pedagang tahu, tempe dan toge sebelum menikah dengan Nurmanetti. Profesi itu tetap ia jalankan setelah menikahi istrinya itu pada 1999 silam.

Pasca menikah, keduanya bertekad menunaikan ibadah haji bersama-sama. Caranya tak lain adalah dengan menabung hasil penjualan tahu, tempe dan toge.

“Sedikit demi sedikit kami simpan, lalu kami belikan emas hingga bisa terkumpul 45 emas,” ujar Amril.

Sebanyak 45 emas itu kemudian dijadikan uang. Lantas digunakan untuk mendaftarkan haji di tahun 2011.

Setelah pelunasan tahun 2020, semestinya mereka telah berangkat haji. Namun pandemi Covid-19, jadwal  itu tertunda dan terlaksana kembali tahun ini. setelah wabah itu melandai.

Amril dan Nurmanetti yang tergabung dalam 37 orang Jemaah Calon Haji (JCH) Kota Padang Panjang yang dilepas secara resmi hari ini di Balai Kota Padang Panjang.

IHRAM

15 Benda Bawaan Terlarang bagi Jamaah Haji

Kementerian Haji dan Umrah telah mengungkapkan dalam sebuah pernyataan, bahwa terdapat 15 barang yang dilarang dibawa oleh jamaah saat bepergian dengan pesawat untuk menunaikan haji.

Dilansir dari laman Saudi Gazette pada Kamis (23/6/2022) Dalam keterangannya, kementerian membagi barang-barang dan alat-alat terlarang yang dilarang dibawa oleh jamaah haji dalam kopernya menjadi empat  bagian, yaitu:

Pertama,  alat tajam, yang meliputi gunting, pisau, pisau bedah dan pisau tajam.

Kedua, perkakas kerja atau tangan, yang meliputi kunci pas, bor, palu dan paku baja.

Ketiga, semua jenis senjata api, yang meliputi senjata, senjata api, kembang api, dan pistol setrum.

Keempat, alat lain seperti: zat beracun, bahan yang mudah terbakar dan produk terkompresi.

Adapun Pemerintah Arab Saudi membuka pelayanan ibadah haji bagi satu juta orang pada musim haji 1443 Hijriyah/2022 Masehi. Hal ini dilakukan setelah selama dua tahun menerapkan pembatasan ketat untuk mencegah penularan Covid-19.

Sementara itu, jamaah yang hendak menunaikan ibadah haji ke Makkah tahun ini harus berusia di bawah 65 tahun.

Menurut pengumuman sebelumnya oleh Kementerian Haji dan Umrah Saudi, jamaah haji asing akan memiliki prosentase 85 persen dari total jumlah jamaah yang melakukan haji tahun ini. Sebanyak 850 ribu jamaah haji asing akan diizinkan untuk melakukan haji, sementara jumlah jamaah haji domestik dibatasi hingga 150 ribu.

IHRAM

Doa yang Bisa Dibaca Saat Minum Air Zamzam

Air Zamzam adalah yang memancar di kota Mekkah hingga kini, tanpa henti. Air tersebut hingga kini dikonsumsi tidak hanya oleh orang Mekkah, tapi juga umat muslim seluruh dunia yang mengambilnya saat melaksanakan ibadah haji. Tulisan ini akan membahas doa yang bisa dibaca saat minum air Zamzam dan sekilas sejarah mengenainya. 

Nabi Muhammad memang tidak mewariskan doa khusus saat meminumnya. Adapun Rasulullah pernah bersabda melalui penuturan sahabat Jabir,

ماء زمزم لما شرب له

Artinya: air zamzam itu tergantung dari apa yang diniatkan (oleh yang meminumnya). 

Sufyan bin Uyainah, seoarang ahli hadis abad ke-8 Masehi, dalam kitab al-Adzkiya karya Imam Ibnu al-Jauzi mengatakan bahwa hadis ini shahih. Sebagian ulama lainnya mengatakan derajat hadis ini hasan.

Artinya, doa saat mmeinumnya bersifat umum. Ia bisa menjadi perantara dikabulkannya doa si peminum. Jika seseorang meminta untuk diberkahi maka Allah akan berkahi, jika minta kesembuhan, Allah akan sembuhkan, dan seterusnya.

Adapun berdasarkan Atsar sahabat, ada doa yang dibaca oleh Ibnu Abbas saat minum air Zamzam. Doanya sebagai berikut, 

اللهم إني أسألك علماً نافعاً، ورزقاً واسعاً، وشفاءً من كل داء 

ALLAHUMMA INNI AS-ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN WA RIZQAN WAASI’AN WA SYIFAA-AN MIN KULLI DA-IN. 

Artinya: Ya Allah aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan obat dari segala penyakit (HR. ad-Daruquthni)

Doa ini bisa kita baca saat minum air zamzam dan menambahkannya dengan doa lain sesuai hajat dan keinginan kita.

Adapun dalam sejarahnya, kemunculan air ini bermula dari hentakkan kaki Nabi Ismail yang kehausan setelah Ibunda Hajar mencari sumber air dengan berlari antara Safa dan Marwa. 

Ribuan tahun setelah peristiwa itu, air ini terus mengalir dan menjadi sumber kehidupan manusia sekitarnya. Kala itu, Mekkah adalah tanah yang kering, tidak ada tumbuhan dan kehidupan manusia. Atas kehendak Allah, peristiwa Hajar dan Nabi Ismail menjadi permulaannya. 

Demikian ulasan mengenai doa yang bisa dibaca saat minum air Zamzam dan sejarah singkatnya.

BINCANG MUSLIMAH

Matan Taqrib: Hukum Gadai dalam Islam

Kali ini kita pelajari hukum gadai dalam Islam dari Matan Taqrib.

Dalam Matan Taqrib disebutkan:

أَحْكَامُ الرَّهْنِ:

وَكُلُّ مَا جَازَ بَيْعُهُ جَازَ رَهْنُهُ فِي الدُّيُوْنِ إِذَا اسْتَقَرَّ ثُبُوْتُهَا فِي الذِّمَّةِ وَلِلرَّاهِنِ الرُّجُوْعُ فِيْهِ مَا لَمْ يُقْبِضْهُ وَلاَ يَضْمَنْهُ المُرْتَهِنُ إِلاَّ بِالتَّعَدِّي وَإِذَا قَبَضَ بَعْضَ الحَقِّ لَمْ يَخْرُجْ شَيْءٌ مِنَ الرَّهْنِ حَتَّى يَقْضِيَ جَمِيْعَهُ.

Hukum Rahn (Menggadaikan Barang)

Semua barang yang boleh dijual, boleh pula digadaikan sebagai jaminan utang, apabila utang itu tetap (tidak berubah) selama masa perjanjian (penjaminan). Si penggadai (rahin) boleh membatalkan gadaiannya selama barang tersebut belum diserahkan. Si penerima gadaian (murtahin) tidak menanggung barang gadaian kecuali karena adanya pelanggaran (ta’addi). Apabila si penerima gadaian baru menerima sebagian cicilan utang dari si penggadai, maka masa penggadaian belum dianggap rampung hingga si penggadai telah melunasi seluruh utangnya.

Pengertian Gadai

Secara bahasa, ar-rahnu (gadai) berarti ats-tsubuut, tetap.

Secara istilah syari, ar-rahnu (gadai) berarti:

جَعْلُ عَيْنٍ مَالِيَّةٍ وَثِيْقَةً بِدَيْنٍ يُسْتَوْفَى مِنْهَا عِنْدَ تَعَذُّرِ الوَفَاءِ

Menjadikan suatu harta (‘ain maaliyah) sebagai jaminan (kepercayaan, watsiiqah) terhadap utang (dayn) di mana sebagian utang bisa terbayarkan dari harta tersebut ketika ada uzur untuk melunasi.

Dalil Tentang Gadai

Dalil mengenai disyariatkannya gadai adalah firman Allah Ta’ala,

وَإِنْ كُنْتُمْ عَلَىٰ سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَقْبُوضَةٌ ۖ

Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang).” (QS. Al-Baqarah: 283)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – اشْتَرَى طَعَامًا مِنْ يَهُودِىٍّ إِلَى أَجَلٍ ، وَرَهَنَهُ دِرْعًا مِنْ حَدِيدٍ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membeli makanan dari orang Yahudi secara tidak tunai (berutang), lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan gadaian berupa baju besi.” (HR. Bukhari, no. 2068 dan Muslim, no. 1603).

Para ulama sepakat bahwa rahn dibolehkan dan hal ini telah dilakukan sejak zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga saat ini, dan tidak ada yang mengingkarinya.

Beberapa Catatan tentang Gadai

– Gadai ini nantinya digunakan untuk melunasi kewajiban pada orang yang memberikan pinjaman (ad-daain) ketika yang berutang (al-madiin) itu bangkrut (aflasa). Barang yang jadi gadaian itu dijual agar yang memberikan pinjaman bisa mendapatkan haknya ketika penunaian utang.

– Jaminan pada hak ini ada tiga yaitu: (1) syahadah (saksi) adanya utang, (2) rahn (gadaian), (3) dhaman (jaminan). Saksi ini untuk mencegah kekhawatiran adanya penentangan adanya utang. Sedangkan rahn (gadaian) dan dhaman (jaminan) untuk jaga-jaga apabila terjadi iflaas (kebangkrutan).

– Rahn itu boleh ketika safar maupun hadir (tidak bersafar), walaupun ayat menyebutkan tentang keadaan safar.

– Rahn adalah sebagai gantian dari kitabah (penulisan utang) yang mengambil hukum sunnah.

Rukun Akad Rahn (Gadai)

  1. Marhuun (yang digadaikan)
  2. Marhuun bihi (dayn, yaitu utang)
  3. Raahin (al-madiin, yang berutang, yang menyerahkan gadai)
  4. Murtahin (ad-daain, yang memberikan utang, penerima gadai)
  5. Shighah (ada ijab dan qabul)

Yang boleh dijadikan marhuun (barang gadai) adalah segala sesuatu yang dibolehkan untuk diperjualbelikan sebagai jaminan dari penunaian utang. Khamar dan benda najis lainnya tidaklah sah dijadikan sebagai marhuun (barang gadai).

Syarat Raahin dan Murtahin

  1. Atas pilihan sendiri, tidak dipaksa
  2. Ahliyah tabarru’ (dibolehkan melakukan akad, yaitu orang yang atas pilihan sendiri, baligh, bukan yang sedang dihajr, diboikot untuk tidak boleh membelanjakan hartanya).

Syarat Marhuun (Barang Gadai)

  1. ‘Ain, sesuatu yang berbentuk. Jika barang gadaian berupa utang, maka tidaklah sah karena tidak bisa diserahterimakan.
  2. Sah untuk diperjualbelikan, yaitu segala sesuatu yang boleh diperjualbelikan, maka boleh dijadikan barang gadai. Anjing, babi, atau khamar tidaklah bisa dijadikan barang gadai.

Syarat Marhuun Bihi (Utang)

  1. Utangnya itu ada. Jika gadai dengan sesuatu yang dipinjamkan, dirampas (magh-shuubah), atau dicuri diam-diam (masruuqah), tidaklah sah karena tidak ada yang jadi watsiqah (jaminan, kepercayaan) sehingga bisa melunasi ketika ada uzur pelunasan.
  2. Marhuun bihi (utang) diketahui oleh kedua pihak yang berakad. Utang tersebut diketahui dalam bentuk jumlah dan sifat, sehingga tidaklah sah jika masih majhuul (tidak diketahui).
  3. Syarat shighah (ijab dan qabul) seperti dalam perihal jual beli.

Beberapa Pembahasan Terkait Gadai

  • Orang yang menyerahkan gadai (raahin) boleh meminta barang gadaian (marhuun) selama penerima gadai (murtahin) belum qabdh (memegang, serah terima). Jika murtahin telah qabdh (memegang barang gadai), maka tidaklah boleh barang gadai itu dikembalikan hingga utang lunas atau barang gadai (marhuun) dijual untuk melunasi utang.
  • Penerima gadai (murtahin) ketika memegang barang gadai (marhuun) adalah barang amanah. Murtahin barulah mengganti jika ada kerusakan pada barang gadai hanya ketika terjadi ta’addi atau melampaui batas.
  • Jika pemberi gadai (yang berutang) melunasi sebagian dari utangnya, ia tetap belum boleh meminta barang gadaiannya atau sebagiannya. Barang gadai barulah diserahkan ketika utang lunas.
  • Barang gadai itu masih jadi milik orang yang berutang (pemberi gadai) dan dialah yang punya kewajiban untuk mengeluarkan biaya untuk perawatan barang gadainya. Misalnya, barang gadai berupa sapi, maka susunya masih miliki raahin (pemberi gadai), ia tetap yang memberi makan, memeras susunya, dan membersihkan kandangnya.
  • Barang gadai tidak boleh disewakan, dihibahkan, dipinjamkan, atau dimanfaatkan yang sifatnya bisa menghabiskan.
  • Jika penerima gadai (murtahin) memanfaatkan barang gadai seperti hewan tunggangan yang jadi gadai ditunggangi, maka dianggap sebagai ta’addi (melampaui batas), maka harus ada ganti rugi ketika ada kerusakan atau musnah.
  • Jika barang gadai berupa sapi betina melahirkan dan memiliki anak atau barang gadai berupa pohon itu berbuah, maka hasil tadi adalah milik raahin (pemberi gadai) yang keluar dari barang gadainya. Raahin (pemberi gadai) punya kewajiban untuk merawatnya (menanggung biayanya).
  • Jika murtahin (penerima gadai) meminta barang gadai dijual atau meminta untuk dilunasi utangnya jika memang sudah jatuh tempo, jika raahin (pemberi gadai) mengalami kendala, maka qadhi (hakim) boleh memaksanya untuk menjual barang gadai.
  • Murtahin (penerima gadai) boleh menjual marhuun (barang gadaian) dengan izin raahin (pemberi gadai) sebelum penulasan utang jatuh tempo dan gadai jadi bebas.

Gadai dianggap selesai dengan:

  1. Melunasi utang.
  2. Raahin (pemberi gadai) dianggap utangnya selesai, artinya murtahin (penerima gadai) memaafkan atau memutihkan utang.
  3. Barang gadai lenyap atau rusak.
  4. Barang gadai tidak layak lagi diperjualbelikan, seperti hasil ekstraksi yang berubah menjadi khamar. Namun, khamar jika berubah lagi sendirinya menjadi cuka, maka gadai dianggap balik kembali.

Referensi:

Al-Imtaa’ bi Syarh Matn Abi Syuja’ fii Al-Fiqh Asy-Syafii. Cetakan pertama, Tahun 1432 H. Hisyam Al-Kaamil Haamid. Penerbit Daar Al-Manaar.

Sabtu siang, 11 Dzulqa’dah 1443 H, 11 Juni 2022

Muhammad Abduh Tuasikal

Sumber https://rumaysho.com/33986-matan-taqrib-hukum-gadai-dalam-islam.html

Hari Janda Internasional; Perintah Rasulullah Menyayangi Janda

Pada tanggal 23 Juni, merupakan Hari Janda Internasional. Penetapan ini merupakan ketetapan dari Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) pada 2011. Padahal, jauh sebelum ada peringatan Hari Janda Internasional, telah ada perintah Rasulullah menyayangi para janda. (Baca juga: Kisah Hikmah; Faedah Menyantuni Para Janda).

Bahkan dalam sebuah hadis, Rasulullah tak tangggung-tanggung mengumpamakan seseorang yang menyayangi dan menyantuni janda dengan seseorang yang berjihad di jalan Allah, beribadah sepanjang malam, dan berpuasa sepanjang siang.

Perintah Rasulullah Menyayangi Para Janda

Hal ini menunjukkan betapa besar ganjaran yang diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang menyantuni janda tersebut. Sebagaimana hadis riwayat Bukhari melalui penuturan sahabat Abu Hurairah,

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ قَزَعَةَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ ثَوْرِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَبِي الْغَيْثِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ الْقَائِمِ اللَّيْلَ الصَّائِمِ النَّهَارَ

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Qaza’ah, telah menceritakan kepada kami Malik dari Tsaur bin Zaid dari Abul Ghaits dari Abu Hurairah ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yang memberi kecukupan kepada para janda dan orang-orang miskin, maka ia seperti halnya seorang mujahid di jalan Allah atau seorang yang berdiri menunaikan qiyamul lail dan berpuasa di siang harinya.”

Realitanya, masih banyak janda yang menggantungkan finansial keluarganya hanya kepada suami. Saat suami meninggal atau bercerai darinya, seorang perempuan yang kemudian menjadi janda akhirnya kesulitan secara ekonomi.

Hadis ini tertuju kepada sa’i,  yaitu, seseorang yang memberi kecukupan finansial atau bantuan ekonomi. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam Syarh al-Muslim. Maka dari, janda disejajarkan dengan kaum yang ekonominya berada di kelas menengah ke bawah.

Hadis ini juga tercatat dalam kitab Shahih Bukhari dengan lafaz yang sedikit berbeda. Ibnu Bathol dalam karyanya, Syarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa jika seseorang tidak mampu melakukan jihad, beribadah sepanjang malam, atau berpuasa sepanjang siang maka amalkanlah hadis ini. Betapa besar ganjaran pahala dari memberdayakan janda dan orang-orang miskin.

Syarah Hadits Anjuran Menyantuni Janda

Akan tetapi, dalam mengambil nilai dan hikmah dari hadis ini kita bisa mensejajarkannya dengan perintah memberdayakan mereka. Dalam artian, memberi kesempatan pada janda untuk bekerja di publik sebagaimana perempuan lainnya tanpa memberi stigma negatif. Tidak memandang mereka sebagai kaum yang rendah apalagi hina.

Jika masyarakat masih memberi stigma negatif dan membatasi gerak mereka baik dalam ruang kerja atau lainnya, maka tentulah masyarakat berlawanan dari anjuran yang Nabi bawakan.

Ajaran Tuhan melalui Nabi Muhammad adalah ajaran penuh cinta dan kasih. Bukan ajaran yang mendiskriminasikan golongan tertentu dengan bentuk penghinaan atau kekerasan, termasuk pada para janda. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Anbiya` ayat 107,

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.”

Demikian penjelasan terkait Hari Janda Internasional. Semoga momentum Hari Janda Internasional, kita bisa bersama  mengingat bahwa ada Perintah Rasulullah untuk menyayangi para janda.

BINCANG SYARIAH

Siapa Sangka Ka’bah Pernah Ditutup, Berikut 5 Peristiwa Bersejarah yang Bikin Ka’bah Ditutup

Ka’bah merupakan kiblat umat muslim seluruh dunia, setiap tahunya jutaan umat muslim berdatangan ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji. Namun siapa sangka, Ka’bah yang menjadi kiblat dan tempat suci umat muslim pernah ditutup beberapa kali, mulai dari pandemi hingga teror

Berikut deret peristiwa bersejarah hingga Ka’bah harus ditutup, sebagaimana dirangkum TRT World dan cnnindonesia.com Minggu, (26/6/22).

  1. Pandemi Covid-19
    Pemerintah Saudi sempat menutup Ka’bah karena pandemi Covid-19 pada 2020 lalu. Mereka lantas menghentikan ibadah umrah dan haji menyusul kasus yang terus naik. Namun pada tahun 2022 seiring meladainya covid- 19 ibadah Umrah dan Haji kembali dibuka untuk umat muslim.
  2. Serangan Abraha ke Ka’bah Pada 570 Masehi, Gubernur Yaman, Abraha, membangun katedral di kota Saan untuk menarik peziarah.

Saat itu,ia menyadari Ka’bah menjadi destinasi utama bagi para peziarah. Ia lantas mengerahkan pasukan militer menghancurkan Mekah dan menggiring jemaah untuk langsung menuju katedral.

Di tahun yang sama, Abraha juga meluncurkan kampanye invasi ke Hijaz dengan mengerahkan tentara dan gajah. Menanggapi serangan tersebut, Ka’bah kemudian ditutup.

Banyak penduduk lantas lari ke pegunungan untuk menyelamatkan diri. Di tahun itu pula, warga tak bisa beribadah ke Mekah sebab takut akan perang.

3. Pembantaian peziarah oleh Qarmatian
Syiah Qarmatian melancarkan serangan berhari-hari di Mekah dan jalur peziarah pada 930 M. Serangan ini berimbas pada penurunan ju

mlah peziarah setiap tahun.

Ulama Islam kemudian mengeluarkan larangan ziarah ke Mekah karena masalah keamanan.

Di tahun yang sama, pemimpin Qarmatian, Abu Tahir al Jannabi, menyerbu Mekah dan membantai ribuan peziarah. Sejarah menyebutkan bahwa Qarmatian melarang ziarah selama lebih dari satu dekade.

Sebelum Syiah Qarmatian meninggalkan Mekah, mereka mencuri pintu Ka’bah atau yang dikenal Hajar Aswad atau batu hitam.

Batu hitam yang dicuri itu berada dalam kendali mereka selama 20 tahun. Pada 952 Masehi, Abbasid kemudian membayar 120 ribu dinar demi mengembalikan batu itu.

  1. Wabah kolera dan meningitis
    Setelah abad ke-19, banyak wabah seperti kolera dan meningitis menyebar di Hijaz, semenanjung Arab. Wabah itu menyebabkan sekitar 8.000 orang meninggal.
    Imbas penyakit yang menyebar ini, pihak berwenang tak mengizinkan peziarah ke Mekah mulai dari 1837 hingga 1892. Dokter dari Mesir juga mendirikan tempat untuk karantina di jalan menuju Mekah guna melindungi warga.
  2. Perebutan Ka’bah
    Pada 20 November 1979, Juhayman al Otaybi menyerbu Ka’bah sebelum matahari terbit. Dia menyatakan beberapa tuntutan politik termasuk pembubaran rezim Saudi. Ia juga menuntut mengakhiri hubungan kerajaan dengan Amerika Serikat, penghentian penjualan minyak ke negara-negara Barat, dan penutupan pangkalan militer asing. Komite Cendekiawan Tinggi kerajaan lalu mengeluarkan fatwa meminta Saudi melancarkan intervensi bersenjata dan menyingkirkan semua pemberontak. Penyerbuan berlangsung sekitar 15 hari dan berakhir usai Saudi mendapat bantuan pasukan khusus dari Prancis. Selama penyerbuan, Ka’bah ditutup dua pekan. Imbas serbuan itu, 127 tentara Saudi, 117 pendukung Juhayman, dan 26 warga sipil tewas. Juhayman dan 62 pengikutnya kemudian dijatuhi hukuman mati.

ISLAM KAFFAH

Nikah Beda Agama Disahkan PN Surabaya Preseden Buruk dan Resahkan Umat Islam

Beberapa waktu lalu Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mensahkan pernikahan beda agama yang diajukan pasangan pengantin beragama Islam dan Kristen. Keputusan itu diambil dengan dalih untuk menghindari kumpul kebo.

Putusan PN Surabaya ini didasarkan antara lain pada Pasal 35 dan 36 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan yang menyatakan bahwa pencatatan perkawinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 berlaku pula bagi: (a) perkawinan yang ditetapkan oleh Pengadilan; dan (b) perkawinan warga negara asing yang dilakukan di Indonesia atas permintaan warga negara asing yang bersangkutan. Selanjutnya Pasal 36 menjelaskan, dalam hal perkawinan tidak dapat dibuktikan dengan Akta Perkawinan, pencatatan perkawinan dilakukan setelah adanya penetapan pengadilan.

Namun keputusan ini langsung berbuntut kontroversi. Apalagi keputusan itu bertentangan dengan Undang-Undang Perkawinan yang berlaku di Indonesia.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta, Prof Tholabi Kharlie, mengatakan putusan ini menjadi preseden lahirnya putusan-putusan serupa bagi mereka yang menikah dengan pasangan yang berbeda agama.

“Putusan ini membuka keran bagi pengesahan peristiwa nikah beda agama lainnya,” ujar Prof Tholabi di Jakarta, Kamis (23/6/2022), dikutip dari laman detikcom.

Tholabi menyebut sejumlah peristiwa nikah beda agama dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian publik, bahkan dalam batas-batas tertentu telah menciptakan keresahan di sebagian kalangan, khususnya umat Islam.

“Beberapa waktu terakhir trennya cenderung meningkat dan pelaku nikah beda agama tak segan tampil di depan publik dengan pelbagai cara hingga mendapatkan legitimasi dari instansi terkait,” ungkap guru besar bidang Ilmu Hukum Islam ini.

Menurut Tholabi, kontroversi nikah beda agama akan terus muncul seiring terjadinya peristiwa pernikahan beda agama yang dilegitimasi oleh negara.

“Sebenarnya sudah ratusan atau bahkan ribuan peristiwa pernikahan beda agama yang mendapatkan legitimasi dari instansi terkait, hanya saja tidak terekspose ke publik. Fakta ini menunjukkan bahwa ada persoalan krusial dari sisi norma hukum yang mengatur perkawinan di Indonesia,” terangnya.

Dalam konteks keyakinan Islam, Jumhur ulama Muslim sepakat bahwa perkawinan beda keyakinan tidak dibenarkan. Oleh karena itu, UU Perkawinan mengakomodasinya dalam Pasal 2 ayat (1) yang meniscayakan keabsahan suatu perkawinan hanya jika dilakukan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Demikian pula pada pasal 8 ditegaskan tentang ketidakbolehan perkawinan yang dilarang agama. Larangan ini juga sejatinya dianut oleh berbagai agama, meski dengan pengecualian atau dispensasi.

Profesor Tholabi menyebut ada sejumlah celah hukum yang dimanfaatkan pelaku nikah beda agama sehingga norma ini sering kali tidak fungsional. Menurutnya, sejumlah modus biasa dilakukan untuk keluar dari jerat hukum ini, mulai dengan mencari celah hukum, menundukkan diri pada agama salah satu pasangan, menikah di luar negeri untuk menghindari kerumitan aturan di negeri sendiri, menikah di bawah payung organisasi non-pemerintah (NGOs), hingga ruang-ruang kepentingan administratif kenegaraan yang meniscayakan pencatatan dalam dokumen negara.

Ia menilai, benturan atau pergesekan antara keyakinan keagamaan, pemenuhan akan hak-hak dasar manusia, serta kepentingan data kependudukan akan terus terjadi dan saling menafikan. Inilah muara dari persoalan itu.

“Fakta tentang banyaknya peristiwa perkawinan beda agama yang mendapatkan legitimasi dari Catatan Sipil atau Pengadilan menunjukkan adanya keragaman tafsir dan kecenderungan pihak-pihak terkait dalam menafsirkan norma hukum nikah beda agama,” tandas Tholabi.

ISLAM KAFFAH

Jamaah Haji Berhalangan Umrah Wajib karena Haid atau Sakit, Ini Solusinya

Ada sebagian jamaah haji belum bisa melaksanakan umrah wajib setibanya di Makkah Al-Mukarramah. Juru Bicara Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji (PPIH) Akhmad Fauzin menjelaskan bahwa ada dua kategori jamaah haji yang kemungkinan berhalangan melaksanakan umrah wajib, yaitu perempuan yang sedang haid dan jamaah (laki-laki atau perempuan) yang sedang sakit.

Menurut Fauzin, panggilan akrabnya, bagi jamaah perempuan yang berhalangan umrah wajib karena haid, dapat memperhatikan tiga hal berikut.

“Jika sampai mendekati masa wukuf halangannya belum selesai, agar minum obat sesuai petunjuk dokter untuk menghentikan haidnya. Jika sudah bersih, melakukan mandi wajib dan melaksanakan umrah wajib,” ujar Fauzin dalam keterangan pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Ahad (26/06/2022).

“Jika langkah minum obat tidak memungkinkan dan waktu segera tiba, dapat mengubah niatnya dari haji Tamattu’ menjadi haji Ifrad, yaitu mengerjakan haji tanpa melaksanakan umrah,” sambung Fauzin yang juga Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi.

Lantas, bagaimana jika halangannya adalah sakit? Fauzin menjelaskan tiga hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, menunggu sampai sembuh, berkonsultasi dengan dokter PPIH Kloter guna memastikan kesehatannya untuk melaksanakan umrah wajib.

Kedua, jika sampai saat wukuf belum sembuh, pemerintah akan men-safariwukuf-kan seluruh jamaah yang sakit yang dapat dibawa ke Arafah untuk wukuf. Rukun thawaf ifadhah-nya juga dibadalkan/diwakilkan oleh petugas atau jamaah lain.

“Jika kondisi sakitnya tidak memungkinkan di-safariwukuf-kan, jamaah tersebut masuk dalam kategori jamaah yang dibadalhajikan oleh pemerintah,” jelasnya.

Pemerintah, lanjut Fauzin, mengimbau jamaah yang terhalang umrah wajibnya untuk segera melakukan konsultasi dengan PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi bidang Bimbingan Ibadah. PPIH Bidang Bimbingan Ibadah juga segera melakukan identifikasi dan sosialisasi ke jamaah.

“Pemerintah berharap seluruh jamaah tuntas dalam melaksanakan rangkaian ibadahnya dan bagi yang terhalang karena suatu sebab dapat diberikan solusinya serta terlaksana dengan baik dan tertib,” tandasnya.*

HIDAYATULLAH

Zulkaidah, Bulan Mulia yang Sering Dilupakan

Bulan Zulkaidah termasuk salah satu bulan haram (suci) yang diharamkan di dalamnya peperangan dan perselisihan. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala,

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah: 36)

Penetapan bahwa bulan Zulkaidah merupakan salah satu dari bulan haram terdapat dalam hadis,

الزَّمَان قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُو القَعْدَةِ وَذُو الحِجَّةِ وَالمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhar yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Syakban.” (HR. Bukhari no. 4406 dam Muslim no. 1679)

Apa maksud dari bulan haram?

Syekh Bin Baaz rahimahullah ketika ditanya perihal ini, beliau menjawab sebagai berikut:

Bulan haram adalah 4 bulan dari bulan-bulan hijriyyah, yaitu: Rajab, Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam. Satu bulan terpisah yaitu Rajab dan 3 lainnya berurutan. Dinamakan “bulan haram” karena Allah Ta’ala haramkan di dalamnya peperangan dan saling membunuh antar manusia. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, ‘Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar.’” (QS. Al-Baqarah: 217)

Ayat ini menunjukkan bahwa berperang pada bulan-bulan ini diharamkan. Ini merupakan kasih sayang Allah Ta’ala untuk hamba-Nya, sehingga manusia dapat pergi dengan tenang untuk berhaji dan melaksanakan umrah.

Hanya saja para ulama bebeda pendapat, apakah hukum larangan dan pengharaman perang ini di bulan tersebut masih berlaku atau sudah tidak berlaku lagi? Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa hukumnya sudah tidak berlaku lagi. Dan pendapat lainnya mengatakan bahwa hukumnya masih berlaku, larangan berperang di bulan-bulan tersebut masih ada. Dan inilah pendapat yang lebih tepat dan lebih sesuai dengan dalil yang ada.

Sebab dan alasan bulan Zulkaidah termasuk bulan haram

Bulan Zulkaidah merupakan bulan pertama dari rangkaian bulan haram. Sebab disucikan dan diharamkannya tumpah darah pada bulan ini adalah karena pada zaman jahiliyah, mereka mulai berjalan dan berpergian menuju tanah Makkah untuk berhaji pada bulan Zulkaidah. Agar perjalanan yang mereka lakukan menjadi aman dan tenteram dari gangguan para perompak. Oleh karenanya, Allah Ta’ala berfirman,

فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu.” (QS. At-Taubah: 36)

Para ulama mengatakan, “Larangan ini berlaku sepanjang tahun. Hanya saja di 4 bulan haram ini, larangannya lebih ditekankan lagi, dan dosa di dalamnya Allah jadikan lebih besar. Begitu pula dengan amal saleh, pahalanya juga lebih besar”.

Keutamaan bulan Zulkaidah

Bulan Zulkaidah memiliki banyak sekali keutamaan. Yang paling utama tentu saja adalah ia termasuk dari bulan haram (suci) sebagaimana firman Allah Ta’ala,

اَلشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمٰتُ قِصَاصٌۗ

“Bulan haram dengan bulan haram, dan (terhadap) sesuatu yang dihormati berlaku (hukum) qisas.” (QS. Al-Baqarah: 194)

Di antara keutamaannya juga, umrah di bulan ini merupakan sunah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Karena semua umrah yang beliau kerjakan dilaksanakan di bulan Zulkaidah, kecuali umrah beliau yang beriringan dengan haji. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

اعْتَمَرَ رَسُولُ اللهِ ﷺ أَرْبَعَ عُمَرٍ، كُلَّهُنَّ فِي ذِي القَعْدَةِ، إِلَّا الَّتِي كَانَتْ مَعَ حَجَّتِهِ: عُمْرَةً مِنَ الحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ العَامِ المُقْبِلِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ الجِعرَانَةِ، حَيْثُ قَسَمَ غَنَائِمَ حُنَيْنٍ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مَعَ حَجَّتِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan umrah 4 kali, semuanya di bulan Zulkaidah, kecuali umrah yang mengiringi haji beliau. (Yaitu) umrah dari Hudaibiyah atau di tahun perjanjian Hudaibiyah di bulan Zulkaidah, umrah di tahun berikutnya di bulan Zulkaidah, umrah dari Ji’ranah, di mana beliau membagi ghanimah Hunain di bulan Zulkaidah, dan umrah ketika beliau haji.” (HR. Bukhari no. 1780 & Muslim no. 1253).

Alasan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berumrah di bulan Zulkaidah telah disebutkan oleh An-Nawawi rahimahullah di dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim,

“Para ulama mengatakan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan beberapa kali umrah di bulan Zulkaidah, karena keutamaan bulan ini dan dalam rangka menyelisihi masyarakat jahiliyah dalam waktu pelaksanaan umrah, karena orang-orang jahiliyah berkeyakinan bahwa umrah di bulan Zulkaidah adalah perbuatan yang sangat kurang ajar. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan umrah di bulan ini beberapa kali, sebagai puncak penjelasan yang menunjukkan bolehnya umrah di bulan Zulkaidah. Serta lebih kuat dalam membantah keyakinan Jahiliyah.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 236)

Keutamaan lainnya, perbuatan zalim, kemaksiatan, dan kekufuran sangatlah dilarang dalam Islam. Ini berlaku sepanjang waktu dan di semua bulan. Hanya saja, perbuatan-perbuatan tersebut jika dilakukan di bulan-bulan haram (di antaranya bulan Zulkaidah), maka larangannya semakin keras dan dosanya semakin besar. Begitu pula dengan beramal di bulan-bulan ini, maka insya Allah menurut para ulama, pahalanya pun dilipatgandakan, karena keagungannya dan kesuciaannya. Al-Qurtubi rahimahullah, salah seorang pakar tafsir, mengatakan di dalam kitabnya Al-Jaami’ li Ahkaami Al-Qur’an,

فإن من أطاع الله في الشهر الحرام في البلد الحرام ليس ثوابه ثواب من أطاعه في الشهر الحلال في البلد الحرام، ومن أطاعه في الشهر الحلال في البلد الحرام ليس ثوابه ثواب من أطاعه في شهر حلال في بلد حلال

“Maka barangsiapa yang melakukan ketaatan kepada Allah di bulan-bulan haram dan di tanah haram (Makkah dan Madinah), pahalanya tidaklah sama dengan mereka yang melakukan ketaatan di bulan-bulan selainnya walaupun ia melakukannya di tanah haram. Dan siapa yang melakukan ketaatan kepada Allah pada bulan-bulan selain bulan haram di tanah haram, maka pahalanya tidaklah sama dengan mereka yang melakukannya pada bulan-bulan selain bulan haram di selain tanah suci.”

Hal ini didukung juga dengan firman Allah Ta’ala,

يا نساء النبي من يأت منكن بفاحشة مبينة يضاعف لها العذاب ضعفين وكان ذلك على الله يسيراً

“Wahai istri-istri Nabi! Barangsiapa di antara kamu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya azabnya akan dilipatgandakan dua kali lipat kepadanya. Dan yang demikian itu, mudah bagi Allah.” (QS. Al-Ahzab: 30)

Ayat di atas menjelaskan bahwa kedudukan dan derajat sesuatu menentukan juga pelipatgandaan sebuah pahala ataupun sebuah dosa.

Nasihat terakhir

Bulan Zulkaidah sudah separuh jalan atau bahkan sudah di akhir perjalanan bersama kita. Bulan ini juga merupakan awal dari rangkaian bulan-bulan haram yang penuh kesucian dan keagungan. Oleh karenanya, saudara-saudaraku, marilah kita senantiasa menjaga ketakwaan kita di bulan ini dan di bulan-bulan selanjutnya. Jadikanlah kesucian dan kehormatan bulan ini sebagai langkah awal kita untuk memperbaiki rasa hormat dan patuh kita akan perintah-perintah serta larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya.

Karena sebagaimana yang sudah kita ketahui, kemaksiatan di dalamnya itu dosanya lebih besar, dan amal kebajikan di dalamnya itu pahalanya pun lebih besar. Terlebih lagi bulan Zulkaidah merupakan bulan haji, bulannya salah satu amal ibadah yang penuh keutamaan dan keagungan. Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita sebagai salah satu hamba-Nya yang senantiasa menghormati ketetapan-ketetapan dan syariat Allah serta Rasul-Nya. Wabillahi At-Taufiiq.

***

Penulis: Muhammad Idris, Lc.

© 2022 muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id/76225-dzulqadah-bulan-mulia-yang-sering-dilupakan.html

Doa terhindar dari penipuan, sukses dan rezeki lancar

Berdoa agar dilimpahkan rezeki barokah.

Di dunia ini ada sifat baik dan jahat. Sifat jahat bisa muncul akibat bisikan setan. Juga disebabkan oleh iman yang rendah.

Apabila telah terpengaruh bujukan setan, hati dan pikiran berubah jadi gelap. Akibatnya hati, ucapan, dan perilaku jadi buruk. Hingga bisa mencelakai diri sendiri dan orang lain.

Salah satu tipu daya setan yang banyak bertebaran adalah bujuk rayu menipu. Tindakan penipuan untuk memperkaya diri sendiri, tapi bisa membuat orang lain sengsara.

Bahkan di era modern saat ini, modus-modus baru terus bermunculan. Mulai dari penipuan langsung hingga melalui elektronik.

Jika kamu tidak paham, kurang mengikuti zaman, dan kurang teliti, kamu bisa jadi ‘santapan’ para penipu.

Jangan lupa pula iringi langkah dengan doa. Selalu mengingat Allah SWT kapanpun dan di manapun, kamu akan mendapatkan berkah-Nya.

Untuk itu supaya terhindar dari tindak kejahatan penipuan, lantukan doa yang sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Berikut beberapa doa bisa kamu panjatkan, dikutip brilio.net dari berbagai sumber pada Senin (1/6).

Doa terhindar dari tipu muslihat manusia.

Jangan merasa sombong bisa mengatasi masalah sendiri. Kamu harus meningkatkan kewaspadaan. Terutama saat melakukan transaksi.

Baca doa yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW, telah tertulis pada hadits riwayat Imam Tirmidzi.

Doa terhindar dari penipuan freepik

foto: dream.co.id

“La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamd, yuhyii wa yumiitu, biyadihil khoir, wa huwa ‘ala kulli syai’in qodir”

Artinya:

“Tidak ada Tuhan selain Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kekuasaan dan milik-Nya lah segala pujian. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Atasnya kebaikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Doa syukur atas nikmat Allah SWT.

Jika kamu sekiranya bisa dijauhkan dari mara bahaya, perbanyaklah bersyukur. Dengan bersyukur maka Allah SWT akan melipatgandakan kebaikan bagimu.

Doa terhindar dari penipuan freepik

foto: dream.co.id

“Allahumma ma ashbaha bi min ni’matin wa minka wahdaka la syarika laka, fa lakal khamdu wa lakasy syukru”

Artinya:

“Ya Allah, nikmat yang kuterima di pagi ini semuanya adalah dari-Mu semata, tidak ada sekutu bagi-Mu. Karena itu, hanya bagi-Mu segala puji dan hanya kepada-Mu rasa syukur (dari semua makhluk-Mu).”

Doa dilindungi dan terhindar dari harta haram.

Mencari rezeki itu bukan perkara mudah. Kadang kala ada saja yang menghambat jalan. Mungkin hanya berpenghasilan sedikit, susah mencari pekerjaan, dan lain sebagainya.

Tapi seberapa besarnya upah yang kamu dapat, kamu harus mengucap syukur alhamdulillah. Berdoalah agar hasil jerih payahmu selama ini berkah, terhindar dari yang haram.

Doa terhindar dari penipuan freepik

foto: dream.co.id

“Allahummakfini bikhalalika ‘an kharamika wa aghnini bifadhlika ‘amman siwaka”

Artinya:

“Ya Allah, cukupilah aku dengan rezeki halal-Mu agar terhindar terhindar dari yang Kau haramkan. Jadikanlah aku kaya karena karunia-Mu, bukan karena karunia selain-Mu.”

Doa dilimpahkan rezeki halal.

Hidup, rezeki, jodoh, dan maut sudah jadi takdir Allah SWT. Tertulis pada kitab Lauhul Mahfudz. Kitab ini telah dijelaskan dalam salah satunya ayat di dalam Alquran yakni surat An-Naml (27:75), yang artinya: “Tiada sesuatu pun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. An-Naml 27:75)

Sebab itu, rezeki satu dengan yang lainnya tidak akan tertukar. Kendati begitu, kamu tidak akan mendapatkan pundi-pundi uang atau rezeki lain dengan hanya berpangku tangan.

Kamu harus bekerja, berusaha, dan selalu berdoa supaya terhindar dari kerugian yang salah satunya unsur penipuan. Doa ini dilantunkan oleh Nabi ketika selesai sholat subuh.

“Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa”

Artinya:

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Rasulullah juga pernah bersabda;

“Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak”

Artinya:

“Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Doa agar diberi pekerjaan berkah.

Tidak sedikit orang yang beranggapan mencari pekerjaan itu sulit. Jika sudah dapat, kadang muncul rasa was-was karena pekerjaan itu dianggap tidak cocok.

Parahnya mengakibatkan mindset ingin keluar atau resign. Yang pada akhirnya mulai lagi dari tahap awal, mencari kerja lagi. Untuk itu, Allah SWT menyuruhmu untuk senantiasa berdoa dan meminta pertolongan.

Mintalah untuk ditempatkan pada tempat yang diberkahi. Mendapatkan pekerjaan yang penuh berkah, alhasil uang yang kamu dapatkan juga halal dan barokah.

Berikut doa yang bisa kamu baca sebelum berangkat kerja. Doa ini sudah tertuang dalam kitab Ad Du’a karya Imam At Thabrani.

“Allahumma innii as’aluka min fadhlika wa athaa’ika rizkan thayyiban mubaarakan. Allahumma innaka amarta bid du’aa’i wa qadhaita alayya nafsaka bil istijaabah wa anta laa tukhlifu wa’daka wa laa tukadzzibu ahdaka. Allahumma ma ahbabta min khairin fa habbibhu ilaina wa yassirhu lanaa wa maa karahta min syaiin fa karihhu ilaina, wa jannibnaahu wa laa tunzi’ annal islaam ba’da iz a’thaitanaa”

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta dari keutamaanMu dan pemberianMu, rizki yang baik lagi berkah. Ya Allah sesungguhnya Engkau memerintahkan untuk berdoa dan memutuskan atasku pengabulan doa, dan Engkau Zat Yang tidak melanggar janji dan tidak mendustainya. Ya Allah, tidak ada kebaikan yang Engkau sukai, kecuali Engkau jadikan kami mencintai kebaikan tersebut dan mudahkan kami mendapatkannya. Dan tidak ada sesuatu yang Engkau benci kecuali Engkau jadikan kami benci terhadap sesuatu tersebut dan jauhkanlah kami darinya. Dan janganlah Engkau cabut dari kami keislaman kami setelah Engkau berikan.”

Doa dimudahkan segala urusan.

Doa terhindar dari penipuan freepik

“Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahla.”

Artinya:

“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan Engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah.”

BRILIO