Ternyata Malaikat Maut 70 Kali Menatap Wajah Kita

BETAPA sering malaikat maut melihat dan menatap wajah seseorang, yaitu dalam waktu 24 jam sebanyak 70 kali. Seandainya manusia sadar hakikat tersebut, niscaya dia tidak akan lupa untuk mengingat mati.

Tetapi oleh karena malaikat maut adalah makhluk gaib, manusia tidak melihat kehadirannya, sebab itu manusia tidak menyadari apa yang dilakukan oleh Malaikatul maut.

Coba kita lihat 1 hari=24 jam=1440 menit. 1440 menit/70 kali malaikat melihat kita=20.571 menit, itu berarti Sang pencabut nyawa menziarahi kita setiap 21 menit.

Hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas bahwa Rasulullah bersabda:

“Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang merenungi wajah seseorang, didapati orang itu sedang bergelak-ketawa. Maka berkata Izrail: Alangkah herannya aku melihat orang ini, padahal aku diutus oleh Allah untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak ketawa.”

Seorang sahabat pernah bertanya: “Wahai Rasululloh, Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?” Rasulullah menjawab: “Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling: baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.” {HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy)

Semoga bisa menjadi asbab hidayah. [AllAboutIslam]

 

INILAH MOZAIK

Allah tak Biarkan Hamba-Nya dalam Kesedihan

NAMAKU Fandi, ini kisahku saat aku sempat merasakan nikmatnya hidup di dunia ini. Saat aku masih bekerja di pelayaran, sebagai salah satu anak buah kapal pesiar tentu membuatku hidup bebas di laut lepas, mengelilingi laut Amerika, Afrika, dan Argentina.

Kehidupan di kapal pesiar jauh dari Tanah Air, dan keluarga membuatku bisa menikmati yang namanya surga dunia. Entah itu kapal sedang menepi di daratan atau sedang berlayar, aku, ABK (anak buah kapal) lainnya juga tidak ketinggalan para nakhoda kapal selalu dikelilingi perempuan-perempuan dari negara yang kami singgahi. Bisa dibilang hidupku saat itu tak bisa jauh dari dunia perempuan, tak ada masalah bagiku, toh aku juga masih pemuda lajang.

Aku sangat menikmati pekerjaan dan kehidupanku di kapal ini. Ah, rasanya aku tak ingin pulang dan mengakhiri semua kenikmatan ini. Kehidupan bebas, minuman keras, dan pola makan yang berantakan akhirnya memberhentikanku dari semua kenikmatan itu.

Awalnya, aku selalu merasa cepat lelah, dan fisikku semakin lama semakin tidak bertenaga rasanya. Hingga akhirnya aku memeriksakan kondisiku ke dokter di salah satu rumah sakit di Arab Saudi saat kapal menepi di daratan negara Islam itu. Hasil pemeriksaan dokter memberhentikanku dari pekerjaan, pihak perusahaan kapal tidak ingin memperkerjakan anggota yang mengidap penyakit atau sedang sakit. Dan diabetes mengeluarkanku dari pekerjaan itu, dari semua pelayaran sekaligus dari pelayaran dunia perempuan.

Aku terpuruk, galau dan putus asa. Di tengah kondisi kesehatanku yang sedang ngedrop dan tentunya membutuhkan biaya untuk berobat, aku malah sendiri, dibuang, dikeluarkan dari orang-orang yang selama ini ku anggap keluarga. Tapi semua yang terjadi adalah kebalikannya, walaupun saat itu penyakit diabetesku belum terlalu parah, mereka tetap memecatku. Dan ini menjadi pelajaran hidup yang sangat berharga buatku, sampai saat ini.

Aku berkelana mengelilingi sebagian daerah Arab Saudi. Berpikir untuk pulang? Ah, pikiran itu jauh dari benakku. Yang aku butuhkan saat itu adalah pekerjaan, sumber penghasilan untuk penyakitku, dan syukur-syukur bisa aku gunakan untuk pulang kembali ke Indonesia. Saat itu, hanya ibuku seorang diri yang kumiliki dan aku tidak tahu bagaimana kabarnya.

Alhamdulillah, Allah masih menyayangiku, dengan bantuan teman yang bekerja di sebuah hotel di negara Arab, aku pun akhirnya mendapat pekerjaan di hotel yang sama, sebagai room service. Bekerja di negara Arab, lambat laun merubah kepribadianku, walaupun tidak mudah untuk merubahnya. Ya, aku masih suka mencuri-curi kesempatan untuk membeli minuman keras, mencari kesempatan untuk mendapatkan wanita yang bisa menemani malamku. Sayangnya, semua itu sungguh sangat sulit aku dapatkan di sana. Tetap saja, penyakit ini tidak menyadarkanku dari kebodohan yang selama ini aku lakukan.

Waktu berlalu merubah kepribadianku, aku pun tak lagi mencari kesempatan untuk hal-hal seperti itu lagi. Aku mencoba untuk salat, Allah telah memanggil, dan lagi-lagi aku berat untuk melakukan itu. Karena selama di tengah pelayaran, sekalipun aku tak pernah melaksanakan salat. Tapi saat itu, aku benar-benar ingin merubah kehidupanku, dan kupaksakan untuk selalu salat tepat waktu dan berusaha untuk selalu berjemaah.

Bekerja di negara yang dipenuhi syariat Islam, membuatku terdorong untuk berkeinginan melaksanakan ibadah haji. Entahlah dari mana keinginan itu datang, tapi aku selalu merasa ada panggilan tersendiri dalam hati untuk berhaji.

Aku berusaha untuk bisa melaksanakan ibadah haji, sulit memang, apalagi surat-surat data diriku tidak begitu lengkap. Tapi keinginan itu semakin menggebu kala musim haji semakin dekat. Aku izin dari pekerjaanku dan mencoba ikut rombongan haji yang sedang bersiap berangkat menuju rumah Allah swt. Aku menyelipkan tubuhku yang kecil ini dari rombongan haji dari negara Afrika yang memiliki tubuh sangat besar. Akhirnya aku berhasil, dengan jalur yang tidak resmi. Tapi aku bersyukur bisa sampai di rumah-Nya, dimana semua umat muslim di seluruh dunia mengimpikan bisa sampai di tempat yang dijadikan kiblat kita dalam beribadah.

Selama menjalankan ibadah haji itu, hal yang pertama kali muncul dalam hati dan pikiran ku adalah wajah ibuku di Indonesia, ada apa gerangan? wajah ibu selalu ada kemanapun ku jatuhkan pandanganku. Aku semakin merindukan mu buu

Tepat di depan Ka’bah aku menangis sejadi-jadinya, semua hal yang kulakukan dalam hidupku sungguh tak ada manfaatnya, Ya Allah, sungguh hamba telah membuang-buang waktu menjalani kehidupan dariMu. Dan sungguh hamba telah rugi akan semua itu.

Tak lupa ku panjatkan untaian doaku untuk ibuku, sekalipun saat itu sama sekali aku tak tahu kabar berita beliau. Alhamdulillah, ibadah haji telah kuselesaikan, dan aku bertekad untuk kembali ke Indonesia, hidup bersama ibuku, menemaninya di masa tua beliau. Dan satu doa yang ku panjatkan saat berhaji, juga Allah kabulkan, alhamdulillah.

Setelah menyelesaikan semua urusan pekerjaanku di hotel, aku kembali ke Indonesia, kota Jakarta. Dan di sinilah doaku itu dibuka Allah jalannya, aku bertemu dengan wanita Indonesia, berdarah Palembang. Ia juga kembali ke Tanah Air setelah beberapa tahun hidup merantau di negeri Arab.

Perkenalan itu pun berlanjut hingga kami sampai ke Indonesia. Aku mulai sering berkomunikasi dengan Ratna, nama wanita berhijab berlesung pipi itu. Kami hanya berkomunikasi via handphone, dan SMS. Tapi aku tak ingin berlama-lama berada dalam lingkaran yang tak pasti itu. Hingga akhirnya, dengan bismillah ku berani kan diri meminang Ratna. Aku menanyakan kesediaan Ratna untuk hidup bersamaku, via telephone.

Tidak ada yang kusembunyikan dari Ratna saat aku memintanya mendampingi hidupku, semua hal tentangku, tentang masa laluku, juga tentang penyakit diabetes ku tak lupa ku ceritakan. Ratna menerimaku apa adanya, seperti halnya aku mencintainya.

Alhamdulillah, setelah melalui proses yang panjang dan sedikit rumit, karena jarak Jakarta-Palembang yang cukup jauh. Akhirnya, acara pernikahan sederhana itu berjalan khidmat. Tak ada kemewahan, tak ada pesta gemerlap, hanya aku, Ratna, ibuku dan sanak family dari masing-masing keluarga kami. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah

Kehidupan rumah tanggaku berjalan seperti apa adanya, aku bekerja di salah satu perusahaan ekspedisi milik teman sekolahku dulu, dan istriku membuka warung kecil-kecilan di rumah demi membantu perekonomian kami. Karna posisiku bukanlah cukup kuat di perusahaan itu, hanya sopir barang, tak mengapa aku tetap mensyukurinya.

Kesibukanku sebagai sopir yang setiap hari mengantar dan menjemput barang, membuat tidak begitu peduli dengan pengobatan penyakit yang selama ini menemani hidupku. Diabetesku semakin parah, kali ini saat istriku tengah mengandung buah cinta kami.

Hingga kelahiran putri kecilku, anak pertama kami. Kondisiku tetap saja belum membaik, semua biaya pengobatanku, ku alihkan untuk proses persalinan Ratna. Kondisiku semakin parah, dan harus menggunakan tongkat untuk berjalan. Diabetes ini menggerogoti kaki kananku.

Tak ada yang bisa kulakukan, selain di rumah tidur dan istirahat, dan hanya bisa melihat istriku yang berpeluh keringat mengurusiku, anakku, ibuku dan warung kecilnya. Maafkan suami mu ini Ratna..

Aku sampai di titik dimana aku merasa kehidupanku ini tak lagi berarti, jangankan untuk istri dan anakku, untuk diriku sendiri pun aku tak bisa berbuat banyak. Apa gunanya hidup ku ini kalau hanya bisa berbaring di rumah di tengah kesibukan istriku yang tiada akhirnya. Aku benar-benar putus asa atas hidupku, dan terlintas dipikiran untuk mengakhiri hidup ini.

Aku tak memperdulikan obat-obatan yang selalu Ratna berikan padaku, aku tak lagi ingin makan apapun yang istriku sediakan, aku tak mau tahu dan tak ingin mendengar apapun itu untuk bisa sembuh. Karna ku tahu, diabetes ini tak ada harapan lagi untuk disembuhkan, lambat laun penyakit ini akan menghabisi tubuhku dan mengantarkanku kembali pada-Nya. Dan dalam benakku, aku hanya ingin mati!!

Hampir tiga bulan, aku berperilaku seperti itu, tak mempedulikan apapun. Bahkan beberapa meninggalkan kewajibanku sebagai hamba Allah swt. Pencipta kita tak akan meninggalkan kita, sekalipun kita meninggalkannya berulang-ulang. Begitulah Allah swt, ia tak pernah membiarkanku berada lama dalam kesedihan dan keputusasaan. Lewat Ratna, istriku terkasih, kutemukan kembali semangat hidupku.

Semua perhatian dan kasih sayang Ratna dalam mengurusku dan tak pernah meninggalkan salatnya bagaimanapun kesibukan menyita waktunya. Ratna tetap menyelipkan namaku dalam setiap doa dalam salatnya. Dan tak pernah kutemui kesedihan dan penyesalan di wajah istriku, ia selalu tersenyum, menghiburku, membahas perkembangan anak kami, sesekali mengajakku bercanda walaupun tak ada yang respon baik dari diriku. Rabb, seberapa hebatnya jiwa wanita yang Engkau pilihkan untukku. Aku bersyukur atas hadirnya Rabb, terimakasih.

Lama aku berpikir, mengapa aku melampiaskan kekesalan atas penyakit ini pada istriku dan anakku. Mengapa aku harus mengurung diri dan menutup semua kebaikan dalam diriku. Bukankah penyakit ini juga karena kesalahan ku di masa lalu. Lantas mengapa aku marah dan tidak menerima takdirnya.

Mulai dari hari itu, hari-hari yang penuh dengan perbincanganku dan pertanyaan-pertanyaanku dengan sang maha pemilik kehidupan ini, aku pun berubah. Dan Ratna menjadi salah satu alasan kuatku untuk berubah, dan lebih menerima penyakit ini.

Aku mulai semangat menjalani hidupku, entahlah mungin lebih pastinya menjalani sisa hidupku. Mau bagaimana pun kelak penyakit ini akan berakhir, aku hanya ingin melakukan hal terbaik untuk keluargaku, ibuku, dan bermanfaat untuk orang-orang di sekitarku. Selain menyibukkan diri membantu warung kecil istriku, aku juga menyempatkan waktu untuk membersihkan masjid, menjadi muadzin, dan mengantar-jemput Suci walau aku harus berjalan dengan tongkat, putri kecilku yang saat ini sudah mulai TK. Dan aku sangat menikmati semua rutinitasku saat ini. Tak ada lagi sosok Fandi yang berlarut dalam kesedihan. Kini hanya ada Fandi, Ratna dan si kecil Suci yang bersemangat menemani ayahnya yang berteman dengan diabetesnya.

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim )
*[Chairunnisa Dhiee]

 

INILAH MOZAIK

Jadilah Pembela Islam, Jangan Mengkhianatinya

Ingatlah wahai umat Muhammad, bahwa hidup kita tidaklah lama. Dunia ini begitu singkat. Tugas kita hanyalah menjadi sang pengabdi kepada Allah semata. Kewajiban kita hanya mendedikasikan seluruh hidup dan mati kita semata-mata untuk Allah.

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku [QS Adz Dzariyat : 56]

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam [QS Al An’am : 162]

Bersyukurlah dan bahagialah, karena kita sebagai umat Muhammad dinobatkan Allah sebagai umat terbaik yang berdakwah dan menebarkan Islam dengan dasar keimanan.

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik [QS Ali Imran : 110]

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung [QS Ali Imran : 104]

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri? [QS Al Fusilaat : 33]

Misi ibadah kita hanyalah untuk mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akherat. Satu-satunya jalan untuk mendapatkan pertolongan Allah berupa kebahagiaan dunia akherat adalah dengan berdakwah dan berjuang menolong agama Allah.

Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu [QS Muhammad : 7]

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” [QS Al Baqarah : 201].

Menolong agama Allah dengan sepenuhnya melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, berdakwah menyebarkan Islam, berjuang membela Islam disaat Islam dihina dan dinista oleh musuh-musuh Allah. Menolong agama Allah juga dengan menegakkan Islam kaffah dan berjihad di jalan Allah.

Begitulah Rasulullah telah mencontohkan kepada kita sebagai umatnya. Seluruh pengorbanan Rasulullah dan para sahabat, baik harta, tenaga, pikiran, dan bahkan nyawa sekalipun. Tegaknya sistem Islam kaffah di Madinah adalah fakta sejarah perjalanan dakwah dan perjuangan Rasulullah, yakni membangun syariat Islam untuk diterapkan di tengah-tengah masyarakat, sebagai manifestasi rahmatan lil’alamin.

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam [QS Al Anbiyaa : 107].

Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS Al A’raf : 96)

Wahai Umat Muhammad, dalam kondisi Islam dihina dan dinista seperti sekarang ini, jangan justru menjadi pengkhianat dan munafik. Adalah dosa besar bagi mereka yang munafik, menikan Islam dari dalam, berteman dengan orang kafir dan menjadikan kaum kafir sebagai pemimpin dan pelindung. Orang munafik juga adalah mereka yang menghalangi tegaknya sistem hukum Islam kaffah, mereka berpaling dari hukum dan peringatan Allah.

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya [QS An Nisa : 60]

Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. [QS An Nisa : 61]

Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: “Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna” [QS An Nisa : 61]

Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang  sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta”. (QS Thaha : 124)

Dalam sejarah telah banyak contoh-contoh muslim yang justru berkhianat disaat Islam dinista dan dihina. Mereka adalah manusia pemuja nafsu duniawi yang berharap mendapat seonggok uang dengan cara menjadi jongos bagi musuh-musuh Allah. Ada gembong munafik bernama Abdullah bin Ubai, Mustafa Kemal Ataturk dan Ali Abdur Raziq. Padahal Allah dengan tegas mengatakan bahwa musuh-musuh Allah akan terus memusuhi Islam dan kaum muslimin sampai kapanpun.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu [QS Al Baqarah : 120].

Ideologi kapitalisme sekuler ala Amerika atau komunisme ateis ala Cina adalah ideologi yang akan terus menghancurkan Islam dengan berbagai cara. Narasi radikalisme dan terorisme adalah cara mereka untuk menyerang Islam. Sebab Islam bukan agama terorisme dan muslim bukan teroris.

Karena itu sebagai umat Muhammad jangan justru membantu dan membebek narasi barat  dengan terlibat dalam proyek  deradikalisasi. Membebek kepada narasi barat dengan mendapatkan seonggok uang adalah bentuk pengkhianatan kepada Islam. ciri kaum munafik adalah mencintai musuh-musuh Allah tapi memusuhi sesama muslim dengan berbagai fitnah dan tuduhan.

Padahal ujung dari kemunafikan hanyalah untuk mendapatkan duniawi semata. Mereka takut tidak bisa makan, akhirnya ngecer dan menjual agama dengan harga sedikit. Duhai umat Muhammad sadarlah, kemunafikan adalah bentuk kehinaan dan kelak akan mendapat azab pedih dari Allah. perhatikan firman Allah, mari kita renungkan

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin [QS Al Maidah : 50]

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim [QS Al Maidah : 51]

Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka [QS Al Maidah : 52]

Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?” Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi [QS Al Maidah : 53]

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman[QS Al Maidah : 57]

Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal [QS Al Maidah : 58]

Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik [QS Al Maidah : 59]

Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?”. Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus [QS Al Maidah : 60].

Semoga ayat-ayat Allah di atas cukuplah menjadi peringatan untuk kita sebagai umat Muhammad agar terus istiqomah berjuang di jalan Allah apapun resikonya dan jangan justru menjadi jongos, kacung dan pengkhianat Islam. Sebab Muslim bukan jongos, apalagi pengkhianat.

KotaHujan, 27/5/18

Oleh: Ahmad Sastra, Dosen Pascasarjana UIKA Bogor

REPUBLIKA

Arloji Luis Moinet Berornamen Masjidil Haram dan Nabawi

Masjid Nabawi dan Masjidil Haram adalah tempat yang selalu di hati setiap Muslim. Untuk itu produsen arloji Luis Moinet membuat jam tangan dengan latar belakang dua masjid tersebut.

“Tempat-tempat suci ini berada di jantung iman, dan sangat penting untuk mendedikasikan perhatian terbesar untuk menggambarkan mereka dengan setia. Sifat lembut dari lukisan miniatur pada mother-of-pearl terbukti ideal ketika datang untuk mereproduksi resonansi unik dari tujuan ziarah unik ini, ‘’ kata bagai, Jean-Marie Schaller, CEO dan direktur kreatif Louis Moinet, seperti dikutip Suadigazette, (23/6).

Menurutnya sebagai karya artitistik, lanjut Schaller, para seniman pembuat jam menuangkan segenap hatinya untuk mereproduksi benda yang berkarakteristik unik dari masjid tersebut. Sentuhan tunggal membuatnya hidup. Ini harus membuatna mengembangkan teknik khusus, menyerukan kesabaran dan ketelitian, hasil yang paling berpengaruh adalah untuk membuat lapisan cat  yang mebuat jam  muncul sangat ringan.

‘’Jam ini dilapisi emas putih dan terdapat 56 berlian baguette yang kualitas terbaik. Ornamen Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjadikannya sebuah arloji yang unik,’’ ujarnya.

Arlojo mewah Louis Moinet yang diproduksi di Swiss ini sebenarnya telah menghasilkan satu set yang berisi lima jam tangan artistik. Arloji ini  menggambarkan masjid-masjidnya yang paling indah. Hal ini misalnya Masjid Agung Sultan Qaboos di Muscat, Al-Masjid An-Nabawi di Madinah, Al-Masjid Al-Haram di Makkah, Al-Masjid Al-Aqsa di Al-Quds, dan Masjid Sheikh Zayed di Abu Dhabi .

 

REPUBLIKA

Kemenag Klarifikasi Insiden Kecelakaan Jamaah Umrah

Kementerian Agama (Kemenag) sedang melakukan klarifikasi terkait insiden kecelakaan jamaah umrah di kilometer 150 jalan Madinah-Jeddah pada Ahad (18/6). Kemenag juga mengimbau penyelenggara perjalanan ibadah umrah lebih hati-hati menyiapkan transportasi untuk jamaah.

“Kita lihat dulu nanti hasil klarifikasi seperti apa,” kata Kepala Seksi Identifikasi dan Penanganan Masalah Ibadah Umrah dari Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kemenag, Ali Machzumi kepada Republika.co.id, Jumat (22/6).

Ali mengatakan, kalau Kemenag menemukan ada hal-hal yang sifatnya kelalaian dalam musibah tersebut dan ada standar pelayanan yang tidak sesuai ketentuan, maka akan ada teguran. Penyelenggara umrah tersebut bisa ditegur atau ditindak sesuai ketentuan.

Ia menerangkan, namun bila musibah yang menimpa jamaah umrah tersebut sifatnya murni kecelakaan, maka tetap perlu dilakukan evaluasi. Mungkin ada penyebab terjadinya kecelakaan. Dilakukan evaluasi supaya musibah tidak terjadi lagi di tahun-tahun yang akan datang.

Kemenag juga mengimbau kepada penyelenggara umrah memenuhi standar pelayanan minimal selama di Indonesia dan Arab Saudi supaya bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan. “Ada standar terkait transportasi, mode transportasi yang harus digunakan seperti apa, sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan kepada jamaah,” ujarnya.

Ali menjelaskan, standar transportasi sudah ada aturannya di Peraturan Menteri Agama (PMA) tahun 2018. Biro perjalanan umrah diharapkan bisa mengacu pada standar pelayanan yang tertuang dalam PMA. Sehingga proses penyelenggaraan ibadah umrah bisa berjalan dengan baik, lancar, nyaman dan aman.

Setelah musibah yang baru saja terjadi, dikatakan Ali, diharapkan penyelenggara perjalanan ibadah umrah lain bisa lebih berhati-hati menyediakan sarana transportasi untuk jamaah umrah. Diharapkan mereka menyediakan transportasi yang layak, nyaman dan sesuai standar yang ada di PMA.

 

REPUBLIKA

Istana Al-Zaher: Museum Sejarah dan Warisan dari Makkah

Istana Al-Zaher adalah salah satu jejak sejarah di Makkah. Bangunan ini adalah salah satu museum penting yang didedikasikan untuk sejarah kota suci ini.

Istana ini dibangun pada 1944. Kala itu bangunan ini menjadi salah satu markas bagi Raja Abdul Aziz ketika di Makkah. Para delegasi menggunakannya bertemu para pemimpin peziarah yang datang dari berbagai negara Islam.

Seperti dilansir Saudigazette, bangunan istana ini terdiri dari ruang bawah tanah dan terdiri dari dua lantai, di samping berbagai area lain untuk beragam penggunaan. Luas istana adalah 2.700 meter persegi yang 2.200 meter persegi dianytaranya adalah lantai dasar. Dan area yang tersisa yakni 500 meter persegi dipergunakannya sebagai taman yang mengelilingi bangunan utama. Taman ini terletak di pintu masuk utama depan yang dikelilingi oleh air mancur dan area yang ditanami pepohonan dan tanaman hijau.

Istana ini dibangun dengan batu berukir serta bergaya arsitektur Islam. Pengaruh ini tercermin dari berbagai segi, mulai distribusi internal kamar, balai, dan villa, bahkan hingga konfigurasi eksternal bangunan.

Langit-langit istana diperkuat dengan beton untuk membantu mempertahankan kekuatan dan daya tahannya. Meskipun beberapa dinding dipengaruhi oleh faktor waktu, bangunan ini masih menunjukkan kemunculan kemewahan dan keindahan yang menjadi ciri khas hari-hari yang membuat istana terkesan dibangun dengan kecemerlangan.

Istana King Abdul Aziz direnovasi di Al-Zaher di Makkah setelah keputusan dari Antiquities and Museums Agency. Bangunan lama  diubah dan dipulihkan kembali dengan memperbaiki semua yang dihancurkan untuk kemudian menjadikannya sebagai Museum Islam di Makkah.

Museum ini adalah salah satu yang paling penting di Arab Saudi. Ini berisi aula utama Arab Saudi, yang mencakup ruang koleksi untuk daerah Hijaz pada umumnya dan untuk Makkah pada khususnya. Selain itu terdapat aula untuk menggelar berbagai koleksi arkeologi dari sejarah Islam serta berbagai kaligrafi Arab sebagai nilai seni dan budaya Islam yang penting.

Baru-baru ini, museum bergabung dengan Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional dan didedikasikan untuk sejarah Mekkah. Komisi memasukkannya ke dalam sistem pembangunan proyek museum baru, yang meliputi: Museum Sejarah Islam di Istana Khuzam di Jeddah, Museum sejarah Mekah di Istana Al-Zaher, museum sejarah pemerintah Saudi di istana Raja Faisal di Makkah, serta museum sejarah pertempuran Islam.

Raja Salman telah memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk membangun istana ini dengan berkoordinasi dengan komisi yang akan membangun sebuah museum di lokasi Pertempuran Badar. Museum-museum tersebut diharapkan menjadi pusat perhatian pengunjung ketika melihat berbagai situs penting dalam sejarah Islam.

 

IHRAM

Imam Asal Indonesia Bantah Jadi Imam Masjidil Haram

Imam shalat asal Indonesia di Makkah yang viral di media sosial, Asal bin Yanto Albanjari membantah bahwa dirinya telah menjadi imam tetap di Masjidil Haram, Makkah. Hal ini disampaikan Asal Albanjari saat ditemui Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Daker Makkah, Ahad (10/6).

Hafidz asal Kalimantan ini mengakui bahwa dirinya memang menjadi imam shalat di sejumlah masjid di Makkah. Namun, dia membantah keras terkait beredarnya berita bahwa dia menjadi salah satu Imam di Masjidil Haram.

“Cerita tentang kalau saya menjadi imam di Haram itu tidak benar. Tapi kalau menjadi imam di beberapa masjid di Makkah itu benar,” ujar Asal saat berbincang dengan Lukman di Kantor Daker Makkah, Ahad (10/06).

Kendati demikian, Asal bersyukur selama ini telah menjadi imam shalat di sejumlah masjid di Makkah. Yanto berhasil menjadi Imam di kota suci itu lantaran bisa menghafal Alquran dan memikili suara merdu yang tak kalah dengan imam Masjidil Haram.

“Alhamdulillah sudah terbiasa menjadi imam di beberapa masjid di Makkah,” kata pemuda berdarah Banjar ini.

Dalam pertemuan dengan Lukman, Asal Al Banjari sempat diminta membacakan Alquran Surat Ibrahim ayat 35-37. Lukman pun mengapresiasi kefasihan dan keindahan suara Asal dalam melantunkan ayat Alquran. Lukmam berharap Asal terus maju mengharumkan nama Indonesia dalam kiprahnya sebagai imam di banyak masjid di Makkah Al Mukarramah.

Untuk diketahui, meskipun berpaspor Indonesia, Asal lahir di Makkah pada 1997 dan mulai menghafal Alquran sejak 2006. Kemudian, dia mengkhatamkan hafalannya dalam qiraat Ashim riwayat Hafs pada 2012.

Pada acara haflah tahunan santri tahfidz (penghafal Alquran), Asal pun mendapat tugas membaca beberapa ayat Alquran tentang kewajiban puasa, yang kemudian videonya viral di media sosial.

Asal saat ini sedang berusaha mengkhatamkan hafalan Alquran-nya dalam dua riwayat lagi, selain qiraat Ashim riwayat Hafs. Dia berguru pada salah satu imam Masjidil Haram, yaitu Syekh Abdurrahman Syirazi.

Ayah Asal Al Banjari yaitu Yanto berasal dari Kalimantan Selatan yang sudah puluhan tahun bermukim di Arab Saudi. Tahun ini, Yanto ikut bergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dari unsur tenaga musiman. Yanto bertugas di bagian layanan transportasi jamaah haji Indonesia di wilayah Syib Amir, Makkah.

 

IHRAM

Kawasan Jabal Nur akan Ditata Sebagai Pusat Wisatawan

Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional akan mendirikan pusat wisatawan di Jabal Nur di Makkah. Komisi tersebut selama ini telah menjalankan beberapa proyek untuk melestarikan situs-situs penting dalam sejarah Islam.

Pusat wisatawan ini nantinya akan memiliki pemandu wisata dan dokumentasi tentang sejarah Jabal Nur dan signifikansinya dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. Wilayah ini akan memiliki 230 proyek yang didanai dengan anggaran sebesar 5 miliar real Saudi. Proyek-proyek sangat didukung oleh Raja Saudi Moh Salman.

Desain arsitektur proyek ini pun sudah selesai. Menurut catatan sejarah, gunung itu berada di timur laut Masjidil Haram, yakni di Jalan al-Adl. Tempat itu disebut Jabal al-Nur karena kata nur berarti cahaya dalam bahasa Arab. Ini juga menandakan ada cahaya yang menimpa Nabi (SAW) ketika ia beribadah dengan menyendiri di Ghar (Gua) Hira.

Gunung ini setinggi 642 meter dengan kemiringan 380 meter panjang mencapai 500 meter. Luas puncak gunung adalah 5,2 meter persegi. Gunung tampak seperti punuk unta. Gua Hira adalah salah satu situs suci paling penting dalam Islam. Di sinilah Nabi (SAW) mendengar Malaikat Jibril untuk pertama kalinya dan di mana kenabian dianugerahkan kepadanya.

Komisi telah bekerja untuk merenovasi beberapa tempat suci di Makkah dan Madinah dan mendokumentasikan sejarahnya. Proyek-proyek telah diluncurkan untuk mengatur pariwisata Islam di dua kota. Proyek-proyek ini didukung oleh perusahaan publik dan swasta serta direktorat untuk memastikan keberlanjutannya.

 

IHRAM

Kemenag Sudah Verifikasi 96.632 Paspor Calon Jamaah Haji

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menyampaikan sudah hampir 50 persen paspor calon jamaah haji dari daerah diterima Kemenag RI. Kemenag RI pun menargetkan proses pemvisaan selesai sebelum calon jamaah haji masuk asrama haji pada 16 Juli 2018.

“Sampai hari ini sudah ada 99.612 paspor yang sudah kita terima, dari 99.612 yang sudah proses verifikasi 96.632 paspor,” kata Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji dari Kemenag RI, Nasrullah Jasam kepada Republika.co.id, Jumat (22/6).

Nasrullah menerangkan, yang sudah melakukan permintaan pemvisaan ada sebanyak 92.370 calon jamaah haji. Selanjutnya yang sudah grouping mencapai 91.799 calon jamaah haji. Artinya hampir 50 persen paspor calon jamaah haji dari daerah sudah diterima Kemenag RI.

Ia mengatakan, setelah proses grouping tinggal menunggu pemaketan di Kantor Urusan Haji Jeddah. Setelah itu dilakukan pemvisaan melalui e-hajj yang diteruskan ke Kementerian Haji Arab Saudi. Setelah disetujui akan ditindaklanjuti di Kedutaan Besar Arab Saudi yang ada di Jakarta.

Ia menjelaskan, dari 204.000 jamaah haji reguler, sudah 99.612 yang paspornya sudah diterima Kemenag RI. Artinya tinggal sekitar 51 persen lagi yang paspornya belum diterima. Sejauh ini proses pengiriman paspor calon jamaah haji dari daerah ke pusat yakni ke Kemenag RI relatif lancar.

“Kita terus mengingatkan teman-teman di daerah baik Kanwil (Kantor Wilayah Kemenag) maupun Kantor Kemenag, agar paspor yang sudah siap segera dikirim ke pusat, ke Jakarta untuk dilakukan proses selanjutnya, proses pemvisaan,” ujarnya.

Nasrullah menyampaikan, tiga tahun ke belakang sudah menggunakan jalur e-hajj. Oleh karena itu paspor yang dikirim ke pusat harus betul-betul fix. Artinya rombongan dan kloter calon jamaah haji sebisa mungkin tidak berubah. Kalau kloternya tiba-tiba ingin diubah, maka akan mengganggu proses pemvisaan.

Ia menegaskan, semakin cepat paspor dari daerah dikirim ke pusat, maka akan semakin cepat selesai proses pemvisaan. Karena sebelum dilakukan pemvisaan harus dilakukan verifikasi dan lain sebagainya.

“Kita setiap hari minta supaya teman-teman di Kanwil untuk mengirimkan paspor karena itu tahap awal, kalau proses itu tersendat otomatis proses berikutnya tersendat,” jelasnya.

Dijelaskan dia, Kanwil Kemenag harus memastikan tidak ada perubahan ketika paspor sudah dikirim ke pusat. Biasanya Kanwil Kemenag khawatir kalau paspor sudah dikirim ke pusat, tiba-tiba ada calon jamaah haji yang minta mutasi. Maka hal tersebut akan merepotkan karena setelah proses grouping, calon jamah haji sudah ditentukan kloternya, tempat menginapnya dan lain sebagainya.

“Karena itu jangan sampai kerja dua kali, minggu depan kita targetkan sudah 70 persen (Kemenag RI terima paspor dari daerah), karena banyak yang konfirmasi akan mengirimkan paspor di hari Senin dan Selasa,” ujarnya.

Ini Alasan Mengapa Uang Cepat Sekali Habis?

SUATU hari istri seorang ustaz yang begitu saleh mengeluhkan persediaan uang untuk kebutuhan rumah tangga yang tinggal sedikit. Ustaz ini pun menjawabnya dengan tenang.

“Santai aja ibu, duit kalo tinggal dikit artinya mau datang lagi,” ujarnya.

Subhanallah. Ungkapan yang sangat singkat, namun padat. Begitulah kelebihan yang Allah berikan kepada para ulama, sebagaimana dikatakan dalam sebuah syair,

“Sebaik-baik perkataan adalah yang sedikit dan argumentatif”

Ungkapan di atas mengajarkan kita bahwa uang itu mengisi tempat yang kosong. Oleh karenanya, jika Allah ingin kembali mengisi dompet kita, kosongkanlah sebagiannya untuk membantu sesama.

Uang itu bagaikan air yang di dalam gelas. Jika belum kita minum, maka air di dalam botol tak akan bisa mengisinya.

Uang itu bagaikan air. Jika ditahan, ia kotor. Adapun jika kita melepasnya, maka ia akan bersih.

Uang itu bagaikan air. Jika ditahan, ia akan mencari jalan keluarnya sendiri. Oleh karenanya, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam berujar;

“Tidaklah sedekah bercampur dengan harta, melainkan ia akan merusak harta tersebut”

Harta akan mencari jalan keluarnya sendiri melalui berbagai macam cara, seperti anak kita yang sakit sehingga harus ke dokter, handphone kita yang hilang, mobil kita yang rusak dan lain-lain yang menguras harta kita.

Uang itu seperti udara, ia selalu mengisi ruang yang kosong. Oleh karena itu, berbagi dan kosongkanlah ia, biarlah Allah dengan cara-Nya mengisi kehampaan itu.

Semoga harta kita semua dimiliki oleh hamba-hamba yang saleh. Sebab, sebaik-baik harta ialah yang dimiliki oleh hamba yang saleh. Barakallah fikum. [Ustaz Oemar Mita, Lc]

INILAH MOZAIK