dunia hanya sesaat

Dunia Hanya Sesaat!

Ketika kita bertanya kepada Al-Qur’an tentang dunia. Apa itu dunia dan apa hakikat sebenarnya? Apa itu akhirat dan apa hakikat sebenarnya?

Al-Qur’an menjawab kita dengan jelas dan tanpa basa-basi bahwa dunia itu :

وَمَا هَٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَهۡوٞ وَلَعِبٞۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَ لَهِيَ ٱلۡحَيَوَانُۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ

“Dan kehidupan dunia ini hanya senda-gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.” (QS.Al-Ankabut:64)

Dan hakikat dunia menurut Al-Qur’an adalah :

ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا لَعِبٞ وَلَهۡوٞ وَزِينَةٞ وَتَفَاخُرُۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٞ فِي ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَوۡلَٰدِۖ

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan.” (QS.Al-Hadid:20)

Itulah dunia, tiada makna lain selain permaian dan senda gurau. Sedangkan akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya.

Apabila dunia adalah “tempat permainan dan senda gurau” sementara akhirat adalah “kehidupan yang sebenarnya”, maka seorang yang berakal harusnya berusaha untuk kehidupan akhiratnya karena itulah kehidupan yang sebenarnya.

Sedangkan jika dunia adalah tempat permainan dan senda gurau, maka tugas kita adalah mempersiapkan kehidupan yang riil di akhirat baru kemudian kita menikmati kenikmatan-kenikmatan semu di dunia ini.

وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ

“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia.” (QS.Al-Qashash:77)

Bukan sebaliknya ! Seakan kita menganggap akhirat hanyalah senda gurau dan memfokuskan seluruh hidup kita untuk kehidupan dunia. Seakan dunia ini adalah kehidupan sebenarnya yang kekal dan abadi.

Manusia tidak diciptakan untuk kehidupan dunia sehingga ia harus terikat dengannya. Kesalahan pola pikir kebanyakan manusia membuat mereka lupa jika mereka sebenarnya sedang dalam perjalanan dan dunia hanya tempat transit saja. Masih banyak pos-pos lain yang akan di lalui. Perjalanannya dimulai dari Allah dan akan berakhir kepada Allah.

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ

“sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.” (QS.Al-Baqarah:156)

Diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda :

الدُّنيَا سَاعة فاجعَلهَا طَاعة

“Dunia itu sesaat, maka jadikanlah ia dipenuhi ketaatan.”

Yang dimaksud sesaat disini adalah kesempatan singkat yang diberikan oleh Allah Swt agar engkau membuktikan usaha dan nilaimu dalam mencapai kesempurnaan.

وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” (QS.An-Najm:39)

Artinya jadilah engkau seorang yang berakal ! Manfaatkan kesempatan yang sangat singkat ini dalam ketaatan kepada Allah Swt.

Umur manusia tidaklah panjang. Mungkin hanya mentok di angka 100 tahun atau lebih. Kita tidak akan menyamai Ashabul Kahfi yang Allah tidurkan selama 300 tahun. Itupun setelah mereka bangun, salah satu di antara mereka bertanya (seperti yang diceritakan dalam sebuah ayat).

قَالَ قَآئِل مِّنۡهُمۡ كَمۡ لَبِثۡتُمۡۖ قَالُواْ لَبِثۡنَا يَوۡمًا أَوۡ بَعۡضَ يَوۡمٖۚ

Salah seorang di antara mereka berkata, “Sudah berapa lama kamu berada (di sini)?” Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari.” (QS.Al-Kahfi:19)

Mereka ditidurkan selama 300 tahun tapi bagi mereka hanya terasa sehari dua hari. Begitulah waktu di dunia yang sangat singkat dan berlalu begitu cepat. Kita hanya akan sadar ketika kehilangan waktu tersebut.

Semoga bermanfaat…

KHAZANAH ALQURAN