Ketentuan Fidyah Bagi Wanita Hamil Dan Menyusui

Bagaimana ketentuan fidyah bagi wanita hamil dan menyusui? Dalam permasalahan ini, banyak sekali yang harus dirinci. Ibnu Ruslan mensyairkan:

مد طَعَام غَالب فِي الْقُوت # وَجوز الْفطر لخوف موت

وَمرض وسفر إِن يطلّ # وَخَوف مرضع وَذَات حمل

مِنْهُ على نَفسهَا ضرا بدا # وَيُوجب الْقَضَاء دون الافتدا

ومفطر لهرم لكل يَوْم # مد كَمَا مر بِلَا قَضَاء صَوْم

وَالْمدّ والقضا لذات الْحمل # أَو مرضع إِن خافتا للطفل

Ada 4 perincian yaitu sebagai berikut:

  1. Wajib bayar fidyah dan qada’, bagi wanita hamil dan menyusui, jika yang dikhawatirkan hanyalah anaknya. Adapun jika yang dikhawatirkan adalah dirinya dan anaknya atau yang disusuinya, maka hanya wajib qada’ saja, tanpa harus bayar fidyah. 
  2. Wajib qada’, tanpa harus bayar fidyah, seperti halnya tadi, yaitu orang yang epilepsi, lupa niat, dan orang yang membatalkan puasanya, selain dengan perantara hubungan seksual. 
  3. Wajib bayar fidyah, tanpa harus qada’ puasa. Yaitu lansia dan orang sakit yang tidak ada harapan sembuh baginya. 
  4. Tidak wajib qada puasa dan tidak wajib bayar fidyah. Yaitu orang gila. (Nadzam Zubad fi al-fikih al-syafii  h. 161) 

Syarih dari nadzam ini mengatakan bahwa, meskipun yang disusui itu bukanlah anaknya. Maka berlaku sebagaimana peraturan di atas. (Ghayat al-bayan syarh Zubad Ibnu Ruslan 161) .

Pembayaran fidyah ini dilakukan setiap hari puasanya, yakni ketika tidak puasa maka wajib juga fidyah. Fidyah merupakan ukuran 1 mud yang disesuaikan dengan makanan pokok negaranya, dan pembayaran ini menjadi dobel ketika tidak dibayar sampai tahun selanjutnya. (Taqrirat al-Sadidah fi al-Masail al-Mufidah I/456

Makanan pokok orang Indonesia adalah beras, maka bagi orang yang harus membayar fidyah, ia harus membayar dengan beras sekadar 1 mud, yakni sekadar 3/4 liter. 

Menurut Syekh Wahbah Zuhaili, Satu mud adalah takaran sebesar cakupan dua telapak tangan orang dewasa. Beliau mengatakan:

والمد حفنة ملء اليدين المتوسطتين

Satu mud adalah cakupan penuh dua telapak tangan pada umumnya”. (Fikih al-Islami wa Adillatuh,  II/910).

Demikianlah penjelasan mengenai ketentuan fidyah wanita hamil dan menyusui. Semoga bermanfaat.

BINCANG SYARIAH