surat sandah

Surah As Sajdah Ayat 5: Tingginya Arsy yang Berjarak Tempuh Ribuan Tahun

Banyak dalil-dalil dalam Al Quran yang menjelaskan tentang kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Tidak terkecuali dalam surat As Sajdah ayat 5 yang menjelaskan tentang kuasa Allah dalam mengurus segala urusan di alam semesta ini.

Adapun bacaan selengkapnya dapat disimak pada pemaparan berikut,

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

Bacaan latin: Yudabbirul-amra minas-samā`i ilal-arḍi ṡumma ya’ruju ilaihi fī yauming kāna miqdāruhū alfa sanatim mimmā ta’uddụn

Artinya: “Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.”
Baca juga:
Surah 13 Ayat 28 dalam Al Quran: Banyak Zikir, Hidup Tenang

Berdasarkan penafsiran dari Al Quran Kemenag, maksud kalimat satu hari yang berkadar seribu tahun di atas merujuk pada lamanya waktu kehidupan alam semesta sejak diciptakan hingga hari kiamat.

Hal ini juga disebut untuk menyatakan waktu yang tidak terhingga milik Allah SWT dalam mengurus segala urusan langit dan bumi.

“Perkataan seribu tahun dalam bahasa Arab tidak selamanya berarti 1000 dalam arti sebenarnya, tetapi kadang-kadang digunakan untuk menerangkan banyaknya sesuatu jumlah atau lamanya waktu yang diperlukan,” tulis Kemenag.

Selain itu, makna kalimat ‘..(urusan) itu naik kepadaNya..’ dalam surah As Sajdah ayat 5 menjelaskan bahwa segala sesuatunya akan kembali kepada Allah SWT. Segala urusan yang ‘dipinjamkan’ oleh Allah SWT akan dikembalikan kepadaNya pada saat hari penghisaban.
Tingginya Arsy, Langit Tertinggi Kedudukan Allah SWT

Waktu tempuh menuju lapisan langit tertinggi, tempat kedudukan Allah SWT, dijelaskan dalam surat As Sajdah ayat 5 ini. Menurut tafsir Ibnu Katsir, maksud dari ‘..(urusan) itu naik kepadaNya..’ juga dapat bermakna segala amal perbuatan dilaporkan oleh para malaikat pencatat ke atas langit yang terdekat.

Sementara itu, jarak terdekat antara langit dan bumi sama dengan jarak perjalanan lima ratus tahun. Hal ini dapat diartikan ketebalannya bisa melebihi jarak tempuh lima ratus tahun dan berada di luar kemampuan manusia untuk menghitungnya.
Baca juga:
Surat At Taubah Ayat 122 Tentang Menuntut Ilmu dan Jihad, Sama Pentingnya?

Namun, hal ini tidak berlaku bagi malaikat yang hanya membutuhkan waktu hingga sehari saja untuk menghadapNya.

“Mujahid, Qatadah, dan Ad-Dahhak mengatakan bahwa jarak yang ditempuh oleh malaikat yang turun ke bumi adalah lima ratus tahun. Begitu pula naiknya sama dengan perjalanan lima ratus tahun, tetapi malaikat dapat menempuhnya sekejap mata,” tulis Ibnu Katsir dalam tafsir surat As Sajdah ayat 5.

Hal ini juga dijelaskan dalam surat Al Ma’arij ayat 4 yang berbunyi

تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Artinya: “Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.”

Wallahu’alam.

DetikHIKMAH