Cara Rasulullah Menjaga Kebersihan Diri

Rasulullah SAW mengajarkan sahabat-sahabatnya dan para pengikutnya tentang bagaimana cara beliau menjaga kebersihan. Termasuk menjaga kebersihan tubuh seperti istihdad, khitan, mencukur kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku.

Dikutip dari buku “Nabi Muhammad SAW Sehari-hari”, Muhammad Isma’il Al Jawisy menyebutkan secara lebih rinci tentang cara Rasulullah menjaga kebersihan tubuhnya.

Pertama, Istihdad yaitu mencukur dan menghilangkan bulu-bulu di sekitar kemaluan

Dua, Khitan, yaitu sunat yang disunnahkan ketika berusia tujuh hari, sebagaimana Rasulullah SAW melakukan hal itu kepada Hasan dan Husein, namun tidak menjadi dosa pula jika melakukan hal itu ketika hendak memasuki waktu baligh. Begitu juga bagi para mualaf, hendaknya mereka berkhitan.

Tiga, mencukur kumis, yaitu bulu-bulu yang tumbuh membentang di atas bibir. Beliau memerintahkan untuk mencukur kumis tapi tidak mencukur janggut. Beliau berkata, “Cukurlah oleh kalian kumis dan tumbuhkanlah janggut, karena dengan begitu kalian akan menyalahi kebiasaan orang-orang majusi. Dalam kesempatan lain beliau berkata, “Janganlah ikuti kebiasaan orang-orang musyrik, tap cukurlah kumis dan pelihara janggut,”

Empat, Mencabuti bulu ketiak. Mencukurnya atau menghilangkannya dengan cara apapun, baik dicabut atau dipotong dengan gunting dan sejenisnya.

Lima, Memotong kuku. Di antara aturannya adalah dengan mulai memotong pada tangan kanan kemudian tangan kiri, selanjutnya kaki kanan dan kaki kiri. Demikianlah urutan yang diajarkan Rasulullah SAW, untuk selalu memulai mengerjakan sesuatu dengan yang paling kanan.

IHRAM