Hakikat Malam Lailatul Qadar Menurut Prof Quraish Shihab: Menjadikan Manusia Menjadi Pribadi yang Damai

Malam Lailatul Qadar merupakan peristiwa yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam saat bulan Ramadan. Setiap ibadah yang dilakukan pada malam tersebut, dipercaya pahalanya akan dilipat gandakan.

Terlebih Rasulullah saw sendiri menganjurkan agar umat Islam berburu malam Lailatul Qadar dengan banyak-banyak melakukan ibadah. Tidak ada yang tahu pasti kapan malam Lailatul Qadar terjadi, namun dalam HR. Bukhari dan muslim Lailatul Qadar terjadi di malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadan.

“Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadan,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu tidak ada satu pun yang bisa mengetahui kehebatan malam Lailatul Qadar selain keterangan dari Al-Quran dan sunah. Hal tersebut dikarenakan saking istimewanya malam Lailatul Qadar.

Secara umum, umat muslim mengetahui jika malam Lailatul Qadar merupakan malam seribu bulan. Namun secara harfiahnya, menurut Prof. Quraish Shihab, malam Lailatul Qadar memiliki tiga arti. Pertama diartikan mulia yakni malam yang mulia.

Kedua memiliki arti ketentuan artinya malam di mana Allah menentukan perjalanan hidup seseorang selanjutnya. Sedangkan yang ketiga adalah sempit, maknanya karena pada malam tersebut malaikat silih berganti turun ke muka bumi sehingga bumi bagai sangat sempit karena kehadiran malaikat.

Makna malaikat silih berganti turun ke muka bumi untuk membawa kebaikan dan mendorong seseorang untuk melakukan kebaikan. Sehingga orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar, dia akan selalu berbuat kebaikan karena malaikat senantiasa bersamanya.

Selain itu orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar hidupnya akan selalu damai dan memberikan kedamaian baik itu untuk dirinya sendiri, orang lain, hewan, tumbuhan dan makhluk ciptaan Allah SWT lainnya.

Kedamaian orang yang mendapat malam Lailatul Qadar tidak hanya dirasakan sampai terbitnya fajar, akan tetapi juga diartikan sampai terbitnya fajar kehidupan manusia di akhirat nanti. Sehingga kehidupan kedamaian itu dibawanya sampai di hari kemudian dan ketika itu di hari kemudian dia akan masuk di negeri yang dinamai Allah darussalam, negeri yang penuh dengan kedamaian.

Kemuliaan malam Lailatul Qadar dianugerahkan Allah SWT hanya untuk umat nabi Muhammad saw dan ada alasan tersendiri. Ada yang berkata jika umat-umat terdahulu usianya lebih panjang dibanding dengan usia manusia sekarang. Sehingga untuk menggantikan panjangnya usia itu Allah SWT memberi Lailatul Qadar. Sehingga setiap orang yang mendapatkan Lailatul Qadar seakan-akan umurnya bertambah seribu bulan. Wallaahu ‘alam bissawab.

ISLAMKAFFAH