Siapa Keluarga Nabi Nuh yang tak Ikut ke Kapal Saat Banjir?

Alquran menjelaskan keluarga Nabi Nuh yang tak ikut naik kapal saat banjir.

Siapakah anggota keluarga Nabi Nuh yang tidak ikut naik kapal ketika banjir? Ada dua orang dari keluarga Nuh yang diinformasikan Alquran tidak ikut masuk bahtera. Pertama adalah putranya yang ingkar terhadap ajakan Nabi Nuh. Surat Hud ayat 42-43 menyampaikan.

“Dan kapal itu berlayar membawa mereka ke dalam gelombang laksana gunung-gunung dan memanggil anaknya ketika anak itu berada di tempat yang jauh terpencil. ” Wahai anakku Naiklah ke kapal bersama kami Dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir.” Anaknya menjawab” Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat menghindarkan aku dari air bah.” Nuh berkata tidak ada yang melindungi dari siksa Allah pada hari ini selain Allah yang Maha Penyayang” dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya maka dia anak itu termasuk orang yang ditenggelamkan,”

Yang kedua yang tidak ikut bersama kapal Nabi Nuh adalah istrinya. Allah Menyebut istrinya Nabi Nuh bersama-sama dengan istri Nabi Luth sebagai istri istri yang kafir terhadap ajakan iman yang disampaikan oleh suami mereka seperti diabadikan surat At-Tahrim ayat 10.

Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir istri Nuh dan istri Luth. Keduanya berada dibawah pengawasan dua orang hamba yang saling di antara hamba-hamba kami. Lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari siksa Allah, dan dikatakan kepada dua istri itu masuk lah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk neraka.”

KHAZANAH REPUBLIKA

Perjanjian Nabi Nuh dengan Kalajengking Jadi Doa

NAMA Nabi Muhammad saw sudah dikenal jauh sebelum beliau sendiri lahir. Malaikat di langit dan para nabi sebelumnya mengenal sosoknya dengan nama Ahmad.

Menurut sejarawan, nabi-nabi sebelumnya selalu menyebutkan nama Sang Nabi akhir zaman itu dan mengenalkan sosok dan kepribadiannya kepada umat mereka masing-masing. Dalam banyak cerita, para Nabi kerap menyebutkan nama Muhammad dalam doa-doa mereka, pertanda agung dan luhungnya penghulu para nabi ini.

Alkisah, Nabi Nuh membawa semua benih pohon dan hewan dalam bahteranya. Terhadap hewan buas, Nuh menjalin perjanjian agar mereka tidak berulah kala mengarungi lautan.

Kalajengking salah satunya. Mulanya Nuh enggan membawa kalajengking ke perut bahtera, karena khawatir dengan sengatnya yang mengganggu hewan lainnya. “Aku buat perjanjian denganmu agar tidak mengganggu siapa pun,” kata Nuh as.

Kemudian Nuh membaca doa berupa salam kepada Nabi Muhammad, yang lalu menjadi doa mujarab bagi siapa saja kala disengat kalajengking dan hewan mematikan lainnya.

“Keselamatan dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Muhammad dan keluarganya dan kepada Nuh di semesta alam.” [Islam Indonesia]

NAMA Nabi Muhammad saw sudah dikenal jauh sebelum beliau sendiri lahir. Malaikat di langit dan para nabi sebelumnya mengenal sosoknya dengan nama Ahmad. Menurut sejarawan, nabi-nabi sebelumnya selalu menyebutkan nama Sang Nabi akhir zaman itu dan mengenalkan sosok dan kepribadiannya kepada umat mereka masing-masing. Dalam banyak cerita, para Nabi kerap menyebutkan nama Muhammad dalam doa-doa mereka, pertanda agung dan luhungnya penghulu para nabi ini. Alkisah, Nabi Nuh membawa semua benih pohon dan hewan dalam bahteranya. Terhadap hewan buas, Nuh menjalin perjanjian agar mereka tidak berulah kala mengarungi lautan. Kalajengking salah satunya. Mulanya Nuh enggan membawa kalajengking ke perut bahtera, karena khawatir dengan sengatnya yang mengganggu hewan lainnya. “Aku buat perjanjian denganmu agar tidak mengganggu siapa pun,” kata Nuh as. Kemudian Nuh membaca doa berupa salam kepada Nabi Muhammad, yang lalu menjadi doa mujarab bagi siapa saja kala disengat kalajengking dan hewan mematikan lainnya. “Keselamatan dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Muhammad dan keluarganya dan kepada Nuh di semesta alam.” [Islam Indonesia]